Surabaya, Nawacita – Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Surabaya Berhasil Menangkap dua tersangka kejahatan narkotika jenis sabu. salah satunya adalah seorang Ketua RT di wilayah Nyamplungan, Ampel Surabaya yang bernama US (47)
“Sudah kami amankan kedua tersangka dengan barang bukti 8 paket sabu-sabu, ” Ungkap Kartono Kepala BNN kota Surabaya, pada saat press rilis dikantor BNN Kota Surabaya, Jumat, 24/6/2022)
20/6/2022, Kami mendapatkan laporan informasi dari masyarakat terkait jual beli Narkotika jenis sabu sekitar jam 20.00 WIB, di warung kopi daerah Jl Nyamplugan Gg X Surabaya, kemudian petugas seksi pemberantasan BNN kota Surabaya, selasa (21/6/2022 ) melakukan penyelidikan serta Obsevarsi
” Alhasil petugas BNN kota Surabaya pada hari Selasa malam (21/6/2022 ) pukul 20.00 WIB berhasil melakukan penangkapan di warung kopi di jl Nyamplungan Gg X Surabaya dengan menangkap dua tersangka bernama DA (44) dan US (47) mereka kedapatan membawa dan menyimpan narkotika jenis sabu satu poket seberat 0,40 Gram,” terang Kartono Kepala BNN kota Surabaya
Kemudian petugas BNN Kota Surabaya melakukan penggeledahan di rumah tersangka pengedar sabu yang bernama DA (44) di Jl Nyamplungan IX No.18, ternyata benar petugas menemukan satu poket dompet ukuran kecil berisi 7 poket sabu beserta timbangan poket digital merk “POCKET SCALE”, didalam kamar tersangka bernama DA (44),
“Mereka akan dijerat Pasal 114 ayat (1) Jo 132 ayat (1) Sub Pasal 114 ayat (1) Sub 112 ayat (1) UU RI No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Dengan ancaman hukuman pidana penjara paling singkat lima tahun dan paling lama dua puluh tahun, ” ucapnya
Sementara itu, tersangka DA yang merupakan seorang residivis di dalam kasus yang sama pula, mengaku sudah lama memakai Narkotika jenis Sabu.
” Kami sudah memakai sabu ini selama 4 tahun, kami baru dua bulan jualan sabu, penghasilan taxi online berkurang,” ucap DA yang berprofesi sebagai driver Taxi Online yang pernah mendekam di penjara di tahun 2017.
Sedangkan US Ketua RT di wilayah Nyamplungan hanya bisa tertunduk lesu sambil mengucapkan permintaan maaf kepada warga karena tidak bisa memberikan contoh yang baik.
”Saya minta maaf kepada warga Nyamplungan karena kami tidak memberikan contoh yang baik dan kami siap menerima konsekuensinya,” tutupnya dengan nada penyesalan
Dn

