{"id":207234,"date":"2024-04-08T15:26:46","date_gmt":"2024-04-08T08:26:46","guid":{"rendered":"https:\/\/nawacita.co\/?p=207234"},"modified":"2024-04-08T15:32:15","modified_gmt":"2024-04-08T08:32:15","slug":"ciledug-tak-masuk-deretan-wisata-mudik-lebaran-di-jawa-barat","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/2024\/04\/08\/ciledug-tak-masuk-deretan-wisata-mudik-lebaran-di-jawa-barat\/","title":{"rendered":"Ciledug Tak Masuk Deretan Wisata Mudik Lebaran di Jawa Barat"},"content":{"rendered":"<h1 class=\"title\" data-reader-unique-id=\"titleElement\">Tempat Wisata Alam Tersembunyi di Jawa Barat yang Paling Eksotik<\/h1>\n<p data-reader-unique-id=\"45\"><strong><a href=\"http:\/\/Nawacita.co\">Nawacita &#8211;<\/a>\u00a0<\/strong>Provinsi Jawa Barat memiliki sejumlah kabupaten dan kota dengan karakteristik menarik untuk wisata. Mengutip dari tulisan\u00a0<em style=\"color: #111111; font-family: Roboto, sans-serif; font-size: 19px;\" data-reader-unique-id=\"41\">Imron Ramadhan dan<\/em><span data-reader-unique-id=\"43\"><em data-reader-unique-id=\"44\">\u00a0Matin Firas Harahap\u00a0<\/em>di website indonesiatripcanvas, ada sederet tempat wisata Jawa Barat yang cocok untuk dikunjungi disela mudik lebaran. Namun sayan deretan tempat wisata Jawa Barat itu tidak ada Ciledug.<\/span><\/p>\n<p data-reader-unique-id=\"45\">Terbentang dari pesisir Indramayu di bagian utara hingga Pangandaran di bagian selatan, dari Sukabumi di bagian barat sampai Kuningan di ujung timur, Jawa Barat merupakan salah satu provinsi dengan populasi terpadat di Indonesia.<\/p>\n<p data-reader-unique-id=\"46\">Pada abad ke-5 wilayah ini merupakan bagian dari Kerajaan Tarumanegara, yang dilanjutkan oleh Kerajaan Sunda dengan ibukota Pakuan Pajajaran (sekarang Kota Bogor). Dan pada abad ke-16 berdirilah Kesultanan Cirebon yang masih ada hingga saat ini. Tak heran kalau Jawa Barat kaya akan warisan adat dan budaya luhur yang terjaga apik.<\/p>\n<p data-reader-unique-id=\"47\"><span data-reader-unique-id=\"48\"><em data-reader-unique-id=\"49\">Berikut daftar Wisata di Jawa Barat yang wajin dikunjungi di tahun 2024\u00a0<\/em><\/span><\/p>\n<h6 data-reader-unique-id=\"57\">1. Berkelana ke Dunia Purbakala Jurrasic World: Pulau Biawak, Indramayu<\/h6>\n<p data-reader-unique-id=\"58\">Anda tentu sudah familiar dengan Pulau Komodo di mana reptil purba raksasa komodo hidup berkeliaran dengan bebas.<\/p>\n<p data-reader-unique-id=\"59\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"extendsBeyondTextColumn\" src=\"https:\/\/c2.staticflickr.com\/6\/5792\/22829662015_44059ca375_b.jpg\" alt=\"\" width=\"650\" height=\"600\" data-reader-unique-id=\"60\" \/><\/p>\n<p data-reader-unique-id=\"61\"><em data-reader-unique-id=\"62\">Photo Via: Biawak-dhamadharma<\/em><\/p>\n<p data-reader-unique-id=\"63\">Tapi tahukah Anda kalau tak terlalu jauh dari Jakarta, tepatnya di pesisir utara Indramayu juga terdapat sebuah pulau yang banyak dihuni oleh kadal raksasa?<\/p>\n<p data-reader-unique-id=\"64\">Seperti namanya, Pulau Biawak merupakan habitat alami satwa liar biawak. Dulunya pulau ini tertutup untuk umum karena dijadikan lokasi penelitian milik pemerintah.<\/p>\n<p data-reader-unique-id=\"65\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"extendsBeyondTextColumn\" src=\"https:\/\/c1.staticflickr.com\/1\/701\/22829661345_2e021d5322_b.jpg\" alt=\"\" width=\"650\" height=\"400\" data-reader-unique-id=\"66\" \/><\/p>\n<p data-reader-unique-id=\"67\"><em data-reader-unique-id=\"68\">Photo Via: iewenkphotos,asriiningtyas<\/em><\/p>\n<p data-reader-unique-id=\"69\">Namun kini, asalkan berani, Anda bebas untuk menjelajahi setiap jengkalnya.<\/p>\n<p data-reader-unique-id=\"70\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"extendsBeyondTextColumn\" src=\"https:\/\/c2.staticflickr.com\/6\/5703\/22840840261_d00029c811_b.jpg\" alt=\"\" width=\"650\" height=\"432\" data-reader-unique-id=\"71\" \/><\/p>\n<p data-reader-unique-id=\"72\"><em data-reader-unique-id=\"73\">Photo Via: wisatapulaubiawak<\/em><\/p>\n<p data-reader-unique-id=\"74\">Begitu perahu merapat di pantai Pulau Biawak yang berpasir putih, Anda akan langsung disambut oleh megahnya mercusuar kuno setinggi 65 meter yang sudah ada sejak jaman Belanda. Sungguh pemandangan yang luar biasa!<\/p>\n<p data-reader-unique-id=\"75\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"extendsBeyondTextColumn\" src=\"https:\/\/c1.staticflickr.com\/1\/756\/22411304257_efa0f68dda_b.jpg\" alt=\"\" width=\"650\" height=\"450\" data-reader-unique-id=\"76\" \/><\/p>\n<p data-reader-unique-id=\"77\"><em data-reader-unique-id=\"78\">Photo Via: pulaubiawak_indramayu,iewenkphotos<\/em><\/p>\n<p data-reader-unique-id=\"79\">Anda dapat naik ke puncak mercusuar tersebut melalui tangga berputar untuk melihat seluruh bagian pulau.<\/p>\n<p data-reader-unique-id=\"80\">Tak hanya di daratan saja, pemandangan alam bawah laut sekitar Pulau Biawak\u00a0 pun tak kalah cantiknya. Dan Anda dapat menikmati indahnya bunga karang dan ikan-ikan beraneka warna\u00a0 tersebut sambil snorkeling.<\/p>\n<p data-reader-unique-id=\"81\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"extendsBeyondTextColumn\" src=\"https:\/\/c2.staticflickr.com\/6\/5721\/22437511459_0a86bfd264_b.jpg\" alt=\"\" width=\"650\" height=\"450\" data-reader-unique-id=\"82\" \/><\/p>\n<p data-reader-unique-id=\"83\"><em data-reader-unique-id=\"84\">Photo Via: pulaubiawak_indramayu,satucl,dhamadharma<\/em><\/p>\n<p data-reader-unique-id=\"85\">Kalau Anda cukup bernyali, cobalah jelajahi hutan bakau yang terdapat di pulau ini, siapa tahu \u00a0dapat bertemu langsung dengan \u201csepupu\u201d komodo yang sedang melintas di sela-sela pepohonan.<\/p>\n<p data-reader-unique-id=\"86\">Meskipun tak seagresif komodo, namun biawak dewasa dapat tumbuh sepanjang tiga meter dan juga bisa menggigit! Dan ingat, apabila berpapasan dengan mereka, waspadailah sabetan ekornya, karena itu adalah senjata yang mereka gunakan jika merasa terancam.<\/p>\n<div data-reader-unique-id=\"88\">\n<p data-reader-unique-id=\"89\"><strong data-reader-unique-id=\"90\">Kepulauan Biawak, Indramayu<\/strong><\/p>\n<h3 data-reader-unique-id=\"91\"><strong data-reader-unique-id=\"92\">Telepon:<\/strong> 0838 6724 8421 \/ 0877 1770 5656<br data-reader-unique-id=\"93\" \/><strong data-reader-unique-id=\"94\">Jam Operasional:<\/strong> 06.00 \u2013 22.00<br data-reader-unique-id=\"95\" \/><strong data-reader-unique-id=\"96\">Cara ke Sana:<\/strong> Dari Jakarta naik bus menuju Indramayu atau kereta api menuju Cirebon. Setibanya di Simpang Celeng, perjalanan dilanjutkan menuju Pelabuhan Karangsong. Dari pelabuhan Anda dapat menyewa perahu untuk menyeberang ke Pulau Biawak dengan jarak tempuh 5 sampai 6 jam. Koordinat <a href=\"https:\/\/www.google.com.sg\/maps\/place\/Kepulauan+Biawak,+Indonesia\/\" rel=\"nofollow\" data-reader-unique-id=\"97\">di sini<\/a>.<br data-reader-unique-id=\"98\" \/><strong data-reader-unique-id=\"99\">Tarif:<\/strong> Paket trip mulai dari Rp 480.000 untuk dua hari satu malam.<\/h3>\n<\/div>\n<h6 data-reader-unique-id=\"100\">2. Uji Nyali dan Ketangguhan: Tebing Citatah, Padalarang<\/h6>\n<p data-reader-unique-id=\"101\">Meski hanya berjarak 5 kilometer dari pintu keluar tol Padalarang, Tebing Citatah tidak sepopuler Goa Pawon dan Stone Garden.<\/p>\n<p data-reader-unique-id=\"102\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"extendsBeyondTextColumn\" src=\"https:\/\/c2.staticflickr.com\/6\/5735\/22208512433_c2808e5cb8_b.jpg\" alt=\"\" width=\"650\" height=\"800\" data-reader-unique-id=\"103\" \/><\/p>\n<p data-reader-unique-id=\"104\"><em data-reader-unique-id=\"105\">Photo Via: febefransiska<\/em><\/p>\n<p data-reader-unique-id=\"106\">Saat ini di bawah pengawasan Kopassus, tebing-tebing yang ada di sini kerap digunakan sebagai lokasi latihan militer. Tapi di akhir pekan, ketiga tebing yang ada: Citatah 48, Citatah 90 dan Citatah 125 dibuka untuk pengunjung yang ingin melakukan aktivitas panjat tebing \u2013 tanpa dipungut biaya!<\/p>\n<p data-reader-unique-id=\"107\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"extendsBeyondTextColumn\" src=\"https:\/\/c2.staticflickr.com\/6\/5735\/22816137532_1cbdab8892_b.jpg\" alt=\"\" width=\"650\" height=\"504\" data-reader-unique-id=\"108\" \/><\/p>\n<p data-reader-unique-id=\"109\"><em data-reader-unique-id=\"110\">Citatah-90 (Photo Via: maleber)<\/em><\/p>\n<p data-reader-unique-id=\"111\">Bagi pendaki pemula, Anda dapat coba memanjat tebing Citatah 48 dengan ketinggian 40 hingga 50 meter. Begitu sukses menaklukkan tebing batu kapur ini, Anda akan disambut oleh monumen Belati milik Kopassus sebagai simbol keberhasilan.<\/p>\n<p data-reader-unique-id=\"112\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/c1.staticflickr.com\/1\/649\/22816137792_8ceb25bc88_b.jpg\" alt=\"\" width=\"554\" height=\"600\" data-reader-unique-id=\"113\" \/><\/p>\n<p data-reader-unique-id=\"114\"><em data-reader-unique-id=\"115\">Photo Via: nurulpermatasari<\/em><\/p>\n<p data-reader-unique-id=\"116\">Bukan cuma menguji fisik Anda saja, untuk menaklukkan tebing ini juga dibutuhkan fokus dan ketelitian. Konsentrasi pun dibutuhkan di sini karena setiap saat bahaya dapat mengancam.<\/p>\n<p data-reader-unique-id=\"117\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/c2.staticflickr.com\/6\/5622\/22411291657_9cb93bdd34_b.jpg\" alt=\"\" width=\"554\" height=\"600\" data-reader-unique-id=\"118\" \/><\/p>\n<p data-reader-unique-id=\"119\"><em data-reader-unique-id=\"120\">Photo Via: Fajri-Sendia,achsany-takwim<\/em><\/p>\n<p data-reader-unique-id=\"121\">Karena tingkat kesulitan yang cukup tinggi serta besarnya risiko yang dihadapi, tebing Citatah 90 dan Citatah 125 hanya diperuntukkan bagi pendaki berpengalaman saja, dengan bukti sertifikat serta surat ijin dari pihak berwenang.<\/p>\n<p data-reader-unique-id=\"122\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"extendsBeyondTextColumn\" src=\"https:\/\/c1.staticflickr.com\/1\/605\/22641660980_fa7993cfc4_b.jpg\" alt=\"\" width=\"650\" height=\"800\" data-reader-unique-id=\"123\" \/><\/p>\n<p data-reader-unique-id=\"124\"><em data-reader-unique-id=\"125\">Photo Via: billydesta<\/em><\/p>\n<div data-reader-unique-id=\"127\">\n<p data-reader-unique-id=\"128\"><strong data-reader-unique-id=\"129\">Tebing Citatah, Bojong Loa, Cipatat, Bandung Barat 40554<\/strong><\/p>\n<h3 data-reader-unique-id=\"130\"><strong data-reader-unique-id=\"131\">Cara ke Sana:<\/strong> Keluar dari pintu tol Cipularang di Padalarang, lurus terus hingga melewati dua persimpangan. Lokasi ini berada di sebelah kiri tak jauh setelah melalui Goa Pawon dan Stone Garden. Koordinat <a href=\"https:\/\/www.google.com\/maps\/place\/Tebing+Citatah+125\/@-6.8292533,107.3851481,15z\/data=!4m2!3m1!1s0x0:0x689fb3918831abb8\" rel=\"nofollow\" data-reader-unique-id=\"132\">di sini<\/a>.<br data-reader-unique-id=\"133\" \/><strong data-reader-unique-id=\"134\">Jam Operasional:<\/strong> 08.00 \u2013 17.00 (hanya akhir pekan)<br data-reader-unique-id=\"135\" \/><strong data-reader-unique-id=\"136\">Tiket Masuk:<\/strong> Gratis<\/h3>\n<\/div>\n<p data-reader-unique-id=\"138\"><a href=\"https:\/\/indonesia.tripcanvas.co\/advertise\/\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\" data-reader-unique-id=\"139\">Advertisement<\/a><\/p>\n<p data-reader-unique-id=\"137\"><br data-reader-unique-id=\"143\" \/>3. Menguak Piramida Misterius di Situs Megalitikum Gunung Padang, Cianjur<\/p>\n<p data-reader-unique-id=\"144\">Di lintasan gunung berapi di kawasan Cianjur terdapat sebuah penemuan besar yang sukses mengubah sejarah peradaban masa lalu.<\/p>\n<p data-reader-unique-id=\"145\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"extendsBeyondTextColumn\" src=\"https:\/\/c2.staticflickr.com\/6\/5795\/22411321078_2aa4dde708_b.jpg\" alt=\"\" width=\"650\" height=\"453\" data-reader-unique-id=\"146\" \/><\/p>\n<p data-reader-unique-id=\"147\"><em data-reader-unique-id=\"148\">Artist Impression (Photo Via: PaulKijlstra)<\/em><\/p>\n<p data-reader-unique-id=\"149\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"extendsBeyondTextColumn\" src=\"https:\/\/c2.staticflickr.com\/6\/5806\/22641668330_a4cd80b780_b.jpg\" alt=\"\" width=\"650\" height=\"320\" data-reader-unique-id=\"150\" \/><\/p>\n<p data-reader-unique-id=\"151\">Ketika reruntuhan candi ditemukan di bukit setinggi 100 meter ini, awalnya semua orang menganggap itu hal biasa. Namun 20 tahun lalu barulah diketahui bahwa candi tersebut bukan berdiri di atas bukit, melainkan di sebuah piramida buatan manusia yang terkubur oleh tanah!<\/p>\n<p data-reader-unique-id=\"152\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"extendsBeyondTextColumn\" src=\"https:\/\/c1.staticflickr.com\/1\/617\/22206932464_409d5a05aa_b.jpg\" alt=\"\" width=\"650\" height=\"532\" data-reader-unique-id=\"153\" \/><\/p>\n<p data-reader-unique-id=\"154\"><em data-reader-unique-id=\"155\">Photo Via: Andreas-Andryanto<\/em><\/p>\n<p data-reader-unique-id=\"156\">Dari uji karbon, disimpulkan bahwa batu-batuan yang digunakan untuk membangun piramida ini diperkirakan telah berusia antara 9.000 hingga 20.000 tahun silam, atau 6.000 tahun sebelum Raja Tut membangun piramida-piramida di Mesir \u2013 dan menjadikannya sebagai piramida tertua di dunia.<\/p>\n<p data-reader-unique-id=\"157\">Meski hingga saat ini bermacam penelitian sejarah masih berlangsung, namun Gunung Padang telah dibuka untuk umum. Untuk menuju puncaknya dibutuhkan waktu daki selama 20 menit melalui jalan setapak. Di teras pertama dan yang paling luas, pengunjung akan disambut oleh sebuah pohon besar.<\/p>\n<p data-reader-unique-id=\"158\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"extendsBeyondTextColumn\" src=\"https:\/\/c1.staticflickr.com\/1\/658\/22208519613_0242823aef_b.jpg\" alt=\"\" width=\"650\" height=\"800\" data-reader-unique-id=\"159\" \/><\/p>\n<p data-reader-unique-id=\"160\"><em data-reader-unique-id=\"161\">Photo Via: galihnusahakim<\/em><\/p>\n<p data-reader-unique-id=\"162\">Makin ke atas hingga menuju puncak, ukuran teras kian mengerucut sebagai simbol hierarki masyarakat di masa lalu.<\/p>\n<p data-reader-unique-id=\"163\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"extendsBeyondTextColumn\" src=\"https:\/\/c2.staticflickr.com\/6\/5813\/22829656985_36470c5fa6_b.jpg\" alt=\"\" width=\"650\" height=\"533\" data-reader-unique-id=\"164\" \/><\/p>\n<p data-reader-unique-id=\"165\"><em data-reader-unique-id=\"166\">Photo Via: PaulKijlstra<\/em><\/p>\n<p data-reader-unique-id=\"167\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"extendsBeyondTextColumn\" src=\"https:\/\/c2.staticflickr.com\/6\/5835\/22840834821_6b773eaaa3_b.jpg\" alt=\"\" width=\"650\" height=\"800\" data-reader-unique-id=\"168\" \/><\/p>\n<p data-reader-unique-id=\"169\"><em data-reader-unique-id=\"170\">Photo Via: PaulKijlstra<\/em><\/p>\n<p data-reader-unique-id=\"171\">Saat Anda berdiri di tengah-tengah tempat pemujaan purbakala yang dikelilingi oleh gunung berapi, pepohonan hijau, serta suasana yang begitu tenang, maka pikiran Anda pun akan terlena membayangkan kehidupan di masa pra-sejarah sambil melihat pemandangan nun jauh di\u00a0 bawah sana.<\/p>\n<div data-reader-unique-id=\"173\">\n<p data-reader-unique-id=\"174\"><strong data-reader-unique-id=\"175\">Situs Megalitikum Gunung Padang, Karyamukti, Cianjur<\/strong><\/p>\n<h3 data-reader-unique-id=\"176\"><strong data-reader-unique-id=\"177\">Cara ke Sana:<\/strong> Dari Jakarta, ke Jalan Raya Puncak hingga tiba di Cianjur. Saat bertemu bundaran, belok ke kanan. Teruskan perjalanan hingga melalui persimpangan besar, lalu belok kiri ke Jl. Gunung Padang (terdapat papan penunjuk jalan bertuliskan Situs Megalitikum Gunung Padang, namun ukurannya kecil, jadi Anda harus memperhatikan jalan dengan seksama). Ikuti jalan utama hingga menuju stasiun kereta api, lalu belok ke kiri. Situs tersebut berada di ujung jalan. Koordinat <a href=\"https:\/\/www.google.com.sg\/maps\/place\/gunung+padang\/@-6.9935896,107.0562932,10z\/data=%214m2%213m1%211s0x0:0xf33dad8781d10834?sa=X&amp;ved=0CLwFEPwSMGdqFQoTCLilw7_a68gCFYGDpgod3OwDug\" rel=\"nofollow\" data-reader-unique-id=\"178\">di sini<\/a>.<br data-reader-unique-id=\"179\" \/><strong data-reader-unique-id=\"180\">Jam Operasional:<\/strong> 06.00 \u2013 18.00<br data-reader-unique-id=\"181\" \/><strong data-reader-unique-id=\"182\">Tiket Masuk:<\/strong> Rp 6.000,-<\/h3>\n<\/div>\n<p data-reader-unique-id=\"183\">4. Indahnya Aliran Air di Sela-Sela Bebatuan: Curug Batu Templek, Bandung<\/p>\n<p data-reader-unique-id=\"184\">Anda mungkin akan kesulitan mencari tahu cara menuju Curug Batu Templek jika bertanya pada warga Kota Bandung.<\/p>\n<figure id=\"attachment_207235\" aria-describedby=\"caption-attachment-207235\" style=\"width: 668px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-207235\" src=\"https:\/\/nawacita.co\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/Curug-Batu-Templek.jpeg\" alt=\"Curug Batu Templek\" width=\"668\" height=\"514\" srcset=\"https:\/\/nawacita.co\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/Curug-Batu-Templek.jpeg 668w, https:\/\/nawacita.co\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/Curug-Batu-Templek-300x231.jpeg 300w, https:\/\/nawacita.co\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/Curug-Batu-Templek-546x420.jpeg 546w\" sizes=\"auto, (max-width: 668px) 100vw, 668px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-207235\" class=\"wp-caption-text\">Curug Batu Templek<\/figcaption><\/figure>\n<p data-reader-unique-id=\"189\">Meskipun curug ini tidak sulit untuk dicapai, namun lokasinya yang berada di kawasan penambangan batu alam menjadikan nama Curug Batu Templek masih asing di telinga.<\/p>\n<p data-reader-unique-id=\"190\">Sebagai fenomena geologi yang langka, Curug Batu Templek sebetulnya merupakan retakan kecil dari lempeng bumi, yang terbentuk akibat pergerakan tektonis. Sehingga menyebabkan keluarnya air dari sela-sela bebatuan.<\/p>\n<p data-reader-unique-id=\"191\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"extendsBeyondTextColumn\" src=\"https:\/\/c1.staticflickr.com\/1\/645\/22437514629_5998e5b955_b.jpg\" alt=\"\" width=\"650\" height=\"800\" data-reader-unique-id=\"192\" \/><\/p>\n<p data-reader-unique-id=\"193\"><em data-reader-unique-id=\"194\">Photo Via: aannnnpr<\/em><\/p>\n<p data-reader-unique-id=\"195\">Waktu yang tepat untuk mengunjungi curug ini adalah pada musim hujan (biasanya antara bulan September dan Maret) ketika aliran air cukup deras dan berwarna kecoklatan, sehingga menampilkan keunikan tersendiri.<\/p>\n<p data-reader-unique-id=\"196\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"extendsBeyondTextColumn\" src=\"https:\/\/c1.staticflickr.com\/1\/631\/22411306627_a7258f030e_b.jpg\" alt=\"\" width=\"650\" height=\"800\" data-reader-unique-id=\"197\" \/><\/p>\n<p data-reader-unique-id=\"198\"><em data-reader-unique-id=\"199\">Photo Via: chanderaaa<\/em><\/p>\n<p data-reader-unique-id=\"200\">Karena jalan menuju Curug Batu Templek berupa jalan setapak yang tidak terlalu besar, cara terbaik untuk mengunjunginya adalah dengan kendaraan roda dua. Setelah melewati para pengrajin batu alam di Pasar Impun, Anda masih harus melalui beberapa tanjakan.<\/p>\n<p data-reader-unique-id=\"201\">Begitu tiba di atas bukit, panorama Bandung Timur yang spektakuler bisa Anda lihat. Jangan kaget kalau Anda jadi satu-satunya pengunjung di sini!<\/p>\n<p data-reader-unique-id=\"202\">Sementara itu sayup-sayup di kejauhan terdengar suara percikan air yang menandakan bahwa lokasi curug tersebut sudah dekat.<\/p>\n<div data-reader-unique-id=\"204\">\n<p data-reader-unique-id=\"205\"><strong data-reader-unique-id=\"206\">Curug Batu Templek, Pasir Impun, Cimenyan, Bandung 40191<\/strong><\/p>\n<h3 data-reader-unique-id=\"207\"><strong data-reader-unique-id=\"208\">Cara ke Sana:<\/strong> Anda bisa mengambil arah dari keluar Tol Pasteur \u2013 Pasupati \u2013 Jalan Suci \u2013 Terminal Cicaheum dan dari arah Lapas Sukamiskin, Arcamanik, lalu masuk ke Jalan Pasir Impun (depan pangkalan ojek) seberang Lapas. Dari Jalan Pasir Impun, terus mengikuti jalan sampai ke atas (kira-kira 3 km) melewati Jalan Terusan Pasir Impun. Kemudian melewati Jalan Cisanggarung. Destinasi tujuan Anda berada di sisi kiri jalan. Koordinat <a href=\"https:\/\/www.google.com.sg\/maps\/place\/Curug+Batu+Templek\/@-6.8733819,107.683675,15z\/data=%214m2%213m1%211s0x0:0x5d9e07dcc584d281\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\" data-reader-unique-id=\"209\">di sini<\/a>.<br data-reader-unique-id=\"210\" \/><b data-reader-unique-id=\"211\">Tiket Masuk:<\/b> Hari Biasa: Rp5.000 | Hari Libur: Rp10.000<\/h3>\n<\/div>\n<p data-reader-unique-id=\"212\">5. Petualangan Menyusuri Green Canyon: Cukang Taneuh, Pangandaran<\/p>\n<p data-reader-unique-id=\"213\">Sebutan Green Canyon sendiri awalnya dipopulerkan oleh wisatawan asal Prancis, karena ngarai bernama Cukang Taneuh (yang artinya Jembatan Tanah) ini mengingatkan akan Grand Canyons yang ada di Arizona, namun berwarna hijau.<\/p>\n<p data-reader-unique-id=\"214\">Setelah pelampung terpasang rapi, maka petualangan menyusuri aliran sungai berkelok di antara tebing hijau ini pun dimulai.<\/p>\n<p data-reader-unique-id=\"215\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"extendsBeyondTextColumn\" src=\"https:\/\/c2.staticflickr.com\/6\/5767\/22803655756_007f078860_b.jpg\" alt=\"\" width=\"650\" height=\"533\" data-reader-unique-id=\"216\" \/><\/p>\n<p data-reader-unique-id=\"217\"><em data-reader-unique-id=\"218\">Photo Via: <a href=\"http:\/\/www.youkeepustraveling.com\/\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\" data-reader-unique-id=\"219\">Youkeepustraveling<\/a><\/em><\/p>\n<p data-reader-unique-id=\"220\">Di kanan-kiri Anda tampak aneka tumbuhan hijau menghiasi dinding-dinding batu yang terpahat secara alami sejak bertahun-tahun lalu.<\/p>\n<p data-reader-unique-id=\"221\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"extendsBeyondTextColumn\" src=\"https:\/\/c1.staticflickr.com\/1\/643\/22803655156_cd1643a24b_b.jpg\" alt=\"\" width=\"650\" height=\"533\" data-reader-unique-id=\"222\" \/><\/p>\n<p data-reader-unique-id=\"223\"><em data-reader-unique-id=\"224\">hoto Via: Nico-Hopp <a href=\"http:\/\/www.youkeepustraveling.com\/\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\" data-reader-unique-id=\"225\">youkeepustravelling<\/a><\/em><\/p>\n<p data-reader-unique-id=\"226\">Di ujung perjalanan, Anda dapat turun dari perahu dan memanjat ke tumpukan batu-batu besar. Di sinilah petualangan yang sesungguhnya dimulai!<\/p>\n<p data-reader-unique-id=\"227\">Dari situ Anda bisa terjun bebas ke sungai yang mengalir di antara Green Canyon, dan biarkan aliran airnya membawa Anda melalui beberapa rintangan yang menantang. Setiap sudut sungai ini menyimpan kejutan dan keseruan tersendiri.<\/p>\n<p data-reader-unique-id=\"228\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"extendsBeyondTextColumn\" src=\"https:\/\/c1.staticflickr.com\/1\/594\/22208516213_cf4ce875d2_b.jpg\" alt=\"\" width=\"650\" height=\"533\" data-reader-unique-id=\"229\" \/><\/p>\n<p data-reader-unique-id=\"230\"><em data-reader-unique-id=\"231\">Photo Via: <a href=\"http:\/\/www.youkeepustraveling.com\/\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\" data-reader-unique-id=\"232\">youkeepustravellingcom<\/a><\/em><\/p>\n<p data-reader-unique-id=\"233\">Puas menyusuri sungai di tengah hutan ini selama kurang lebih satu jam, Anda dapat beristirahat sejenak di tepian sambal menikmati sajian tradisional yang menggugah selera, seperti nasi bakar ayam yang dibungkus daun pisang, serta melepas dahaga dengan meneguk segarnya air kelapa muda.<\/p>\n<p data-reader-unique-id=\"234\">Petualangan menyenangkan ini pun diakhiri dengan kembali naik perahu menuju hilir sungai yang bermuara di laut selatan, sembari menatap indahnya matahari tenggelam di cakrawala.<\/p>\n<p data-reader-unique-id=\"235\">Sungguh pengalaman yang luar biasa!<\/p>\n<div data-reader-unique-id=\"237\">\n<p data-reader-unique-id=\"238\"><strong data-reader-unique-id=\"239\">Green Canyon: Cukang Taneuh, Pangandaran<\/strong><\/p>\n<h3 data-reader-unique-id=\"240\"><strong data-reader-unique-id=\"241\">Lokasi:<\/strong> Cukang Taneuh, Jl. Green Canyon \u2013 Cijulang, Kertayasa, Pangandaran. Koordinat <a href=\"https:\/\/www.google.com.sg\/maps\/place\/Green+Canyon\/@-7.7350649,108.4541408,17z\/data=%213m1%214b1%214m2%213m1%211s0x2e65bfc5ed2372a9:0xf21d3ba9ffb06d10\" rel=\"nofollow\" data-reader-unique-id=\"242\">di sini<\/a>.<br data-reader-unique-id=\"243\" \/><strong data-reader-unique-id=\"244\">Jam Operasional:<\/strong> 07.30 \u2013 16.00 (Hari Jumat buka mulai pukul 13.00)<br data-reader-unique-id=\"245\" \/><strong data-reader-unique-id=\"246\">Tiket Masuk:<\/strong> Mulai dari Rp 200.000,- (Sudah termasuk makan, transportasi, dan pemandu)<\/h3>\n<\/div>\n<p data-reader-unique-id=\"247\">6.Mendaki, Berkemah, dan Melihat Matahari Terbit: Gunung Papandayan, Garut<\/p>\n<p data-reader-unique-id=\"248\">Untuk sebagian besar orang, mendaki gunung bukanlah hal yang gampang dilakukan \u2013 tak jarang Anda harus melalui medan yang berat serta cuaca yang tak bisa ditebak hanya untuk bermalam di dalam tenda dan makan makanan kaleng.<\/p>\n<p data-reader-unique-id=\"249\">Namun menurut para pecinta alam, gunung ini termasuk cocok bagi para pendaki pemula, karena untuk mencapai area perkemahan di Papandayan Anda hanya perlu trekking selama dua jam saja.<\/p>\n<p data-reader-unique-id=\"250\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"extendsBeyondTextColumn\" src=\"https:\/\/farm8.staticflickr.com\/7793\/18144389991_ea66972b30_b.jpg\" alt=\"\" width=\"650\" height=\"385\" data-reader-unique-id=\"251\" \/><\/p>\n<p data-reader-unique-id=\"252\"><em data-reader-unique-id=\"253\">Photo via: <a href=\"https:\/\/untung09.wordpress.com\/\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\" data-reader-unique-id=\"254\">Untung09<\/a><\/em><\/p>\n<p data-reader-unique-id=\"255\">Usai mendirikan tenda, pendaki dapat berjalan-jalan di Tegal Alun, sebuah padang bunga Edelweiss terluas di Jawa Barat sekaligus tempat terbaik untuk melihat matahari terbit.<\/p>\n<p data-reader-unique-id=\"256\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"extendsBeyondTextColumn\" src=\"https:\/\/farm9.staticflickr.com\/8857\/18116795986_9a3f33069f_b.jpg\" alt=\"\" width=\"650\" height=\"598\" data-reader-unique-id=\"257\" \/><\/p>\n<p data-reader-unique-id=\"258\"><em data-reader-unique-id=\"259\">Photo via: Stenisia<\/em><\/p>\n<p data-reader-unique-id=\"260\">Spot lain yang tak kalah uniknya adalah Hutan Mati yang menyuguhkan pemandangan yang begitu eksotis. Tempat ini dulunya adalah hutan yang habis terbakar akibat letusan gunung berapi, dan hanya menyisakan batang-batang pohon mati.<\/p>\n<p data-reader-unique-id=\"261\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"extendsBeyondTextColumn\" src=\"https:\/\/farm8.staticflickr.com\/7743\/17957049029_b605313aaf_b.jpg\" alt=\"\" width=\"650\" height=\"604\" data-reader-unique-id=\"262\" \/><\/p>\n<p data-reader-unique-id=\"263\"><em data-reader-unique-id=\"264\">Photo via: Pratomo Aribowo<\/em><\/p>\n<div data-reader-unique-id=\"266\">\n<p data-reader-unique-id=\"267\"><strong data-reader-unique-id=\"268\">Gunung Papandayan<\/strong><\/p>\n<h3 data-reader-unique-id=\"269\"><strong data-reader-unique-id=\"270\">Lokasi:<\/strong> Gunung Papandayan, Desa Karamatwangi, Kecamatan Cisurupan, Kabupaten Garut 44163<br data-reader-unique-id=\"271\" \/><strong data-reader-unique-id=\"272\">Cara ke Sana:<\/strong> Dari Jakarta naik bus menuju Garut dari terminal Kampung Rambutan. Setibanya di Terminal Guntur di Garut, lanjutkan perjalanan menggunakan mini bus jurusan Cikajang, lalu Anda turun di belokan Cisurupan setelah pasar. Setelah itu lanjutkan perjalanan menuju basecamp pendakian Gunung Papandayan dengan menyewa ojek. Koordinat <a href=\"https:\/\/www.google.com\/maps\/place\/Mt+Papandayan,+Karamatwangi,+Cisurupan,+Garut+Regency+44163,+Indonesia\/@-7.3192949,107.5909627,11z\/data=!3m1!4b1!4m2!3m1!1s0x2e68a3d92fef0d13:0x32fef13d99e37776\" rel=\"nofollow\" data-reader-unique-id=\"273\">di sini<\/a>.<br data-reader-unique-id=\"274\" \/><strong data-reader-unique-id=\"275\">Tiket Masuk:<\/strong> Rp15.000,-<\/h3>\n<\/div>\n<p data-reader-unique-id=\"276\">7. Panorama Spektakuler Waduk Jatiluhur: Gunung Lembu, Purwakarta<\/p>\n<p data-reader-unique-id=\"277\">Purwakarta mungkin bukan pilihan utama Anda untuk melihat-lihat pemandangan di Jawa Barat, namun begitu menjejakkan kaki di Gunung Lembu Anda akan dibuat terkesima oleh keindahan tersembunyi yang dimilikinya.<\/p>\n<p data-reader-unique-id=\"278\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"extendsBeyondTextColumn\" src=\"https:\/\/c1.staticflickr.com\/1\/771\/22208509493_138402f460_b.jpg\" alt=\"\" width=\"650\" height=\"535\" data-reader-unique-id=\"279\" \/><\/p>\n<p data-reader-unique-id=\"280\"><em data-reader-unique-id=\"281\">Photo via\u00a0<a href=\"https:\/\/www.flickr.com\/photos\/131893738@N03\/\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\" data-reader-unique-id=\"282\">Vincentius Reinaldi Ferdinand<\/a><\/em><\/p>\n<p data-reader-unique-id=\"283\">Meskipun ada tiga puncak gunung lain di sekeliling Waduk Jatiluhur, namun Gunung Lembu merupakan yang paling mudah diakses, dengan ketinggian hanya 700 meter di atas permukaan laut.<\/p>\n<p data-reader-unique-id=\"284\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"extendsBeyondTextColumn\" src=\"https:\/\/c1.staticflickr.com\/1\/771\/22411290387_acc9ddfea9_b.jpg\" alt=\"\" width=\"650\" height=\"523\" data-reader-unique-id=\"285\" \/><\/p>\n<p data-reader-unique-id=\"286\"><em data-reader-unique-id=\"287\">Photo Via: <a href=\"https:\/\/www.flickr.com\/photos\/rony-gp\/\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\" data-reader-unique-id=\"288\">Rony GP<\/a><\/em><\/p>\n<p data-reader-unique-id=\"289\">Tapi jangan lengah, walaupun gunung ini tidak terlampau tinggi, untuk menaklukkannya dibutuhkan tenaga dan usaha ekstra keras. Umumnya para pendaki membutuhkan waktu sekitar tiga jam trekking menuju ke puncak.<\/p>\n<p data-reader-unique-id=\"290\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"extendsBeyondTextColumn\" src=\"https:\/\/c1.staticflickr.com\/1\/646\/22829647365_ca36f20818_b.jpg\" alt=\"\" width=\"650\" height=\"400\" data-reader-unique-id=\"291\" \/><\/p>\n<p data-reader-unique-id=\"292\"><em data-reader-unique-id=\"293\">Photo Via: fathulgilang, cool4myeyes<\/em><\/p>\n<p data-reader-unique-id=\"294\">Bahkan di awal-awal perjalanan saja Anda sudah akan dihadapkan oleh medan yang sangat berat. Para pendaki harus berjalan melintasi hutan bambu yang cukup lebat dengan lereng yang lumayan curam, sekitar 45 derajat. Oleh karena itu dianjurkan agar tidak mendaki Gunung Lembu saat musim penghujan, karena tanah yang berlumpur bisa membuat perjalanan Anda tambah berat.<\/p>\n<p data-reader-unique-id=\"295\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"extendsBeyondTextColumn\" src=\"https:\/\/c2.staticflickr.com\/6\/5659\/22803648246_f942384467_b.jpg\" alt=\"\" width=\"650\" height=\"600\" data-reader-unique-id=\"296\" \/><\/p>\n<p data-reader-unique-id=\"297\"><em data-reader-unique-id=\"298\">Photo Via: arissevtiee<\/em><\/p>\n<p data-reader-unique-id=\"299\">Namun semua usaha itu akan terbayar lunas begitu Anda mencapai Batu Lembu, yang menyuguhkan panorama menakjubkan dari Waduk Jatiluhur dan gunung-gunung di sekitarnya.\u00a0 Dan hanya beberapa meter dari puncak gunung terdapat dataran yang dapat Anda pergunakan untuk beristirahat serta mendirikan tenda. Dijamin, dari sini pemandangan matahari terbit di keesokan harinya akan sangat indah!<\/p>\n<div data-reader-unique-id=\"301\">\n<p data-reader-unique-id=\"302\"><strong data-reader-unique-id=\"303\">Gunung Lembu, Purwakarta<\/strong><\/p>\n<h3 data-reader-unique-id=\"304\"><strong data-reader-unique-id=\"305\">Lokasi<\/strong>: Kampung Panunggal, Desa Panyindangan, Kecamatan Sukatani, Purwakarta 41167<br data-reader-unique-id=\"306\" \/><strong data-reader-unique-id=\"307\">Cara ke Sana<\/strong>: Keluar pintu tol Cipularang di Purwakarta, lanjutkan perjalanan hingga menemukan pertigaan. Belok kanan menuju Jl. Raya Sindangkasih yang mengarah ke Sukatani. Setibanya di Sukatani, belok kanan ke Pasar Anyar Sukatani. Ikuti terus jalan utama hingga mencapai tujuan kurang lebih setengah jam. Koordinat <a href=\"https:\/\/www.google.com\/maps\/place\/Gn.+Lembu,+Panyindangan,+Sukatani,+Purwakarta+41167,+Indonesia\/@-6.5616598,107.2702372,12z\/data=!3m1!4b1!4m2!3m1!1s0x2e6909071f17585d:0xf0b93e5338c30360\" rel=\"nofollow\" data-reader-unique-id=\"308\">di sini<\/a>.<br data-reader-unique-id=\"309\" \/><strong data-reader-unique-id=\"310\">Telepon<\/strong>: 0819 0933 2002<br data-reader-unique-id=\"311\" \/><strong data-reader-unique-id=\"312\">Jam Operasional<\/strong>: 24 jam<br data-reader-unique-id=\"313\" \/><strong data-reader-unique-id=\"314\">Tiket Masuk<\/strong>: Gratis (hanya donasi seikhlasnya)<\/h3>\n<p><a href=\"http:\/\/gununglembu.com\/\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\" data-reader-unique-id=\"315\"><span data-reader-unique-id=\"316\"><strong data-reader-unique-id=\"317\">Official Website Resmi<\/strong>\u00a0<i data-reader-unique-id=\"318\"><\/i><\/span><\/a><\/p>\n<\/div>\n<p data-reader-unique-id=\"319\">8. Danau Hijau yang Elok di Kawah Gunung Galunggung, Tasikmalaya<\/p>\n<p data-reader-unique-id=\"320\">Pada tahun 1982 Indonesia mengalami\u00a0 bencana alam hebat berupa gunung meletus yang berlangsung cukup lama sehingga\u00a0 memaksa ratusan warga yang tinggal di sekitarnya untuk mengungsi selama hampir satu tahun.<\/p>\n<p data-reader-unique-id=\"321\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"extendsBeyondTextColumn\" src=\"https:\/\/c2.staticflickr.com\/6\/5658\/22816143532_7f27b52057_b.jpg\" alt=\"\" width=\"650\" height=\"538\" data-reader-unique-id=\"322\" \/><\/p>\n<p data-reader-unique-id=\"323\"><em data-reader-unique-id=\"324\">Photo Via: Ahmad-Syukaeri<\/em><\/p>\n<p data-reader-unique-id=\"325\">Saking hebatnya letusan yang terjadi, sampai-sampai sebuah kaldera terbentuk di puncak gunung tersebut dan seiring berjalannya waktu, lama-kelamaan terisi oleh air yang berasal dari tanah dan guyuran hujan sehingga terciptalah sebuah danau di dasar kawah.<\/p>\n<p data-reader-unique-id=\"326\">Untuk menuju tepi kawah dari tempat parkir terdekat dibutuhkan tenaga ekstra \u2013 bersiaplah menaiki 620 buah anak tangga!<\/p>\n<p data-reader-unique-id=\"327\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"extendsBeyondTextColumn\" src=\"https:\/\/c2.staticflickr.com\/6\/5830\/22803656616_1c58a53ac7_b.jpg\" alt=\"\" width=\"650\" height=\"568\" data-reader-unique-id=\"328\" \/><\/p>\n<p data-reader-unique-id=\"329\"><em data-reader-unique-id=\"330\">Photo Via: Galunggung<\/em><\/p>\n<p data-reader-unique-id=\"331\">Jangan khawatir, rasa letih Anda bakal lenyap seketika saat bisa melihat panorama menakjubkan Kota Tasikmalaya dari kejauhan, dikelilingi oleh tanaman hijau sejauh mata memandang. Begitu tiba di puncak pemandangan yang disuguhkan akan jauh lebih memesona. Perpaduan antara danau berwarna hijau dan abu vulkanis kecoklatan di sekitarnya, serta aneka tanaman hijau yang menutupi permukaan lerengnya membuat perjalanan ini tak sia-sia.<\/p>\n<p data-reader-unique-id=\"332\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"extendsBeyondTextColumn\" src=\"https:\/\/c2.staticflickr.com\/6\/5762\/22840832801_d5e8be6799_b.jpg\" alt=\"\" width=\"650\" height=\"509\" data-reader-unique-id=\"333\" \/><\/p>\n<p data-reader-unique-id=\"334\"><em data-reader-unique-id=\"335\">Photo Via: Ahmad-Syukaeri<\/em><\/p>\n<p data-reader-unique-id=\"336\">Setelah beristirahat sejenak dan memulihkan tenaga dengan semangkuk mi instan dan secangkir kopi di warung-warung kecil yang ada di sini, Anda dapat lanjut menyusuri hutan untuk mencapai lokasi yang lebih dekat dengan danau tersebut. Atau bisa juga bersembahyang di sebuah masjid kecil yang terdapat di salah satu sudut kawah tersebut.<\/p>\n<div data-reader-unique-id=\"338\">\n<p data-reader-unique-id=\"339\"><strong data-reader-unique-id=\"340\">Gunung Galunggung, Tasikmalaya<\/strong><\/p>\n<h3 data-reader-unique-id=\"341\"><strong data-reader-unique-id=\"342\">Lokasi:<\/strong> Desa Linggawangi, Kecamatan Leuwisari, Kabupaten Tasikmalaya 46464<br data-reader-unique-id=\"343\" \/><strong data-reader-unique-id=\"344\">Cara ke Sana:<\/strong> Dari Bandung teruskan perjalanan menuju Kota Tasikmalaya. Sekitar 2 kilometer sebelum terminal Indihiang, belok kiri. Ikuti jalan dan papan petunjuk untuk mencapai tujuan. Koordinat <a href=\"https:\/\/www.google.com.sg\/maps\/place\/Galunggung,+Linggawangi,+Leuwisari,+Tasikmalaya+46464,+Indonesia\/@-7.2666591,108.0016261,12z\/data=%213m1%214b1%214m2%213m1%211s0x2e6f52ad6cc52ec7:0x46410a2c9ef6157d%215m1%211e4\" rel=\"nofollow\" data-reader-unique-id=\"345\">di sini<\/a>.<br data-reader-unique-id=\"346\" \/><strong data-reader-unique-id=\"347\">Jam Operasional:<\/strong> 06.00 \u2013 18.00<br data-reader-unique-id=\"348\" \/><strong data-reader-unique-id=\"349\">Tiket Masuk:<\/strong> Rp6.500,- (area wisata gunung Galunggung) plus Rp2.000,- (menuju kawah).<\/h3>\n<\/div>\n<p data-reader-unique-id=\"350\">9. Berkelok-kelok Menuju Hamparan Permadani Hijau: Pangalengan, Bandung<\/p>\n<p data-reader-unique-id=\"351\">Selain Ciwidey yang terkenal dengan Situ Patengan dan Kawah Putihnya, di bagian selatan Bandung sebetulnya masih ada destinasi lain yang tak kalah sejuk dan cantik, yaitu Pangalengan.<\/p>\n<p data-reader-unique-id=\"352\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"extendsBeyondTextColumn\" src=\"https:\/\/c2.staticflickr.com\/6\/5734\/22803652806_e7f636efc5_b.jpg\" alt=\"\" width=\"650\" height=\"480\" data-reader-unique-id=\"353\" \/><\/p>\n<p data-reader-unique-id=\"354\"><em data-reader-unique-id=\"355\">Photo Via: johanesadriano, Hamzah-U-Mustakim<\/em><\/p>\n<p data-reader-unique-id=\"356\">Kalau Anda sudah pernah ke Situ Patengan, maka di kawasan Pangalengan yang berjarak 45 kilometer di selatan Bandung\u00a0 juga terdapat danau yang berukuran lebih besar, yaitu Situ Cileunca.<\/p>\n<p data-reader-unique-id=\"357\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"extendsBeyondTextColumn\" src=\"https:\/\/c2.staticflickr.com\/6\/5761\/22411293707_35ef6d6383_b.jpg\" alt=\"\" width=\"650\" height=\"800\" data-reader-unique-id=\"358\" \/><\/p>\n<p data-reader-unique-id=\"359\"><em data-reader-unique-id=\"360\">Photo via\u00a0dimaskaisar<\/em><\/p>\n<p data-reader-unique-id=\"361\">Di sini Anda bisa mengitari danau dengan perahu, namun kalau ingin mencoba yang lain, ada juga Jembatan Cinta.<\/p>\n<p data-reader-unique-id=\"362\">\u00a0Bukan cuma itu saja, di Pangalengan Anda juga bisa berkunjung ke perkebunan teh Malabar untuk mempelajari proses produksi teh dari mulai penanaman hingga ke pengemasan, lalu lanjut berziarah ke makam tuan tanah nan dermawan yang mendedikasikan hidupnya untuk Bandung, yaitu Karel Albert Rudolf Bosscha.<\/p>\n<p data-reader-unique-id=\"363\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"extendsBeyondTextColumn\" src=\"https:\/\/c2.staticflickr.com\/6\/5705\/22840828991_90a8ef65d9_b.jpg\" alt=\"\" width=\"650\" height=\"800\" data-reader-unique-id=\"364\" \/><\/p>\n<p data-reader-unique-id=\"365\"><em data-reader-unique-id=\"366\">Photo via\u00a0m_herwin<\/em><\/p>\n<p data-reader-unique-id=\"367\">Perkebunan teh yang berbukit-bukit sejauh mata memandang tampak seperti hamparan permadani hijau. Rasanya sayang kalau pemandangan indah ini tidak diabadikan lewat kamera.<\/p>\n<p data-reader-unique-id=\"368\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"extendsBeyondTextColumn\" src=\"https:\/\/c2.staticflickr.com\/6\/5659\/22206925024_a2c517e0ba_b.jpg\" alt=\"\" width=\"650\" height=\"451\" data-reader-unique-id=\"369\" \/><\/p>\n<p data-reader-unique-id=\"370\"><em data-reader-unique-id=\"371\">Photo via\u00a0<a href=\"https:\/\/www.flickr.com\/photos\/chocoorange\/\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\" data-reader-unique-id=\"372\">shinta irawati<\/a><\/em><\/p>\n<p data-reader-unique-id=\"373\">Perjalanan menuju ke tempat ini pun tak kalah memukau. Jalanan aspal yang mulus dan berkelok-kelok tentunya memberikan kenikmatan tersendiri saat berkendara.<\/p>\n<div data-reader-unique-id=\"375\">\n<p data-reader-unique-id=\"376\"><strong data-reader-unique-id=\"377\">Pangalengan, Bandung<\/strong><\/p>\n<h3 data-reader-unique-id=\"378\"><strong data-reader-unique-id=\"379\">Cara ke Sana: <\/strong>Dari Bandung, mengarah ke selatan menuju Banjaran lalu berlanjut ke Jalan Raya Pangalengan. Beberapa lokasi menarik yang bisa Anda kunjungi kami tandai <a href=\"https:\/\/www.google.com\/maps\/dir\/Bandung,+Bandung+City,+West+Java,+Indonesia\/Tea+Plantation+Observation+Tower,+Banjarsari,+West+Java,+Indonesia\/Malabar+Tea+House,+Banjarsari,+West+Java,+Indonesia\/Bosscha+Tomb,+Banjarsari,+West+Java,+Indonesia\/Situ+Cileunca,+Danau,+Pangalengan,+Indonesia\/@-7.2019187,107.5617922,13.78z\/data=%214m32%214m31%211m5%211m1%211s0x2e68e6398252477f:0x146a1f93d3e815b2%212m2%211d107.6191228%212d-6.9174639%211m5%211m1%211s0x2e68972a343669a3:0xf33014f7783a501a%212m2%211d107.5788371%212d-7.2208036%211m5%211m1%211s0x2e689728b07fa797:0x36ac0ad00e4c236c%212m2%211d107.5851079%212d-7.2227524%211m5%211m1%211s0x2e6896da7ad5bda9:0x157f08838143320e%212m2%211d107.5867459%212d-7.2108842%211m5%211m1%211s0x2e689142075b6805:0x217fbdfc77613f75%212m2%211d107.5505556%212d-7.1933333%213e0\" rel=\"nofollow\" data-reader-unique-id=\"380\">di sini<\/a>.<\/h3>\n<\/div>\n<p data-reader-unique-id=\"381\">10. Menyaksikan Ratusan Kelelawar Beraksi Menyambut Malam: Pantai Puncak Guha, Garu<strong data-reader-unique-id=\"382\">t<\/strong><\/p>\n<p data-reader-unique-id=\"383\">Kalau mendengar kata \u2018pantai\u2019, mungkin yang ada di benak Anda adalah ombak biru yang bergulung menghempas ke pasir putih diiringi lambaian pohon kelapa di sekitarnya.<\/p>\n<p data-reader-unique-id=\"384\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"extendsBeyondTextColumn\" src=\"https:\/\/c1.staticflickr.com\/1\/662\/22208524283_6b56c4a9a8_b.jpg\" alt=\"\" width=\"650\" height=\"255\" data-reader-unique-id=\"385\" \/><\/p>\n<p data-reader-unique-id=\"386\"><em data-reader-unique-id=\"387\">Photo Via: Adri-F<\/em><\/p>\n<p data-reader-unique-id=\"388\">Namun tidak demikian adanya di Pantai Puncak Guha.<\/p>\n<p data-reader-unique-id=\"389\">Berjarak 10 menit dari Pantai Rancabuaya, di pesisir selatan provinsi Jawa Barat, Puncak Guha merupakan tempat yang wajib dikunjungi oleh para pecinta pantai.\u00a0 Semenanjung kecil berupa tebing yang berbatasan langsung dengan lautan ini dianggap sebagai salah satu tempat terbaik di kawasan ini untuk melihat sunset.<\/p>\n<p data-reader-unique-id=\"390\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"extendsBeyondTextColumn\" src=\"https:\/\/c2.staticflickr.com\/6\/5675\/22641673310_2f449d0567_b.jpg\" alt=\"\" width=\"650\" height=\"799\" data-reader-unique-id=\"391\" \/><\/p>\n<p data-reader-unique-id=\"392\"><em data-reader-unique-id=\"393\">Photo Via: Hi.said<\/em><\/p>\n<p data-reader-unique-id=\"394\">Alasan lain Anda wajib singgah di Pantai Puncak Guha adalah pertunjukan ratusan kelelawar yang beterbangan keluar dari gua di bawah tebing saat matahari mulai tenggelam. Bahkan dalam novel laris <em data-reader-unique-id=\"395\">Perahu Kertas<\/em>, Dewi \u2018Dee\u2019 Lestari pun sempat menggambarkannya pemandangan tak terlupakan ini: \u201c\u2026terpana melihat ratusan kelelawar yang tiba-tiba mengepak bersamaan dari bawah tebing, membentuk segomplok awan hitam yang sejenak memenuhi langit\u201d.<\/p>\n<p data-reader-unique-id=\"396\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"extendsBeyondTextColumn\" src=\"https:\/\/c2.staticflickr.com\/6\/5778\/22840838011_741780b793_b.jpg\" alt=\"\" width=\"650\" height=\"416\" data-reader-unique-id=\"397\" \/><\/p>\n<p data-reader-unique-id=\"398\"><em data-reader-unique-id=\"399\">Photo Via: RidwanAdhitama<\/em><\/p>\n<p data-reader-unique-id=\"400\">Kunjungilah tempat ini beberapa jam sebelum matahari terbenam dan nikmati panorama indah perbukitan hijau yang membingkai laut lepas.<\/p>\n<div data-reader-unique-id=\"402\">\n<p data-reader-unique-id=\"403\"><strong data-reader-unique-id=\"404\">Pantai Puncak Guha<\/strong><\/p>\n<h3 data-reader-unique-id=\"405\"><strong data-reader-unique-id=\"406\">Lokasi:<\/strong> Kecamatan Caringin, Kabupaten Garut<br data-reader-unique-id=\"407\" \/><strong data-reader-unique-id=\"408\">Cara ke Sana:<\/strong> Dari Bandung, mengarah ke selatan melewati Pangalengan menuju Pantai Rancabuaya. Dari Pantai Rancabuaya belok ke arah kiri selama beberapa menit dan lokasi ini berada di sisi kanan.\u00a0 Koordinat <a href=\"https:\/\/www.google.com.sg\/maps\/place\/Pantai+Puncak+Guha\/@-7.5970565,107.6282029,9z\/data=!4m2!3m1!1s0x0:0x24db425095de98\" rel=\"nofollow\" data-reader-unique-id=\"409\">di sini<\/a>.<br data-reader-unique-id=\"410\" \/><strong data-reader-unique-id=\"411\">Tiket Masuk: <\/strong>Rp5.000,- (motor) | Rp10.000,- (mobil)<\/h3>\n<\/div>\n<p data-reader-unique-id=\"412\">11. Menyusuri Gelapnya Perut Bumi: Goa Buniayu, Sukabumi<\/p>\n<p data-reader-unique-id=\"413\">Tempat ini kabarnya memiliki sistem gua terbaik di seluruh wilayah Asia Tenggara. Wajar saja, karena sejak beroperasi pada tahun 1992 Goa Buniayu dilengkapi dengan peralatan keselamatan bertaraf internasional serta pemandu-pemandu yang sengat terlatih.<\/p>\n<p data-reader-unique-id=\"414\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"extendsBeyondTextColumn\" src=\"https:\/\/c2.staticflickr.com\/6\/5737\/22840837611_2febe2d40b_b.jpg\" alt=\"\" width=\"650\" height=\"535\" data-reader-unique-id=\"415\" \/><\/p>\n<p data-reader-unique-id=\"416\"><em data-reader-unique-id=\"417\">Photo Via: Alfonso-Reno<\/em><\/p>\n<p data-reader-unique-id=\"418\">Berjarak hanya 45 menit dari Kota Sukabumi, di sini terdapat tiga buah gua yang masing-masing memiliki tantangan tersendiri. Hanya dua dari tiga gua saja yang terbuka untuk umum, sementara gua yang ketiga, Goa Kerek hanya diperuntukkan bagi para professional dan untuk keperluan penelitian saja (kira-kira ada apa saja ya di dalam situ?).<\/p>\n<p data-reader-unique-id=\"419\">Layaknya museum bersejarah, Goa Buniayu memamerkan beragam sajian ornamen geologi yang tercipta oleh proses alami selama ribuan tahun. Bahkan, struktur-struktur ini masih mengalami perubahan bentuk sebanyak satu millimeter setiap tahunnya!<\/p>\n<p data-reader-unique-id=\"420\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"extendsBeyondTextColumn\" src=\"https:\/\/c1.staticflickr.com\/1\/665\/22411302157_e10d8eaa07_b.jpg\" alt=\"\" width=\"650\" height=\"421\" data-reader-unique-id=\"421\" \/><\/p>\n<p data-reader-unique-id=\"422\"><em data-reader-unique-id=\"423\">Photo Via: buniayucave<\/em><\/p>\n<p data-reader-unique-id=\"424\">Susuri gua hingga bagian terdalam dan cobalah matikan semua alat penerangan. Tak seberkas cahaya matahari pun bisa masuk ke bagian gua ini, sehingga tercipta sebuah \u201cKegelapan Abadi\u201d seperti yang disampaikan sang pemandu. Empat kali lebih gelap daripada suasana malam hari, bahkan saat siang bolong!<\/p>\n<p data-reader-unique-id=\"425\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"extendsBeyondTextColumn\" src=\"https:\/\/c1.staticflickr.com\/1\/744\/22816147342_f227ce12ed_b.jpg\" alt=\"\" width=\"650\" height=\"463\" data-reader-unique-id=\"426\" \/><\/p>\n<p data-reader-unique-id=\"427\"><em data-reader-unique-id=\"428\">Photo Via: buniayucave<\/em><\/p>\n<p data-reader-unique-id=\"429\">Butuh tantangan? Turuni bagian gua sedalam 18 meter di bawah permukaan laut untuk melihat ornamen bebatuan yang lebih menakjubkan, termasuk sungai bawah tanah serta air terjun, danau, dan fosil batu yang menyimpan sejarah panjang terbentuknya gua ini.<\/p>\n<p data-reader-unique-id=\"430\">Anda juga dapat memanjat air terjun ini, persis seperti adegan di film <em data-reader-unique-id=\"431\">Tomb Raider<\/em>.<\/p>\n<div data-reader-unique-id=\"433\">\n<p data-reader-unique-id=\"434\"><strong data-reader-unique-id=\"435\">Goa Buniayu, Sukabumi<\/strong><\/p>\n<h3 data-reader-unique-id=\"436\"><strong data-reader-unique-id=\"437\">Lokasi:<\/strong> Cipinang, Desa Kerta Angsana, Kecamatan Nyalindung, Kabupaten Sukabumi<br data-reader-unique-id=\"438\" \/><strong data-reader-unique-id=\"439\">Cara ke Sana:<\/strong> Dari Jakarta, naik bis ke Sukabumi. Setibanya di Terminal Sukabumi, lanjutkan perjalanan dengan angkutan umum menuju Terminal Jubleg. Dari sini naik angkutan umum lagi jurusan Sagaranten lalu turun persis di gapura pintu masuk gua. Koordinat <a href=\"https:\/\/www.google.com\/maps\/place\/Goa+Buniayu\/@-7.0365391,106.9064559,17z\/data=!3m1!4b1!4m2!3m1!1s0x2e6838ab578a435b:0x5ed86ad146afb148\" rel=\"nofollow\" data-reader-unique-id=\"440\">di sini<\/a>.<br data-reader-unique-id=\"441\" \/><strong data-reader-unique-id=\"442\">Jam Operasional:<\/strong> 08.00 \u2013 22.00<br data-reader-unique-id=\"443\" \/><strong data-reader-unique-id=\"444\">Tiket Masuk:<\/strong> Goa Angin Rp15.000,- per orang (termasuk gude)<\/h3>\n<\/div>\n<p data-reader-unique-id=\"445\">12. Nikmatnya Keheningan di Danau Tengah Hutan: Situ Gunung, Sukabumi<\/p>\n<p data-reader-unique-id=\"446\">Ingin merasakan sensasi suasana yang begitu tenang dan damai di danau yang terletak di tengah hutan?<\/p>\n<p data-reader-unique-id=\"447\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"extendsBeyondTextColumn\" src=\"https:\/\/c1.staticflickr.com\/1\/752\/22840830721_632beafb6c_b.jpg\" alt=\"\" width=\"650\" height=\"532\" data-reader-unique-id=\"448\" \/><\/p>\n<p data-reader-unique-id=\"449\"><em data-reader-unique-id=\"450\">Photo Via: <a href=\"https:\/\/m.flickr.com\/#\/photos\/79659179@N04\/\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\" data-reader-unique-id=\"451\">Keril Doank<\/a><\/em><\/p>\n<p data-reader-unique-id=\"452\">Terletak di kaki Gunung Gede terletak harta karun terpendam yang pastinya bakal disukai oleh orang-orang yang sudah jenuh akan hiruk-pikuk kota besar.<\/p>\n<p data-reader-unique-id=\"453\">Hanya empat jam perjalanan baik dari Jakarta maupun Bandung, Situ Gunung termasuk dalam kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango yang sangat luas. Dengan luas beberapa ratus meter, mendayung perahu mengitari danau ini membutuhkan usaha ekstra.<\/p>\n<p data-reader-unique-id=\"454\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"extendsBeyondTextColumn\" src=\"https:\/\/c1.staticflickr.com\/1\/659\/22829651095_aa4ef12d03_b.jpg\" alt=\"\" width=\"650\" height=\"493\" data-reader-unique-id=\"455\" \/><\/p>\n<p data-reader-unique-id=\"456\">Saking jarangnya orang yang berwisata di tempat ini, Anda tak perlu mengunjunginya saat hari kerja untuk menghindari kerumunan turis.<\/p>\n<p data-reader-unique-id=\"457\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/c2.staticflickr.com\/6\/5725\/22641664100_8eabb113e4_b.jpg\" alt=\"\" width=\"450\" height=\"599\" data-reader-unique-id=\"458\" \/><\/p>\n<p data-reader-unique-id=\"459\">Kalau enggan meninggalkan tempat nan menawan ini, Anda juga dapat menyewa beberapa vila yang terdapat di sekitarnya.<\/p>\n<p data-reader-unique-id=\"460\">Jika ingin lebih mendekatkan diri dengan alam, di sini terdapat pula area perkemahan tempat Anda bisa melewatkan malam di dalam tenda ditemani suara-suara serangga dan hembusan angin. Tapi pastikan untuk memberitahu petugas jaga demi alasan keselamatan.<\/p>\n<div data-reader-unique-id=\"462\">\n<p data-reader-unique-id=\"463\"><strong data-reader-unique-id=\"464\">Situ Gunung, Sukabumi<\/strong><\/p>\n<h3 data-reader-unique-id=\"465\"><strong data-reader-unique-id=\"466\">Lokasi:<\/strong> Desa Sukamanis, kecamatan Kadudampit, Kabupaten Sukabumi 43153<br data-reader-unique-id=\"467\" \/><strong data-reader-unique-id=\"468\">Cara ke Sana:<\/strong>\u00a0 Dari Jakarta, lewat jalan Tol Jagorawi keluar di Ciawi, lalu lanjutkan perjalanan mengarah ke Kota Sukabumi. Setibanya di Cisaat ambil jalan ke arah kiri, dan ikuti petunjuk jalan menuju Situ Gunung. Koordinat <a href=\"https:\/\/www.google.com\/maps\/place\/Situ+Gunung\/data=!4m2!3m1!1s0x2e684a7d24eb8f4f:0x1e5e0f34bcb62779?sa=X&amp;ved=0ahUKEwiUoNqH_fzKAhXM1I4KHckBDXcQ8gEIGzAA\" rel=\"nofollow\" data-reader-unique-id=\"469\">di sini<\/a>.<br data-reader-unique-id=\"470\" \/><strong data-reader-unique-id=\"471\">Tiket Masuk:<\/strong> Rp18.500,-<\/h3>\n<\/div>\n<p data-reader-unique-id=\"472\"><em data-reader-unique-id=\"473\">Apakah masih ada destinasi tersembunyi lain di Jawa Barat yang wajib dikunjungi? Beritahukan kepada kami di kolom komentar di bawah ini!<\/em><\/p>\n<p data-reader-unique-id=\"503\"><a href=\"https:\/\/indonesia.tripcanvas.co\/id\/beriklan\/\" rel=\"dofollow\" data-reader-unique-id=\"504\">Beriklan dengan kami<\/a> <br data-reader-unique-id=\"505\" \/><ins data-ad-client=\"ca-pub-8467960323308486\" data-ad-slot=\"8621812258\" data-adsbygoogle-status=\"done\" data-reader-unique-id=\"506\"><\/ins><\/p>\n<div data-reader-unique-id=\"508\">\n<div data-reader-unique-id=\"512\">\n<div data-reader-unique-id=\"519\">\n<p data-reader-unique-id=\"520\">Mantan editor majalah yang memutuskan untuk berburu sunset. Selain menulis atau bersantai di pantai, dia juga aktif di green-books.org, sebuah LSM non-profit yang misi utamanya adalah memasyarakatkan eco-literacy dengan menghadirkan eco-library bagi anak-anak di seluruh Indonesia.<\/p>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Tempat Wisata Alam Tersembunyi di Jawa Barat yang Paling Eksotik Nawacita &#8211;\u00a0Provinsi Jawa Barat memiliki sejumlah kabupaten dan kota dengan karakteristik menarik untuk wisata. Mengutip dari tulisan\u00a0Imron Ramadhan dan\u00a0Matin Firas Harahap\u00a0di website indonesiatripcanvas, ada sederet tempat wisata Jawa Barat yang cocok untuk dikunjungi disela mudik lebaran. Namun sayan deretan tempat wisata Jawa Barat itu tidak [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":207235,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3,5,2],"tags":[76314,9006,76315,56966],"class_list":{"0":"post-207234","1":"post","2":"type-post","3":"status-publish","4":"format-standard","5":"has-post-thumbnail","7":"category-daerah","8":"category-lifestyle","9":"category-nasional","10":"tag-curug-batu-templek","11":"tag-mudik-lebaran","12":"tag-wisata-jawa-barat","13":"tag-wisata-lebaran"},"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.5 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Ciledug Tak Masuk Deretan Wisata Mudik Lebaran di Jawa Barat - Nawacita<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Nawacita -\u00a0Provinsi Jawa Barat memiliki sejumlah kabupaten dan kota dengan karakteristik menarik untuk wisata. Mengutip dari tulisan\u00a0Imron\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/2024\/04\/08\/ciledug-tak-masuk-deretan-wisata-mudik-lebaran-di-jawa-barat\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Ciledug Tak Masuk Deretan Wisata Mudik Lebaran di Jawa Barat - Nawacita\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Nawacita -\u00a0Provinsi Jawa Barat memiliki sejumlah kabupaten dan kota dengan karakteristik menarik untuk wisata. Mengutip dari tulisan\u00a0Imron\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/2024\/04\/08\/ciledug-tak-masuk-deretan-wisata-mudik-lebaran-di-jawa-barat\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Nawacita\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/nawacitaco-1763136813898723\/?ref=aymt_homepage_panel\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2024-04-08T08:26:46+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2024-04-08T08:32:15+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/nawacita.co\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/Curug-Batu-Templek.jpeg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"668\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"514\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"redaksi\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@nawacit4\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@nawacit4\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"redaksi\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"24 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/index.php\\\/2024\\\/04\\\/08\\\/ciledug-tak-masuk-deretan-wisata-mudik-lebaran-di-jawa-barat\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/index.php\\\/2024\\\/04\\\/08\\\/ciledug-tak-masuk-deretan-wisata-mudik-lebaran-di-jawa-barat\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"redaksi\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/599683af640858fd3b790bc37828ba57\"},\"headline\":\"Ciledug Tak Masuk Deretan Wisata Mudik Lebaran di Jawa Barat\",\"datePublished\":\"2024-04-08T08:26:46+00:00\",\"dateModified\":\"2024-04-08T08:32:15+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/index.php\\\/2024\\\/04\\\/08\\\/ciledug-tak-masuk-deretan-wisata-mudik-lebaran-di-jawa-barat\\\/\"},\"wordCount\":3244,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/index.php\\\/2024\\\/04\\\/08\\\/ciledug-tak-masuk-deretan-wisata-mudik-lebaran-di-jawa-barat\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/04\\\/Curug-Batu-Templek.jpeg\",\"keywords\":[\"Curug Batu Templek\",\"mudik lebaran\",\"Wisata Jawa Barat\",\"Wisata Lebaran\"],\"articleSection\":[\"DAERAH\",\"LifeStyle\",\"Nasional\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/index.php\\\/2024\\\/04\\\/08\\\/ciledug-tak-masuk-deretan-wisata-mudik-lebaran-di-jawa-barat\\\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/index.php\\\/2024\\\/04\\\/08\\\/ciledug-tak-masuk-deretan-wisata-mudik-lebaran-di-jawa-barat\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/index.php\\\/2024\\\/04\\\/08\\\/ciledug-tak-masuk-deretan-wisata-mudik-lebaran-di-jawa-barat\\\/\",\"name\":\"Ciledug Tak Masuk Deretan Wisata Mudik Lebaran di Jawa Barat - Nawacita\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/index.php\\\/2024\\\/04\\\/08\\\/ciledug-tak-masuk-deretan-wisata-mudik-lebaran-di-jawa-barat\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/index.php\\\/2024\\\/04\\\/08\\\/ciledug-tak-masuk-deretan-wisata-mudik-lebaran-di-jawa-barat\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/04\\\/Curug-Batu-Templek.jpeg\",\"datePublished\":\"2024-04-08T08:26:46+00:00\",\"dateModified\":\"2024-04-08T08:32:15+00:00\",\"description\":\"Nawacita -\u00a0Provinsi Jawa Barat memiliki sejumlah kabupaten dan kota dengan karakteristik menarik untuk wisata. Mengutip dari tulisan\u00a0Imron\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/index.php\\\/2024\\\/04\\\/08\\\/ciledug-tak-masuk-deretan-wisata-mudik-lebaran-di-jawa-barat\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/index.php\\\/2024\\\/04\\\/08\\\/ciledug-tak-masuk-deretan-wisata-mudik-lebaran-di-jawa-barat\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/index.php\\\/2024\\\/04\\\/08\\\/ciledug-tak-masuk-deretan-wisata-mudik-lebaran-di-jawa-barat\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/04\\\/Curug-Batu-Templek.jpeg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/04\\\/Curug-Batu-Templek.jpeg\",\"width\":668,\"height\":514,\"caption\":\"Curug Batu Templek\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/index.php\\\/2024\\\/04\\\/08\\\/ciledug-tak-masuk-deretan-wisata-mudik-lebaran-di-jawa-barat\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Ciledug Tak Masuk Deretan Wisata Mudik Lebaran di Jawa Barat\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/\",\"name\":\"Nawacita\",\"description\":\"Berita Kementerian, BUMN, Pemerintah dan Politik\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/#organization\",\"name\":\"Nawacita\",\"url\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/10\\\/Logo-Nawacita-2021.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/10\\\/Logo-Nawacita-2021.png\",\"width\":1676,\"height\":422,\"caption\":\"Nawacita\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.facebook.com\\\/nawacitaco-1763136813898723\\\/?ref=aymt_homepage_panel\",\"https:\\\/\\\/x.com\\\/nawacit4\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/599683af640858fd3b790bc37828ba57\",\"name\":\"redaksi\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/a3ea3038dabe75a981e9a69b300b8272c74e0729c55e2f30478cde7add6c42f6?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/a3ea3038dabe75a981e9a69b300b8272c74e0729c55e2f30478cde7add6c42f6?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/a3ea3038dabe75a981e9a69b300b8272c74e0729c55e2f30478cde7add6c42f6?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"redaksi\"},\"sameAs\":[\"nawacitaportal\",\"https:\\\/\\\/x.com\\\/nawacit4\"],\"url\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/index.php\\\/author\\\/redaksi\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Ciledug Tak Masuk Deretan Wisata Mudik Lebaran di Jawa Barat - Nawacita","description":"Nawacita -\u00a0Provinsi Jawa Barat memiliki sejumlah kabupaten dan kota dengan karakteristik menarik untuk wisata. Mengutip dari tulisan\u00a0Imron","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/2024\/04\/08\/ciledug-tak-masuk-deretan-wisata-mudik-lebaran-di-jawa-barat\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Ciledug Tak Masuk Deretan Wisata Mudik Lebaran di Jawa Barat - Nawacita","og_description":"Nawacita -\u00a0Provinsi Jawa Barat memiliki sejumlah kabupaten dan kota dengan karakteristik menarik untuk wisata. Mengutip dari tulisan\u00a0Imron","og_url":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/2024\/04\/08\/ciledug-tak-masuk-deretan-wisata-mudik-lebaran-di-jawa-barat\/","og_site_name":"Nawacita","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/nawacitaco-1763136813898723\/?ref=aymt_homepage_panel","article_published_time":"2024-04-08T08:26:46+00:00","article_modified_time":"2024-04-08T08:32:15+00:00","og_image":[{"width":668,"height":514,"url":"https:\/\/nawacita.co\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/Curug-Batu-Templek.jpeg","type":"image\/jpeg"}],"author":"redaksi","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@nawacit4","twitter_site":"@nawacit4","twitter_misc":{"Written by":"redaksi","Est. reading time":"24 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/2024\/04\/08\/ciledug-tak-masuk-deretan-wisata-mudik-lebaran-di-jawa-barat\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/2024\/04\/08\/ciledug-tak-masuk-deretan-wisata-mudik-lebaran-di-jawa-barat\/"},"author":{"name":"redaksi","@id":"https:\/\/nawacita.co\/#\/schema\/person\/599683af640858fd3b790bc37828ba57"},"headline":"Ciledug Tak Masuk Deretan Wisata Mudik Lebaran di Jawa Barat","datePublished":"2024-04-08T08:26:46+00:00","dateModified":"2024-04-08T08:32:15+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/2024\/04\/08\/ciledug-tak-masuk-deretan-wisata-mudik-lebaran-di-jawa-barat\/"},"wordCount":3244,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/nawacita.co\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/2024\/04\/08\/ciledug-tak-masuk-deretan-wisata-mudik-lebaran-di-jawa-barat\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/nawacita.co\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/Curug-Batu-Templek.jpeg","keywords":["Curug Batu Templek","mudik lebaran","Wisata Jawa Barat","Wisata Lebaran"],"articleSection":["DAERAH","LifeStyle","Nasional"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/nawacita.co\/index.php\/2024\/04\/08\/ciledug-tak-masuk-deretan-wisata-mudik-lebaran-di-jawa-barat\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/2024\/04\/08\/ciledug-tak-masuk-deretan-wisata-mudik-lebaran-di-jawa-barat\/","url":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/2024\/04\/08\/ciledug-tak-masuk-deretan-wisata-mudik-lebaran-di-jawa-barat\/","name":"Ciledug Tak Masuk Deretan Wisata Mudik Lebaran di Jawa Barat - Nawacita","isPartOf":{"@id":"https:\/\/nawacita.co\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/2024\/04\/08\/ciledug-tak-masuk-deretan-wisata-mudik-lebaran-di-jawa-barat\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/2024\/04\/08\/ciledug-tak-masuk-deretan-wisata-mudik-lebaran-di-jawa-barat\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/nawacita.co\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/Curug-Batu-Templek.jpeg","datePublished":"2024-04-08T08:26:46+00:00","dateModified":"2024-04-08T08:32:15+00:00","description":"Nawacita -\u00a0Provinsi Jawa Barat memiliki sejumlah kabupaten dan kota dengan karakteristik menarik untuk wisata. Mengutip dari tulisan\u00a0Imron","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/2024\/04\/08\/ciledug-tak-masuk-deretan-wisata-mudik-lebaran-di-jawa-barat\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/nawacita.co\/index.php\/2024\/04\/08\/ciledug-tak-masuk-deretan-wisata-mudik-lebaran-di-jawa-barat\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/2024\/04\/08\/ciledug-tak-masuk-deretan-wisata-mudik-lebaran-di-jawa-barat\/#primaryimage","url":"https:\/\/nawacita.co\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/Curug-Batu-Templek.jpeg","contentUrl":"https:\/\/nawacita.co\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/Curug-Batu-Templek.jpeg","width":668,"height":514,"caption":"Curug Batu Templek"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/2024\/04\/08\/ciledug-tak-masuk-deretan-wisata-mudik-lebaran-di-jawa-barat\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/nawacita.co\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Ciledug Tak Masuk Deretan Wisata Mudik Lebaran di Jawa Barat"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/nawacita.co\/#website","url":"https:\/\/nawacita.co\/","name":"Nawacita","description":"Berita Kementerian, BUMN, Pemerintah dan Politik","publisher":{"@id":"https:\/\/nawacita.co\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/nawacita.co\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/nawacita.co\/#organization","name":"Nawacita","url":"https:\/\/nawacita.co\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/nawacita.co\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/nawacita.co\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/Logo-Nawacita-2021.png","contentUrl":"https:\/\/nawacita.co\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/Logo-Nawacita-2021.png","width":1676,"height":422,"caption":"Nawacita"},"image":{"@id":"https:\/\/nawacita.co\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/nawacitaco-1763136813898723\/?ref=aymt_homepage_panel","https:\/\/x.com\/nawacit4"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/nawacita.co\/#\/schema\/person\/599683af640858fd3b790bc37828ba57","name":"redaksi","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/a3ea3038dabe75a981e9a69b300b8272c74e0729c55e2f30478cde7add6c42f6?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/a3ea3038dabe75a981e9a69b300b8272c74e0729c55e2f30478cde7add6c42f6?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/a3ea3038dabe75a981e9a69b300b8272c74e0729c55e2f30478cde7add6c42f6?s=96&d=mm&r=g","caption":"redaksi"},"sameAs":["nawacitaportal","https:\/\/x.com\/nawacit4"],"url":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/author\/redaksi\/"}]}},"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/nawacita.co\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/Curug-Batu-Templek.jpeg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/207234","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=207234"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/207234\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/207235"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=207234"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=207234"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=207234"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}