{"id":266740,"date":"2025-11-24T14:30:40","date_gmt":"2025-11-24T07:30:40","guid":{"rendered":"https:\/\/nawacita.co\/?p=266740"},"modified":"2025-11-24T15:23:37","modified_gmt":"2025-11-24T08:23:37","slug":"menimbang-amal-dan-dosa-cara-negara-menilai-soeharto-sebagai-pahlawan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/2025\/11\/24\/menimbang-amal-dan-dosa-cara-negara-menilai-soeharto-sebagai-pahlawan\/","title":{"rendered":"Menimbang Amal dan Dosa, Cara Negara Menilai Soeharto sebagai Pahlawan"},"content":{"rendered":"<h1>Menimbang Amal dan Dosa, Cara Negara Menilai Soeharto sebagai Pahlawan<\/h1>\n<p><strong>Surabaya,<a href=\"https:\/\/nawacita.co\"> Nawacita.co<\/a><\/strong> &#8211; Di tengah riuh pro dan kontra gelar Pahlawan yang sematkan kepada Soeharto, akademisi sejarah Universitas Negeri Surabaya (UNESA), Sumarno, menegaskan bahwa gelar itu tidak dimaksudkan untuk menghapus masa kelam atau merevisi sejarah, melainkan mengakui jasa yang dinilai melampaui kekurangannya.<\/p>\n<p>Sumarno yang juga Sekretaris Tim Peneliti dan Pengkaji Gelar Daerah (TP2GD) Jawa Timur, menyebut proses pengajuan Soeharto berada dalam jalur panjang dan ketat.<\/p>\n<p>\u201cGelar pahlawan tidak diberikan karena kesempurnaan. Semua tokoh punya sisi terang dan gelap. Yang dinilai adalah kontribusinya bagi bangsa,\u201d katanya Senin (24\/11\/2024).<\/p>\n<p>Ia menjelaskan, pemerintah menggunakan standar jelas sebagaimana diatur undang-undang: riwayat perjuangan, nilai kepahlawanan, kontribusi pada negara, serta kesetiaan pada Pancasila dan NKRI.<\/p>\n<p><strong>Baca Juga:\u00a0<a href=\"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/2025\/11\/24\/pengalaman-kkn-versi-siswa-lcas-unesa-libatkan-90-peserta-dalam-pengabdian-internasional\/\">Pengalaman \u201cKKN Versi Siswa\u201d: LCAS UNESA Libatkan 90 Peserta dalam Pengabdian Internasional<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Karena itu, daftar pahlawan tahun ini hadir dari spektrum yang luas\u2014militer, tokoh perempuan, ulama, hingga aktivis buruh seperti Marsinah yang usulannya juga dipandu Sumarno dalam sidang TP2GD.<\/p>\n<p>Meski demikian, nama Soeharto tetap memecah opini. Di satu sisi ia dipandang sebagai simbol stabilitas dan pembangunan, terutama melalui program-program yang menjadi rujukan riset ekonomi internasional seperti SD Inpres.<\/p>\n<p>Di sisi lain, ia juga dianggap sebagai wajah otoritarianisme era Orde Baru.<\/p>\n<p>Bagi Sumarno, perbedaan itu wajar. \u201cKontroversi bukan soal fakta, tetapi cara melihatnya. Sejarawan, ideolog, dan korban punya sudut pandang berbeda. Tugas negara adalah mencari titik objektif,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p><strong>Baca Juga:\u00a0<a href=\"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/2025\/10\/22\/gus-dur-soeharto-hingga-marsinah-diusulkan-mensos-ke-dewan-gelar-jadi-pahlawan-nasional\/\">Gus Dur, Soeharto hingga Marsinah Diusulkan Mensos ke Dewan Gelar jadi Pahlawan Nasional<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Menurutnya, keputusan tahun ini justru membuka babak baru pendidikan sejarah Indonesia bukan untuk memuliakan atau membenci masa lalu, melainkan memahaminya dengan jernih.<\/p>\n<p>\u201cSejarah bukan ruang menghakimi. Kita boleh mengkritik, tetapi juga harus belajar,\u201d pesannya.<\/p>\n<p>Sumarno mengakui bahwa pengangkatan Soeharto bersama sembilan tokoh lainnya mengguncang ingatan kolektif bangsa. Ada yang bersyukur, ada yang kembali merasakan luka. Namun perbedaan itu, kata dia, adalah bagian dari proses bangsa menatap sejarah secara utuh.<\/p>\n<p>\u201cKita boleh memaafkan, tapi tidak harus melupakan. Yang penting, kita terus berjalan sebagai bangsa yang satu. Perdebatan ini bukan gaduh semata, tetapi bagian dari perjalanan Indonesia mencari dirinya sendiri,\u201d tutup Sumarno.<\/p>\n<p><strong>Reporter: Alus<\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Menimbang Amal dan Dosa, Cara Negara Menilai Soeharto sebagai Pahlawan Surabaya, Nawacita.co &#8211; Di tengah riuh pro dan kontra gelar Pahlawan yang sematkan kepada Soeharto, akademisi sejarah Universitas Negeri Surabaya (UNESA), Sumarno, menegaskan bahwa gelar itu tidak dimaksudkan untuk menghapus masa kelam atau merevisi sejarah, melainkan mengakui jasa yang dinilai melampaui kekurangannya. Sumarno yang juga [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1459,"featured_media":266741,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[29694],"tags":[49108,52584,17187,104040,3395],"class_list":{"0":"post-266740","1":"post","2":"type-post","3":"status-publish","4":"format-standard","5":"has-post-thumbnail","7":"category-jatim","8":"tag-gelar-pahlawan-nasional","9":"tag-orde-baru","10":"tag-soeharto","11":"tag-tp2gd-jatim","12":"tag-unesa"},"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v26.8 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Menimbang Amal dan Dosa, Cara Negara Menilai Soeharto sebagai Pahlawan<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Surabaya, Nawacita.co - Di tengah riuh pro dan kontra gelar Pahlawan yang sematkan kepada Soeharto, akademisi sejarah Universitas Negeri\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/2025\/11\/24\/menimbang-amal-dan-dosa-cara-negara-menilai-soeharto-sebagai-pahlawan\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Menimbang Amal dan Dosa, Cara Negara Menilai Soeharto sebagai Pahlawan\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Surabaya, Nawacita.co - Di tengah riuh pro dan kontra gelar Pahlawan yang sematkan kepada Soeharto, akademisi sejarah Universitas Negeri\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/2025\/11\/24\/menimbang-amal-dan-dosa-cara-negara-menilai-soeharto-sebagai-pahlawan\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Nawacita\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/nawacitaco-1763136813898723\/?ref=aymt_homepage_panel\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-11-24T07:30:40+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-11-24T08:23:37+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/nawacita.co\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/1000469868.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"445\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"612\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Nuris Mardhatika\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@nawacit4\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@nawacit4\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Nuris Mardhatika\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"2 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/2025\/11\/24\/menimbang-amal-dan-dosa-cara-negara-menilai-soeharto-sebagai-pahlawan\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/2025\/11\/24\/menimbang-amal-dan-dosa-cara-negara-menilai-soeharto-sebagai-pahlawan\/\"},\"author\":{\"name\":\"Nuris Mardhatika\",\"@id\":\"https:\/\/nawacita.co\/#\/schema\/person\/140e3531b7814b46fa8c6e0b288251b8\"},\"headline\":\"Menimbang Amal dan Dosa, Cara Negara Menilai Soeharto sebagai Pahlawan\",\"datePublished\":\"2025-11-24T07:30:40+00:00\",\"dateModified\":\"2025-11-24T08:23:37+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/2025\/11\/24\/menimbang-amal-dan-dosa-cara-negara-menilai-soeharto-sebagai-pahlawan\/\"},\"wordCount\":357,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/nawacita.co\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/2025\/11\/24\/menimbang-amal-dan-dosa-cara-negara-menilai-soeharto-sebagai-pahlawan\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/nawacita.co\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/1000469868.jpg\",\"keywords\":[\"Gelar Pahlawan Nasional\",\"Orde Baru\",\"Soeharto\",\"TP2GD Jatim\",\"unesa\"],\"articleSection\":[\"JATIM\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/2025\/11\/24\/menimbang-amal-dan-dosa-cara-negara-menilai-soeharto-sebagai-pahlawan\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/2025\/11\/24\/menimbang-amal-dan-dosa-cara-negara-menilai-soeharto-sebagai-pahlawan\/\",\"url\":\"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/2025\/11\/24\/menimbang-amal-dan-dosa-cara-negara-menilai-soeharto-sebagai-pahlawan\/\",\"name\":\"Menimbang Amal dan Dosa, Cara Negara Menilai Soeharto sebagai Pahlawan\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/nawacita.co\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/2025\/11\/24\/menimbang-amal-dan-dosa-cara-negara-menilai-soeharto-sebagai-pahlawan\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/2025\/11\/24\/menimbang-amal-dan-dosa-cara-negara-menilai-soeharto-sebagai-pahlawan\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/nawacita.co\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/1000469868.jpg\",\"datePublished\":\"2025-11-24T07:30:40+00:00\",\"dateModified\":\"2025-11-24T08:23:37+00:00\",\"description\":\"Surabaya, Nawacita.co - Di tengah riuh pro dan kontra gelar Pahlawan yang sematkan kepada Soeharto, akademisi sejarah Universitas Negeri\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/2025\/11\/24\/menimbang-amal-dan-dosa-cara-negara-menilai-soeharto-sebagai-pahlawan\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/2025\/11\/24\/menimbang-amal-dan-dosa-cara-negara-menilai-soeharto-sebagai-pahlawan\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/2025\/11\/24\/menimbang-amal-dan-dosa-cara-negara-menilai-soeharto-sebagai-pahlawan\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/nawacita.co\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/1000469868.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/nawacita.co\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/1000469868.jpg\",\"width\":445,\"height\":612,\"caption\":\"Ilustrasi Presiden ke- 2 RI, Soeharto. (Sumber foto: Istimewa)\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/2025\/11\/24\/menimbang-amal-dan-dosa-cara-negara-menilai-soeharto-sebagai-pahlawan\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/nawacita.co\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Menimbang Amal dan Dosa, Cara Negara Menilai Soeharto sebagai Pahlawan\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/nawacita.co\/#website\",\"url\":\"https:\/\/nawacita.co\/\",\"name\":\"Nawacita\",\"description\":\"Berita Kementerian, BUMN, Pemerintah dan Politik\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/nawacita.co\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/nawacita.co\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/nawacita.co\/#organization\",\"name\":\"Nawacita\",\"url\":\"https:\/\/nawacita.co\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/nawacita.co\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/nawacita.co\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/Logo-Nawacita-2021.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/nawacita.co\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/Logo-Nawacita-2021.png\",\"width\":1676,\"height\":422,\"caption\":\"Nawacita\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/nawacita.co\/#\/schema\/logo\/image\/\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/www.facebook.com\/nawacitaco-1763136813898723\/?ref=aymt_homepage_panel\",\"https:\/\/x.com\/nawacit4\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/nawacita.co\/#\/schema\/person\/140e3531b7814b46fa8c6e0b288251b8\",\"name\":\"Nuris Mardhatika\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/nawacita.co\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/59991d6a6a57ee9bed1ddf63211978943632845fd878baa6ed3380e9f50a0c06?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/59991d6a6a57ee9bed1ddf63211978943632845fd878baa6ed3380e9f50a0c06?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Nuris Mardhatika\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/nawacita.co\"],\"url\":\"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/author\/nurismardhatika\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Menimbang Amal dan Dosa, Cara Negara Menilai Soeharto sebagai Pahlawan","description":"Surabaya, Nawacita.co - Di tengah riuh pro dan kontra gelar Pahlawan yang sematkan kepada Soeharto, akademisi sejarah Universitas Negeri","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/2025\/11\/24\/menimbang-amal-dan-dosa-cara-negara-menilai-soeharto-sebagai-pahlawan\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Menimbang Amal dan Dosa, Cara Negara Menilai Soeharto sebagai Pahlawan","og_description":"Surabaya, Nawacita.co - Di tengah riuh pro dan kontra gelar Pahlawan yang sematkan kepada Soeharto, akademisi sejarah Universitas Negeri","og_url":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/2025\/11\/24\/menimbang-amal-dan-dosa-cara-negara-menilai-soeharto-sebagai-pahlawan\/","og_site_name":"Nawacita","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/nawacitaco-1763136813898723\/?ref=aymt_homepage_panel","article_published_time":"2025-11-24T07:30:40+00:00","article_modified_time":"2025-11-24T08:23:37+00:00","og_image":[{"width":445,"height":612,"url":"https:\/\/nawacita.co\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/1000469868.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Nuris Mardhatika","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@nawacit4","twitter_site":"@nawacit4","twitter_misc":{"Written by":"Nuris Mardhatika","Est. reading time":"2 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/2025\/11\/24\/menimbang-amal-dan-dosa-cara-negara-menilai-soeharto-sebagai-pahlawan\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/2025\/11\/24\/menimbang-amal-dan-dosa-cara-negara-menilai-soeharto-sebagai-pahlawan\/"},"author":{"name":"Nuris Mardhatika","@id":"https:\/\/nawacita.co\/#\/schema\/person\/140e3531b7814b46fa8c6e0b288251b8"},"headline":"Menimbang Amal dan Dosa, Cara Negara Menilai Soeharto sebagai Pahlawan","datePublished":"2025-11-24T07:30:40+00:00","dateModified":"2025-11-24T08:23:37+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/2025\/11\/24\/menimbang-amal-dan-dosa-cara-negara-menilai-soeharto-sebagai-pahlawan\/"},"wordCount":357,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/nawacita.co\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/2025\/11\/24\/menimbang-amal-dan-dosa-cara-negara-menilai-soeharto-sebagai-pahlawan\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/nawacita.co\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/1000469868.jpg","keywords":["Gelar Pahlawan Nasional","Orde Baru","Soeharto","TP2GD Jatim","unesa"],"articleSection":["JATIM"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/nawacita.co\/index.php\/2025\/11\/24\/menimbang-amal-dan-dosa-cara-negara-menilai-soeharto-sebagai-pahlawan\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/2025\/11\/24\/menimbang-amal-dan-dosa-cara-negara-menilai-soeharto-sebagai-pahlawan\/","url":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/2025\/11\/24\/menimbang-amal-dan-dosa-cara-negara-menilai-soeharto-sebagai-pahlawan\/","name":"Menimbang Amal dan Dosa, Cara Negara Menilai Soeharto sebagai Pahlawan","isPartOf":{"@id":"https:\/\/nawacita.co\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/2025\/11\/24\/menimbang-amal-dan-dosa-cara-negara-menilai-soeharto-sebagai-pahlawan\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/2025\/11\/24\/menimbang-amal-dan-dosa-cara-negara-menilai-soeharto-sebagai-pahlawan\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/nawacita.co\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/1000469868.jpg","datePublished":"2025-11-24T07:30:40+00:00","dateModified":"2025-11-24T08:23:37+00:00","description":"Surabaya, Nawacita.co - Di tengah riuh pro dan kontra gelar Pahlawan yang sematkan kepada Soeharto, akademisi sejarah Universitas Negeri","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/2025\/11\/24\/menimbang-amal-dan-dosa-cara-negara-menilai-soeharto-sebagai-pahlawan\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/nawacita.co\/index.php\/2025\/11\/24\/menimbang-amal-dan-dosa-cara-negara-menilai-soeharto-sebagai-pahlawan\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/2025\/11\/24\/menimbang-amal-dan-dosa-cara-negara-menilai-soeharto-sebagai-pahlawan\/#primaryimage","url":"https:\/\/nawacita.co\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/1000469868.jpg","contentUrl":"https:\/\/nawacita.co\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/1000469868.jpg","width":445,"height":612,"caption":"Ilustrasi Presiden ke- 2 RI, Soeharto. (Sumber foto: Istimewa)"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/2025\/11\/24\/menimbang-amal-dan-dosa-cara-negara-menilai-soeharto-sebagai-pahlawan\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/nawacita.co\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Menimbang Amal dan Dosa, Cara Negara Menilai Soeharto sebagai Pahlawan"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/nawacita.co\/#website","url":"https:\/\/nawacita.co\/","name":"Nawacita","description":"Berita Kementerian, BUMN, Pemerintah dan Politik","publisher":{"@id":"https:\/\/nawacita.co\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/nawacita.co\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/nawacita.co\/#organization","name":"Nawacita","url":"https:\/\/nawacita.co\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/nawacita.co\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/nawacita.co\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/Logo-Nawacita-2021.png","contentUrl":"https:\/\/nawacita.co\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/Logo-Nawacita-2021.png","width":1676,"height":422,"caption":"Nawacita"},"image":{"@id":"https:\/\/nawacita.co\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/nawacitaco-1763136813898723\/?ref=aymt_homepage_panel","https:\/\/x.com\/nawacit4"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/nawacita.co\/#\/schema\/person\/140e3531b7814b46fa8c6e0b288251b8","name":"Nuris Mardhatika","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/nawacita.co\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/59991d6a6a57ee9bed1ddf63211978943632845fd878baa6ed3380e9f50a0c06?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/59991d6a6a57ee9bed1ddf63211978943632845fd878baa6ed3380e9f50a0c06?s=96&d=mm&r=g","caption":"Nuris Mardhatika"},"sameAs":["https:\/\/nawacita.co"],"url":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/author\/nurismardhatika\/"}]}},"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/nawacita.co\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/1000469868.jpg","jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_likes_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/266740","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1459"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=266740"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/266740\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/266741"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=266740"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=266740"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=266740"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}