{"id":272577,"date":"2026-01-24T17:58:05","date_gmt":"2026-01-24T10:58:05","guid":{"rendered":"https:\/\/nawacita.co\/?p=272577"},"modified":"2026-01-24T17:58:05","modified_gmt":"2026-01-24T10:58:05","slug":"candi-dermo-jejak-sejarah-hindu-buddha-di-tengah-permukiman-warga-sidoarjo","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/2026\/01\/24\/candi-dermo-jejak-sejarah-hindu-buddha-di-tengah-permukiman-warga-sidoarjo\/","title":{"rendered":"Candi Dermo, Jejak Sejarah Hindu-Buddha di Tengah Permukiman Warga Sidoarjo"},"content":{"rendered":"<h1>Candi Dermo, Jejak Sejarah Hindu-Buddha di Tengah Permukiman Warga Sidoarjo<\/h1>\n<p><strong>SIDOARJO, <a href=\"https:\/\/nawacita.co\/\">Nawacita<\/a><\/strong> \u2013 Candi Dermo merupakan salah satu situs peninggalan masa klasik Hindu-Buddha yang berada di Dusun Santren, Desa Candinegoro, Kecamatan Wonoayu, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur. Situs bersejarah ini menyimpan berbagai tinggalan purbakala berupa struktur bangunan candi, pahatan relief, serta blok-blok batu kuno.<\/p>\n<p>Saat ini, keberadaan Candi Dermo dikelilingi oleh permukiman warga. Di sisi utara, situs tersebut berbatasan langsung dengan sebuah musala, sedangkan di bagian barat, selatan, dan timur berdampingan dengan rumah penduduk. Kondisi ini menjadikan Candi Dermo sebagai situs sejarah yang menyatu dengan kehidupan masyarakat sekitar.<\/p>\n<p>Menariknya, kawasan di sebelah utara candi dikenal dengan nama Terung. Wilayah ini tercatat dalam Prasasti Canggu tahun 1358 M sebagai pelabuhan dan tempat penyeberangan di Sungai Bengawan Brantas. Meski demikian, hingga kini belum ditemukan bukti pasti yang menjelaskan keterkaitan langsung antara Candi Dermo dan kawasan Terung tersebut.<\/p>\n<p>Berdasarkan catatan sejarah, Candi Dermo pertama kali dilaporkan pada masa pemerintahan kolonial Belanda sekitar tahun 1905 hingga 1915. Sejak saat itu, situs ini dikenal sebagai salah satu bukti penting peradaban masa lampau di wilayah Sidoarjo.<\/p>\n<p><strong>Baca Juga:\u00a0<a href=\"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/2026\/01\/16\/mengenal-lebih-dekat-candi-pari-peradaban-majapahit-di-sidoarjo\/\">Mengenal Lebih Dekat Candi Pari Peradaban Majapahit di Sidoarjo<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Juru pelihara Candi Dermo, Ahmad Ghozali (20), menjelaskan bahwa pembangunan candi ini diperkirakan berlangsung pada masa pemerintahan Raja Hayam Wuruk, di bawah kepemimpinan Adi Pati Terung atau Raden Kusen.<\/p>\n<p>\u201cCandi Dermo diyakini bukan bangunan utama tempat ibadah, melainkan gapura atau pintu gerbang menuju kawasan suci umat Hindu pada masa itu,\u201d ujar Ahmad Ghozali, Sabtu (24\/1).<\/p>\n<p>Ia menambahkan, pembangunan candi tersebut tidak pernah rampung. Masuknya agama Islam ke wilayah Sidoarjo menyebabkan para penguasa setempat memeluk Islam dan menghentikan pembangunan tempat peribadatan Hindu tersebut.<\/p>\n<p>Nama Candi Dermo sendiri berasal dari kata \u201cdarma\u201d yang berarti bakti. Nama ini diyakini mengandung makna sebagai tempat pendarmaan atau pengabdian.<\/p>\n<p>Dalam perjalanannya, Candi Dermo telah mengalami dua kali pemugaran. Pemugaran pertama dilakukan oleh pemerintah kolonial Belanda, sedangkan pemugaran kedua dilakukan oleh Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Wilayah XI Jawa Timur pada tahun 2014 hingga 2020.<\/p>\n<p>\u201cAwalnya kondisi bangunan belum sempurna. Ada beberapa penambahan dan perbaikan, seperti atap pintu masuk yang menggunakan bata merah kecil, pembenahan dinding candi, serta penataan anak tangga,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p>Sementara itu, Ariyana Slamet, siswa SMA Negeri 1 Sidoarjo, mengaku baru pertama kali mengunjungi Candi Dermo. Kedatangannya ke situs tersebut dalam rangka mengerjakan tugas sekolah.<\/p>\n<p>\u201cSaya baru pertama kali datang ke sini. Menurut saya, Candi Dermo merupakan peninggalan sejarah Indonesia yang unik dan penting untuk dipelajari,\u201d ungkap Ariyana.<\/p>\n<p>Keberadaan Candi Dermo diharapkan dapat terus dilestarikan sebagai warisan sejarah sekaligus sarana edukasi bagi generasi muda di Kabupaten Sidoarjo.\u00a0<strong>(Deni)<\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Candi Dermo, Jejak Sejarah Hindu-Buddha di Tengah Permukiman Warga Sidoarjo SIDOARJO, Nawacita \u2013 Candi Dermo merupakan salah satu situs peninggalan masa klasik Hindu-Buddha yang berada di Dusun Santren, Desa Candinegoro, Kecamatan Wonoayu, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur. Situs bersejarah ini menyimpan berbagai tinggalan purbakala berupa struktur bangunan candi, pahatan relief, serta blok-blok batu kuno. Saat ini, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1386,"featured_media":272578,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[107009,107012,107010,107011,58371],"class_list":{"0":"post-272577","1":"post","2":"type-post","3":"status-publish","4":"format-standard","5":"has-post-thumbnail","7":"category-lifestyle","8":"tag-candi-dermo","9":"tag-desa-candinegoro","10":"tag-hindu-buddha","11":"tag-permukiman-warga-sidoarjo","12":"tag-situs-sejarah"},"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.5 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Candi Dermo, Jejak Sejarah Hindu-Buddha di Tengah Permukiman Warga Sidoarjo - Nawacita<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"SIDOARJO, Nawacita \u2013 Candi Dermo merupakan salah satu situs peninggalan masa klasik Hindu-Buddha yang berada di Dusun Santren\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/2026\/01\/24\/candi-dermo-jejak-sejarah-hindu-buddha-di-tengah-permukiman-warga-sidoarjo\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Candi Dermo, Jejak Sejarah Hindu-Buddha di Tengah Permukiman Warga Sidoarjo - Nawacita\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"SIDOARJO, Nawacita \u2013 Candi Dermo merupakan salah satu situs peninggalan masa klasik Hindu-Buddha yang berada di Dusun Santren\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/2026\/01\/24\/candi-dermo-jejak-sejarah-hindu-buddha-di-tengah-permukiman-warga-sidoarjo\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Nawacita\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/nawacitaco-1763136813898723\/?ref=aymt_homepage_panel\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-01-24T10:58:05+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/nawacita.co\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/e921eee5-a0f7-4493-a477-d50564aa9dd0.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"708\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"400\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Redy Agustino\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@nawacit4\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@nawacit4\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Redy Agustino\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"3 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/index.php\\\/2026\\\/01\\\/24\\\/candi-dermo-jejak-sejarah-hindu-buddha-di-tengah-permukiman-warga-sidoarjo\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/index.php\\\/2026\\\/01\\\/24\\\/candi-dermo-jejak-sejarah-hindu-buddha-di-tengah-permukiman-warga-sidoarjo\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"Redy Agustino\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/88d98d5ad579a294c4cbcedcc622ee5e\"},\"headline\":\"Candi Dermo, Jejak Sejarah Hindu-Buddha di Tengah Permukiman Warga Sidoarjo\",\"datePublished\":\"2026-01-24T10:58:05+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/index.php\\\/2026\\\/01\\\/24\\\/candi-dermo-jejak-sejarah-hindu-buddha-di-tengah-permukiman-warga-sidoarjo\\\/\"},\"wordCount\":424,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/index.php\\\/2026\\\/01\\\/24\\\/candi-dermo-jejak-sejarah-hindu-buddha-di-tengah-permukiman-warga-sidoarjo\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/01\\\/e921eee5-a0f7-4493-a477-d50564aa9dd0.jpg\",\"keywords\":[\"Candi Dermo\",\"Desa Candinegoro\",\"Hindu-Buddha\",\"Permukiman Warga Sidoarjo\",\"situs sejarah\"],\"articleSection\":[\"LifeStyle\"],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/index.php\\\/2026\\\/01\\\/24\\\/candi-dermo-jejak-sejarah-hindu-buddha-di-tengah-permukiman-warga-sidoarjo\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/index.php\\\/2026\\\/01\\\/24\\\/candi-dermo-jejak-sejarah-hindu-buddha-di-tengah-permukiman-warga-sidoarjo\\\/\",\"name\":\"Candi Dermo, Jejak Sejarah Hindu-Buddha di Tengah Permukiman Warga Sidoarjo - Nawacita\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/index.php\\\/2026\\\/01\\\/24\\\/candi-dermo-jejak-sejarah-hindu-buddha-di-tengah-permukiman-warga-sidoarjo\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/index.php\\\/2026\\\/01\\\/24\\\/candi-dermo-jejak-sejarah-hindu-buddha-di-tengah-permukiman-warga-sidoarjo\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/01\\\/e921eee5-a0f7-4493-a477-d50564aa9dd0.jpg\",\"datePublished\":\"2026-01-24T10:58:05+00:00\",\"description\":\"SIDOARJO, Nawacita \u2013 Candi Dermo merupakan salah satu situs peninggalan masa klasik Hindu-Buddha yang berada di Dusun Santren\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/index.php\\\/2026\\\/01\\\/24\\\/candi-dermo-jejak-sejarah-hindu-buddha-di-tengah-permukiman-warga-sidoarjo\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/index.php\\\/2026\\\/01\\\/24\\\/candi-dermo-jejak-sejarah-hindu-buddha-di-tengah-permukiman-warga-sidoarjo\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/index.php\\\/2026\\\/01\\\/24\\\/candi-dermo-jejak-sejarah-hindu-buddha-di-tengah-permukiman-warga-sidoarjo\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/01\\\/e921eee5-a0f7-4493-a477-d50564aa9dd0.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/01\\\/e921eee5-a0f7-4493-a477-d50564aa9dd0.jpg\",\"width\":708,\"height\":400,\"caption\":\"Candi Dermo, Jejak Sejarah Hindu-Buddha di Tengah Permukiman Warga Sidoarjo.\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/index.php\\\/2026\\\/01\\\/24\\\/candi-dermo-jejak-sejarah-hindu-buddha-di-tengah-permukiman-warga-sidoarjo\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Candi Dermo, Jejak Sejarah Hindu-Buddha di Tengah Permukiman Warga Sidoarjo\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/\",\"name\":\"Nawacita\",\"description\":\"Berita Kementerian, BUMN, Pemerintah dan Politik\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/#organization\",\"name\":\"Nawacita\",\"url\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/10\\\/Logo-Nawacita-2021.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/10\\\/Logo-Nawacita-2021.png\",\"width\":1676,\"height\":422,\"caption\":\"Nawacita\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.facebook.com\\\/nawacitaco-1763136813898723\\\/?ref=aymt_homepage_panel\",\"https:\\\/\\\/x.com\\\/nawacit4\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/88d98d5ad579a294c4cbcedcc622ee5e\",\"name\":\"Redy Agustino\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/34b6eb56b939cf26f13095a69b94d9e1e8b68ac64f8ae4b15990c6967a68b54a?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/34b6eb56b939cf26f13095a69b94d9e1e8b68ac64f8ae4b15990c6967a68b54a?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/34b6eb56b939cf26f13095a69b94d9e1e8b68ac64f8ae4b15990c6967a68b54a?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Redy Agustino\"},\"sameAs\":[\"http:\\\/\\\/nawacita.co\",\"https:\\\/\\\/www.instagram.com\\\/redyvanhalen\\\/\"],\"url\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/index.php\\\/author\\\/redy-agustino\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Candi Dermo, Jejak Sejarah Hindu-Buddha di Tengah Permukiman Warga Sidoarjo - Nawacita","description":"SIDOARJO, Nawacita \u2013 Candi Dermo merupakan salah satu situs peninggalan masa klasik Hindu-Buddha yang berada di Dusun Santren","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/2026\/01\/24\/candi-dermo-jejak-sejarah-hindu-buddha-di-tengah-permukiman-warga-sidoarjo\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Candi Dermo, Jejak Sejarah Hindu-Buddha di Tengah Permukiman Warga Sidoarjo - Nawacita","og_description":"SIDOARJO, Nawacita \u2013 Candi Dermo merupakan salah satu situs peninggalan masa klasik Hindu-Buddha yang berada di Dusun Santren","og_url":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/2026\/01\/24\/candi-dermo-jejak-sejarah-hindu-buddha-di-tengah-permukiman-warga-sidoarjo\/","og_site_name":"Nawacita","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/nawacitaco-1763136813898723\/?ref=aymt_homepage_panel","article_published_time":"2026-01-24T10:58:05+00:00","og_image":[{"width":708,"height":400,"url":"https:\/\/nawacita.co\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/e921eee5-a0f7-4493-a477-d50564aa9dd0.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Redy Agustino","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@nawacit4","twitter_site":"@nawacit4","twitter_misc":{"Written by":"Redy Agustino","Est. reading time":"3 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/2026\/01\/24\/candi-dermo-jejak-sejarah-hindu-buddha-di-tengah-permukiman-warga-sidoarjo\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/2026\/01\/24\/candi-dermo-jejak-sejarah-hindu-buddha-di-tengah-permukiman-warga-sidoarjo\/"},"author":{"name":"Redy Agustino","@id":"https:\/\/nawacita.co\/#\/schema\/person\/88d98d5ad579a294c4cbcedcc622ee5e"},"headline":"Candi Dermo, Jejak Sejarah Hindu-Buddha di Tengah Permukiman Warga Sidoarjo","datePublished":"2026-01-24T10:58:05+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/2026\/01\/24\/candi-dermo-jejak-sejarah-hindu-buddha-di-tengah-permukiman-warga-sidoarjo\/"},"wordCount":424,"publisher":{"@id":"https:\/\/nawacita.co\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/2026\/01\/24\/candi-dermo-jejak-sejarah-hindu-buddha-di-tengah-permukiman-warga-sidoarjo\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/nawacita.co\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/e921eee5-a0f7-4493-a477-d50564aa9dd0.jpg","keywords":["Candi Dermo","Desa Candinegoro","Hindu-Buddha","Permukiman Warga Sidoarjo","situs sejarah"],"articleSection":["LifeStyle"],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/2026\/01\/24\/candi-dermo-jejak-sejarah-hindu-buddha-di-tengah-permukiman-warga-sidoarjo\/","url":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/2026\/01\/24\/candi-dermo-jejak-sejarah-hindu-buddha-di-tengah-permukiman-warga-sidoarjo\/","name":"Candi Dermo, Jejak Sejarah Hindu-Buddha di Tengah Permukiman Warga Sidoarjo - Nawacita","isPartOf":{"@id":"https:\/\/nawacita.co\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/2026\/01\/24\/candi-dermo-jejak-sejarah-hindu-buddha-di-tengah-permukiman-warga-sidoarjo\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/2026\/01\/24\/candi-dermo-jejak-sejarah-hindu-buddha-di-tengah-permukiman-warga-sidoarjo\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/nawacita.co\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/e921eee5-a0f7-4493-a477-d50564aa9dd0.jpg","datePublished":"2026-01-24T10:58:05+00:00","description":"SIDOARJO, Nawacita \u2013 Candi Dermo merupakan salah satu situs peninggalan masa klasik Hindu-Buddha yang berada di Dusun Santren","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/2026\/01\/24\/candi-dermo-jejak-sejarah-hindu-buddha-di-tengah-permukiman-warga-sidoarjo\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/nawacita.co\/index.php\/2026\/01\/24\/candi-dermo-jejak-sejarah-hindu-buddha-di-tengah-permukiman-warga-sidoarjo\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/2026\/01\/24\/candi-dermo-jejak-sejarah-hindu-buddha-di-tengah-permukiman-warga-sidoarjo\/#primaryimage","url":"https:\/\/nawacita.co\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/e921eee5-a0f7-4493-a477-d50564aa9dd0.jpg","contentUrl":"https:\/\/nawacita.co\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/e921eee5-a0f7-4493-a477-d50564aa9dd0.jpg","width":708,"height":400,"caption":"Candi Dermo, Jejak Sejarah Hindu-Buddha di Tengah Permukiman Warga Sidoarjo."},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/2026\/01\/24\/candi-dermo-jejak-sejarah-hindu-buddha-di-tengah-permukiman-warga-sidoarjo\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/nawacita.co\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Candi Dermo, Jejak Sejarah Hindu-Buddha di Tengah Permukiman Warga Sidoarjo"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/nawacita.co\/#website","url":"https:\/\/nawacita.co\/","name":"Nawacita","description":"Berita Kementerian, BUMN, Pemerintah dan Politik","publisher":{"@id":"https:\/\/nawacita.co\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/nawacita.co\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/nawacita.co\/#organization","name":"Nawacita","url":"https:\/\/nawacita.co\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/nawacita.co\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/nawacita.co\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/Logo-Nawacita-2021.png","contentUrl":"https:\/\/nawacita.co\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/Logo-Nawacita-2021.png","width":1676,"height":422,"caption":"Nawacita"},"image":{"@id":"https:\/\/nawacita.co\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/nawacitaco-1763136813898723\/?ref=aymt_homepage_panel","https:\/\/x.com\/nawacit4"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/nawacita.co\/#\/schema\/person\/88d98d5ad579a294c4cbcedcc622ee5e","name":"Redy Agustino","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/34b6eb56b939cf26f13095a69b94d9e1e8b68ac64f8ae4b15990c6967a68b54a?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/34b6eb56b939cf26f13095a69b94d9e1e8b68ac64f8ae4b15990c6967a68b54a?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/34b6eb56b939cf26f13095a69b94d9e1e8b68ac64f8ae4b15990c6967a68b54a?s=96&d=mm&r=g","caption":"Redy Agustino"},"sameAs":["http:\/\/nawacita.co","https:\/\/www.instagram.com\/redyvanhalen\/"],"url":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/author\/redy-agustino\/"}]}},"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/nawacita.co\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/e921eee5-a0f7-4493-a477-d50564aa9dd0.jpg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/272577","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1386"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=272577"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/272577\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/272578"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=272577"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=272577"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=272577"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}