{"id":53227,"date":"2019-02-11T13:21:19","date_gmt":"2019-02-11T06:21:19","guid":{"rendered":"http:\/\/nawacita.co\/?p=53227"},"modified":"2019-02-11T13:21:19","modified_gmt":"2019-02-11T06:21:19","slug":"pengangguran-pun-bahagia-di-negara-ini","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/2019\/02\/11\/pengangguran-pun-bahagia-di-negara-ini\/","title":{"rendered":"Pengangguran pun Bahagia Di Negara Ini"},"content":{"rendered":"<p><strong><a href=\"https:\/\/nawacita.co\">Nawacita<\/a>\u00a0,<\/strong> JIKA ada pertanyaan siapa negara paling bahagia? Maka Finlandia adalah jawabannya. Kenapa? Karena tidak bekerja pun dibayar 560 euro (Rp8,8 juta) per bulan.<\/p>\n<p>Namun, itu masih dalam tahap eksperimen yang dijalankan sejak Januari 2017 hingga Desember 2018 untuk 2.000 pengangguran. Sebenarnya dana yang diberikan itu digunakan untuk membayar uang sewa apartemen.<\/p>\n<p>Tujuan pemerintah sebenarnya bertujuan agar para pengangguran mencari pekerjaan. Tapi, bagaimana faktanya? Banyak pengangguran justru tidak mengalami perbaikan. Banyak partisipan yang mendapatkan tunjangan justru merasa lebih bahagia dan tidak stres dengan tunjangan tersebut.<\/p>\n<p>Itu dijalankan oleh Social Insurance Institution (Kela), lembaga pemerintah Finlandia yang memiliki 2.000 pengangguran secara acak untuk mendapatkan tunjangan. Ketika skema diluncurkan pada 2017, Finlandia menjadi negara Eropa pertama yang menguji pemikiran upah dasar tanpa syarat. Program tersebut menarik perhatian dunia, tetapi kini justru menjadi polemik.<\/p>\n<p>Para pendukung upah dasar seringkali percaya bahwa jaring keamanan tanpa syarat dapat membantu orang keluar dari kemiskinan. Itu dianggap sebagai solusi untuk mendorong orang untuk mencari pekerjaan dan belajar keahlian baru.<\/p>\n<p>Peneliti di Kela, Miska Simanainen mengungkapkan, program tersebut yang ingin diuji pemerintah untuk melihat apakah ini akan menjadi cara untuk memperbaiki sistem keamanan sosial. \u201cSebagian orang mendapatkan pekerjaan, kemungkinan bahwa mereka melakukan ini sama dengan kelompok kontrol yang tidak diberikan uang,\u201d katanya kepada BBC.<\/p>\n<p>Tetapi, bagi banyak orang, tujuan pendahuluan percobaan untuk membuat orang bekerja memang sudah cacat sejak permulaan. Jika saja tujuannya untuk membuat orang secara umum menjadi lebih bahagia, skema ini dapat dipandang sebagai suatu keberhasilan.<\/p>\n<p>Para peneliti Kela sekarang sedang sibuk menganalisis hasil penelitian untuk mengetahui berbagai hal lain yang dapat diketahui terkait dengan penerapan upah dasar dan keterbatasannya. \u201cIni bukanlah kegagalan atau keberhasilan. Ini adalah sebuah kenyataan dan informasi baru yang tidak kita miliki sebelumnya,\u201d kata Simanainen.<\/p>\n<p>Dia mengungkapkan, laporan akhir mengenai skema itu akan dipublikasikan pada 2020. Menurut salah satu partisipan skema bantuan dana, mantan editor koran Tuomas mengaku senang dengan skema tersebut. \u201cSaya masih berstatus pengangguran,\u201d katanya.<\/p>\n<p>Dia mengungkapkan, dirinya tidak bisa mengatakan upah dasar itu bisa mengubah kehidupannya. \u201cSecara psikologis ya , tetapi secara finansial tidak juga,\u201d paparnya.<\/p>\n<p>Konsep pendapatan dasar universal atau universal basic income (UBI) berarti semua orang mendapatkan gaji bulanan. Mereka juga mendapatkan bantuan pendidikan, kesehatan, dan transportasi. Namun, Finlandia menerapkan dengan konsep berbeda dengan memberikannya kepada para pengangguran.<\/p>\n<p><strong>oknws.<\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Nawacita\u00a0, JIKA ada pertanyaan siapa negara paling bahagia? Maka Finlandia adalah jawabannya. Kenapa? Karena tidak bekerja pun dibayar 560 euro (Rp8,8 juta) per bulan. Namun, itu masih dalam tahap eksperimen yang dijalankan sejak Januari 2017 hingga Desember 2018 untuk 2.000 pengangguran. Sebenarnya dana yang diberikan itu digunakan untuk membayar uang sewa apartemen. Tujuan pemerintah sebenarnya [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":53228,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[20,5],"tags":[],"class_list":{"0":"post-53227","1":"post","2":"type-post","3":"status-publish","4":"format-standard","5":"has-post-thumbnail","7":"category-internasional","8":"category-lifestyle"},"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v26.8 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Pengangguran pun Bahagia Di Negara Ini - Nawacita<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"bahagia? Maka Finlandia adalah jawabannya. Kenapa? Karena tidak bekerja pun dibayar 560 euro (Rp8,8 juta) per\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/2019\/02\/11\/pengangguran-pun-bahagia-di-negara-ini\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Pengangguran pun Bahagia Di Negara Ini - Nawacita\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"bahagia? Maka Finlandia adalah jawabannya. Kenapa? Karena tidak bekerja pun dibayar 560 euro (Rp8,8 juta) per\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/2019\/02\/11\/pengangguran-pun-bahagia-di-negara-ini\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Nawacita\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/nawacitaco-1763136813898723\/?ref=aymt_homepage_panel\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2019-02-11T06:21:19+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/nawacita.co\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/ilustrasi-pengangguran-f21fba6e92f83719609cf635082340dd_600x4001.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"600\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"400\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"redaksi\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@nawacit4\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@nawacit4\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"redaksi\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"2 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/2019\/02\/11\/pengangguran-pun-bahagia-di-negara-ini\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/2019\/02\/11\/pengangguran-pun-bahagia-di-negara-ini\/\"},\"author\":{\"name\":\"redaksi\",\"@id\":\"https:\/\/nawacita.co\/#\/schema\/person\/599683af640858fd3b790bc37828ba57\"},\"headline\":\"Pengangguran pun Bahagia Di Negara Ini\",\"datePublished\":\"2019-02-11T06:21:19+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/2019\/02\/11\/pengangguran-pun-bahagia-di-negara-ini\/\"},\"wordCount\":370,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/nawacita.co\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/2019\/02\/11\/pengangguran-pun-bahagia-di-negara-ini\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/nawacita.co\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/ilustrasi-pengangguran-f21fba6e92f83719609cf635082340dd_600x4001.jpg\",\"articleSection\":[\"Internasional\",\"LifeStyle\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/2019\/02\/11\/pengangguran-pun-bahagia-di-negara-ini\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/2019\/02\/11\/pengangguran-pun-bahagia-di-negara-ini\/\",\"url\":\"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/2019\/02\/11\/pengangguran-pun-bahagia-di-negara-ini\/\",\"name\":\"Pengangguran pun Bahagia Di Negara Ini - Nawacita\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/nawacita.co\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/2019\/02\/11\/pengangguran-pun-bahagia-di-negara-ini\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/2019\/02\/11\/pengangguran-pun-bahagia-di-negara-ini\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/nawacita.co\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/ilustrasi-pengangguran-f21fba6e92f83719609cf635082340dd_600x4001.jpg\",\"datePublished\":\"2019-02-11T06:21:19+00:00\",\"description\":\"bahagia? Maka Finlandia adalah jawabannya. Kenapa? Karena tidak bekerja pun dibayar 560 euro (Rp8,8 juta) per\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/2019\/02\/11\/pengangguran-pun-bahagia-di-negara-ini\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/2019\/02\/11\/pengangguran-pun-bahagia-di-negara-ini\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/2019\/02\/11\/pengangguran-pun-bahagia-di-negara-ini\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/nawacita.co\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/ilustrasi-pengangguran-f21fba6e92f83719609cf635082340dd_600x4001.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/nawacita.co\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/ilustrasi-pengangguran-f21fba6e92f83719609cf635082340dd_600x4001.jpg\",\"width\":600,\"height\":400,\"caption\":\"Ilustrasi Pengangguran.\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/2019\/02\/11\/pengangguran-pun-bahagia-di-negara-ini\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/nawacita.co\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Pengangguran pun Bahagia Di Negara Ini\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/nawacita.co\/#website\",\"url\":\"https:\/\/nawacita.co\/\",\"name\":\"Nawacita\",\"description\":\"Berita Kementerian, BUMN, Pemerintah dan Politik\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/nawacita.co\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/nawacita.co\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/nawacita.co\/#organization\",\"name\":\"Nawacita\",\"url\":\"https:\/\/nawacita.co\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/nawacita.co\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/nawacita.co\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/Logo-Nawacita-2021.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/nawacita.co\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/Logo-Nawacita-2021.png\",\"width\":1676,\"height\":422,\"caption\":\"Nawacita\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/nawacita.co\/#\/schema\/logo\/image\/\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/www.facebook.com\/nawacitaco-1763136813898723\/?ref=aymt_homepage_panel\",\"https:\/\/x.com\/nawacit4\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/nawacita.co\/#\/schema\/person\/599683af640858fd3b790bc37828ba57\",\"name\":\"redaksi\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/nawacita.co\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/a3ea3038dabe75a981e9a69b300b8272c74e0729c55e2f30478cde7add6c42f6?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/a3ea3038dabe75a981e9a69b300b8272c74e0729c55e2f30478cde7add6c42f6?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"redaksi\"},\"sameAs\":[\"nawacitaportal\",\"https:\/\/x.com\/nawacit4\"],\"url\":\"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/author\/redaksi\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Pengangguran pun Bahagia Di Negara Ini - Nawacita","description":"bahagia? Maka Finlandia adalah jawabannya. Kenapa? Karena tidak bekerja pun dibayar 560 euro (Rp8,8 juta) per","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/2019\/02\/11\/pengangguran-pun-bahagia-di-negara-ini\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Pengangguran pun Bahagia Di Negara Ini - Nawacita","og_description":"bahagia? Maka Finlandia adalah jawabannya. Kenapa? Karena tidak bekerja pun dibayar 560 euro (Rp8,8 juta) per","og_url":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/2019\/02\/11\/pengangguran-pun-bahagia-di-negara-ini\/","og_site_name":"Nawacita","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/nawacitaco-1763136813898723\/?ref=aymt_homepage_panel","article_published_time":"2019-02-11T06:21:19+00:00","og_image":[{"width":600,"height":400,"url":"https:\/\/nawacita.co\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/ilustrasi-pengangguran-f21fba6e92f83719609cf635082340dd_600x4001.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"redaksi","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@nawacit4","twitter_site":"@nawacit4","twitter_misc":{"Written by":"redaksi","Est. reading time":"2 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/2019\/02\/11\/pengangguran-pun-bahagia-di-negara-ini\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/2019\/02\/11\/pengangguran-pun-bahagia-di-negara-ini\/"},"author":{"name":"redaksi","@id":"https:\/\/nawacita.co\/#\/schema\/person\/599683af640858fd3b790bc37828ba57"},"headline":"Pengangguran pun Bahagia Di Negara Ini","datePublished":"2019-02-11T06:21:19+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/2019\/02\/11\/pengangguran-pun-bahagia-di-negara-ini\/"},"wordCount":370,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/nawacita.co\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/2019\/02\/11\/pengangguran-pun-bahagia-di-negara-ini\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/nawacita.co\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/ilustrasi-pengangguran-f21fba6e92f83719609cf635082340dd_600x4001.jpg","articleSection":["Internasional","LifeStyle"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/nawacita.co\/index.php\/2019\/02\/11\/pengangguran-pun-bahagia-di-negara-ini\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/2019\/02\/11\/pengangguran-pun-bahagia-di-negara-ini\/","url":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/2019\/02\/11\/pengangguran-pun-bahagia-di-negara-ini\/","name":"Pengangguran pun Bahagia Di Negara Ini - Nawacita","isPartOf":{"@id":"https:\/\/nawacita.co\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/2019\/02\/11\/pengangguran-pun-bahagia-di-negara-ini\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/2019\/02\/11\/pengangguran-pun-bahagia-di-negara-ini\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/nawacita.co\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/ilustrasi-pengangguran-f21fba6e92f83719609cf635082340dd_600x4001.jpg","datePublished":"2019-02-11T06:21:19+00:00","description":"bahagia? Maka Finlandia adalah jawabannya. Kenapa? Karena tidak bekerja pun dibayar 560 euro (Rp8,8 juta) per","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/2019\/02\/11\/pengangguran-pun-bahagia-di-negara-ini\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/nawacita.co\/index.php\/2019\/02\/11\/pengangguran-pun-bahagia-di-negara-ini\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/2019\/02\/11\/pengangguran-pun-bahagia-di-negara-ini\/#primaryimage","url":"https:\/\/nawacita.co\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/ilustrasi-pengangguran-f21fba6e92f83719609cf635082340dd_600x4001.jpg","contentUrl":"https:\/\/nawacita.co\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/ilustrasi-pengangguran-f21fba6e92f83719609cf635082340dd_600x4001.jpg","width":600,"height":400,"caption":"Ilustrasi Pengangguran."},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/2019\/02\/11\/pengangguran-pun-bahagia-di-negara-ini\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/nawacita.co\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Pengangguran pun Bahagia Di Negara Ini"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/nawacita.co\/#website","url":"https:\/\/nawacita.co\/","name":"Nawacita","description":"Berita Kementerian, BUMN, Pemerintah dan Politik","publisher":{"@id":"https:\/\/nawacita.co\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/nawacita.co\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/nawacita.co\/#organization","name":"Nawacita","url":"https:\/\/nawacita.co\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/nawacita.co\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/nawacita.co\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/Logo-Nawacita-2021.png","contentUrl":"https:\/\/nawacita.co\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/Logo-Nawacita-2021.png","width":1676,"height":422,"caption":"Nawacita"},"image":{"@id":"https:\/\/nawacita.co\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/nawacitaco-1763136813898723\/?ref=aymt_homepage_panel","https:\/\/x.com\/nawacit4"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/nawacita.co\/#\/schema\/person\/599683af640858fd3b790bc37828ba57","name":"redaksi","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/nawacita.co\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/a3ea3038dabe75a981e9a69b300b8272c74e0729c55e2f30478cde7add6c42f6?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/a3ea3038dabe75a981e9a69b300b8272c74e0729c55e2f30478cde7add6c42f6?s=96&d=mm&r=g","caption":"redaksi"},"sameAs":["nawacitaportal","https:\/\/x.com\/nawacit4"],"url":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/author\/redaksi\/"}]}},"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/nawacita.co\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/ilustrasi-pengangguran-f21fba6e92f83719609cf635082340dd_600x4001.jpg","jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_likes_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/53227","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=53227"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/53227\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/53228"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=53227"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=53227"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=53227"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}