Sunday, February 15, 2026

Selama Libur Lebaran, Damkar Kota Mojokerto Siagakan Tiga Regu Antisipasi Kebakaran

Selama Libur Lebaran, Damkar Kota Mojokerto Siagakan Tiga Regu Antisipasi Kebakaran

Mojokerto, Nawacita – Selama libur lebaran Idul Fitri 1444 H mulai 18 April hingga 1 Mei nanti, Pemerintah Kota Mojokerto (Pemkot) menyiagakan sebanyak 24 petugas pemadam kebakaran (damkar) untuk mengatasi persoalan kebakaran selama libur lebaran.

Kepala UPT Damkar Kota Mojokerto Joko Suwarno menjelaskan, puluhan petugas tersebut akan standby selama 24 jam penuh guna mengantisipasi munculnya peristiwa bencana nonalam selama libur lebaran berjalan.

“peristiwa kebakaran sejatinya tidak hanya diantisipasi saat mudik saja, melainkan juga setiap saat tetap disiagakan guna mengatasi kobaran api yang mengancam keselamatan masyarakat,” terangnya, Rabu (26/4/2023).

- Advertisement -
Kepala UPT Damkar Kota Mojokerto Joko Suwarno. Foto : Fio Atmaja
Kepala UPT Damkar Kota Mojokerto Joko Suwarno. Foto : Fio Atmaja

Menurutnya, potensi munculnya kobaran api saat mudik justru kian tinggi seiring tingginya hilir mudik warga selama menjalani tradisi saat Hari Raya Idul Fitri. Bukan hanya saat momen liburan saja, damkar sebenarnya setiap hari selalu siaga 24 jam, namun saat mudik kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungan menurun.

“Biasanya tingkat kesadaran masyarakat menurun karena dipengaruhi berbagai faktor sehingga kewaspadaan terhadap sekitarnya kurang. Hal ini akan jadi potensi munculnya kebakaran jauh lebih besar,” ucapnya.

Joko menjelaskan, untuk mengantisipasi hal – hal yang tak diinginkan, pihaknya telah membagi tiga regu yang akan standby setiap 12 jam. Tiga regu tersebut di tempatkan di pos pengamanan (pospam) Sunrise Mall Jalan Benteng Pancasila dengan tujuan untuk memudahkan koordinasi bersama petugas keamanan dan setiap hari mereka siaga 24 jam.

Baca Juga: Walikota Mojokerto Apresiasi Terhadap OPD Yang Tetap Bekerja Selama Libur Lebaran 2023

Bencana memang tidak bisa diprediksi, termasuk potensi kebakaran tidak bisa diprediksi kapan akan muncul. Namun pihaknya sudah memetakan hal tersebut dengan strategi yang matang, pihaknya telah bekerja sama dengan linmas guna meminimalisir potensi bencana tersebut.

“Sudah kami pasang pamflet peringatan di setiap poskamling untuk menjaga rumahnya masing-masing. Dengan mencopot perangkat listrik, kompor gas yang dapat menyulut api,” ujarnya.

Sehingga perlu dipastikan terkendali dari korsleting listrik hingga bocornya gas elpiji yang dapat memicu kebakaran hebat. Bahkan kelurahan telah memberikan suatu himbauan kepada seluruh masyarakat atau di kawasan perumahan atau permukiman padat penduduk yang banyak ditinggal mudik untuk selalu memastikan kondisi lingkungan rumahnya aman dari ancaman bencana nonalam tersebut.

RELATED ARTICLES

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Terbaru