{"id":25297,"date":"2018-04-03T14:44:57","date_gmt":"2018-04-03T07:44:57","guid":{"rendered":"http:\/\/nawacita.co\/?p=25297"},"modified":"2018-04-03T14:44:57","modified_gmt":"2018-04-03T07:44:57","slug":"tanggapan-mui-pusat-soal-puisi-sukmawati","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/2018\/04\/03\/tanggapan-mui-pusat-soal-puisi-sukmawati\/","title":{"rendered":"Tanggapan MUI Pusat Soal Puisi Sukmawati"},"content":{"rendered":"<p><strong>JAKARTA, <a href=\"https:\/\/nawacita.co\/\">Nawacita<\/a><\/strong> &#8212; Ketua Komisi Dakwah Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, KH Cholil Nafis menanggapi munculnya puisi berjudul &#8216;Ibu Indonesia&#8217; yang ditulis Putri Proklamator Bung Karno, Sukmawati. Pasalnya, dalam puisi tersebut dinilai berbau Suku, Agama, Ras, dan Antar Golongan (SARA).<\/p>\n<p>Dalam puisi tersebut, Sukmawati menyinggung bahwa ia tak mengerti tentang syariat Islam. Karena itu, menurut Kiai Cholil, seorang yang bangga dirinya tidak mengerti tentang syariat Islam adalah suatu kecelakaan.<\/p>\n<p>&#8220;Tak mengerti syariat Islam bagi pemula itu keniscayan, tapi bangga dengan tak paham syariah bagi muslimah adalah &#8216;kecelakan&#8217;. Syariah itu sumber ajaran Islam yang wajib diketahui oleh pemeluknya. Syariah itu original dari Allah SWT,&#8221; ujar Kiai Cholil kepada\u00a0<strong><em>Republika.co.id<\/em><\/strong>, Selasa (3\/4).<\/p>\n<p>Dalam pusinya, Sukmawati juga mengungkapkan bahwa sari konde ibu Indonesia sangatlah indah dan lebih cantik dari cadar. Padahal, menurut Kiai Cholil, cadar itu produk fikih dari ijtihad ulama yang meyakini sebagai syariah berdasarkan dalil Alqur&#8217;an Surat an-Nur ayat 31, khususnya menurut pendapat Ibnu Mas&#8217;ud.<\/p>\n<p>&#8220;Walaupun ulama yang tak mewajibkan cadar, namun tak soal keindahan semata karena juga soal kepatuhan kepada Allah SWT,&#8221; ucapnya.<\/p>\n<p>Tidak hanya soal cadar, Sukmawati dalam puisinya juga menyinggung soal azan. Kiai Cholil pun menjelaskan bahwa azan itu syi&#8217;ar Islam untuk memberitahu dan memangil untuk mendirikan shalat. &#8220;Azan bukan sekadar soal merdu suara muazinnya dikuping, tapi bagi muslim Azan itu menembus hati karena berisi keaguangan Allah, syahadat dan ajakan untuk meraih kebahagiaan,&#8221; kata Pengasuh Ponpes Cendikia Amanah Depok ini.<\/p>\n<p>Kiai Cholil menambahkan, nusantara sangat kaya akan budaya dan nilai, sehingga menilai keindahan tidak boleh merendahkan yang lain. Menurut dia, tak elok jika seorang putri pendiri bangsa menyinggung yang lain untuk membangun kerukunan umat beragama.<\/p>\n<p>&#8220;Cadar dan azan menyangkut keyakinan bukan soal keindahan, meskipun keduanya itu tak saling bertentangan. Tak layak membandingkan sesuatu yang memang tidak untuk dibandingkan apalagi wilayah subjektif individu dan pelantunnya. Mana kebinekaannya itu yang didengungkan,&#8221; ungkap Kiai asal Madura ini.<\/p>\n<p>Puisi yang dibacakan Sukmawati sudah beredar viral di dunia maya. Puisi tersebut dibacakan di ajang Indonesia Fashion Week 2018, Jakata Convention Centre, Rabu (28\/3). Hingga berita ini diturunkan,\u00a0<em>Republika<\/em>belum mendapatkan klarifikasi atau konfirmasi dari Sukmawati.<\/p>\n<p>Berikut puisi yang dibacakan Sukmawati:<\/p>\n<p><em>Ibu Indonesia<\/em><\/p>\n<p><em>Aku tak tahu Syariat Islam<\/em><\/p>\n<p><em>Yang kutahu sari konde ibu Indonesia sangatlah indah<\/em><\/p>\n<p><em>Lebih cantik dari cadar dirimu<\/em><\/p>\n<p><em>Gerai tekukan rambutnya suci<\/em><\/p>\n<p><em>Sesuci kain pembungkus ujudmu<\/em><\/p>\n<p><em>Rasa ciptanya sangatlah beraneka<\/em><\/p>\n<p><em>Menyatu dengan kodrat alam sekitar<\/em><\/p>\n<p><em>Jari jemarinya berbau getah hutan<\/em><\/p>\n<p><em>Peluh tersentuh angin laut<\/em><\/p>\n<p><em>Lihatlah ibu Indonesia<\/em><\/p>\n<p><em>Saat penglihatanmu semakin asing<\/em><\/p>\n<p><em>Supaya kau dapat mengingat<\/em><\/p>\n<p><em>Kecantikan asli dari bangsamu<\/em><\/p>\n<p><em>Jika kau ingin menjadi cantik, sehat, berbudi, dan kreatif<\/em><\/p>\n<p><em>Selamat datang di duniaku, bumi Ibu Indonesia<\/em><\/p>\n<p><em>Aku tak tahu syariat Islam<\/em><\/p>\n<p><em>Yang kutahu suara kidung Ibu Indonesia, sangatlah elok<\/em><\/p>\n<p><em>Lebih merdu dari alunan azan mu<\/em><\/p>\n<p><em>Gemulai gerak tarinya adalah ibadah<\/em><\/p>\n<p><em>Semurni irama puja kepada Illahi<\/em><\/p>\n<p><em>Nafas doanya berpadu cipta<\/em><\/p>\n<p><em>Helai demi helai benang tertenun<\/em><\/p>\n<p><em>Lelehan demi lelehan damar mengalun<\/em><\/p>\n<p><em>Canting menggores ayat ayat alam surgawi<\/em><\/p>\n<p><em>Pandanglah Ibu Indonesia<\/em><\/p>\n<p><em>Saat pandanganmu semakin pudar<\/em><\/p>\n<p><em>Supaya kau dapat mengetahui kemolekan sejati dari bangsamu<\/em><\/p>\n<p><em>Sudah sejak dahulu kala riwayat bangsa beradab ini cinta dan hormat kepada ibu Indonesia dan kaumnya.<\/em><\/p>\n<p>rpblik<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JAKARTA, Nawacita &#8212; Ketua Komisi Dakwah Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, KH Cholil Nafis menanggapi munculnya puisi berjudul &#8216;Ibu Indonesia&#8217; yang ditulis Putri Proklamator Bung Karno, Sukmawati. Pasalnya, dalam puisi tersebut dinilai berbau Suku, Agama, Ras, dan Antar Golongan (SARA). Dalam puisi tersebut, Sukmawati menyinggung bahwa ia tak mengerti tentang syariat Islam. Karena itu, menurut [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":25298,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2],"tags":[],"class_list":{"0":"post-25297","1":"post","2":"type-post","3":"status-publish","4":"format-standard","5":"has-post-thumbnail","7":"category-nasional"},"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.5 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Tanggapan MUI Pusat Soal Puisi Sukmawati - Nawacita<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"JAKARTA, Nawacita -- Ketua Komisi Dakwah Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, KH Cholil Nafis menanggapi munculnya puisi berjudul\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/2018\/04\/03\/tanggapan-mui-pusat-soal-puisi-sukmawati\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Tanggapan MUI Pusat Soal Puisi Sukmawati - Nawacita\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"JAKARTA, Nawacita -- Ketua Komisi Dakwah Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, KH Cholil Nafis menanggapi munculnya puisi berjudul\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/2018\/04\/03\/tanggapan-mui-pusat-soal-puisi-sukmawati\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Nawacita\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/nawacitaco-1763136813898723\/?ref=aymt_homepage_panel\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2018-04-03T07:44:57+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/nawacita.co\/wp-content\/uploads\/2018\/04\/28534_620.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"620\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"354\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"redaksi\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@nawacit4\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@nawacit4\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"redaksi\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"3 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/index.php\\\/2018\\\/04\\\/03\\\/tanggapan-mui-pusat-soal-puisi-sukmawati\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/index.php\\\/2018\\\/04\\\/03\\\/tanggapan-mui-pusat-soal-puisi-sukmawati\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"redaksi\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/599683af640858fd3b790bc37828ba57\"},\"headline\":\"Tanggapan MUI Pusat Soal Puisi Sukmawati\",\"datePublished\":\"2018-04-03T07:44:57+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/index.php\\\/2018\\\/04\\\/03\\\/tanggapan-mui-pusat-soal-puisi-sukmawati\\\/\"},\"wordCount\":511,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/index.php\\\/2018\\\/04\\\/03\\\/tanggapan-mui-pusat-soal-puisi-sukmawati\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2018\\\/04\\\/28534_620.jpg\",\"articleSection\":[\"Nasional\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/index.php\\\/2018\\\/04\\\/03\\\/tanggapan-mui-pusat-soal-puisi-sukmawati\\\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/index.php\\\/2018\\\/04\\\/03\\\/tanggapan-mui-pusat-soal-puisi-sukmawati\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/index.php\\\/2018\\\/04\\\/03\\\/tanggapan-mui-pusat-soal-puisi-sukmawati\\\/\",\"name\":\"Tanggapan MUI Pusat Soal Puisi Sukmawati - Nawacita\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/index.php\\\/2018\\\/04\\\/03\\\/tanggapan-mui-pusat-soal-puisi-sukmawati\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/index.php\\\/2018\\\/04\\\/03\\\/tanggapan-mui-pusat-soal-puisi-sukmawati\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2018\\\/04\\\/28534_620.jpg\",\"datePublished\":\"2018-04-03T07:44:57+00:00\",\"description\":\"JAKARTA, Nawacita -- Ketua Komisi Dakwah Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, KH Cholil Nafis menanggapi munculnya puisi berjudul\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/index.php\\\/2018\\\/04\\\/03\\\/tanggapan-mui-pusat-soal-puisi-sukmawati\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/index.php\\\/2018\\\/04\\\/03\\\/tanggapan-mui-pusat-soal-puisi-sukmawati\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/index.php\\\/2018\\\/04\\\/03\\\/tanggapan-mui-pusat-soal-puisi-sukmawati\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2018\\\/04\\\/28534_620.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2018\\\/04\\\/28534_620.jpg\",\"width\":620,\"height\":354,\"caption\":\"Sukmawati Sukarnoputri\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/index.php\\\/2018\\\/04\\\/03\\\/tanggapan-mui-pusat-soal-puisi-sukmawati\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Tanggapan MUI Pusat Soal Puisi Sukmawati\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/\",\"name\":\"Nawacita\",\"description\":\"Berita Kementerian, BUMN, Pemerintah dan Politik\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/#organization\",\"name\":\"Nawacita\",\"url\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/10\\\/Logo-Nawacita-2021.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/10\\\/Logo-Nawacita-2021.png\",\"width\":1676,\"height\":422,\"caption\":\"Nawacita\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.facebook.com\\\/nawacitaco-1763136813898723\\\/?ref=aymt_homepage_panel\",\"https:\\\/\\\/x.com\\\/nawacit4\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/599683af640858fd3b790bc37828ba57\",\"name\":\"redaksi\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/a3ea3038dabe75a981e9a69b300b8272c74e0729c55e2f30478cde7add6c42f6?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/a3ea3038dabe75a981e9a69b300b8272c74e0729c55e2f30478cde7add6c42f6?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/a3ea3038dabe75a981e9a69b300b8272c74e0729c55e2f30478cde7add6c42f6?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"redaksi\"},\"sameAs\":[\"nawacitaportal\",\"https:\\\/\\\/x.com\\\/nawacit4\"],\"url\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/index.php\\\/author\\\/redaksi\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Tanggapan MUI Pusat Soal Puisi Sukmawati - Nawacita","description":"JAKARTA, Nawacita -- Ketua Komisi Dakwah Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, KH Cholil Nafis menanggapi munculnya puisi berjudul","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/2018\/04\/03\/tanggapan-mui-pusat-soal-puisi-sukmawati\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Tanggapan MUI Pusat Soal Puisi Sukmawati - Nawacita","og_description":"JAKARTA, Nawacita -- Ketua Komisi Dakwah Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, KH Cholil Nafis menanggapi munculnya puisi berjudul","og_url":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/2018\/04\/03\/tanggapan-mui-pusat-soal-puisi-sukmawati\/","og_site_name":"Nawacita","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/nawacitaco-1763136813898723\/?ref=aymt_homepage_panel","article_published_time":"2018-04-03T07:44:57+00:00","og_image":[{"width":620,"height":354,"url":"https:\/\/nawacita.co\/wp-content\/uploads\/2018\/04\/28534_620.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"redaksi","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@nawacit4","twitter_site":"@nawacit4","twitter_misc":{"Written by":"redaksi","Est. reading time":"3 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/2018\/04\/03\/tanggapan-mui-pusat-soal-puisi-sukmawati\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/2018\/04\/03\/tanggapan-mui-pusat-soal-puisi-sukmawati\/"},"author":{"name":"redaksi","@id":"https:\/\/nawacita.co\/#\/schema\/person\/599683af640858fd3b790bc37828ba57"},"headline":"Tanggapan MUI Pusat Soal Puisi Sukmawati","datePublished":"2018-04-03T07:44:57+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/2018\/04\/03\/tanggapan-mui-pusat-soal-puisi-sukmawati\/"},"wordCount":511,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/nawacita.co\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/2018\/04\/03\/tanggapan-mui-pusat-soal-puisi-sukmawati\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/nawacita.co\/wp-content\/uploads\/2018\/04\/28534_620.jpg","articleSection":["Nasional"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/nawacita.co\/index.php\/2018\/04\/03\/tanggapan-mui-pusat-soal-puisi-sukmawati\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/2018\/04\/03\/tanggapan-mui-pusat-soal-puisi-sukmawati\/","url":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/2018\/04\/03\/tanggapan-mui-pusat-soal-puisi-sukmawati\/","name":"Tanggapan MUI Pusat Soal Puisi Sukmawati - Nawacita","isPartOf":{"@id":"https:\/\/nawacita.co\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/2018\/04\/03\/tanggapan-mui-pusat-soal-puisi-sukmawati\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/2018\/04\/03\/tanggapan-mui-pusat-soal-puisi-sukmawati\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/nawacita.co\/wp-content\/uploads\/2018\/04\/28534_620.jpg","datePublished":"2018-04-03T07:44:57+00:00","description":"JAKARTA, Nawacita -- Ketua Komisi Dakwah Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, KH Cholil Nafis menanggapi munculnya puisi berjudul","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/2018\/04\/03\/tanggapan-mui-pusat-soal-puisi-sukmawati\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/nawacita.co\/index.php\/2018\/04\/03\/tanggapan-mui-pusat-soal-puisi-sukmawati\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/2018\/04\/03\/tanggapan-mui-pusat-soal-puisi-sukmawati\/#primaryimage","url":"https:\/\/nawacita.co\/wp-content\/uploads\/2018\/04\/28534_620.jpg","contentUrl":"https:\/\/nawacita.co\/wp-content\/uploads\/2018\/04\/28534_620.jpg","width":620,"height":354,"caption":"Sukmawati Sukarnoputri"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/2018\/04\/03\/tanggapan-mui-pusat-soal-puisi-sukmawati\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/nawacita.co\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Tanggapan MUI Pusat Soal Puisi Sukmawati"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/nawacita.co\/#website","url":"https:\/\/nawacita.co\/","name":"Nawacita","description":"Berita Kementerian, BUMN, Pemerintah dan Politik","publisher":{"@id":"https:\/\/nawacita.co\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/nawacita.co\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/nawacita.co\/#organization","name":"Nawacita","url":"https:\/\/nawacita.co\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/nawacita.co\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/nawacita.co\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/Logo-Nawacita-2021.png","contentUrl":"https:\/\/nawacita.co\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/Logo-Nawacita-2021.png","width":1676,"height":422,"caption":"Nawacita"},"image":{"@id":"https:\/\/nawacita.co\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/nawacitaco-1763136813898723\/?ref=aymt_homepage_panel","https:\/\/x.com\/nawacit4"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/nawacita.co\/#\/schema\/person\/599683af640858fd3b790bc37828ba57","name":"redaksi","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/a3ea3038dabe75a981e9a69b300b8272c74e0729c55e2f30478cde7add6c42f6?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/a3ea3038dabe75a981e9a69b300b8272c74e0729c55e2f30478cde7add6c42f6?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/a3ea3038dabe75a981e9a69b300b8272c74e0729c55e2f30478cde7add6c42f6?s=96&d=mm&r=g","caption":"redaksi"},"sameAs":["nawacitaportal","https:\/\/x.com\/nawacit4"],"url":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/author\/redaksi\/"}]}},"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/nawacita.co\/wp-content\/uploads\/2018\/04\/28534_620.jpg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/25297","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=25297"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/25297\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/25298"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=25297"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=25297"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=25297"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}