{"id":222352,"date":"2024-09-03T12:08:01","date_gmt":"2024-09-03T05:08:01","guid":{"rendered":"https:\/\/nawacita.co\/?p=222352"},"modified":"2024-09-03T10:53:27","modified_gmt":"2024-09-03T03:53:27","slug":"menkes-angka-kematian-bayi-di-indonesia-tinggi-prematur-jadi-penyebab-utama","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/2024\/09\/03\/menkes-angka-kematian-bayi-di-indonesia-tinggi-prematur-jadi-penyebab-utama\/","title":{"rendered":"Menkes: Angka Kematian Bayi di Indonesia Tinggi, Prematur jadi Penyebab Utama"},"content":{"rendered":"<h1>Menkes: Angka Kematian Bayi di Indonesia Tinggi, Prematur jadi Penyebab Utama<\/h1>\n<p><strong>Denpasar, <a href=\"https:\/\/nawacita.co\">Nawacita<\/a><\/strong> | Kemenkes menyebut kematian bayi di Indonesia paling banyak disebabkan kelahiran prematur.<\/p>\n<p>&#8220;Di Indonesia paling banyak (meninggal) karena prematur,&#8221; kata Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin saat ditemui usai peresmian Gedung Pelayanan Kesehatan Ibu dan Anak RSUP Ngoerah di Denpasar, Senin (2\/9\/2024).<\/p>\n<p>Budi mengatakan setiap tahunnya ada 78 ribu bayi di Indonesia yang meninggal dari 4,6 juta yang dilahirkan. Paling banyak terjadi di pulau Jawa mengingat jumlah penduduk di daerah itu juga sangat besar.<\/p>\n<p>Seperti ditulis laman Sehat Negeriku Kementerian Kesehatan, berdasarkan Riset Kesehatan Dasar 2018, prevalensi angka kelahiran prematur di Indonesia tahun 2018 sebanyak 29,5 persen per 1.000 kelahiran hidup. Indonesia berada pada posisi ke-5 tertinggi di dunia untuk persalinan prematur, yaitu sekitar 657.700 kasus.<\/p>\n<p>Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organozation\/WHO) memperkirakan 13,4 juta bayi lahir prematur pada tahun 2020. Jumlah itu lebih dari 1 dari 10 bayi lahir. Menurut WHO pula, sekitar 900 ribu anak meninggal pada tahun 2019 karena komplikasi kelahiran prematur dan banyak penyintas yang menghadapi disabilitas seumur hidup, termasuk ketidakmampuan belajar serta gangguan penglihatan dan pendengaran.<\/p>\n<figure id=\"attachment_222353\" aria-describedby=\"caption-attachment-222353\" style=\"width: 750px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-222353\" src=\"https:\/\/nawacita.co\/wp-content\/uploads\/2024\/09\/41831c63-5ac8-40dd-9c76-a1cdff199c21-191225354-1.jpg\" alt=\"kematian bayi prematur\" width=\"750\" height=\"562\" srcset=\"https:\/\/nawacita.co\/wp-content\/uploads\/2024\/09\/41831c63-5ac8-40dd-9c76-a1cdff199c21-191225354-1.jpg 750w, https:\/\/nawacita.co\/wp-content\/uploads\/2024\/09\/41831c63-5ac8-40dd-9c76-a1cdff199c21-191225354-1-300x225.jpg 300w, https:\/\/nawacita.co\/wp-content\/uploads\/2024\/09\/41831c63-5ac8-40dd-9c76-a1cdff199c21-191225354-1-560x420.jpg 560w, https:\/\/nawacita.co\/wp-content\/uploads\/2024\/09\/41831c63-5ac8-40dd-9c76-a1cdff199c21-191225354-1-80x60.jpg 80w, https:\/\/nawacita.co\/wp-content\/uploads\/2024\/09\/41831c63-5ac8-40dd-9c76-a1cdff199c21-191225354-1-696x522.jpg 696w, https:\/\/nawacita.co\/wp-content\/uploads\/2024\/09\/41831c63-5ac8-40dd-9c76-a1cdff199c21-191225354-1-265x198.jpg 265w\" sizes=\"auto, (max-width: 750px) 100vw, 750px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-222353\" class=\"wp-caption-text\">Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin saat ditemui usai peresmian Gedung Pelayanan Kesehatan Ibu dan Anak RSUP Ngoerah di Denpasar, Senin (2\/9\/2024).<\/figcaption><\/figure>\n<p>Riset Kesehatan Dasar 2018 juga menjabarkan bahwa saat bayi prematur lahir selalu diikuti dengan berat badan lahir rendah. Adapun prevalensi bayi prematur di Indonesia di angka 7 hingga 14 persen dari total kelahiran, padahal di di beberapa negara hanya 5 hingga 9 persen.<\/p>\n<p>Menkes Budi mengatakan, pernikahan dini juga menjadi salah satu faktor penyebab timbulnya masalah pada rahim istri, sehingga bayi cepat lahir dengan bobot yang di bawah rata-rata kelahiran normal.<\/p>\n<p>&#8220;Di Indonesia menikahnya terlampau cepat, ada masalah di kandungan, di bawah 37 minggu lahirnya,&#8221; katanya.<\/p>\n<p>Untuk menangani kasus tersebut, saat ini pemerintah membagi perawatan bayi dengan tingkatan berat saat kelahiran untuk menekan angka kematian bayi. Dia pun tidak menjelaskan secara detail terkait dengan mekanisme penanganan bayi di setiap tingkatannya, sehingga berpengaruh terhadap penekanan angka kematian bayi.<\/p>\n<p>&#8220;Kita sudah bagi, di puskesmas bisa di bawah 2 kilogram, di 514 rumah sakit kabupaten\/kota bisa di bawah 1,8 kilogram, rumah sakit provinsi bisa sampai 1 kilogram dan di bawah 1 kilogram RS vertikal kita,&#8221; kata dia.<\/p>\n<p><strong>Baca Juga:\u00a0<a href=\"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/2024\/08\/19\/kemenkes-catat-ada-88-kasus-cacar-monyet-di-indonesia\/\">Kemenkes Catat Ada 88 Kasus Cacar Monyet di Indonesia<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Itulah sebabnya, Kementerian Kesehatan terus membangun lebih banyak pelayanan rumah sakit ibu dan anak untuk menangani kelahiran di bawah rata-rata dan mengurangi kematian bayi.<\/p>\n<p>Dia merincikan, setelah pandemi Covid-19 selesai, pemerintah menargetkan ada 17 rumah sakit ibu dan anak yang akan didirikan di Indonesia, salah satunya Gedung Pelayanan Kesehatan Ibu dan Anak di Rumah Sakit Umum Pusat Prof. Ngoerah Denpasar yang diresmikan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo.<\/p>\n<p>Dari 17 tersebut, ada 12 yang pembangunannya sudah dimulai, sedangkan sisanya akan dimulai pada pemerintah presiden selanjutnya di mana pendanaannya sudah disiapkan.<\/p>\n<p>Menurut Menkes, RS Ibu dan Anak menjadi kebutuhan penting untuk segera dibangun mengacu pada data kematian bayi yang banyak terjadi di Indonesia. <strong>kmps<\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Menkes: Angka Kematian Bayi di Indonesia Tinggi, Prematur jadi Penyebab Utama Denpasar, Nawacita | Kemenkes menyebut kematian bayi di Indonesia paling banyak disebabkan kelahiran prematur. &#8220;Di Indonesia paling banyak (meninggal) karena prematur,&#8221; kata Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin saat ditemui usai peresmian Gedung Pelayanan Kesehatan Ibu dan Anak RSUP Ngoerah di Denpasar, Senin (2\/9\/2024). [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1459,"featured_media":222354,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2],"tags":[25,82550,82551,3067,82552,43630],"class_list":{"0":"post-222352","1":"post","2":"type-post","3":"status-publish","4":"format-standard","5":"has-post-thumbnail","7":"category-nasional","8":"tag-bayi","9":"tag-bayi-prematur","10":"tag-kematian-bayi-di-indonesia","11":"tag-kemenkes","12":"tag-lahir-prematur","13":"tag-menteri-kesehatan-menkes-budi-gunadi-sadikin"},"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.5 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Menkes: Angka Kematian Bayi di Indonesia Tinggi, Prematur jadi Penyebab Utama<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Denpasar, Nawacita | Kemenkes menyebut kematian bayi di Indonesia paling banyak disebabkan kelahiran prematur.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/2024\/09\/03\/menkes-angka-kematian-bayi-di-indonesia-tinggi-prematur-jadi-penyebab-utama\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Menkes: Angka Kematian Bayi di Indonesia Tinggi, Prematur jadi Penyebab Utama\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Denpasar, Nawacita | Kemenkes menyebut kematian bayi di Indonesia paling banyak disebabkan kelahiran prematur.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/2024\/09\/03\/menkes-angka-kematian-bayi-di-indonesia-tinggi-prematur-jadi-penyebab-utama\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Nawacita\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/nawacitaco-1763136813898723\/?ref=aymt_homepage_panel\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2024-09-03T05:08:01+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/nawacita.co\/wp-content\/uploads\/2024\/09\/dcb7d38b-20bb-4009-9edf-82e3fbf0e997_43.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"750\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"559\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Nuris Mardhatika\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@nawacit4\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@nawacit4\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Nuris Mardhatika\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"3 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/index.php\\\/2024\\\/09\\\/03\\\/menkes-angka-kematian-bayi-di-indonesia-tinggi-prematur-jadi-penyebab-utama\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/index.php\\\/2024\\\/09\\\/03\\\/menkes-angka-kematian-bayi-di-indonesia-tinggi-prematur-jadi-penyebab-utama\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"Nuris Mardhatika\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/140e3531b7814b46fa8c6e0b288251b8\"},\"headline\":\"Menkes: Angka Kematian Bayi di Indonesia Tinggi, Prematur jadi Penyebab Utama\",\"datePublished\":\"2024-09-03T05:08:01+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/index.php\\\/2024\\\/09\\\/03\\\/menkes-angka-kematian-bayi-di-indonesia-tinggi-prematur-jadi-penyebab-utama\\\/\"},\"wordCount\":482,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/index.php\\\/2024\\\/09\\\/03\\\/menkes-angka-kematian-bayi-di-indonesia-tinggi-prematur-jadi-penyebab-utama\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/09\\\/dcb7d38b-20bb-4009-9edf-82e3fbf0e997_43.jpg\",\"keywords\":[\"bayi\",\"bayi prematur\",\"kematian bayi di Indonesia\",\"kemenkes\",\"lahir prematur\",\"Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin\"],\"articleSection\":[\"Nasional\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/index.php\\\/2024\\\/09\\\/03\\\/menkes-angka-kematian-bayi-di-indonesia-tinggi-prematur-jadi-penyebab-utama\\\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/index.php\\\/2024\\\/09\\\/03\\\/menkes-angka-kematian-bayi-di-indonesia-tinggi-prematur-jadi-penyebab-utama\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/index.php\\\/2024\\\/09\\\/03\\\/menkes-angka-kematian-bayi-di-indonesia-tinggi-prematur-jadi-penyebab-utama\\\/\",\"name\":\"Menkes: Angka Kematian Bayi di Indonesia Tinggi, Prematur jadi Penyebab Utama\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/index.php\\\/2024\\\/09\\\/03\\\/menkes-angka-kematian-bayi-di-indonesia-tinggi-prematur-jadi-penyebab-utama\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/index.php\\\/2024\\\/09\\\/03\\\/menkes-angka-kematian-bayi-di-indonesia-tinggi-prematur-jadi-penyebab-utama\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/09\\\/dcb7d38b-20bb-4009-9edf-82e3fbf0e997_43.jpg\",\"datePublished\":\"2024-09-03T05:08:01+00:00\",\"description\":\"Denpasar, Nawacita | Kemenkes menyebut kematian bayi di Indonesia paling banyak disebabkan kelahiran prematur.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/index.php\\\/2024\\\/09\\\/03\\\/menkes-angka-kematian-bayi-di-indonesia-tinggi-prematur-jadi-penyebab-utama\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/index.php\\\/2024\\\/09\\\/03\\\/menkes-angka-kematian-bayi-di-indonesia-tinggi-prematur-jadi-penyebab-utama\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/index.php\\\/2024\\\/09\\\/03\\\/menkes-angka-kematian-bayi-di-indonesia-tinggi-prematur-jadi-penyebab-utama\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/09\\\/dcb7d38b-20bb-4009-9edf-82e3fbf0e997_43.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/09\\\/dcb7d38b-20bb-4009-9edf-82e3fbf0e997_43.jpg\",\"width\":750,\"height\":559,\"caption\":\"ilustrasi bayi prematur\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/index.php\\\/2024\\\/09\\\/03\\\/menkes-angka-kematian-bayi-di-indonesia-tinggi-prematur-jadi-penyebab-utama\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Menkes: Angka Kematian Bayi di Indonesia Tinggi, Prematur jadi Penyebab Utama\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/\",\"name\":\"Nawacita\",\"description\":\"Berita Kementerian, BUMN, Pemerintah dan Politik\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/#organization\",\"name\":\"Nawacita\",\"url\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/10\\\/Logo-Nawacita-2021.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/10\\\/Logo-Nawacita-2021.png\",\"width\":1676,\"height\":422,\"caption\":\"Nawacita\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.facebook.com\\\/nawacitaco-1763136813898723\\\/?ref=aymt_homepage_panel\",\"https:\\\/\\\/x.com\\\/nawacit4\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/140e3531b7814b46fa8c6e0b288251b8\",\"name\":\"Nuris Mardhatika\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/59991d6a6a57ee9bed1ddf63211978943632845fd878baa6ed3380e9f50a0c06?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/59991d6a6a57ee9bed1ddf63211978943632845fd878baa6ed3380e9f50a0c06?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/59991d6a6a57ee9bed1ddf63211978943632845fd878baa6ed3380e9f50a0c06?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Nuris Mardhatika\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/nawacita.co\"],\"url\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/index.php\\\/author\\\/nurismardhatika\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Menkes: Angka Kematian Bayi di Indonesia Tinggi, Prematur jadi Penyebab Utama","description":"Denpasar, Nawacita | Kemenkes menyebut kematian bayi di Indonesia paling banyak disebabkan kelahiran prematur.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/2024\/09\/03\/menkes-angka-kematian-bayi-di-indonesia-tinggi-prematur-jadi-penyebab-utama\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Menkes: Angka Kematian Bayi di Indonesia Tinggi, Prematur jadi Penyebab Utama","og_description":"Denpasar, Nawacita | Kemenkes menyebut kematian bayi di Indonesia paling banyak disebabkan kelahiran prematur.","og_url":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/2024\/09\/03\/menkes-angka-kematian-bayi-di-indonesia-tinggi-prematur-jadi-penyebab-utama\/","og_site_name":"Nawacita","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/nawacitaco-1763136813898723\/?ref=aymt_homepage_panel","article_published_time":"2024-09-03T05:08:01+00:00","og_image":[{"width":750,"height":559,"url":"https:\/\/nawacita.co\/wp-content\/uploads\/2024\/09\/dcb7d38b-20bb-4009-9edf-82e3fbf0e997_43.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Nuris Mardhatika","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@nawacit4","twitter_site":"@nawacit4","twitter_misc":{"Written by":"Nuris Mardhatika","Est. reading time":"3 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/2024\/09\/03\/menkes-angka-kematian-bayi-di-indonesia-tinggi-prematur-jadi-penyebab-utama\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/2024\/09\/03\/menkes-angka-kematian-bayi-di-indonesia-tinggi-prematur-jadi-penyebab-utama\/"},"author":{"name":"Nuris Mardhatika","@id":"https:\/\/nawacita.co\/#\/schema\/person\/140e3531b7814b46fa8c6e0b288251b8"},"headline":"Menkes: Angka Kematian Bayi di Indonesia Tinggi, Prematur jadi Penyebab Utama","datePublished":"2024-09-03T05:08:01+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/2024\/09\/03\/menkes-angka-kematian-bayi-di-indonesia-tinggi-prematur-jadi-penyebab-utama\/"},"wordCount":482,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/nawacita.co\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/2024\/09\/03\/menkes-angka-kematian-bayi-di-indonesia-tinggi-prematur-jadi-penyebab-utama\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/nawacita.co\/wp-content\/uploads\/2024\/09\/dcb7d38b-20bb-4009-9edf-82e3fbf0e997_43.jpg","keywords":["bayi","bayi prematur","kematian bayi di Indonesia","kemenkes","lahir prematur","Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin"],"articleSection":["Nasional"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/nawacita.co\/index.php\/2024\/09\/03\/menkes-angka-kematian-bayi-di-indonesia-tinggi-prematur-jadi-penyebab-utama\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/2024\/09\/03\/menkes-angka-kematian-bayi-di-indonesia-tinggi-prematur-jadi-penyebab-utama\/","url":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/2024\/09\/03\/menkes-angka-kematian-bayi-di-indonesia-tinggi-prematur-jadi-penyebab-utama\/","name":"Menkes: Angka Kematian Bayi di Indonesia Tinggi, Prematur jadi Penyebab Utama","isPartOf":{"@id":"https:\/\/nawacita.co\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/2024\/09\/03\/menkes-angka-kematian-bayi-di-indonesia-tinggi-prematur-jadi-penyebab-utama\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/2024\/09\/03\/menkes-angka-kematian-bayi-di-indonesia-tinggi-prematur-jadi-penyebab-utama\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/nawacita.co\/wp-content\/uploads\/2024\/09\/dcb7d38b-20bb-4009-9edf-82e3fbf0e997_43.jpg","datePublished":"2024-09-03T05:08:01+00:00","description":"Denpasar, Nawacita | Kemenkes menyebut kematian bayi di Indonesia paling banyak disebabkan kelahiran prematur.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/2024\/09\/03\/menkes-angka-kematian-bayi-di-indonesia-tinggi-prematur-jadi-penyebab-utama\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/nawacita.co\/index.php\/2024\/09\/03\/menkes-angka-kematian-bayi-di-indonesia-tinggi-prematur-jadi-penyebab-utama\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/2024\/09\/03\/menkes-angka-kematian-bayi-di-indonesia-tinggi-prematur-jadi-penyebab-utama\/#primaryimage","url":"https:\/\/nawacita.co\/wp-content\/uploads\/2024\/09\/dcb7d38b-20bb-4009-9edf-82e3fbf0e997_43.jpg","contentUrl":"https:\/\/nawacita.co\/wp-content\/uploads\/2024\/09\/dcb7d38b-20bb-4009-9edf-82e3fbf0e997_43.jpg","width":750,"height":559,"caption":"ilustrasi bayi prematur"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/2024\/09\/03\/menkes-angka-kematian-bayi-di-indonesia-tinggi-prematur-jadi-penyebab-utama\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/nawacita.co\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Menkes: Angka Kematian Bayi di Indonesia Tinggi, Prematur jadi Penyebab Utama"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/nawacita.co\/#website","url":"https:\/\/nawacita.co\/","name":"Nawacita","description":"Berita Kementerian, BUMN, Pemerintah dan Politik","publisher":{"@id":"https:\/\/nawacita.co\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/nawacita.co\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/nawacita.co\/#organization","name":"Nawacita","url":"https:\/\/nawacita.co\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/nawacita.co\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/nawacita.co\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/Logo-Nawacita-2021.png","contentUrl":"https:\/\/nawacita.co\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/Logo-Nawacita-2021.png","width":1676,"height":422,"caption":"Nawacita"},"image":{"@id":"https:\/\/nawacita.co\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/nawacitaco-1763136813898723\/?ref=aymt_homepage_panel","https:\/\/x.com\/nawacit4"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/nawacita.co\/#\/schema\/person\/140e3531b7814b46fa8c6e0b288251b8","name":"Nuris Mardhatika","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/59991d6a6a57ee9bed1ddf63211978943632845fd878baa6ed3380e9f50a0c06?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/59991d6a6a57ee9bed1ddf63211978943632845fd878baa6ed3380e9f50a0c06?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/59991d6a6a57ee9bed1ddf63211978943632845fd878baa6ed3380e9f50a0c06?s=96&d=mm&r=g","caption":"Nuris Mardhatika"},"sameAs":["https:\/\/nawacita.co"],"url":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/author\/nurismardhatika\/"}]}},"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/nawacita.co\/wp-content\/uploads\/2024\/09\/dcb7d38b-20bb-4009-9edf-82e3fbf0e997_43.jpg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/222352","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1459"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=222352"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/222352\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/222354"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=222352"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=222352"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=222352"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}