Sunday, February 15, 2026

Target Dua Minggu Vaksin Anak Usia 6-11 Tahun Sebanyak 227 Ribu Rampung

Surabaya, Nawacita – Pemerintah Kota Surabaya menarget 227 ribu anak usia 6–11 tahun mendapat vaksin Covid-19 mulai Rabu (15/12). Pelaksanaan vaksinasi anak itu ditarget selesai dalam waktu 2 minggu.

Kepala Bagian Humas Kota Surabaya Febriadhitya Prajatara mengatakan, pelaksanaan vaksinasi dilakukan di ada 126 sekolah. Tiap hari, akan dilakukan vaksin untuk 2 sekolah.

”Targetnya ada 227 ribu anak usia 6–11 tahun dalam waktu 2 minggu. Per hari, akan ada 2 sekolah,” tutur Febriadhitya Prajatara di Balai Kota Surabaya, Selasa (14/12).

- Advertisement -

Pelaksanaan vaksinasi itu, akan dilakukan petugas puskesmas yang membawahi sekolah di kecamatan masing-masing. ”Teknisnya, tiap puskesmas akan datang ke sekolah. Kemudian anak usia 6–11 tahun dilakukan skrining sebelum vaksinasi,” terang Febriadhitya Prajatara.

Di tiap puskesmas, Dinas Kesehatan Kota Surabaya menyiapkan 1.000 vaksin Covid-19. Sehingga 1 sekolah mendapatkan jatah 500 vaksin.

”Satu puskesmas ada 1.000 vaksin jadi satu sekolah 500an kuotanya,” ujar Febriadhitya Prajatara.

Sekolah yang terpilih adalah yang sudah lulus asesmen untuk pembelajaran tatap muka (PTM). Sehingga dengan vaksinasi itu, diharapkan PTM dengan kapasitas 100 persen bisa segera dilakukan.

”Diutamakan yang sudah asesmen PTM. Jadi sekolah yang kemarin sudah PTM diutamakan. Saat ini dinkes masih udpate terkait sekolah mana yang akan vaksin,” beber Febriadhitya Prajatara.

Dia mengingatkan orang tua wali murid untuk mencatat vaksin yang telah didapatkan anaknya. Sebab terdapat catatan khusus dari Pemkot Surabaya.

”Catatan dari pemkot, bagi orang tua yang kemarin anaknya ikut imunisasi difteri dan tetanus, mohon maaf untuk ditunda 1 bulan dulu baru bisa ikut vaksinasi Covid-19,” ucap Febriadhitya Prajatara.

Dia memastikan, sosialisasi terkait vaksin Covid-19 sudah dilakukan dan disampaikan guru atau wali kelas kepada anak-anak dan wali murid. ”Vaksin yang diberikan jenis Sinovac,” terang Febriadhitya Prajatara.

Febriadhitya Prajatara memastikan pelaksanaan vaksinasi tak mengganggu vaksinasi dewasa dan umum. ”Mohon meskipun sudah ada vaksin, protokol kesehatan tetap dilakukan,” tutur Febriadhitya Prajatara.

Sumber : Jawapos

RELATED ARTICLES

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Terbaru