{"id":156494,"date":"2023-01-10T17:51:36","date_gmt":"2023-01-10T10:51:36","guid":{"rendered":"https:\/\/nawacita.co\/?p=156494"},"modified":"2023-01-10T17:51:37","modified_gmt":"2023-01-10T10:51:37","slug":"profil-gus-baha-kyai-karismatik-tanpa-gelar-namun-berilmu-profesor","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/2023\/01\/10\/profil-gus-baha-kyai-karismatik-tanpa-gelar-namun-berilmu-profesor\/","title":{"rendered":"Profil Gus Baha, Kyai Karismatik Tanpa Gelar Namun Berilmu Profesor"},"content":{"rendered":"<h1>Profil Gus Baha, Ulama Besar\u00a0Kesayangan Mbah Moen<\/h1>\n<p><strong>JAKARTA, <a href=\"https:\/\/nawacita.co\/\">Nawacita<\/a><\/strong> &#8211; Profil Gus Baha, KH. Ahmad Baha\u2019uddin Nursalim atau biasa disebut dengan panggilan Gus Baha\u2019 lahir pada 29 September 1970 di Sarang, Rembang, Jawa Tengah. Gus Baha\u2019 merupakan putra dari seorang ulama pakar al-Qur\u2019an dan juga pengasuh Pondok Pesantren Tahfidzul Qur&#8217;an LP3IA yang bernama KH. Nursalim al-Hafizh dari Narukan, Kecamatan Kragan, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah.<\/p>\n<p>Ayah Gus Baha\u2019 (KH. Nursalim) merupakan murid dari KH. Arwani al-Hafidz Kudus dan KH. Abdullah Salam al-Hafidz Kajen Pati, yang nasabnya bersambung kepada para ulama besar.\u00a0Dalam menjaga sekaligus membumikan al-Qur\u2019an, ayah Gus Baha\u2019 bersama dengan sahabatnya\u00a0Gus Miek\u00a0(KH. Hamim Jazuli) pada waktu itu beliau berdua membuat gerakan yaitu dengan menyelenggarakan semaan al-Qur\u2019an secara keliling dari satu tempat ke tempat lain. Gerakan tersebut pada awalnya diberi nama Jantiko (Jamaah Anti Koler).<\/p>\n<p>Nama gerakan Jantiko kemudian mengalami perubahan menjadi Mantab (Majelis Nawaitu Topo Broto), lalu berubah lagi menjadi gerakan Dzikrul Ghafilin.\u00a0Dari silsilah keluarga ayah, Gus Baha\u2019 merupakan generasi ke empat ulama-ulama ahli al-Qur&#8217;an. Sedangkan dari silsilah keluarga ibu, Gus Baha\u2019 menjadi bagian dari keluarga besar ulama Lasem, dari Bani Mbah Abdurrahman Basyaiban atau Mbah Sambu.<\/p>\n<h3>PENDIDIKAN<\/h3>\n<p>Gus Baha\u2019 kecil memulai menempuh gemblengan keilmuan dan hafalan Al-Qur\u2019an di bawah asuhan ayahnya sendiri, KH Nursalim Al-Hafidz.\u00a0Hingga pada usia yang masih sangat belia, beliau telah mengkhatamkan Al-Qur\u2019an beserta Qiro\u2019ahnya dengan lisensi yang ketat dari ayah beliau. Memang, karakteristik bacaan dari murid-murid Mbah Arwani menerapkan keketatan dalam tajwid dan makhorijul huruf.<\/p>\n<p>Menginjak usia remaja, Kiai Nursalim menitipkan Gus Baha\u2019 untuk mondok dan berkhidmat kepada Syaikhina KH. Maimoen Zubair di Pondok Pesantren Al Anwar Karangmangu, Sarang, Rembang, sekitar 10 km arah timur Narukan.<\/p>\n<p>Di Al Anwar inilah beliau terlihat sangat menonjol dalam fan-fan ilmu Syari\u2019at seperti Fiqih, Hadits dan Tafsir.\u00a0Hal ini terbukti dari beberapa amanat prestisius keilmiahan yang diemban oleh beliau selama mondok di Al Anwar, seperti Rois Fathul Mu\u2019in dan Ketua Ma\u2019arif di jajaran kepengurusan Pesantren Al Anwar.<\/p>\n<p>Saat mondok di Al Anwar ini pula beliau mengkhatamkan hafalan Shohih Muslim lengkap dengan matan, rowi dan sanadnya. Selain Shohih Muslim beliau juga mengkhatamkan hafalan kitab Fathul Mu\u2019in dan kitab-kitab gramatika arab seperti \u2018Imrithi dan Alfiah Ibnu Malik.\u00a0Menurut sebuah riwayat, dari sekian banyak hafalan beliau tersebut menjadikan beliau sebagai santri pertama Al Anwar yang memegang rekor hafalan terbanyak di era beliau.<\/p>\n<p>Bahkan tiap-tiap musyawarah yang akan beliau ikuti akan serta merta ditolak oleh kawan-kawannya, sebab beliau dianggap tidak berada pada level santri pada umumnya karena kedalaman ilmu, keluasan wawasan dan banyaknya hafalan beliau.<\/p>\n<p>Selain menonjol dengan keilmuannya, beliau juga sosok santri yang dekat dengan kiainya. Dalam berbagai kesempatan, beliau sering mendampingi guru beliau Syaikhina Maimoen Zubair untuk berbagai keperluan. Mulai dari sekedar berbincang santai, hingga urusan mencari ta\u2019bir dan menerima tamu-tamu ulama\u2019-ulama\u2019 besar yang berkunjung ke Al Anwar. Hingga beliau dijuluki sebagai santri kesayangan Syaikhina Maimoen Zubair.<\/p>\n<p><strong>Baca Juga:\u00a0<a href=\"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/2019\/08\/06\/kisah-riwayat-hidup-kiai-kharismatik-kh-maimoen-zubair\/\">Kisah Riwayat Hidup Kiai Kharismatik KH Maimoen Zubair<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Pernah pada suatu ketika beliau dipanggil untuk mencarikan ta\u2019bir tentang suatu persoalan oleh Syaikhina. Karena saking cepatnya ta\u2019bir itu ditemukan tanpa membuka dahulu referensi kitab yang dimaksud, hingga Syaikhina pun terharu dan ngendikan \u201cIyo ha\u2019\u2026 Koe pancen cerdas tenan\u201d (Iya ha\u2019\u2026 Kamu memang benar-benar cerdas).<\/p>\n<p>Selain itu Gus Baha\u2019 juga kerap dijadikan contoh teladan oleh Syaikhina saat memberikan mawa\u2019izh di berbagai kesempatan tentang profil santri ideal. \u201cSantri tenan iku yo koyo baha\u2019 iku\u2026.\u201d (Santri yang sebenarnya itu ya seperti baha\u2019 itu\u2026.) begitu kurang lebih ngendikan Syaikhina.<\/p>\n<figure id=\"attachment_156496\" aria-describedby=\"caption-attachment-156496\" style=\"width: 694px\" class=\"wp-caption alignnone\"><a href=\"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/2023\/01\/10\/profil-gus-baha-kyai-karismatik-tanpa-gelar-namun-berilmu-profesor\/profil-gus-baha-ulama-karismatik-yang-juga-murid-kesayangan-mbah-moen\/\" rel=\"attachment wp-att-156496\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-156496\" src=\"https:\/\/nawacita.co\/wp-content\/uploads\/2023\/01\/Profil-Gus-Baha-Ulama-Karismatik-yang-juga-Murid-Kesayangan-Mbah-Moen.jpg\" alt=\"Profil Gus Baha\" width=\"694\" height=\"400\" srcset=\"https:\/\/nawacita.co\/wp-content\/uploads\/2023\/01\/Profil-Gus-Baha-Ulama-Karismatik-yang-juga-Murid-Kesayangan-Mbah-Moen.jpg 694w, https:\/\/nawacita.co\/wp-content\/uploads\/2023\/01\/Profil-Gus-Baha-Ulama-Karismatik-yang-juga-Murid-Kesayangan-Mbah-Moen-300x173.jpg 300w\" sizes=\"auto, (max-width: 694px) 100vw, 694px\" \/><\/a><figcaption id=\"caption-attachment-156496\" class=\"wp-caption-text\">Profil Gus Baha, Ulama Besar\u00a0Kesayangan Mbah Moen.<\/figcaption><\/figure>\n<p>Dalam riwayat pendidikan beliau, semenjak kecil hingga beliau mengasuh pesantren warisan ayahnya sekarang, beliau hanya mengenyam pendidikan dari 2 pesantren, yakni pesantren ayahnya sendiri di desa Narukan dan Pesantren Al Anwar Karangmangu, Rembang.<\/p>\n<p>Pernah suatu ketika ayahnya menawarkan kepada beliau untuk mondok di Rushoifah atau Yaman. Namun beliau lebih memilih untuk tetap di Indonesia, berkhidmat kepada almamaternya Madrasah Ghozaliyah Syafi\u2019iyyah PP. Al Anwar dan pesantrennya sendiri LP3IA.<\/p>\n<h3>PERNIKAHAN<\/h3>\n<p>Setelah menyelesaikan pengembaraan ilmiahnya di Sarang, beliau menikah dengan seorang Neng pilihan pamannya dari keluarga Pondok Pesantren Sidogiri, Pasuruan, Jawa Timur. Ada cerita menarik sehubungan dengan pernikahan beliau. Diriwayatkan, setelah acara lamaran selesai, beliau menemui calon mertuanya dan mengutarakan sesuatu yang menjadi kenangan beliau hingga kini. Beliau mengutarakan bahwa kehidupan beliau bukanlah model kehidupan yang glamor, bahkan sangat sederhana.<\/p>\n<p>Beliau berusaha meyakinkan calon mertuanya untuk berfikir ulang atas rencana pernikahan tersebut. Tentu maksud beliau agar mertuanya tidak kecewa di kemudian hari. Mertuanya hanya tersenyum dan menyatakan \u201cklop\u201d alias sami mawon kalih kulo.<\/p>\n<p>Kesederhanaan beliau ini dibuktikan saat beliau berangkat ke pesantren Sidogiri untuk melangsungkan upacara akad nikah yang telah ditentukan waktunya. Beliau berangkat sendiri ke Pasuruan dengan menumpang bus regular alias bus biasa kelas ekonomi. Berangkat dari Pandangan menuju Surabaya, selanjutnya disambung bus kedua menuju Pasuruan. Kesederhanaan beliau bukanlah sebuah kebetulan, namun merupakan hasil didikan ayahnya semenjak kecil.<\/p>\n<h3>Keakhlakannya<\/h3>\n<p>Beliau hidup sederhana bukan karena keluarga beliau miskin. Dari silsilah keluarga beliau dari pihak ibu, atau lebih tepatnya lingkungan keluarga di mana beliau diasuh semenjak kecil, tiada satu keluargapun yang miskin.<\/p>\n<p>Bahkan kakek beliau dari jalur ibu merupakan juragan tanah di desanya. Saat dikonfirmasi oleh penulis perihal kesederhanaan beliau, beliau menyatakan bahwa hal tersebut merupakan karakter keluarga Qur\u2019an yang dipegang erat sejak zaman leluhurnya.<\/p>\n<p>Bahkan salah satu wasiat dari ayahnya adalah agar beliau menghindari keinginan untuk menjadi \u2018manusia mulia\u2019 dari pandangan keumuman makhluk atau lingkungannya. Hal inilah yang hingga kini mewarnai kepribadian dan kehidupan beliau sehari-hari.<\/p>\n<p>Setelah menikah beliau mencoba hidup mandiri dengan keluarga barunya. Beliau menetap di Yogyakarta sejak 2003. Selama di Yogya, beliau menyewa rumah untuk ditempati keluarga kecil beliau, berpindah dari satu lokasi ke lokasi lain. Semenjak beliau hijrah ke Yogyakarta, banyak santri-santri beliau di Karangmangu yang merasa kehilangan induknya.<\/p>\n<p>Hingga pada akhirnya mereka menyusul beliau ke Yogya dan urunan atau patungan untuk menyewa rumah di dekat rumah beliau. Tiada tujuan lain selain untuk tetap bisa mengaji kepada beliau.\u00a0Ada sekitar 5 atau 7 santri mutakhorijin Al Anwar maupun MGS yang ikut beliau ke Yogya saat itu. Saat di Yogya inilah kemudian banyak masyarakat sekitar beliau yang akhirnya minta ikut ngaji kepada beliau.<\/p>\n<p>Pada tahun 2005 ayah beliau KH. Nursalim jatuh sakit. Beliau pulang sementara waktu untuk ikut merawat ayah beliau bersama keempat saudaranya.\u00a0Namun siapa sangka, beberapa bulan kemudian Kiai Nursalim wafat. Gus Baha\u2019 tidak dapat lagi meneruskan perjuangannya di Yogya sebab beliau diamanahi oleh ayah beliau untuk melanjutkan tongkat estafet kepengasuhan di LP3IA Narukan.<\/p>\n<p><strong>Baca Juga:\u00a0<a href=\"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/2022\/12\/28\/profil-cak-nun-emha-ainun-nadjib-budayawan-dan-pendakwah-yang-terkenal-nyentrik\/\">Profil Cak Nun Emha Ainun Nadjib, Budayawan dan Pendakwah yang Terkenal Nyentrik<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Banyak yang merasa kehilangan atas kepulangan beliau ke Narukan. Akhirnya para santri beliaupun, sowan dan meminta beliau kerso kembali ke Yogya.\u00a0Hingga pada gilirannya beliau bersedia namun hanya satu bulan sekali, dan itu berjalan hingga kini. Selain mengasuh pengajian, beliau juga mengabdikan dirinya di Lembaga Tafsir Al-Qur\u2019an Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta.<\/p>\n<figure id=\"attachment_156497\" aria-describedby=\"caption-attachment-156497\" style=\"width: 711px\" class=\"wp-caption alignnone\"><a href=\"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/2023\/01\/10\/profil-gus-baha-kyai-karismatik-tanpa-gelar-namun-berilmu-profesor\/maxresdefault-8-4\/\" rel=\"attachment wp-att-156497\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-156497\" src=\"https:\/\/nawacita.co\/wp-content\/uploads\/2023\/01\/maxresdefault-8.jpg\" alt=\"Profil Gus Baha\" width=\"711\" height=\"400\" srcset=\"https:\/\/nawacita.co\/wp-content\/uploads\/2023\/01\/maxresdefault-8.jpg 711w, https:\/\/nawacita.co\/wp-content\/uploads\/2023\/01\/maxresdefault-8-300x169.jpg 300w, https:\/\/nawacita.co\/wp-content\/uploads\/2023\/01\/maxresdefault-8-696x392.jpg 696w\" sizes=\"auto, (max-width: 711px) 100vw, 711px\" \/><\/a><figcaption id=\"caption-attachment-156497\" class=\"wp-caption-text\">Profil Gus Baha, Kyai Karismatik Tanpa Gelar Namun Berilmu Profesor.<\/figcaption><\/figure>\n<h3>KEILMUANNYA<\/h3>\n<p>Selain Yogyakarta beliau juga diminta untuk mengasuh Pengajian Tafsir Al-Qur\u2019an di Bojonegoro, Jawa Timur. Di Yogya minggu terakhir, sedangkan di Bojonegoro minggu kedua setiap bulannya.<\/p>\n<p>Hal ini beliau jalani secara rutin sejak 2006 hingga kini. Di UII beliau adalah Ketua Tim Lajnah Mushaf UII.\u00a0Timnya terdiri dari para Profesor, Doktor dan ahli-ahli Al-Qur\u2019an dari seantero Indonesia seperti Prof. Dr. Quraisy Syihab, Prof. Zaini Dahlan, Prof. Shohib dan para anggota Dewan Tafsir Nasional yang lain.<\/p>\n<p>Suatu kali beliau ditawari gelar Doctor Honoris Causa dari UII, namun beliau tidak berkenan. Dalam jagat Tafsir Al-Qur\u2019an di Indonesia beliau termasuk pendatang baru dan satu-satunya dari jajaran Dewan Tafsir Nasional yang berlatar belakang pendidikan non formal dan non gelar.\u00a0Meski demikian, kealiman dan penguasaan keilmuan beliau sangat diakui oleh para ahli tafsir nasional.<\/p>\n<p>Hingga pada suatu kesempatan pernah diungkapkan oleh Prof. Quraisy bahwa kedudukan beliau di Dewan Tafsir Nasional selain sebagai Mufassir, juga sebagai Mufassir Faqih karena penguasaan beliau pada ayat-ayat ahkam yang terkandung dalam Al-Qur\u2019an. Setiap kali lajnah \u2018menggarap\u2019 tafsir dan Mushaf Al-Qur\u2019an,<\/p>\n<p>Posisi beliau selalu di dua keahlian, yakni sebagai Mufassir seperti anggota lajnah yang lain, juga sebagai Faqihul Qur\u2019an yang mempunyai tugas khusus mengurai kandungan fiqh dalam ayat-ayat ahkam Al-Qur\u2019an.<\/p>\n<h3 id=\"Karya\">KARYA-KARYA BELIAU<\/h3>\n<h3>1. \u062d\u0641\u0638\u0646\u0627 \u0644\u0647\u0630\u0627 \u0627\u0644\u0645\u0635\u062d\u0641 \u0644\u0628\u0647\u0627\u0621 \u0627\u0644\u062f\u064a\u0646 \u0628\u0646 \u0646\u0648\u0631 \u0633\u0627\u0644\u0645<\/h3>\n<p>Kitab\u00a0ini adalah kitab yang ditulis oleh Gus Baha\u2019 yang menjelaskan tentang\u00a0<em>rasm<\/em>\u00a0Usmani yang dilengkapi dengan contoh dan penjelasan yang disandarkan pada kitab\u00a0<em>al-Muqni&#8217;<\/em>\u00a0karya Abu &#8216;Amr Usman bin Sa&#8217;id ad-Dani (w. 444 H.). Kitab ini berguna bagi siapapun untuk mengetahui bagaimana memahami karakteristik penulisan al-Qur\u2019an di dalam mushaf\u00a0<em>rasm<\/em>\u00a0Usmani.<\/p>\n<p>2.\u00a0<em>Tafsir al-Qur an versi UII dan al-Qur\u2019an<\/em> terjemahan versi UII Gus Baha&#8217; (2020). Salah satu ciri khas tafsir dan terjemahan UII yang ditulis oleh Gus Baha&#8217; dan timnya adalah tafsir ini dikontekstualisasikan untuk membaca Indonesia dan dengan rasa Indonesia. Tafsir dan terjemahan UII ini sama sekali tidak merubah dari keaslian al-Qur\u2019an itu sendiri.<\/p>\n<h3 id=\"Penghargaan\">PENGHARGAAN<\/h3>\n<p>Pada tahun 2020 Gus Baha mendapatkan penghargaan sebagai Dai Of The Year dari ADDAI (Asosiasi Dai-Daiyah Indonesia), yaitu sebagai dai moderat dan berwawasan wasathiyyah.<\/p>\n<p><strong>ngajladunws.<\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Profil Gus Baha, Ulama Besar\u00a0Kesayangan Mbah Moen JAKARTA, Nawacita &#8211; Profil Gus Baha, KH. Ahmad Baha\u2019uddin Nursalim atau biasa disebut dengan panggilan Gus Baha\u2019 lahir pada 29 September 1970 di Sarang, Rembang, Jawa Tengah. Gus Baha\u2019 merupakan putra dari seorang ulama pakar al-Qur\u2019an dan juga pengasuh Pondok Pesantren Tahfidzul Qur&#8217;an LP3IA yang bernama KH. Nursalim [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1386,"featured_media":156495,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5,2],"tags":[51950,51952,22219,51953,51947,22220,51948,51946,51951,48798,51949,32168],"class_list":{"0":"post-156494","1":"post","2":"type-post","3":"status-publish","4":"format-standard","5":"has-post-thumbnail","7":"category-lifestyle","8":"category-nasional","9":"tag-berilmu-profesor","10":"tag-fiqih","11":"tag-gus-baha","12":"tag-hadits","13":"tag-kesayangan-mbah-moen","14":"tag-kh-ahmad-bahauddin-nursalim","15":"tag-kyai-karismatik","16":"tag-profil-gus-baha","17":"tag-syaikhina-kh-maimoen-zubair","18":"tag-tafsir","19":"tag-tanpa-gelar","20":"tag-ulama-besar"},"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.5 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Profil Gus Baha, Kyai Karismatik Tanpa Gelar Namun Berilmu Profesor - Nawacita<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"JAKARTA, Nawacita - Profil Gus Baha, KH. Ahmad Baha\u2019uddin Nursalim atau biasa disebut dengan panggilan Gus Baha\u2019 lahir pada 29 September\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/2023\/01\/10\/profil-gus-baha-kyai-karismatik-tanpa-gelar-namun-berilmu-profesor\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Profil Gus Baha, Kyai Karismatik Tanpa Gelar Namun Berilmu Profesor - Nawacita\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"JAKARTA, Nawacita - Profil Gus Baha, KH. Ahmad Baha\u2019uddin Nursalim atau biasa disebut dengan panggilan Gus Baha\u2019 lahir pada 29 September\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/2023\/01\/10\/profil-gus-baha-kyai-karismatik-tanpa-gelar-namun-berilmu-profesor\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Nawacita\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/nawacitaco-1763136813898723\/?ref=aymt_homepage_panel\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2023-01-10T10:51:36+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2023-01-10T10:51:37+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/nawacita.co\/wp-content\/uploads\/2023\/01\/3742772452.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"600\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"400\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Redy Agustino\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@nawacit4\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@nawacit4\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Redy Agustino\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"7 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/index.php\\\/2023\\\/01\\\/10\\\/profil-gus-baha-kyai-karismatik-tanpa-gelar-namun-berilmu-profesor\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/index.php\\\/2023\\\/01\\\/10\\\/profil-gus-baha-kyai-karismatik-tanpa-gelar-namun-berilmu-profesor\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"Redy Agustino\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/88d98d5ad579a294c4cbcedcc622ee5e\"},\"headline\":\"Profil Gus Baha, Kyai Karismatik Tanpa Gelar Namun Berilmu Profesor\",\"datePublished\":\"2023-01-10T10:51:36+00:00\",\"dateModified\":\"2023-01-10T10:51:37+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/index.php\\\/2023\\\/01\\\/10\\\/profil-gus-baha-kyai-karismatik-tanpa-gelar-namun-berilmu-profesor\\\/\"},\"wordCount\":1505,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/index.php\\\/2023\\\/01\\\/10\\\/profil-gus-baha-kyai-karismatik-tanpa-gelar-namun-berilmu-profesor\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2023\\\/01\\\/3742772452.jpg\",\"keywords\":[\"Berilmu Profesor\",\"Fiqih\",\"Gus Baha\",\"Hadits\",\"Kesayangan Mbah Moen\",\"KH Ahmad Bahauddin Nursalim\",\"Kyai Karismatik\",\"Profil Gus Baha\",\"Syaikhina KH. Maimoen Zubair\",\"Tafsir\",\"Tanpa Gelar\",\"Ulama Besar\"],\"articleSection\":[\"LifeStyle\",\"Nasional\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/index.php\\\/2023\\\/01\\\/10\\\/profil-gus-baha-kyai-karismatik-tanpa-gelar-namun-berilmu-profesor\\\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/index.php\\\/2023\\\/01\\\/10\\\/profil-gus-baha-kyai-karismatik-tanpa-gelar-namun-berilmu-profesor\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/index.php\\\/2023\\\/01\\\/10\\\/profil-gus-baha-kyai-karismatik-tanpa-gelar-namun-berilmu-profesor\\\/\",\"name\":\"Profil Gus Baha, Kyai Karismatik Tanpa Gelar Namun Berilmu Profesor - Nawacita\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/index.php\\\/2023\\\/01\\\/10\\\/profil-gus-baha-kyai-karismatik-tanpa-gelar-namun-berilmu-profesor\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/index.php\\\/2023\\\/01\\\/10\\\/profil-gus-baha-kyai-karismatik-tanpa-gelar-namun-berilmu-profesor\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2023\\\/01\\\/3742772452.jpg\",\"datePublished\":\"2023-01-10T10:51:36+00:00\",\"dateModified\":\"2023-01-10T10:51:37+00:00\",\"description\":\"JAKARTA, Nawacita - Profil Gus Baha, KH. Ahmad Baha\u2019uddin Nursalim atau biasa disebut dengan panggilan Gus Baha\u2019 lahir pada 29 September\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/index.php\\\/2023\\\/01\\\/10\\\/profil-gus-baha-kyai-karismatik-tanpa-gelar-namun-berilmu-profesor\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/index.php\\\/2023\\\/01\\\/10\\\/profil-gus-baha-kyai-karismatik-tanpa-gelar-namun-berilmu-profesor\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/index.php\\\/2023\\\/01\\\/10\\\/profil-gus-baha-kyai-karismatik-tanpa-gelar-namun-berilmu-profesor\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2023\\\/01\\\/3742772452.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2023\\\/01\\\/3742772452.jpg\",\"width\":600,\"height\":400,\"caption\":\"Profil Gus Baha, Kyai Karismatik Tanpa Gelar Namun Berilmu Profesor\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/index.php\\\/2023\\\/01\\\/10\\\/profil-gus-baha-kyai-karismatik-tanpa-gelar-namun-berilmu-profesor\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Profil Gus Baha, Kyai Karismatik Tanpa Gelar Namun Berilmu Profesor\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/\",\"name\":\"Nawacita\",\"description\":\"Berita Kementerian, BUMN, Pemerintah dan Politik\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/#organization\",\"name\":\"Nawacita\",\"url\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/10\\\/Logo-Nawacita-2021.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/10\\\/Logo-Nawacita-2021.png\",\"width\":1676,\"height\":422,\"caption\":\"Nawacita\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.facebook.com\\\/nawacitaco-1763136813898723\\\/?ref=aymt_homepage_panel\",\"https:\\\/\\\/x.com\\\/nawacit4\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/88d98d5ad579a294c4cbcedcc622ee5e\",\"name\":\"Redy Agustino\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/34b6eb56b939cf26f13095a69b94d9e1e8b68ac64f8ae4b15990c6967a68b54a?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/34b6eb56b939cf26f13095a69b94d9e1e8b68ac64f8ae4b15990c6967a68b54a?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/34b6eb56b939cf26f13095a69b94d9e1e8b68ac64f8ae4b15990c6967a68b54a?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Redy Agustino\"},\"sameAs\":[\"http:\\\/\\\/nawacita.co\",\"https:\\\/\\\/www.instagram.com\\\/redyvanhalen\\\/\"],\"url\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/index.php\\\/author\\\/redy-agustino\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Profil Gus Baha, Kyai Karismatik Tanpa Gelar Namun Berilmu Profesor - Nawacita","description":"JAKARTA, Nawacita - Profil Gus Baha, KH. Ahmad Baha\u2019uddin Nursalim atau biasa disebut dengan panggilan Gus Baha\u2019 lahir pada 29 September","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/2023\/01\/10\/profil-gus-baha-kyai-karismatik-tanpa-gelar-namun-berilmu-profesor\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Profil Gus Baha, Kyai Karismatik Tanpa Gelar Namun Berilmu Profesor - Nawacita","og_description":"JAKARTA, Nawacita - Profil Gus Baha, KH. Ahmad Baha\u2019uddin Nursalim atau biasa disebut dengan panggilan Gus Baha\u2019 lahir pada 29 September","og_url":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/2023\/01\/10\/profil-gus-baha-kyai-karismatik-tanpa-gelar-namun-berilmu-profesor\/","og_site_name":"Nawacita","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/nawacitaco-1763136813898723\/?ref=aymt_homepage_panel","article_published_time":"2023-01-10T10:51:36+00:00","article_modified_time":"2023-01-10T10:51:37+00:00","og_image":[{"width":600,"height":400,"url":"https:\/\/nawacita.co\/wp-content\/uploads\/2023\/01\/3742772452.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Redy Agustino","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@nawacit4","twitter_site":"@nawacit4","twitter_misc":{"Written by":"Redy Agustino","Est. reading time":"7 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/2023\/01\/10\/profil-gus-baha-kyai-karismatik-tanpa-gelar-namun-berilmu-profesor\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/2023\/01\/10\/profil-gus-baha-kyai-karismatik-tanpa-gelar-namun-berilmu-profesor\/"},"author":{"name":"Redy Agustino","@id":"https:\/\/nawacita.co\/#\/schema\/person\/88d98d5ad579a294c4cbcedcc622ee5e"},"headline":"Profil Gus Baha, Kyai Karismatik Tanpa Gelar Namun Berilmu Profesor","datePublished":"2023-01-10T10:51:36+00:00","dateModified":"2023-01-10T10:51:37+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/2023\/01\/10\/profil-gus-baha-kyai-karismatik-tanpa-gelar-namun-berilmu-profesor\/"},"wordCount":1505,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/nawacita.co\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/2023\/01\/10\/profil-gus-baha-kyai-karismatik-tanpa-gelar-namun-berilmu-profesor\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/nawacita.co\/wp-content\/uploads\/2023\/01\/3742772452.jpg","keywords":["Berilmu Profesor","Fiqih","Gus Baha","Hadits","Kesayangan Mbah Moen","KH Ahmad Bahauddin Nursalim","Kyai Karismatik","Profil Gus Baha","Syaikhina KH. Maimoen Zubair","Tafsir","Tanpa Gelar","Ulama Besar"],"articleSection":["LifeStyle","Nasional"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/nawacita.co\/index.php\/2023\/01\/10\/profil-gus-baha-kyai-karismatik-tanpa-gelar-namun-berilmu-profesor\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/2023\/01\/10\/profil-gus-baha-kyai-karismatik-tanpa-gelar-namun-berilmu-profesor\/","url":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/2023\/01\/10\/profil-gus-baha-kyai-karismatik-tanpa-gelar-namun-berilmu-profesor\/","name":"Profil Gus Baha, Kyai Karismatik Tanpa Gelar Namun Berilmu Profesor - Nawacita","isPartOf":{"@id":"https:\/\/nawacita.co\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/2023\/01\/10\/profil-gus-baha-kyai-karismatik-tanpa-gelar-namun-berilmu-profesor\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/2023\/01\/10\/profil-gus-baha-kyai-karismatik-tanpa-gelar-namun-berilmu-profesor\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/nawacita.co\/wp-content\/uploads\/2023\/01\/3742772452.jpg","datePublished":"2023-01-10T10:51:36+00:00","dateModified":"2023-01-10T10:51:37+00:00","description":"JAKARTA, Nawacita - Profil Gus Baha, KH. Ahmad Baha\u2019uddin Nursalim atau biasa disebut dengan panggilan Gus Baha\u2019 lahir pada 29 September","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/2023\/01\/10\/profil-gus-baha-kyai-karismatik-tanpa-gelar-namun-berilmu-profesor\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/nawacita.co\/index.php\/2023\/01\/10\/profil-gus-baha-kyai-karismatik-tanpa-gelar-namun-berilmu-profesor\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/2023\/01\/10\/profil-gus-baha-kyai-karismatik-tanpa-gelar-namun-berilmu-profesor\/#primaryimage","url":"https:\/\/nawacita.co\/wp-content\/uploads\/2023\/01\/3742772452.jpg","contentUrl":"https:\/\/nawacita.co\/wp-content\/uploads\/2023\/01\/3742772452.jpg","width":600,"height":400,"caption":"Profil Gus Baha, Kyai Karismatik Tanpa Gelar Namun Berilmu Profesor"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/2023\/01\/10\/profil-gus-baha-kyai-karismatik-tanpa-gelar-namun-berilmu-profesor\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/nawacita.co\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Profil Gus Baha, Kyai Karismatik Tanpa Gelar Namun Berilmu Profesor"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/nawacita.co\/#website","url":"https:\/\/nawacita.co\/","name":"Nawacita","description":"Berita Kementerian, BUMN, Pemerintah dan Politik","publisher":{"@id":"https:\/\/nawacita.co\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/nawacita.co\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/nawacita.co\/#organization","name":"Nawacita","url":"https:\/\/nawacita.co\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/nawacita.co\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/nawacita.co\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/Logo-Nawacita-2021.png","contentUrl":"https:\/\/nawacita.co\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/Logo-Nawacita-2021.png","width":1676,"height":422,"caption":"Nawacita"},"image":{"@id":"https:\/\/nawacita.co\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/nawacitaco-1763136813898723\/?ref=aymt_homepage_panel","https:\/\/x.com\/nawacit4"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/nawacita.co\/#\/schema\/person\/88d98d5ad579a294c4cbcedcc622ee5e","name":"Redy Agustino","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/34b6eb56b939cf26f13095a69b94d9e1e8b68ac64f8ae4b15990c6967a68b54a?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/34b6eb56b939cf26f13095a69b94d9e1e8b68ac64f8ae4b15990c6967a68b54a?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/34b6eb56b939cf26f13095a69b94d9e1e8b68ac64f8ae4b15990c6967a68b54a?s=96&d=mm&r=g","caption":"Redy Agustino"},"sameAs":["http:\/\/nawacita.co","https:\/\/www.instagram.com\/redyvanhalen\/"],"url":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/author\/redy-agustino\/"}]}},"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/nawacita.co\/wp-content\/uploads\/2023\/01\/3742772452.jpg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/156494","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1386"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=156494"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/156494\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/156495"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=156494"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=156494"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=156494"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}