{"id":92756,"date":"2020-06-15T10:07:33","date_gmt":"2020-06-15T03:07:33","guid":{"rendered":"http:\/\/nawacita.co\/?p=92756"},"modified":"2020-06-15T14:08:43","modified_gmt":"2020-06-15T07:08:43","slug":"sosialisasikan-nampan-sebagai-alat-bertransaksi-wajib-di-pasar-surabaya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/2020\/06\/15\/sosialisasikan-nampan-sebagai-alat-bertransaksi-wajib-di-pasar-surabaya\/","title":{"rendered":"Sosialisasikan Nampan Sebagai Alat Bertransaksi Wajib Di Pasar Surabaya"},"content":{"rendered":"<p><b>Surabaya, Nawacita &#8211;\u00a0<\/b>Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya membagikan 10 ribu nampan gratis kepada para pedagang di 67 pasar yang dikelola PD Pasar Surya. Nampan tersebut digunakan saat transaksi pembayaran, yang tujuannya untuk menghindari kontak langsung antara penjual dan pembeli.<\/p>\n<p>Agus Hebi Djuniantoro Kepala Bagian Administrasi Perekonomian dan Usaha Daerah Kota Surabaya mengatakan, transaksi pembayaran dengan nampan ini juga sebagai salah satu konsep pembentukan Pasar Tangguh di Surabaya. Bahkan hal itu sudah diterapkan, sejak PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) di Surabaya tidak diperpanjang.<\/p>\n<p>\u201cJadi nampan pembayaran itu sudah diterapkan, dan itu ide dari Ibu Wali Kota. Pembayaran melalui nampan itu wajib diterapkan oleh pedagang. Nah, nanti misalnya yang dapat nampan itu hilang, ya harus membeli lagi dan itu harus dilakukan,\u201d kata Hebi di Balai Kota Surabaya, berdasarkan rilis yang diterima suarasurabaya.net, Minggu (14\/06\/2020).<\/p>\n<p>Selain menerapkan metode pembayaran melalui nampan, kata dia, di pasar basah seperti pedagang daging dan ikan, setiap lapak juga dilengkapi dengan tirai plastik.<\/p>\n<p>\u201cNah ini yang harus diantisipasi. Sehingga harus ada tirai berupa plastik itu, untuk membatasi agar cipratan-cipratan tersebut tidak menempel ke mana-mana, agar tidak sampai <em>nyiprati<\/em> ke pembeli,\u201d katanya.<\/p>\n<p>Pihaknya memastikan, saat ini terus gencar mensosialisasikan protokol-protokol tersebut kepada para pedagang di pasar. Seperti di Pasar Genteng Baru dan Tambahrejo, para pedagang daging atau ikan di sana telah melengkapi lapaknya dengan tirai plastik.<\/p>\n<p>\u201cKayak penjual daging itu dikasih tirai semuanya. Jadi sudah ada di Pasar Genteng Baru mulai kemarin, terus yang di Pasar Tambahrejo sedang dikerjakan,\u201d ujar Hebi.<\/p>\n<p>Meski begitu, Hebi menyatakan, bahwa pembentukan Pasar Tangguh ini tak hanya diterapkan kepada 67 pasar yang dikelola PD Pasar Surya. Namun, seperti Pasar Krempyeng yang dikelola LPMK (Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan) atau warga setempat, juga terus didorong untuk menyiapkan skema pembentukan Pasar Tangguh.<\/p>\n<p>\u201cPasar krempyeng kita koordinasi dengan Satpol PP, kecamatan dan Bagian Pemerintahan, untuk menata pasar-pasar krempyeng tersebut. Nantinya ke depan semuanya harus seperti itu,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p>Eddy Christijanto Kepala Satpol PP Kota Surabaya, mengungkapkan, dari 101 Pasar Krempyeng yang ada di Surabaya, sebanyak 49 pasar sudah dilakukan penataan.<\/p>\n<p>Penataan ini pun dilakukan dengan menyesuaikan kearifan lokal, yakni melibatkan pengurus RT\/RW dan LPMK. Salah satunya yaitu menerapkan <em>physical distancing<\/em> dan mewajibkan memakai masker baik kepada pedagang maupun pembeli di pasar.<\/p>\n<p>\u201cKalau <em>physical distancing<\/em> di dalam pasar tak mencukupi dan pedagang lebih, maka kita tata di jalan. Tapi kalau misalnya jalan itu pukul 06.00 WIB dipakai, maka sebelum pukul 06.00 WIB, jalan harus bersih. Nah, itu yang kita lakukan,\u201d kata Eddy.<\/p>\n<p>Namun demikian, Eddy menyatakan, sejauh ini pihaknya memastikan akan memaksimalkan penataan di dalam pasar sebelum memanfaatkan badan jalan. Bahkan, etika perilaku agar tidak menerima uang secara langsung juga dilakukan dengan memanfaatkan nampan sebagai transaksi penjualan.<\/p>\n<p>\u201cTapi yang jelas pakai masker dan physical distancing nya dulu. Harapan kita 101 Pasar Krempyeng itu bisa kita tata. Kita sedang menata enam lagi, nanti jumlah 55. Memang harus pelan-pelan bertahap, tapi kita terus bergerak, kita edukasikan,\u201d katanya.<\/p>\n<p>Maka dari itu, Eddy memastikan akan erus mendorong masyarakat agar berperan aktif dalam pembentukan Pasar Tangguh. Dengan adanya Pasar Tangguh tersebut, pihaknya berharap, potensi penularan Covid-19 di pasar bisa diantisipasi. Sehingga roda perekonomian para pedagang pasar bisa tetap berjalan.<\/p>\n<p>\u201cNanti di Pasar Krempyeng itu juga kita bentuk Pasar Tangguh. Kita pelan-pelan menata, kita harap para penggurus pasar bisa berperan aktif. Namun yang penting adalah para pedagang sadar dulu, disiplin menerapkan protokol kesehatan, baik pedagang maupun pembeli,\u201d jelas Eddy.<\/p>\n<p>Sementara itu, Muhibuddin Direktur Teknik dan Usaha PD Pasar Surya menambahkan, pihaknya sedang melakukan penataan dengan konsep Pasar Tangguh. Di Pasar Tangguh ini bakal dilakukan perubahan budaya tentang cara belanja di pasar.<\/p>\n<p>Selain pedagang dan pengunjung wajib memakai masker, serta dilakukan pengecekan suhu badan, cara transaksi pembeli ke pedagang juga diubah. Biasanya, transaksi pembayaran dilakukan pembeli dengan memberi uang dan langsung diterima pedagang.<\/p>\n<p>Sekarang cara atau budaya itu diubah. Pembayaran dialihkan menggunakan nampan. Pembeli menaruh uang di nampan, lalu jika ada uang kembalian juga diletakkan di nampan itu,\u201d kata Muhibuddin.<\/p>\n<p>Dengan cara tersebut, diharapkan tidak ada interaksi langsung atau sentuhan tangan antara pembeli dengan pedagang. Paling tidak, cara tersebut bisa meminimalisir kontak fisik.<\/p>\n<p>\u201cIni sudah mulai kita sosialisasi dan terapkan di pasar-pasar yang kita kelola, termasuk di dua pasar tangguh yakni di Pasar Genteng Baru dan Pasar Tambahrejo,\u201d terangnya.<\/p>\n<p>Dalam konsep Pasar Tangguh ini, di stan pasar juga dipasangi tirai plastik. Tirai ini digunakan sebagai pembatas interaksi antara pembeli dengan pedagang.<\/p>\n<p>\u201cMemang belum semua stan ada tirai plastiknya, namun kami berharap ke depan secara bertahap semua stan bisa menerapkan ini,\u201d tambah Muhibuddin.<\/p>\n<p>Selain itu, jumlah pengunjung pasar juga akan dibatasi. Jika kondisi di dalam pasar sudah ramai, maka pengunjung lain yang hendak masuk distop dulu. Karena itu, Muhibuddin mengimbau agar pembeli membawa daftar belanjaan.<\/p>\n<p>Sehingga saat ke pasar pembeli tidak bingung lagi hendak membeli apa. Dengan membawa daftar belanjaan, hal itu juga akan mempengaruhi lama atau tidaknya berada di pasar.<\/p>\n<p>\u201cDengan daftar belanjaan, belanjanya cukup 30 menit,\u201d imbuh pria berkacamata ini.<\/p>\n<p>Tidak hanya itu, di Pasar Tangguh juga diterapkan <em>one way<\/em>. Artinya, akan ada pengaturan arah pengunjung atau pembeli di dalam pasar. Misalnya, di pasar diterapkan jalan searah yang diaplikasikan dengan pemasangan petunjuk arah di lantai pasar. Selain itu, pintu masuk dan pintu keluar pasar dibuatkan sekat atau jarak pemisah.<\/p>\n<p>\u201cAgar ada physical distancing dan tidak ada pengunjung yang saling berpapasan,\u201d katanya.<\/p>\n<p>Di sisi lain, kata dia, di Pasar Tangguh juga dibentuk tim khusus atau satgas. Satgas ini adalah kolaborasi antara pengelola pasar dengan pedagang.<\/p>\n<p>Mereka memiliki <em>job description<\/em> yang sama pula dengan Kampung Tangguh Wani Jogo Suroboyo, yaitu sebagai Satgas Wani Sehat, Satgas Wani Sejahtera, Satgas Wani Jogo, dan Satgas Wani Ngandani.<\/p>\n<p>\u201cKita libatkan pedagang karena mari bersama-sama menjaga pasar. Ini tugas kita bersama,\u201d pungkasnya.<\/p>\n<p>ss<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Surabaya, Nawacita &#8211;\u00a0Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya membagikan 10 ribu nampan gratis kepada para pedagang di 67 pasar yang dikelola PD Pasar Surya. Nampan tersebut digunakan saat transaksi pembayaran, yang tujuannya untuk menghindari kontak langsung antara penjual dan pembeli. Agus Hebi Djuniantoro Kepala Bagian Administrasi Perekonomian dan Usaha Daerah Kota Surabaya mengatakan, transaksi pembayaran dengan nampan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":92758,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[33640,32,33639,391,62],"class_list":{"0":"post-92756","1":"post","2":"type-post","3":"status-publish","4":"format-standard","5":"has-post-thumbnail","7":"category-daerah","8":"tag-alat-transaksi","9":"tag-daerah","10":"tag-nampan","11":"tag-pasar","12":"tag-surabaya"},"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v26.8 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Sosialisasikan Nampan Sebagai Alat Bertransaksi Wajib Di Pasar Surabaya - Nawacita<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"nampan gratis kepada para pedagang di 67 pasar yang dikelola PD Pasar Surya. Nampan tersebut digunakan ...\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/2020\/06\/15\/sosialisasikan-nampan-sebagai-alat-bertransaksi-wajib-di-pasar-surabaya\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Sosialisasikan Nampan Sebagai Alat Bertransaksi Wajib Di Pasar Surabaya - Nawacita\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"nampan gratis kepada para pedagang di 67 pasar yang dikelola PD Pasar Surya. Nampan tersebut digunakan ...\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/2020\/06\/15\/sosialisasikan-nampan-sebagai-alat-bertransaksi-wajib-di-pasar-surabaya\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Nawacita\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/nawacitaco-1763136813898723\/?ref=aymt_homepage_panel\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2020-06-15T03:07:33+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2020-06-15T07:08:43+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/nawacita.co\/wp-content\/uploads\/2020\/06\/4BAB93CB-C995-4749-AD93-296A7A32434A.jpeg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1280\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"853\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"redaksi\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@nawacit4\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@nawacit4\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"redaksi\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"5 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/2020\/06\/15\/sosialisasikan-nampan-sebagai-alat-bertransaksi-wajib-di-pasar-surabaya\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/2020\/06\/15\/sosialisasikan-nampan-sebagai-alat-bertransaksi-wajib-di-pasar-surabaya\/\"},\"author\":{\"name\":\"redaksi\",\"@id\":\"https:\/\/nawacita.co\/#\/schema\/person\/599683af640858fd3b790bc37828ba57\"},\"headline\":\"Sosialisasikan Nampan Sebagai Alat Bertransaksi Wajib Di Pasar Surabaya\",\"datePublished\":\"2020-06-15T03:07:33+00:00\",\"dateModified\":\"2020-06-15T07:08:43+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/2020\/06\/15\/sosialisasikan-nampan-sebagai-alat-bertransaksi-wajib-di-pasar-surabaya\/\"},\"wordCount\":930,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/nawacita.co\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/2020\/06\/15\/sosialisasikan-nampan-sebagai-alat-bertransaksi-wajib-di-pasar-surabaya\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/nawacita.co\/wp-content\/uploads\/2020\/06\/4BAB93CB-C995-4749-AD93-296A7A32434A.jpeg\",\"keywords\":[\"Alat Transaksi\",\"Daerah\",\"Nampan\",\"pasar\",\"surabaya\"],\"articleSection\":[\"DAERAH\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/2020\/06\/15\/sosialisasikan-nampan-sebagai-alat-bertransaksi-wajib-di-pasar-surabaya\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/2020\/06\/15\/sosialisasikan-nampan-sebagai-alat-bertransaksi-wajib-di-pasar-surabaya\/\",\"url\":\"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/2020\/06\/15\/sosialisasikan-nampan-sebagai-alat-bertransaksi-wajib-di-pasar-surabaya\/\",\"name\":\"Sosialisasikan Nampan Sebagai Alat Bertransaksi Wajib Di Pasar Surabaya - Nawacita\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/nawacita.co\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/2020\/06\/15\/sosialisasikan-nampan-sebagai-alat-bertransaksi-wajib-di-pasar-surabaya\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/2020\/06\/15\/sosialisasikan-nampan-sebagai-alat-bertransaksi-wajib-di-pasar-surabaya\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/nawacita.co\/wp-content\/uploads\/2020\/06\/4BAB93CB-C995-4749-AD93-296A7A32434A.jpeg\",\"datePublished\":\"2020-06-15T03:07:33+00:00\",\"dateModified\":\"2020-06-15T07:08:43+00:00\",\"description\":\"nampan gratis kepada para pedagang di 67 pasar yang dikelola PD Pasar Surya. Nampan tersebut digunakan ...\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/2020\/06\/15\/sosialisasikan-nampan-sebagai-alat-bertransaksi-wajib-di-pasar-surabaya\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/2020\/06\/15\/sosialisasikan-nampan-sebagai-alat-bertransaksi-wajib-di-pasar-surabaya\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/2020\/06\/15\/sosialisasikan-nampan-sebagai-alat-bertransaksi-wajib-di-pasar-surabaya\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/nawacita.co\/wp-content\/uploads\/2020\/06\/4BAB93CB-C995-4749-AD93-296A7A32434A.jpeg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/nawacita.co\/wp-content\/uploads\/2020\/06\/4BAB93CB-C995-4749-AD93-296A7A32434A.jpeg\",\"width\":1280,\"height\":853},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/2020\/06\/15\/sosialisasikan-nampan-sebagai-alat-bertransaksi-wajib-di-pasar-surabaya\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/nawacita.co\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Sosialisasikan Nampan Sebagai Alat Bertransaksi Wajib Di Pasar Surabaya\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/nawacita.co\/#website\",\"url\":\"https:\/\/nawacita.co\/\",\"name\":\"Nawacita\",\"description\":\"Berita Kementerian, BUMN, Pemerintah dan Politik\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/nawacita.co\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/nawacita.co\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/nawacita.co\/#organization\",\"name\":\"Nawacita\",\"url\":\"https:\/\/nawacita.co\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/nawacita.co\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/nawacita.co\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/Logo-Nawacita-2021.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/nawacita.co\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/Logo-Nawacita-2021.png\",\"width\":1676,\"height\":422,\"caption\":\"Nawacita\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/nawacita.co\/#\/schema\/logo\/image\/\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/www.facebook.com\/nawacitaco-1763136813898723\/?ref=aymt_homepage_panel\",\"https:\/\/x.com\/nawacit4\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/nawacita.co\/#\/schema\/person\/599683af640858fd3b790bc37828ba57\",\"name\":\"redaksi\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/nawacita.co\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/a3ea3038dabe75a981e9a69b300b8272c74e0729c55e2f30478cde7add6c42f6?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/a3ea3038dabe75a981e9a69b300b8272c74e0729c55e2f30478cde7add6c42f6?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"redaksi\"},\"sameAs\":[\"nawacitaportal\",\"https:\/\/x.com\/nawacit4\"],\"url\":\"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/author\/redaksi\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Sosialisasikan Nampan Sebagai Alat Bertransaksi Wajib Di Pasar Surabaya - Nawacita","description":"nampan gratis kepada para pedagang di 67 pasar yang dikelola PD Pasar Surya. Nampan tersebut digunakan ...","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/2020\/06\/15\/sosialisasikan-nampan-sebagai-alat-bertransaksi-wajib-di-pasar-surabaya\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Sosialisasikan Nampan Sebagai Alat Bertransaksi Wajib Di Pasar Surabaya - Nawacita","og_description":"nampan gratis kepada para pedagang di 67 pasar yang dikelola PD Pasar Surya. Nampan tersebut digunakan ...","og_url":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/2020\/06\/15\/sosialisasikan-nampan-sebagai-alat-bertransaksi-wajib-di-pasar-surabaya\/","og_site_name":"Nawacita","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/nawacitaco-1763136813898723\/?ref=aymt_homepage_panel","article_published_time":"2020-06-15T03:07:33+00:00","article_modified_time":"2020-06-15T07:08:43+00:00","og_image":[{"width":1280,"height":853,"url":"https:\/\/nawacita.co\/wp-content\/uploads\/2020\/06\/4BAB93CB-C995-4749-AD93-296A7A32434A.jpeg","type":"image\/jpeg"}],"author":"redaksi","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@nawacit4","twitter_site":"@nawacit4","twitter_misc":{"Written by":"redaksi","Est. reading time":"5 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/2020\/06\/15\/sosialisasikan-nampan-sebagai-alat-bertransaksi-wajib-di-pasar-surabaya\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/2020\/06\/15\/sosialisasikan-nampan-sebagai-alat-bertransaksi-wajib-di-pasar-surabaya\/"},"author":{"name":"redaksi","@id":"https:\/\/nawacita.co\/#\/schema\/person\/599683af640858fd3b790bc37828ba57"},"headline":"Sosialisasikan Nampan Sebagai Alat Bertransaksi Wajib Di Pasar Surabaya","datePublished":"2020-06-15T03:07:33+00:00","dateModified":"2020-06-15T07:08:43+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/2020\/06\/15\/sosialisasikan-nampan-sebagai-alat-bertransaksi-wajib-di-pasar-surabaya\/"},"wordCount":930,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/nawacita.co\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/2020\/06\/15\/sosialisasikan-nampan-sebagai-alat-bertransaksi-wajib-di-pasar-surabaya\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/nawacita.co\/wp-content\/uploads\/2020\/06\/4BAB93CB-C995-4749-AD93-296A7A32434A.jpeg","keywords":["Alat Transaksi","Daerah","Nampan","pasar","surabaya"],"articleSection":["DAERAH"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/nawacita.co\/index.php\/2020\/06\/15\/sosialisasikan-nampan-sebagai-alat-bertransaksi-wajib-di-pasar-surabaya\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/2020\/06\/15\/sosialisasikan-nampan-sebagai-alat-bertransaksi-wajib-di-pasar-surabaya\/","url":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/2020\/06\/15\/sosialisasikan-nampan-sebagai-alat-bertransaksi-wajib-di-pasar-surabaya\/","name":"Sosialisasikan Nampan Sebagai Alat Bertransaksi Wajib Di Pasar Surabaya - Nawacita","isPartOf":{"@id":"https:\/\/nawacita.co\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/2020\/06\/15\/sosialisasikan-nampan-sebagai-alat-bertransaksi-wajib-di-pasar-surabaya\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/2020\/06\/15\/sosialisasikan-nampan-sebagai-alat-bertransaksi-wajib-di-pasar-surabaya\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/nawacita.co\/wp-content\/uploads\/2020\/06\/4BAB93CB-C995-4749-AD93-296A7A32434A.jpeg","datePublished":"2020-06-15T03:07:33+00:00","dateModified":"2020-06-15T07:08:43+00:00","description":"nampan gratis kepada para pedagang di 67 pasar yang dikelola PD Pasar Surya. Nampan tersebut digunakan ...","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/2020\/06\/15\/sosialisasikan-nampan-sebagai-alat-bertransaksi-wajib-di-pasar-surabaya\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/nawacita.co\/index.php\/2020\/06\/15\/sosialisasikan-nampan-sebagai-alat-bertransaksi-wajib-di-pasar-surabaya\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/2020\/06\/15\/sosialisasikan-nampan-sebagai-alat-bertransaksi-wajib-di-pasar-surabaya\/#primaryimage","url":"https:\/\/nawacita.co\/wp-content\/uploads\/2020\/06\/4BAB93CB-C995-4749-AD93-296A7A32434A.jpeg","contentUrl":"https:\/\/nawacita.co\/wp-content\/uploads\/2020\/06\/4BAB93CB-C995-4749-AD93-296A7A32434A.jpeg","width":1280,"height":853},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/2020\/06\/15\/sosialisasikan-nampan-sebagai-alat-bertransaksi-wajib-di-pasar-surabaya\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/nawacita.co\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Sosialisasikan Nampan Sebagai Alat Bertransaksi Wajib Di Pasar Surabaya"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/nawacita.co\/#website","url":"https:\/\/nawacita.co\/","name":"Nawacita","description":"Berita Kementerian, BUMN, Pemerintah dan Politik","publisher":{"@id":"https:\/\/nawacita.co\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/nawacita.co\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/nawacita.co\/#organization","name":"Nawacita","url":"https:\/\/nawacita.co\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/nawacita.co\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/nawacita.co\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/Logo-Nawacita-2021.png","contentUrl":"https:\/\/nawacita.co\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/Logo-Nawacita-2021.png","width":1676,"height":422,"caption":"Nawacita"},"image":{"@id":"https:\/\/nawacita.co\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/nawacitaco-1763136813898723\/?ref=aymt_homepage_panel","https:\/\/x.com\/nawacit4"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/nawacita.co\/#\/schema\/person\/599683af640858fd3b790bc37828ba57","name":"redaksi","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/nawacita.co\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/a3ea3038dabe75a981e9a69b300b8272c74e0729c55e2f30478cde7add6c42f6?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/a3ea3038dabe75a981e9a69b300b8272c74e0729c55e2f30478cde7add6c42f6?s=96&d=mm&r=g","caption":"redaksi"},"sameAs":["nawacitaportal","https:\/\/x.com\/nawacit4"],"url":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/author\/redaksi\/"}]}},"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/nawacita.co\/wp-content\/uploads\/2020\/06\/4BAB93CB-C995-4749-AD93-296A7A32434A.jpeg","jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_likes_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/92756","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=92756"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/92756\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/92758"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=92756"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=92756"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=92756"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}