{"id":144712,"date":"2022-09-02T17:03:50","date_gmt":"2022-09-02T10:03:50","guid":{"rendered":"https:\/\/nawacita.co\/?p=144712"},"modified":"2022-09-02T17:03:51","modified_gmt":"2022-09-02T10:03:51","slug":"mengenal-stockholm-syndrome-gangguan-psikologis-korban-penyanderaan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/2022\/09\/02\/mengenal-stockholm-syndrome-gangguan-psikologis-korban-penyanderaan\/","title":{"rendered":"Mengenal Stockholm Syndrome, Gangguan Psikologis\u00a0Korban Penyanderaan"},"content":{"rendered":"<h1>Mengenal Stockholm Syndrome, Pengertian serta Gejalanya<\/h1>\n<p><strong>JAKARTA, <a href=\"https:\/\/nawacita.co\/\">Nawacita<\/a><\/strong> &#8211; Pengertian Stockholm syndrome atau sindrom Stockholm adalah gangguan psikologis pada korban penyanderaan yang membuat mereka merasa simpati atau bahkan menyayangi pelaku.<\/p>\n<p>Bagaimana hal tersebut bisa terjadi? Stockholm syndrome diperkenalkan oleh seorang kriminolog, Nils Bejerot, berdasarkan kasus perampokan bank yang terjadi pada 1973 di Stockholm, Swedia.<\/p>\n<p>Dalam kasus ini, para sandera justru membentuk ikatan emosional dengan para pelaku meski telah disekap selama 6 hari.\u00a0Sandera bahkan menolak bersaksi di pengadilan dan justru mengumpulkan dana bantuan hukum untuk membela pelaku.<\/p>\n<p>Dalam suatu penyanderaan, para sandera umumnya akan merasa benci dan takut karena pelaku atau penculik kerap berlaku kasar, bahkan kejam.\u00a0Namun, dalam kasus Stockholm syndrome, hal yang terjadi justru sebaliknya. Para korban justru merasa simpati terhadap pelaku.\u00a0Menurut dr. Sienny Agustin di laman Alodokter, dicuplik Jumat, 2 September 2022, ada beberapa faktor yang mendasari munculnya Stockholm syndrome, di antaranya:<\/p>\n<p>&#8211; Para penyandera dan korban berada di dalam ruangan dan tekanan situasi yang sama<br \/>\n&#8211; Situasi penyanderaan berlangsung cukup lama, bahkan hingga beberapa hari<br \/>\n&#8211; Penyandera menunjukkan kebaikan kepada para sandera atau setidaknya menahan diri untuk tidak melukai mereka<\/p>\n<p>Para psikolog menduga jika Stockholm syndrome merupakan cara korban untuk mengatasi\u00a0stres\u00a0atau\u00a0trauma yang berlebihan akibat penyanderaan.\u00a0Meski begitu, penelitian menyebutkan bahwa Stockholm syndrome tidak hanya berlaku pada situasi penyanderaan, tetapi juga bisa terjadi pada situasi tertentu, seperti\u00a0pelecehan anak,\u00a0pelecehan antar pelatih dan atlet,\u00a0hubungan abusive, dan\u00a0perdagangan seks.<\/p>\n<figure id=\"attachment_144715\" aria-describedby=\"caption-attachment-144715\" style=\"width: 300px\" class=\"wp-caption alignnone\"><a href=\"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/2022\/09\/02\/mengenal-stockholm-syndrome-gangguan-psikologis-korban-penyanderaan\/082720_stockholm_web\/\" rel=\"attachment wp-att-144715\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-144715\" src=\"https:\/\/nawacita.co\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/082720_stockholm_web-300x169.jpg\" alt=\"\" width=\"300\" height=\"169\" srcset=\"https:\/\/nawacita.co\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/082720_stockholm_web-300x169.jpg 300w, https:\/\/nawacita.co\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/082720_stockholm_web-696x392.jpg 696w, https:\/\/nawacita.co\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/082720_stockholm_web.jpg 711w\" sizes=\"auto, (max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/><\/a><figcaption id=\"caption-attachment-144715\" class=\"wp-caption-text\">Mengenal Stockholm Syndrome, Gangguan Psikologis\u00a0Korban Penyanderaan.<\/figcaption><\/figure>\n<p><strong>Baca Juga:\u00a0<a href=\"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/2022\/05\/31\/mengenal-psikopat-gangguan-kepribadian-ciri-ciri-serta-penyebabnya\/\">Mengenal Psikopat, Gangguan Kepribadian Ciri-Ciri serta Penyebabnya<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Seperti sindrom lain, Stockholm syndrome juga terdiri dari sekumpulan gejala. Gejala gangguan ini secara umum hampir sama dengan gejala gangguan stres pasca trauma atau PTSD.<\/p>\n<p>Gejala Stockholm syndrome\u00a0meliputi:<\/p>\n<p>&#8211; Mudah kaget<br \/>\n&#8211; Gelisah<br \/>\n&#8211; Mimpi buruk<br \/>\n&#8211; Selalu curiga<br \/>\n&#8211; Muncul perasaan seperti sedang tidak berada dalam kenyataan<br \/>\n&#8211; Sulit konsentrasi<br \/>\n&#8211; Selalu mengenang masa trauma (flashback)<br \/>\n&#8211; Tidak lagi menikmati pengalaman yang sebelumnya menyenangkan<br \/>\n&#8211; Perasaan negatif terhadap keluarga atau teman yang mencoba untuk menyelamatkannya<br \/>\n&#8211; Selalu mendukung setiap hal yang dilakukan oleh penyandera<\/p>\n<p>Tidak ada pengobatan khusus bagi penderita Stockholm syndrome. Namun, psikiater akan menggunakan beberapa metode yang biasa digunakan untuk mengatasi situasi traumatis, seperti peresepan obat antiansietas untuk mengatasi kecemasan yang dialami.<\/p>\n<p>Selain itu, psikoterapi juga akan dilakukan untuk menangani Stockholm syndrome. Dalam psikoterapi, penderita akan diajarkan untuk mengatasi pengalaman traumatiknya.\u00a0Tujuan akhir dari semua penanganan Stockholm syndrome adalah untuk menyadarkan penderita bahwa yang mereka rasakan terhadap pelaku hanyalah metode pertahanan diri.<\/p>\n<p>Stockholm syndrome merupakan kondisi tidak umum yang sering kali dirasakan oleh para korban penyanderaan.\u00a0Bila Anda atau keluarga dan kerabat Anda ada yang mengalami gejala Stockholm syndrome, cobalah konsultasikan ke psikiater agar dapat diberikan penanganan yang tepat.<\/p>\n<p><strong>aldonws.<\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Mengenal Stockholm Syndrome, Pengertian serta Gejalanya JAKARTA, Nawacita &#8211; Pengertian Stockholm syndrome atau sindrom Stockholm adalah gangguan psikologis pada korban penyanderaan yang membuat mereka merasa simpati atau bahkan menyayangi pelaku. Bagaimana hal tersebut bisa terjadi? Stockholm syndrome diperkenalkan oleh seorang kriminolog, Nils Bejerot, berdasarkan kasus perampokan bank yang terjadi pada 1973 di Stockholm, Swedia. Dalam [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1386,"featured_media":144714,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[46148,20083,46149,29178,46151,46150,46147],"class_list":{"0":"post-144712","1":"post","2":"type-post","3":"status-publish","4":"format-standard","5":"has-post-thumbnail","7":"category-healthy","8":"tag-gangguan-psikologis","9":"tag-gejala","10":"tag-korban-penyanderaan","11":"tag-pengertian","12":"tag-simpati-terhadap-pelaku","13":"tag-sindrom-stockholm","14":"tag-stockholm-syndrome"},"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.5 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Mengenal Stockholm Syndrome, Gangguan Psikologis\u00a0Korban Penyanderaan - Nawacita<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"JAKARTA, Nawacita - Pengertian Stockholm syndrome atau sindrom Stockholm adalah gangguan psikologis pada korban penyanderaan yang membuat\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/2022\/09\/02\/mengenal-stockholm-syndrome-gangguan-psikologis-korban-penyanderaan\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Mengenal Stockholm Syndrome, Gangguan Psikologis\u00a0Korban Penyanderaan - Nawacita\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"JAKARTA, Nawacita - Pengertian Stockholm syndrome atau sindrom Stockholm adalah gangguan psikologis pada korban penyanderaan yang membuat\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/2022\/09\/02\/mengenal-stockholm-syndrome-gangguan-psikologis-korban-penyanderaan\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Nawacita\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/nawacitaco-1763136813898723\/?ref=aymt_homepage_panel\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2022-09-02T10:03:50+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2022-09-02T10:03:51+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/nawacita.co\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/zfyysr638vroxmqvxrb5od-1200-80-article-1602023151.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"600\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"400\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Redy Agustino\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@nawacit4\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@nawacit4\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Redy Agustino\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"2 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/index.php\\\/2022\\\/09\\\/02\\\/mengenal-stockholm-syndrome-gangguan-psikologis-korban-penyanderaan\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/index.php\\\/2022\\\/09\\\/02\\\/mengenal-stockholm-syndrome-gangguan-psikologis-korban-penyanderaan\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"Redy Agustino\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/88d98d5ad579a294c4cbcedcc622ee5e\"},\"headline\":\"Mengenal Stockholm Syndrome, Gangguan Psikologis\u00a0Korban Penyanderaan\",\"datePublished\":\"2022-09-02T10:03:50+00:00\",\"dateModified\":\"2022-09-02T10:03:51+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/index.php\\\/2022\\\/09\\\/02\\\/mengenal-stockholm-syndrome-gangguan-psikologis-korban-penyanderaan\\\/\"},\"wordCount\":456,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/index.php\\\/2022\\\/09\\\/02\\\/mengenal-stockholm-syndrome-gangguan-psikologis-korban-penyanderaan\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/09\\\/zfyysr638vroxmqvxrb5od-1200-80-article-1602023151.jpg\",\"keywords\":[\"Gangguan Psikologis\",\"Gejala\",\"Korban Penyanderaan\",\"Pengertian\",\"Simpati Terhadap Pelaku\",\"sindrom Stockholm\",\"Stockholm Syndrome\"],\"articleSection\":[\"Healthy\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/index.php\\\/2022\\\/09\\\/02\\\/mengenal-stockholm-syndrome-gangguan-psikologis-korban-penyanderaan\\\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/index.php\\\/2022\\\/09\\\/02\\\/mengenal-stockholm-syndrome-gangguan-psikologis-korban-penyanderaan\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/index.php\\\/2022\\\/09\\\/02\\\/mengenal-stockholm-syndrome-gangguan-psikologis-korban-penyanderaan\\\/\",\"name\":\"Mengenal Stockholm Syndrome, Gangguan Psikologis\u00a0Korban Penyanderaan - Nawacita\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/index.php\\\/2022\\\/09\\\/02\\\/mengenal-stockholm-syndrome-gangguan-psikologis-korban-penyanderaan\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/index.php\\\/2022\\\/09\\\/02\\\/mengenal-stockholm-syndrome-gangguan-psikologis-korban-penyanderaan\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/09\\\/zfyysr638vroxmqvxrb5od-1200-80-article-1602023151.jpg\",\"datePublished\":\"2022-09-02T10:03:50+00:00\",\"dateModified\":\"2022-09-02T10:03:51+00:00\",\"description\":\"JAKARTA, Nawacita - Pengertian Stockholm syndrome atau sindrom Stockholm adalah gangguan psikologis pada korban penyanderaan yang membuat\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/index.php\\\/2022\\\/09\\\/02\\\/mengenal-stockholm-syndrome-gangguan-psikologis-korban-penyanderaan\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/index.php\\\/2022\\\/09\\\/02\\\/mengenal-stockholm-syndrome-gangguan-psikologis-korban-penyanderaan\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/index.php\\\/2022\\\/09\\\/02\\\/mengenal-stockholm-syndrome-gangguan-psikologis-korban-penyanderaan\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/09\\\/zfyysr638vroxmqvxrb5od-1200-80-article-1602023151.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/09\\\/zfyysr638vroxmqvxrb5od-1200-80-article-1602023151.jpg\",\"width\":600,\"height\":400,\"caption\":\"Mengenal Stockholm Syndrome, Gangguan Psikologis\u00a0Korban Penyanderaan\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/index.php\\\/2022\\\/09\\\/02\\\/mengenal-stockholm-syndrome-gangguan-psikologis-korban-penyanderaan\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Mengenal Stockholm Syndrome, Gangguan Psikologis\u00a0Korban Penyanderaan\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/\",\"name\":\"Nawacita\",\"description\":\"Berita Kementerian, BUMN, Pemerintah dan Politik\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/#organization\",\"name\":\"Nawacita\",\"url\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/10\\\/Logo-Nawacita-2021.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/10\\\/Logo-Nawacita-2021.png\",\"width\":1676,\"height\":422,\"caption\":\"Nawacita\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.facebook.com\\\/nawacitaco-1763136813898723\\\/?ref=aymt_homepage_panel\",\"https:\\\/\\\/x.com\\\/nawacit4\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/88d98d5ad579a294c4cbcedcc622ee5e\",\"name\":\"Redy Agustino\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/34b6eb56b939cf26f13095a69b94d9e1e8b68ac64f8ae4b15990c6967a68b54a?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/34b6eb56b939cf26f13095a69b94d9e1e8b68ac64f8ae4b15990c6967a68b54a?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/34b6eb56b939cf26f13095a69b94d9e1e8b68ac64f8ae4b15990c6967a68b54a?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Redy Agustino\"},\"sameAs\":[\"http:\\\/\\\/nawacita.co\",\"https:\\\/\\\/www.instagram.com\\\/redyvanhalen\\\/\"],\"url\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/index.php\\\/author\\\/redy-agustino\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Mengenal Stockholm Syndrome, Gangguan Psikologis\u00a0Korban Penyanderaan - Nawacita","description":"JAKARTA, Nawacita - Pengertian Stockholm syndrome atau sindrom Stockholm adalah gangguan psikologis pada korban penyanderaan yang membuat","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/2022\/09\/02\/mengenal-stockholm-syndrome-gangguan-psikologis-korban-penyanderaan\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Mengenal Stockholm Syndrome, Gangguan Psikologis\u00a0Korban Penyanderaan - Nawacita","og_description":"JAKARTA, Nawacita - Pengertian Stockholm syndrome atau sindrom Stockholm adalah gangguan psikologis pada korban penyanderaan yang membuat","og_url":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/2022\/09\/02\/mengenal-stockholm-syndrome-gangguan-psikologis-korban-penyanderaan\/","og_site_name":"Nawacita","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/nawacitaco-1763136813898723\/?ref=aymt_homepage_panel","article_published_time":"2022-09-02T10:03:50+00:00","article_modified_time":"2022-09-02T10:03:51+00:00","og_image":[{"width":600,"height":400,"url":"https:\/\/nawacita.co\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/zfyysr638vroxmqvxrb5od-1200-80-article-1602023151.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Redy Agustino","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@nawacit4","twitter_site":"@nawacit4","twitter_misc":{"Written by":"Redy Agustino","Est. reading time":"2 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/2022\/09\/02\/mengenal-stockholm-syndrome-gangguan-psikologis-korban-penyanderaan\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/2022\/09\/02\/mengenal-stockholm-syndrome-gangguan-psikologis-korban-penyanderaan\/"},"author":{"name":"Redy Agustino","@id":"https:\/\/nawacita.co\/#\/schema\/person\/88d98d5ad579a294c4cbcedcc622ee5e"},"headline":"Mengenal Stockholm Syndrome, Gangguan Psikologis\u00a0Korban Penyanderaan","datePublished":"2022-09-02T10:03:50+00:00","dateModified":"2022-09-02T10:03:51+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/2022\/09\/02\/mengenal-stockholm-syndrome-gangguan-psikologis-korban-penyanderaan\/"},"wordCount":456,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/nawacita.co\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/2022\/09\/02\/mengenal-stockholm-syndrome-gangguan-psikologis-korban-penyanderaan\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/nawacita.co\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/zfyysr638vroxmqvxrb5od-1200-80-article-1602023151.jpg","keywords":["Gangguan Psikologis","Gejala","Korban Penyanderaan","Pengertian","Simpati Terhadap Pelaku","sindrom Stockholm","Stockholm Syndrome"],"articleSection":["Healthy"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/nawacita.co\/index.php\/2022\/09\/02\/mengenal-stockholm-syndrome-gangguan-psikologis-korban-penyanderaan\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/2022\/09\/02\/mengenal-stockholm-syndrome-gangguan-psikologis-korban-penyanderaan\/","url":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/2022\/09\/02\/mengenal-stockholm-syndrome-gangguan-psikologis-korban-penyanderaan\/","name":"Mengenal Stockholm Syndrome, Gangguan Psikologis\u00a0Korban Penyanderaan - Nawacita","isPartOf":{"@id":"https:\/\/nawacita.co\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/2022\/09\/02\/mengenal-stockholm-syndrome-gangguan-psikologis-korban-penyanderaan\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/2022\/09\/02\/mengenal-stockholm-syndrome-gangguan-psikologis-korban-penyanderaan\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/nawacita.co\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/zfyysr638vroxmqvxrb5od-1200-80-article-1602023151.jpg","datePublished":"2022-09-02T10:03:50+00:00","dateModified":"2022-09-02T10:03:51+00:00","description":"JAKARTA, Nawacita - Pengertian Stockholm syndrome atau sindrom Stockholm adalah gangguan psikologis pada korban penyanderaan yang membuat","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/2022\/09\/02\/mengenal-stockholm-syndrome-gangguan-psikologis-korban-penyanderaan\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/nawacita.co\/index.php\/2022\/09\/02\/mengenal-stockholm-syndrome-gangguan-psikologis-korban-penyanderaan\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/2022\/09\/02\/mengenal-stockholm-syndrome-gangguan-psikologis-korban-penyanderaan\/#primaryimage","url":"https:\/\/nawacita.co\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/zfyysr638vroxmqvxrb5od-1200-80-article-1602023151.jpg","contentUrl":"https:\/\/nawacita.co\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/zfyysr638vroxmqvxrb5od-1200-80-article-1602023151.jpg","width":600,"height":400,"caption":"Mengenal Stockholm Syndrome, Gangguan Psikologis\u00a0Korban Penyanderaan"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/2022\/09\/02\/mengenal-stockholm-syndrome-gangguan-psikologis-korban-penyanderaan\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/nawacita.co\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Mengenal Stockholm Syndrome, Gangguan Psikologis\u00a0Korban Penyanderaan"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/nawacita.co\/#website","url":"https:\/\/nawacita.co\/","name":"Nawacita","description":"Berita Kementerian, BUMN, Pemerintah dan Politik","publisher":{"@id":"https:\/\/nawacita.co\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/nawacita.co\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/nawacita.co\/#organization","name":"Nawacita","url":"https:\/\/nawacita.co\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/nawacita.co\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/nawacita.co\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/Logo-Nawacita-2021.png","contentUrl":"https:\/\/nawacita.co\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/Logo-Nawacita-2021.png","width":1676,"height":422,"caption":"Nawacita"},"image":{"@id":"https:\/\/nawacita.co\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/nawacitaco-1763136813898723\/?ref=aymt_homepage_panel","https:\/\/x.com\/nawacit4"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/nawacita.co\/#\/schema\/person\/88d98d5ad579a294c4cbcedcc622ee5e","name":"Redy Agustino","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/34b6eb56b939cf26f13095a69b94d9e1e8b68ac64f8ae4b15990c6967a68b54a?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/34b6eb56b939cf26f13095a69b94d9e1e8b68ac64f8ae4b15990c6967a68b54a?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/34b6eb56b939cf26f13095a69b94d9e1e8b68ac64f8ae4b15990c6967a68b54a?s=96&d=mm&r=g","caption":"Redy Agustino"},"sameAs":["http:\/\/nawacita.co","https:\/\/www.instagram.com\/redyvanhalen\/"],"url":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/author\/redy-agustino\/"}]}},"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/nawacita.co\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/zfyysr638vroxmqvxrb5od-1200-80-article-1602023151.jpg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/144712","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1386"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=144712"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/144712\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/144714"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=144712"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=144712"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=144712"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}