{"id":262942,"date":"2025-10-14T19:12:09","date_gmt":"2025-10-14T12:12:09","guid":{"rendered":"https:\/\/nawacita.co\/?p=262942"},"modified":"2025-10-14T19:12:09","modified_gmt":"2025-10-14T12:12:09","slug":"trans7-pesantren-dan-kejahatan-pikiran","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/2025\/10\/14\/trans7-pesantren-dan-kejahatan-pikiran\/","title":{"rendered":"TRANS7, PESANTREN, DAN KEJAHATAN PIKIRAN"},"content":{"rendered":"<h2>Sebuah Catatan Epistemik tentang Media, Nalar, dan Kesombongan Dunia<\/h2>\n<p><a href=\"https:\/\/nawacita.co\">Nawacita &#8211;<\/a> <em>Dalam kesempatan yang sarat makna, Bendahara PW NU Kalimantan Barat, Dirman, menegaskan dengan jernih: \u00a0 Hari ini, publik bukan sedang menonton berita \u2014 melainkan sedang menyaksikan bagaimana nalar media dirampok oleh kesombongan intelektual.<\/em><\/p>\n<p>Sebuah tayangan di Trans7 \u2014 stasiun yang katanya \u201cmainstream\u201d \u2014 justru memperlihatkan betapa dangkalnya logika mereka dalam membaca kesalehan. Tayangan itu menyorot sowan para santri kepada KH. Anwar Mansur, ulama sepuh nan berilmu dari Pondok Pesantren Lirboyo. Tapi apa yang mereka sajikan? Bukan penghormatan, melainkan penghinaan yang dibungkus dengan candaan picik.<\/p>\n<p>&gt; \u201cTernyata yang ngesot itulah yang ngasih amplop.<br \/>\n&gt; \u201cEnak kiainya: sarung mahal, mobil mewah, santrinya yang bayar.\u201d<br \/>\n&gt; \u201cNetizen pun curiga: mungkin inilah sebab kiai makin kaya.\u201d<\/p>\n<p>Kalimat-kalimat itu bukan jurnalisme. Itu agitasi rendahan, atau dalam bahasa Al-Ghazali: \u201czhalim bil-lisan\u201d \u2014 kezaliman melalui lidah dan tulisan.<br \/>\nBukan informasi, tapi provokasi.<br \/>\nBukan analisis, tapi fitnah yang dikemas modern.<\/p>\n<p>&#8212;<\/p>\n<p>Kejahatan Pikiran dan Kesombongan Rasionalitas..<\/p>\n<p>Ini bukan lagi kesalahan redaksi. Ini kejahatan epistemik \u2014 kejahatan terhadap pikiran dan nilai.<br \/>\nMereka menyerang bukan karena benci terhadap santri, tapi karena takut terhadap nalar bebas yang tak bisa dibeli oleh kapitalisme media.<\/p>\n<p>Dalam Islam, akhlak adalah inti ilmu. Rasulullah \ufdfa bersabda:<\/p>\n<p>&gt; \u201cInnam\u0101 bu\u2019itstu li utammima mak\u0101rimal akhl\u0101q\u201d<br \/>\n&gt; (Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlak yang mulia).<\/p>\n<p>Tapi Trans7 gagal membaca makna adab.<br \/>\nMereka mengira sujud itu penindasan, sowan itu perbudakan, dan amplop itu transaksi.<br \/>\nPadahal, bagi kaum santri, memberi kepada guru adalah amal jariyah, bukan investasi sosial.<\/p>\n<p>&#8212;<\/p>\n<h5>Ketika Kapitalisme Menyerang Adab..<\/h5>\n<p>Mari kita jujur: pesantren hari ini adalah satu-satunya lembaga pendidikan yang belum sepenuhnya tunduk kepada oligarki ekonomi.<br \/>\nTidak menjual ijazah, tidak menjual nama besar, tidak mencetak robot karieris.<br \/>\nMereka mencetak manusia beradab. Dan karena itu, mereka menjadi musuh paling berbahaya bagi logika industri media yang hanya mengerti rating, bukan makna.<\/p>\n<p>Apakah ini kebetulan?<br \/>\nTentu tidak. Trans7 adalah bagian dari CT Corp, milik Chairul Tanjung, dikelola oleh Transmedia di bawah Atiek Nur Wahyuni. Dua nama besar yang mungkin lihai dalam corporate finance, tapi gagal paham tentang keagungan spiritualitas pesantren.<br \/>\nMereka berbicara tentang dunia yang tidak mereka pahami \u2014 dan karena itulah, yang lahir hanyalah sinisme berbiaya tinggi.<\/p>\n<p>&#8212;<\/p>\n<h5>Adab Bukan Feodalisme, Santri Bukan Budak..<\/h5>\n<p>Sowan itu bukan tunduk.<br \/>\nItu <em>ta\u2019dhim<\/em> \u2014 penghormatan.<br \/>\nSantri yang datang membawa amplop bukan sedang membayar hutang, tapi mengalirkan rasa syukur.<br \/>\nKarena mereka tahu, \u201cman lam yasyrak syukra li al-makhluq lam yasyrak syukra lill\u0101h\u201d \u2014 siapa yang tidak berterima kasih pada manusia, tidak pula bersyukur kepada Allah.<\/p>\n<p>Dan lucunya, yang hari ini menertawakan santri memberi amplop kepada kiai, tidak pernah menertawakan mahasiswa membayar jutaan rupiah untuk toga dan wisuda.<br \/>\nYang satu disebut \u201cadab kolot\u201d, yang lain disebut \u201cbiaya pendidikan\u201d.<br \/>\nIroni modernitas yang menertawakan dirinya sendiri.<\/p>\n<p>&#8212;<\/p>\n<p>Nalar yang Hilang dan Logika yang Dipelintir&#8230;<\/p>\n<p>Inilah paradoks zaman:<br \/>\nYang ikhlas dianggap bodoh, yang tulus dianggap feodal.<br \/>\nYang beradab dicaci, yang sinis dipuji.<\/p>\n<p>Kata Nietzsche, \u201cKetika kebenaran tidak lagi dicintai, yang tumbuh adalah seni berdusta dengan indah.\u201d<br \/>\nDan Trans7 telah menjadi seniman dalam hal itu.<br \/>\nMereka menyajikan dusta yang tampak elegan, tapi busuk dalam makna.<\/p>\n<p>&#8212;<br \/>\nSeruan untuk Bertobat: Bukan karena Neraka, Tapi karena Akal&#8230;<\/p>\n<p>Wahai pengelola media,<br \/>\nJika kalian tidak paham nilai yang kalian komentari, diam itu jauh lebih mulia daripada bicara yang menyesatkan.<br \/>\nIngat firman Allah:<\/p>\n<p>&gt; *\u201cM\u0101 yalfidhu min qawlin ill\u0101 ladaihi raq\u012bbun \u2018at\u012bd\u201d*<br \/>\n&gt; (Tidak satu ucapan pun terucap, melainkan ada malaikat pengawas yang mencatatnya). \u2014 QS Qaf: 18<\/p>\n<p>Dan kelak, yang akan memandikan jenazah kalian bukan presenter glamor, bukan produser yang pandai memotong adegan.<br \/>\nTapi santri.<br \/>\nYang kalian hina hari ini, namun diam-diam mempersiapkan diri untuk **mengurus jasad kalian saat dunia tak lagi peduli.**<\/p>\n<p>Taubatlah.<br \/>\nBukan karena takut neraka, tapi karena kalian sudah kehilangan **akal sehat** \u2014 modal paling suci dalam Islam.<br \/>\nSeperti kata Imam Syafi\u2019i:<\/p>\n<p>&gt; *\u201cIlmu itu cahaya, dan cahaya Allah tidak diberikan kepada hati yang gelap.\u201d*<\/p>\n<p>Maka bersihkanlah hati kalian sebelum kalian bicara tentang pesantren.<br \/>\nKarena pesantren bukan tempat untuk ditertawakan.<br \/>\nIa adalah benteng terakhir akal sehat bangsa ini.<\/p>\n<p>&#8212;<\/p>\n<p>**By: @Sudirman Bendahara Umum NU Kalbar<br \/>\n*(Sebuah perlawanan elegan terhadap kejahatan pikiran di layar kaca)*<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sebuah Catatan Epistemik tentang Media, Nalar, dan Kesombongan Dunia Nawacita &#8211; Dalam kesempatan yang sarat makna, Bendahara PW NU Kalimantan Barat, Dirman, menegaskan dengan jernih: \u00a0 Hari ini, publik bukan sedang menonton berita \u2014 melainkan sedang menyaksikan bagaimana nalar media dirampok oleh kesombongan intelektual. Sebuah tayangan di Trans7 \u2014 stasiun yang katanya \u201cmainstream\u201d \u2014 justru [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":262943,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[75],"tags":[21633,16553,37672],"class_list":{"0":"post-262942","1":"post","2":"type-post","3":"status-publish","4":"format-standard","5":"has-post-thumbnail","7":"category-tokoh","8":"tag-kalimantan-barat","9":"tag-pwnu","10":"tag-ulama"},"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.5 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>TRANS7, PESANTREN, DAN KEJAHATAN PIKIRAN - Nawacita<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Nawacita - Dan kelak, yang akan memandikan jenazah kalian bukan presenter glamor, bukan produser yang pandai memotong adegan.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/2025\/10\/14\/trans7-pesantren-dan-kejahatan-pikiran\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"TRANS7, PESANTREN, DAN KEJAHATAN PIKIRAN - Nawacita\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Nawacita - Dan kelak, yang akan memandikan jenazah kalian bukan presenter glamor, bukan produser yang pandai memotong adegan.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/2025\/10\/14\/trans7-pesantren-dan-kejahatan-pikiran\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Nawacita\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/nawacitaco-1763136813898723\/?ref=aymt_homepage_panel\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-10-14T12:12:09+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/nawacita.co\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/Sudirman.jpeg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1284\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1354\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"redaksi\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@nawacit4\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@nawacit4\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"redaksi\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"4 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/index.php\\\/2025\\\/10\\\/14\\\/trans7-pesantren-dan-kejahatan-pikiran\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/index.php\\\/2025\\\/10\\\/14\\\/trans7-pesantren-dan-kejahatan-pikiran\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"redaksi\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/599683af640858fd3b790bc37828ba57\"},\"headline\":\"TRANS7, PESANTREN, DAN KEJAHATAN PIKIRAN\",\"datePublished\":\"2025-10-14T12:12:09+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/index.php\\\/2025\\\/10\\\/14\\\/trans7-pesantren-dan-kejahatan-pikiran\\\/\"},\"wordCount\":677,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/index.php\\\/2025\\\/10\\\/14\\\/trans7-pesantren-dan-kejahatan-pikiran\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/10\\\/Sudirman.jpeg\",\"keywords\":[\"Kalimantan Barat\",\"PWNU\",\"Ulama\"],\"articleSection\":[\"TOKOH\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/index.php\\\/2025\\\/10\\\/14\\\/trans7-pesantren-dan-kejahatan-pikiran\\\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/index.php\\\/2025\\\/10\\\/14\\\/trans7-pesantren-dan-kejahatan-pikiran\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/index.php\\\/2025\\\/10\\\/14\\\/trans7-pesantren-dan-kejahatan-pikiran\\\/\",\"name\":\"TRANS7, PESANTREN, DAN KEJAHATAN PIKIRAN - Nawacita\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/index.php\\\/2025\\\/10\\\/14\\\/trans7-pesantren-dan-kejahatan-pikiran\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/index.php\\\/2025\\\/10\\\/14\\\/trans7-pesantren-dan-kejahatan-pikiran\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/10\\\/Sudirman.jpeg\",\"datePublished\":\"2025-10-14T12:12:09+00:00\",\"description\":\"Nawacita - Dan kelak, yang akan memandikan jenazah kalian bukan presenter glamor, bukan produser yang pandai memotong adegan.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/index.php\\\/2025\\\/10\\\/14\\\/trans7-pesantren-dan-kejahatan-pikiran\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/index.php\\\/2025\\\/10\\\/14\\\/trans7-pesantren-dan-kejahatan-pikiran\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/index.php\\\/2025\\\/10\\\/14\\\/trans7-pesantren-dan-kejahatan-pikiran\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/10\\\/Sudirman.jpeg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/10\\\/Sudirman.jpeg\",\"width\":1284,\"height\":1354,\"caption\":\"Sudirman\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/index.php\\\/2025\\\/10\\\/14\\\/trans7-pesantren-dan-kejahatan-pikiran\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"TRANS7, PESANTREN, DAN KEJAHATAN PIKIRAN\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/\",\"name\":\"Nawacita\",\"description\":\"Berita Kementerian, BUMN, Pemerintah dan Politik\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/#organization\",\"name\":\"Nawacita\",\"url\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/10\\\/Logo-Nawacita-2021.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/10\\\/Logo-Nawacita-2021.png\",\"width\":1676,\"height\":422,\"caption\":\"Nawacita\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.facebook.com\\\/nawacitaco-1763136813898723\\\/?ref=aymt_homepage_panel\",\"https:\\\/\\\/x.com\\\/nawacit4\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/599683af640858fd3b790bc37828ba57\",\"name\":\"redaksi\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/a3ea3038dabe75a981e9a69b300b8272c74e0729c55e2f30478cde7add6c42f6?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/a3ea3038dabe75a981e9a69b300b8272c74e0729c55e2f30478cde7add6c42f6?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/a3ea3038dabe75a981e9a69b300b8272c74e0729c55e2f30478cde7add6c42f6?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"redaksi\"},\"sameAs\":[\"nawacitaportal\",\"https:\\\/\\\/x.com\\\/nawacit4\"],\"url\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/index.php\\\/author\\\/redaksi\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"TRANS7, PESANTREN, DAN KEJAHATAN PIKIRAN - Nawacita","description":"Nawacita - Dan kelak, yang akan memandikan jenazah kalian bukan presenter glamor, bukan produser yang pandai memotong adegan.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/2025\/10\/14\/trans7-pesantren-dan-kejahatan-pikiran\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"TRANS7, PESANTREN, DAN KEJAHATAN PIKIRAN - Nawacita","og_description":"Nawacita - Dan kelak, yang akan memandikan jenazah kalian bukan presenter glamor, bukan produser yang pandai memotong adegan.","og_url":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/2025\/10\/14\/trans7-pesantren-dan-kejahatan-pikiran\/","og_site_name":"Nawacita","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/nawacitaco-1763136813898723\/?ref=aymt_homepage_panel","article_published_time":"2025-10-14T12:12:09+00:00","og_image":[{"width":1284,"height":1354,"url":"https:\/\/nawacita.co\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/Sudirman.jpeg","type":"image\/jpeg"}],"author":"redaksi","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@nawacit4","twitter_site":"@nawacit4","twitter_misc":{"Written by":"redaksi","Est. reading time":"4 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/2025\/10\/14\/trans7-pesantren-dan-kejahatan-pikiran\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/2025\/10\/14\/trans7-pesantren-dan-kejahatan-pikiran\/"},"author":{"name":"redaksi","@id":"https:\/\/nawacita.co\/#\/schema\/person\/599683af640858fd3b790bc37828ba57"},"headline":"TRANS7, PESANTREN, DAN KEJAHATAN PIKIRAN","datePublished":"2025-10-14T12:12:09+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/2025\/10\/14\/trans7-pesantren-dan-kejahatan-pikiran\/"},"wordCount":677,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/nawacita.co\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/2025\/10\/14\/trans7-pesantren-dan-kejahatan-pikiran\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/nawacita.co\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/Sudirman.jpeg","keywords":["Kalimantan Barat","PWNU","Ulama"],"articleSection":["TOKOH"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/nawacita.co\/index.php\/2025\/10\/14\/trans7-pesantren-dan-kejahatan-pikiran\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/2025\/10\/14\/trans7-pesantren-dan-kejahatan-pikiran\/","url":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/2025\/10\/14\/trans7-pesantren-dan-kejahatan-pikiran\/","name":"TRANS7, PESANTREN, DAN KEJAHATAN PIKIRAN - Nawacita","isPartOf":{"@id":"https:\/\/nawacita.co\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/2025\/10\/14\/trans7-pesantren-dan-kejahatan-pikiran\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/2025\/10\/14\/trans7-pesantren-dan-kejahatan-pikiran\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/nawacita.co\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/Sudirman.jpeg","datePublished":"2025-10-14T12:12:09+00:00","description":"Nawacita - Dan kelak, yang akan memandikan jenazah kalian bukan presenter glamor, bukan produser yang pandai memotong adegan.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/2025\/10\/14\/trans7-pesantren-dan-kejahatan-pikiran\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/nawacita.co\/index.php\/2025\/10\/14\/trans7-pesantren-dan-kejahatan-pikiran\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/2025\/10\/14\/trans7-pesantren-dan-kejahatan-pikiran\/#primaryimage","url":"https:\/\/nawacita.co\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/Sudirman.jpeg","contentUrl":"https:\/\/nawacita.co\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/Sudirman.jpeg","width":1284,"height":1354,"caption":"Sudirman"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/2025\/10\/14\/trans7-pesantren-dan-kejahatan-pikiran\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/nawacita.co\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"TRANS7, PESANTREN, DAN KEJAHATAN PIKIRAN"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/nawacita.co\/#website","url":"https:\/\/nawacita.co\/","name":"Nawacita","description":"Berita Kementerian, BUMN, Pemerintah dan Politik","publisher":{"@id":"https:\/\/nawacita.co\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/nawacita.co\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/nawacita.co\/#organization","name":"Nawacita","url":"https:\/\/nawacita.co\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/nawacita.co\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/nawacita.co\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/Logo-Nawacita-2021.png","contentUrl":"https:\/\/nawacita.co\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/Logo-Nawacita-2021.png","width":1676,"height":422,"caption":"Nawacita"},"image":{"@id":"https:\/\/nawacita.co\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/nawacitaco-1763136813898723\/?ref=aymt_homepage_panel","https:\/\/x.com\/nawacit4"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/nawacita.co\/#\/schema\/person\/599683af640858fd3b790bc37828ba57","name":"redaksi","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/a3ea3038dabe75a981e9a69b300b8272c74e0729c55e2f30478cde7add6c42f6?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/a3ea3038dabe75a981e9a69b300b8272c74e0729c55e2f30478cde7add6c42f6?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/a3ea3038dabe75a981e9a69b300b8272c74e0729c55e2f30478cde7add6c42f6?s=96&d=mm&r=g","caption":"redaksi"},"sameAs":["nawacitaportal","https:\/\/x.com\/nawacit4"],"url":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/author\/redaksi\/"}]}},"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/nawacita.co\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/Sudirman.jpeg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/262942","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=262942"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/262942\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/262943"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=262942"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=262942"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=262942"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}