Saturday, February 14, 2026

Dampak Solar Mahal, KAI Berencana Naikkan Harga Tiket Kereta Api

Dampak Solar Mahal, KAI Berencana Naikkan Harga Tiket Kereta Api

Jakarta, Nawacita | PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI berencana naikkan harga tiket kereta api. Hal ini merespon kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi jenis Pertalite maupun Solar pada Sabtu (3/9).

“KAI masih melakukan kajian terhadap penyesuaian tarif tiket kereta api, akibat adanya kenaikan harga BBM,” kata Vice President Public Relations KAI Joni Martinus di Jakarta, Rabu (7/9).

Joni mengatakan, kenaikan tarif BBM subsidi jenis Solar akan berdampak langsung terhadap biaya operasional. Tercatat, Solar mengalami kenaikan dari Rp5.150 per liter menjadi Rp6.800 per liter.

- Advertisement -

“Perubahan tarif BBM tentu mempengaruhi komponen biaya operasional KAI,” ujarnya.

ilustrasi kereta api
ilustrasi kereta api

Lebih lanjut, Joni memastikan kenaikan harga tiket kereta api tidak terlalu besar. Hal ini bertujuan agar harga tiket baru tetap terjangkau bagi pelanggan.

“KAI akan berupaya agar penyesuaian tarif tiket kereta tidak akan terlalu besar. Sehingga, tetap sesuai dengan kemampuan masyarakat,” tutupnya.

Pada kesempatan yang sama, VP Passenger Marketing KAI Gotro Nur Riyadi mengatakan jika mengalami kenaikan harga, tarif perjalanan KAI tidak akan terlalu besar.

“Kami pikir enggak sampai lebih dari 5 persen. Tapi nanti kita coba lakukan kajian. tapi gambarannya seperi itu,” katanya.

“Kami akan menyesuaiakan angka yang masih memungkinkan yang masih bisa diterima masyarakat. Intinya itu saja terkait dampak kenaikan BBM ini,” sambung Gotro.

Baca Juga: Tak Penuhi Syarat, KAI Daop 8 Surabaya Tolak 1.564 Calon Penumpang

Untuk diketahui, moda angkutan kereta api milik KAI masih menggunakan mesin diesel dengan bahan bakar jenis Solar. Solar sendiri termasuk jenis BBM subsidi yang ikut mengalami penyesuaian harga.

Adapun rute kereta api yang berpotensi mengalami penyesuaian, Gotro menjelaskan mayoritas merupakan favorit masyarakat. Di antaranya jurusan Jakarta-Surabaya PP, Jakarta-Yogyakarta PP hingga Jakarta-Bandung PP.

Gotro menambahkan bahwa jika tarif kerata api jenis komersial berpotensi mengalami kenaikan, tiket kereta api yang disubsidi pemerintah masih belum dilakukan pengkajian.

mrdk

RELATED ARTICLES

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Terbaru