{"id":56016,"date":"2019-03-09T10:59:34","date_gmt":"2019-03-09T03:59:34","guid":{"rendered":"http:\/\/nawacita.co\/?p=56016"},"modified":"2019-03-09T10:59:34","modified_gmt":"2019-03-09T03:59:34","slug":"mengenal-sekolah-inklusi-untuk-anak-berkebutuhan-khusus","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/2019\/03\/09\/mengenal-sekolah-inklusi-untuk-anak-berkebutuhan-khusus\/","title":{"rendered":"Mengenal Sekolah Inklusi untuk Anak Berkebutuhan Khusus"},"content":{"rendered":"<p class=\"track_paragraph components__TextParagraph-s1de2sbe-0 PVnjj\" data-key=\"9\"><span data-key=\"10\">Jakarta <a href=\"https:\/\/nawacita.co\">Nawacita<\/a> &#8212; Ketika memasuki usia sekolah, orang tua dengan <\/span><span data-key=\"12\">anak berkebutuhan khusus<\/span><span data-key=\"13\"> (ABK) sering merasa bingung. Ke mana harus menyekolahkan anaknya? Padahal, kebutuhan khusus seharusnya tidak menghalangi anak untuk mendapatkan pendidikan yang merupakan hak setiap anak Indonesia. <\/span><\/p>\n<div><\/div>\n<p class=\"track_paragraph components__TextParagraph-s1de2sbe-0 PVnjj\" data-key=\"15\"><span data-key=\"16\">Untuk memastikan anak-anak berkebutuhan khusus tetap bisa mendapatlan haknya untuk mengecap pendidikan wajib 9 tahun, pemerintah mencanangkan program sekolah inklusi. Peraturan mengenai penyelenggaraan sekolah inklusi di Indonesia tertuang pada Permendikbud No. 70 Tahun 2009 Tentang Pendidikan Inklusif Bagi Peserta Didik yang Memiliki Kelainan dan Memiliki Potensi Kecerdasan Dan\/Atau Bakat Istimewa.<\/span><\/p>\n<div><\/div>\n<p class=\"track_paragraph components__TextParagraph-s1de2sbe-0 PVnjj\" data-key=\"18\"><span data-key=\"19\">Dalam Permendikbud ini, dijelaskan dalam Pasal 2 bahwa tujuan dari pendidikan inklusi adalah untuk memberikan kesemaptan seluas-luasnya bagi peserta didik yang memiliki kelainan fisik, emosional, mental, sosial, potensi kecerdasan dan bakat istimewa, dan menyelenggarakan pendidikan yang menghargai keanekaragaman serta tidak diskriminatif.<\/span><\/p>\n<div><\/div>\n<p class=\"track_paragraph components__TextParagraph-s1de2sbe-0 PVnjj\" data-key=\"22\"><span data-key=\"23\">Meski menyelenggarkan pendidikan untuk peserta didik berkebutuhan khusus, sekolah inklusif tidak sama dengan Sekolah Luar Biasa atau SLB, Moms.<\/span><\/p>\n<p class=\"track_paragraph components__TextParagraph-s1de2sbe-0 PVnjj\" data-key=\"30\"><span data-key=\"31\">\u201cSekolah inklusi itu sekolah reguler, tapi dia ada siswa yang <em data-slate-mark=\"true\">disabled<\/em>,\u201d kata Direktur Pendidikan Khusus dan Layanan Khusus Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Poppy Dewi Puspitawati.<\/span><\/p>\n<div><\/div>\n<p class=\"track_paragraph components__TextParagraph-s1de2sbe-0 PVnjj\" data-key=\"33\"><span data-key=\"34\">\u201cApa bedanya dengan SLB? Kalau SLB kan memang sekolah untuk penyandang disabilitas. Kalau sekolah umum sekolah biasa, sekolah reguler. Kalau sekolah inklusi artinya di sekolah umum terdapat penyandang disabilitas atau <\/span><span data-key=\"36\">anak berkebutuhan khusus<\/span><span data-key=\"37\">. Jadilah dia sekolah inklusi.\u201d<\/span><\/p>\n<div><\/div>\n<p class=\"track_paragraph components__TextParagraph-s1de2sbe-0 PVnjj\" data-key=\"39\"><span data-key=\"40\">Seperti apa peserta didik yang dianggap sebagai peserta didik dengan disabilitas atau kebutuhan khusus? Berdasarkan Pasal 3 Permendikbud No. 70 Tahun 2009, berikut adalah peserta didik yang berhak mengikuti pendidikan inklusi:<\/span><\/p>\n<div><\/div>\n<p class=\"track_paragraph components__TextParagraph-s1de2sbe-0 PVnjj\" data-key=\"42\"><span data-key=\"43\">&#8211; Tunanetra<\/span><\/p>\n<div><\/div>\n<p class=\"track_paragraph components__TextParagraph-s1de2sbe-0 PVnjj\" data-key=\"45\"><span data-key=\"46\">&#8211; Tunarungu<\/span><\/p>\n<div><\/div>\n<p class=\"track_paragraph components__TextParagraph-s1de2sbe-0 PVnjj\" data-key=\"48\"><span data-key=\"49\">&#8211; Tunawicara<\/span><\/p>\n<div><\/div>\n<p class=\"track_paragraph components__TextParagraph-s1de2sbe-0 PVnjj\" data-key=\"51\"><span data-key=\"52\">&#8211; Tunagrahita<\/span><\/p>\n<div><\/div>\n<p class=\"track_paragraph components__TextParagraph-s1de2sbe-0 PVnjj\" data-key=\"54\"><span data-key=\"55\">&#8211; Tunadaksa<\/span><\/p>\n<div><\/div>\n<p class=\"track_paragraph components__TextParagraph-s1de2sbe-0 PVnjj\" data-key=\"57\"><span data-key=\"58\">&#8211; Tunalaras<\/span><\/p>\n<div><\/div>\n<p class=\"track_paragraph components__TextParagraph-s1de2sbe-0 PVnjj\" data-key=\"60\"><span data-key=\"61\">&#8211; Berkesulitan Belajar<\/span><\/p>\n<div><\/div>\n<p class=\"track_paragraph components__TextParagraph-s1de2sbe-0 PVnjj\" data-key=\"63\"><span data-key=\"64\">&#8211; Lamban Belajar<\/span><\/p>\n<div><\/div>\n<p class=\"track_paragraph components__TextParagraph-s1de2sbe-0 PVnjj\" data-key=\"66\"><span data-key=\"67\">&#8211; Autis<\/span><\/p>\n<div><\/div>\n<p class=\"track_paragraph components__TextParagraph-s1de2sbe-0 PVnjj\" data-key=\"69\"><span data-key=\"70\">&#8211; Memiliki Gangguan Motorik<\/span><\/p>\n<div><\/div>\n<p class=\"track_paragraph components__TextParagraph-s1de2sbe-0 PVnjj\" data-key=\"72\"><span data-key=\"73\">&#8211; Menjadi Korban Penyalahgunaan Narkoba, Obat Terlarang, Dan Zat Adiktif Lainnya<\/span><\/p>\n<div><\/div>\n<p class=\"track_paragraph components__TextParagraph-s1de2sbe-0 PVnjj\" data-key=\"75\"><span data-key=\"76\">&#8211; Memiliki Kelainan Lainnya<\/span><\/p>\n<div><\/div>\n<p class=\"track_paragraph components__TextParagraph-s1de2sbe-0 PVnjj\" data-key=\"78\"><span data-key=\"79\">&#8211; Tunaganda<\/span><\/p>\n<div><\/div>\n<p class=\"track_paragraph components__TextParagraph-s1de2sbe-0 PVnjj\" data-key=\"81\"><span data-key=\"82\">Setiap pemerintah kabupaten\/kota, diwajibkan meiliki paling sedikit satu sekolah dasar yang merupakan sekolah inklusif. Meski begitu, sekolah-sekolah lain yang bukan merupakan sekolah inklusi pun diperbolehkan untuk menerima <\/span><span data-key=\"84\">anak berkebutuhan khusus<\/span><span data-key=\"85\"> (ABK) yang mendaftar di sekolah tersebut.<\/span><\/p>\n<div><\/div>\n<p class=\"track_paragraph components__TextParagraph-s1de2sbe-0 PVnjj\" data-key=\"87\"><span data-key=\"88\">\u201cKalau ada anak yang mendaftar, memang harus diterima. Idealnya memang setiap kabupaten\/kota ada satu,\u201d tambah Poppy. \u201cTapi ke depan, kalau ada anak <em data-slate-mark=\"true\">disabled<\/em> yang daftar harus diterima.\u201d<\/span><\/p>\n<p class=\"track_paragraph components__TextParagraph-s1de2sbe-0 PVnjj\" data-key=\"95\"><span data-key=\"96\">Mengenai fasilitas di sekolah inklusi, Poppy mengatakan keberadaan fasilitas dan juga guru pendamping akan disesuaikan dengan kebutuhan ABK.<\/span><\/p>\n<div><\/div>\n<p class=\"track_paragraph components__TextParagraph-s1de2sbe-0 PVnjj\" data-key=\"98\"><span data-key=\"99\">\u201cKebutuhannya seperti apa, disabilitasnya seperti apa. Kalau anaknya tuna rungu, berarti harus ada guru yang misalkan perlu menggunakan bahasa isyarat. Minimal di situ ada guru pendamping. Bisa saja ada pendamping dari SLB.\u201d<\/span><\/p>\n<div><\/div>\n<p class=\"track_last_paragraph components__TextParagraph-s1de2sbe-0 PVnjj\" data-key=\"101\"><span data-key=\"102\">Nah Moms, jika memiliki <\/span><span data-key=\"104\">anak berkebutuhan khusus<\/span><span data-key=\"105\"> yang sudah memasuki usia sekolah, coba cari tahu sekolah inklusi yang dapat memfasilitasi kebutuhannya. Tak perlu berkecil hati, mengutip laman Sahabat Keluarga, Data Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menunjukkan terdapat sekitar 32 ribu sekolah reguler yang menjadi sekolah inklusi di berbagai daerah. Cari saja yang paling dekat dengan tempat tinggal Anda. <\/span><\/p>\n<p data-key=\"101\">kmprn<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jakarta Nawacita &#8212; Ketika memasuki usia sekolah, orang tua dengan anak berkebutuhan khusus (ABK) sering merasa bingung. Ke mana harus menyekolahkan anaknya? Padahal, kebutuhan khusus seharusnya tidak menghalangi anak untuk mendapatkan pendidikan yang merupakan hak setiap anak Indonesia. Untuk memastikan anak-anak berkebutuhan khusus tetap bisa mendapatlan haknya untuk mengecap pendidikan wajib 9 tahun, pemerintah mencanangkan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":56017,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[9546],"tags":[],"class_list":{"0":"post-56016","1":"post","2":"type-post","3":"status-publish","4":"format-standard","5":"has-post-thumbnail","7":"category-technology"},"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.5 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Mengenal Sekolah Inklusi untuk Anak Berkebutuhan Khusus - Nawacita<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"anak berkebutuhan khusus (ABK) sering merasa bingung. Ke mana harus menyekolahkan ..\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/2019\/03\/09\/mengenal-sekolah-inklusi-untuk-anak-berkebutuhan-khusus\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Mengenal Sekolah Inklusi untuk Anak Berkebutuhan Khusus - Nawacita\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"anak berkebutuhan khusus (ABK) sering merasa bingung. Ke mana harus menyekolahkan ..\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/2019\/03\/09\/mengenal-sekolah-inklusi-untuk-anak-berkebutuhan-khusus\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Nawacita\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/nawacitaco-1763136813898723\/?ref=aymt_homepage_panel\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2019-03-09T03:59:34+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/nawacita.co\/wp-content\/uploads\/2019\/03\/anak-belajar.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1024\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"576\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"redaksi\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@nawacit4\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@nawacit4\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"redaksi\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"2 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/index.php\\\/2019\\\/03\\\/09\\\/mengenal-sekolah-inklusi-untuk-anak-berkebutuhan-khusus\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/index.php\\\/2019\\\/03\\\/09\\\/mengenal-sekolah-inklusi-untuk-anak-berkebutuhan-khusus\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"redaksi\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/599683af640858fd3b790bc37828ba57\"},\"headline\":\"Mengenal Sekolah Inklusi untuk Anak Berkebutuhan Khusus\",\"datePublished\":\"2019-03-09T03:59:34+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/index.php\\\/2019\\\/03\\\/09\\\/mengenal-sekolah-inklusi-untuk-anak-berkebutuhan-khusus\\\/\"},\"wordCount\":455,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/index.php\\\/2019\\\/03\\\/09\\\/mengenal-sekolah-inklusi-untuk-anak-berkebutuhan-khusus\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2019\\\/03\\\/anak-belajar.jpg\",\"articleSection\":[\"Technology\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/index.php\\\/2019\\\/03\\\/09\\\/mengenal-sekolah-inklusi-untuk-anak-berkebutuhan-khusus\\\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/index.php\\\/2019\\\/03\\\/09\\\/mengenal-sekolah-inklusi-untuk-anak-berkebutuhan-khusus\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/index.php\\\/2019\\\/03\\\/09\\\/mengenal-sekolah-inklusi-untuk-anak-berkebutuhan-khusus\\\/\",\"name\":\"Mengenal Sekolah Inklusi untuk Anak Berkebutuhan Khusus - Nawacita\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/index.php\\\/2019\\\/03\\\/09\\\/mengenal-sekolah-inklusi-untuk-anak-berkebutuhan-khusus\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/index.php\\\/2019\\\/03\\\/09\\\/mengenal-sekolah-inklusi-untuk-anak-berkebutuhan-khusus\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2019\\\/03\\\/anak-belajar.jpg\",\"datePublished\":\"2019-03-09T03:59:34+00:00\",\"description\":\"anak berkebutuhan khusus (ABK) sering merasa bingung. Ke mana harus menyekolahkan ..\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/index.php\\\/2019\\\/03\\\/09\\\/mengenal-sekolah-inklusi-untuk-anak-berkebutuhan-khusus\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/index.php\\\/2019\\\/03\\\/09\\\/mengenal-sekolah-inklusi-untuk-anak-berkebutuhan-khusus\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/index.php\\\/2019\\\/03\\\/09\\\/mengenal-sekolah-inklusi-untuk-anak-berkebutuhan-khusus\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2019\\\/03\\\/anak-belajar.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2019\\\/03\\\/anak-belajar.jpg\",\"width\":1024,\"height\":576},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/index.php\\\/2019\\\/03\\\/09\\\/mengenal-sekolah-inklusi-untuk-anak-berkebutuhan-khusus\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Mengenal Sekolah Inklusi untuk Anak Berkebutuhan Khusus\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/\",\"name\":\"Nawacita\",\"description\":\"Berita Kementerian, BUMN, Pemerintah dan Politik\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/#organization\",\"name\":\"Nawacita\",\"url\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/10\\\/Logo-Nawacita-2021.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/10\\\/Logo-Nawacita-2021.png\",\"width\":1676,\"height\":422,\"caption\":\"Nawacita\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.facebook.com\\\/nawacitaco-1763136813898723\\\/?ref=aymt_homepage_panel\",\"https:\\\/\\\/x.com\\\/nawacit4\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/599683af640858fd3b790bc37828ba57\",\"name\":\"redaksi\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/a3ea3038dabe75a981e9a69b300b8272c74e0729c55e2f30478cde7add6c42f6?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/a3ea3038dabe75a981e9a69b300b8272c74e0729c55e2f30478cde7add6c42f6?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/a3ea3038dabe75a981e9a69b300b8272c74e0729c55e2f30478cde7add6c42f6?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"redaksi\"},\"sameAs\":[\"nawacitaportal\",\"https:\\\/\\\/x.com\\\/nawacit4\"],\"url\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/index.php\\\/author\\\/redaksi\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Mengenal Sekolah Inklusi untuk Anak Berkebutuhan Khusus - Nawacita","description":"anak berkebutuhan khusus (ABK) sering merasa bingung. Ke mana harus menyekolahkan ..","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/2019\/03\/09\/mengenal-sekolah-inklusi-untuk-anak-berkebutuhan-khusus\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Mengenal Sekolah Inklusi untuk Anak Berkebutuhan Khusus - Nawacita","og_description":"anak berkebutuhan khusus (ABK) sering merasa bingung. Ke mana harus menyekolahkan ..","og_url":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/2019\/03\/09\/mengenal-sekolah-inklusi-untuk-anak-berkebutuhan-khusus\/","og_site_name":"Nawacita","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/nawacitaco-1763136813898723\/?ref=aymt_homepage_panel","article_published_time":"2019-03-09T03:59:34+00:00","og_image":[{"width":1024,"height":576,"url":"https:\/\/nawacita.co\/wp-content\/uploads\/2019\/03\/anak-belajar.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"redaksi","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@nawacit4","twitter_site":"@nawacit4","twitter_misc":{"Written by":"redaksi","Est. reading time":"2 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/2019\/03\/09\/mengenal-sekolah-inklusi-untuk-anak-berkebutuhan-khusus\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/2019\/03\/09\/mengenal-sekolah-inklusi-untuk-anak-berkebutuhan-khusus\/"},"author":{"name":"redaksi","@id":"https:\/\/nawacita.co\/#\/schema\/person\/599683af640858fd3b790bc37828ba57"},"headline":"Mengenal Sekolah Inklusi untuk Anak Berkebutuhan Khusus","datePublished":"2019-03-09T03:59:34+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/2019\/03\/09\/mengenal-sekolah-inklusi-untuk-anak-berkebutuhan-khusus\/"},"wordCount":455,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/nawacita.co\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/2019\/03\/09\/mengenal-sekolah-inklusi-untuk-anak-berkebutuhan-khusus\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/nawacita.co\/wp-content\/uploads\/2019\/03\/anak-belajar.jpg","articleSection":["Technology"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/nawacita.co\/index.php\/2019\/03\/09\/mengenal-sekolah-inklusi-untuk-anak-berkebutuhan-khusus\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/2019\/03\/09\/mengenal-sekolah-inklusi-untuk-anak-berkebutuhan-khusus\/","url":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/2019\/03\/09\/mengenal-sekolah-inklusi-untuk-anak-berkebutuhan-khusus\/","name":"Mengenal Sekolah Inklusi untuk Anak Berkebutuhan Khusus - Nawacita","isPartOf":{"@id":"https:\/\/nawacita.co\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/2019\/03\/09\/mengenal-sekolah-inklusi-untuk-anak-berkebutuhan-khusus\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/2019\/03\/09\/mengenal-sekolah-inklusi-untuk-anak-berkebutuhan-khusus\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/nawacita.co\/wp-content\/uploads\/2019\/03\/anak-belajar.jpg","datePublished":"2019-03-09T03:59:34+00:00","description":"anak berkebutuhan khusus (ABK) sering merasa bingung. Ke mana harus menyekolahkan ..","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/2019\/03\/09\/mengenal-sekolah-inklusi-untuk-anak-berkebutuhan-khusus\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/nawacita.co\/index.php\/2019\/03\/09\/mengenal-sekolah-inklusi-untuk-anak-berkebutuhan-khusus\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/2019\/03\/09\/mengenal-sekolah-inklusi-untuk-anak-berkebutuhan-khusus\/#primaryimage","url":"https:\/\/nawacita.co\/wp-content\/uploads\/2019\/03\/anak-belajar.jpg","contentUrl":"https:\/\/nawacita.co\/wp-content\/uploads\/2019\/03\/anak-belajar.jpg","width":1024,"height":576},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/2019\/03\/09\/mengenal-sekolah-inklusi-untuk-anak-berkebutuhan-khusus\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/nawacita.co\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Mengenal Sekolah Inklusi untuk Anak Berkebutuhan Khusus"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/nawacita.co\/#website","url":"https:\/\/nawacita.co\/","name":"Nawacita","description":"Berita Kementerian, BUMN, Pemerintah dan Politik","publisher":{"@id":"https:\/\/nawacita.co\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/nawacita.co\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/nawacita.co\/#organization","name":"Nawacita","url":"https:\/\/nawacita.co\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/nawacita.co\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/nawacita.co\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/Logo-Nawacita-2021.png","contentUrl":"https:\/\/nawacita.co\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/Logo-Nawacita-2021.png","width":1676,"height":422,"caption":"Nawacita"},"image":{"@id":"https:\/\/nawacita.co\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/nawacitaco-1763136813898723\/?ref=aymt_homepage_panel","https:\/\/x.com\/nawacit4"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/nawacita.co\/#\/schema\/person\/599683af640858fd3b790bc37828ba57","name":"redaksi","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/a3ea3038dabe75a981e9a69b300b8272c74e0729c55e2f30478cde7add6c42f6?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/a3ea3038dabe75a981e9a69b300b8272c74e0729c55e2f30478cde7add6c42f6?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/a3ea3038dabe75a981e9a69b300b8272c74e0729c55e2f30478cde7add6c42f6?s=96&d=mm&r=g","caption":"redaksi"},"sameAs":["nawacitaportal","https:\/\/x.com\/nawacit4"],"url":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/author\/redaksi\/"}]}},"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/nawacita.co\/wp-content\/uploads\/2019\/03\/anak-belajar.jpg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/56016","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=56016"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/56016\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/56017"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=56016"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=56016"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=56016"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}