{"id":141549,"date":"2022-07-28T18:37:12","date_gmt":"2022-07-28T11:37:12","guid":{"rendered":"https:\/\/nawacita.co\/?p=141549"},"modified":"2022-07-28T18:37:14","modified_gmt":"2022-07-28T11:37:14","slug":"pengertian-fiqih-hukum-serta-sumbernya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/2022\/07\/28\/pengertian-fiqih-hukum-serta-sumbernya\/","title":{"rendered":"Pengertian Fiqih, Hukum serta Sumbernya"},"content":{"rendered":"<h1>Pengertian Fiqih dan Hubungannya dengan Aqidah Islam<\/h1>\n<div><strong>JAKARTA, <a href=\"https:\/\/nawacita.co\/\">Nawacita<\/a><\/strong> &#8211; Pengertian fiqih atau ilmu fiqih sangat erat kaitannya dengan istilah syari\u2019ah. Karena hakikatnya fiqih adalah jabaran praktis dari syari\u2019ah. Karenanya, sebelum membahas pengertian fiqih, terlebih dahulu dijelaskan arti dari syari\u2019ah.<\/div>\n<div><\/div>\n<div>Secara etimologis (lughawi) syari\u2019ah berarti \u201cjalan ke tempat pengairan\u201d atau \u201cjalan yang harus diikuti\u201d, atau \u201ctempat lalu air di sungai\u201d. Arti terakhir digunakan orang Arab sampai sekarang. Kata syari\u2019ah muncul dalam beberapa ayat al-Qur\u2019an seperti pada surat al-Ma\u2019idah: 48, al-Syura: 13, dan al-Jatsiyah: 18, yang mengandung arti \u201cjalan yang jelas yang membawa kepada kemenangan\u201d. Dalam hal ini, agama yang ditetapkan Allah untuk manusia disebut syari\u2019ah, dalam arti lughawi, karena umat islam selalu melaluinya dalam kehidupannya di dunia. Kesamaan syari\u2019ah dengan jalan air adalah dari segi bahwa siapa yang mengikuti syari\u2019ah ia akan mengalir dan bersih jiwanya.<\/div>\n<div><\/div>\n<div>Menurut para ulama, definisi syari\u2019ah adalah segala titah Allah yang berhubungan dengan tingkah laku manusia di luar yang mengenai akhlak. Maka syari\u2019ah itu adalah nama bagi hukum \u2013hukum yang bersifat amaliah.<\/div>\n<div><\/div>\n<p>Pengertian Fiqih menurut bahasa berarti \u2018paham\u2019, seperti dalam firman Allah:<\/p>\n<p><em>\u201cMaka mengapa orang-orang itu (orang munafik) hampir-hampir tidak memahami pembicaraan sedikitpun?\u201d<\/em>\u00a0(QS. An Nisa: 78)<\/p>\n<p>dan sabda Rasulullah\u00a0<em>shallallahu \u2018alaihi wa sallam<\/em>:<\/p>\n<p><em>\u201cSesungguhnya panjangnya shalat dan pendeknya khutbah seseorang, merupakan tanda akan kepahamannya.\u201d<\/em>\u00a0(Muslim no. 1437, Ahmad no. 17598, Daarimi no. 1511)<\/p>\n<p>Fiqih Secara Istilah Mengandung Dua Arti:<\/p>\n<ol>\n<li>Pengetahuan tentang hukum-hukum syari\u2019at yang berkaitan dengan perbuatan dan perkataan\u00a0<em>mukallaf<\/em>\u00a0(mereka yang sudah terbebani menjalankan syari\u2019at agama), yang diambil dari dalil-dalilnya yang bersifat terperinci, berupa nash-nash al Qur\u2019an dan As sunnah serta yang bercabang darinya yang berupa ijma\u2019 dan ijtihad.<\/li>\n<li>Hukum-hukum syari\u2019at itu sendiri. Jadi perbedaan antara kedua definisi tersebut bahwa yang pertama di gunakan untuk mengetahui hukum-hukum (Seperti seseorang ingin mengetahui apakah suatu perbuatan itu wajib atau sunnah, haram atau makruh, ataukah mubah, ditinjau dari dalil-dalil yang ada), sedangkan yang kedua adalah untuk hukum-hukum syari\u2019at itu sendiri (yaitu hukum apa saja yang terkandung dalam shalat, zakat, puasa, haji, dan lainnya berupa syarat-syarat, rukun-rukun, kewajiban-kewajiban, atau sunnah-sunnahnya).<\/li>\n<\/ol>\n<figure id=\"attachment_141554\" aria-describedby=\"caption-attachment-141554\" style=\"width: 300px\" class=\"wp-caption alignnone\"><a href=\"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/2022\/07\/28\/pengertian-fiqih-hukum-serta-sumbernya\/pengertian-fiqih\/\" rel=\"attachment wp-att-141554\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-141554\" src=\"https:\/\/nawacita.co\/wp-content\/uploads\/2022\/07\/Pengertian-Fiqih-300x189.jpg\" alt=\"Pengertian Fiqih\" width=\"300\" height=\"189\" srcset=\"https:\/\/nawacita.co\/wp-content\/uploads\/2022\/07\/Pengertian-Fiqih-300x189.jpg 300w, https:\/\/nawacita.co\/wp-content\/uploads\/2022\/07\/Pengertian-Fiqih.jpg 636w\" sizes=\"auto, (max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/><\/a><figcaption id=\"caption-attachment-141554\" class=\"wp-caption-text\">Pengertian Fiqih, Hukum serta Sumbernya.<\/figcaption><\/figure>\n<p><strong>Baca Juga:\u00a0<a href=\"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/2020\/10\/16\/pengertian-syariat-tarekat-hakikat-dan-makrifat\/\">Pengertian Syariat, Tarekat, Hakikat dan Makrifat<\/a><\/strong><\/p>\n<h2><span id=\"Hubungan_Antara_Fiqh_dan_Aqidah_Islam\"><strong>Hubungan Antara Fiqih dan Aqidah Islam<\/strong><\/span><\/h2>\n<p>Diantara keistimewaan fiqih Islam -yang kita katakan sebagai hukum-hukum syari\u2019at yang mengatur perbuatan dan perkataan\u00a0<em>mukallaf<\/em>\u2013 memiliki keterikatan yang kuat dengan keimanan terhadap Allah dan rukun-rukun aqidah Islam yang lain. Terutama Aqidah yang berkaitan dengan iman dengan hari akhir. Yang demikian Itu dikarenakan keimanan kepada Allah-lah yang dapat menjadikan seorang muslim berpegang teguh dengan hukum-hukum agama, dan terkendali untuk menerapkannya sebagai bentuk ketaatan dan kerelaan. Sedangkan orang yang tidak beriman kepada Allah tidak merasa terikat dengan shalat maupun puasa dan tidak memperhatikan apakah perbuatannya termasuk yang halal atau haram. Maka berpegang teguh dengan hukum-hukum syari\u2019at tidak lain merupakan bagian dari keimanan terhadap Dzat yang menurunkan dan mensyari\u2019atkannya terhadap para hambaNya.<\/p>\n<p>Contohnya:<\/p>\n<p>Allah memerintahkan bersuci dan menjadikannya sebagai salah satu keharusan dalam keiman kepada Allah sebagaimana firman-Nya:<\/p>\n<p><em>\u201cHai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan shalat, maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kakimu sampai dengan kedua mata kaki.\u201d<\/em>\u00a0(QS. Al Maidah: 6)<\/p>\n<p>Juga seperti shalat dan zakat yang Allah kaitkan dengan keimanan terhadap hari akhir, sebagaimana firman-Nya:<\/p>\n<p><em>\u201c(yaitu) orang-orang yang mendirikan sembahyang dan menunaikan zakat dan mereka yakin akan adanya negeri akhirat.\u201d<\/em>\u00a0(QS. An naml: 3)<\/p>\n<p>Demikian pula taqwa, pergaulan baik, menjauhi kemungkaran dan contoh lainnya, yang tidak memungkinkan untuk disebutkan satu persatu. (lihat\u00a0<em>Fiqhul Manhaj<\/em>\u00a0hal. 9-12)<\/p>\n<h2><span id=\"Fiqh_Islam_Mencakup_Seluruh_Perbuatan_Manusia\"><strong>Fiqih Islam Mencakup Seluruh Perbuatan Manusia<\/strong><\/span><\/h2>\n<p>Tidak ragu lagi bahwa kehidupan manusia meliputi segala aspek. Dan kebahagiaan yang ingin dicapai oleh manusia mengharuskannya untuk memperhatikan semua aspek tersebut dengan cara yang terprogram dan teratur. Manakala fiqih Islam adalah ungkapan tentang hukum-hukum yang Allah syari\u2019atkan kepada para hamba-Nya, demi mengayomi seluruh kemaslahatan mereka dan mencegah timbulnya kerusakan ditengah-tengah mereka, maka fiqih Islam datang memperhatikan aspek tersebut dan mengatur seluruh kebutuhan manusia beserta hukum-hukumnya.<\/p>\n<p>Penjelasannya sebagai berikut:<\/p>\n<p>Kalau kita memperhatikan kitab-kitab fiqih yang mengandung hukum-hukum syari\u2019at yang bersumber dari Kitab Allah, Sunnah Rasulnya, serta Ijma\u2019 (kesepakatan) dan Ijtihad para ulama kaum muslimin, niscaya kita dapati kitab-kitab tersebut terbagi menjadi tujuh bagian, yang kesemuanya membentuk satu undang-undang umum bagi kehidupan manusia baik bersifat pribadi maupun bermasyarakat. Yang perinciannya sebagai berikut:<\/p>\n<ol>\n<li>Hukum-hukum yang berkaitan dengan ibadah kepada Allah. Seperti wudhu, shalat, puasa, haji dan yang lainnya. Dan ini disebut dengan Fiqih Ibadah.<\/li>\n<li>Hukum-hukum yang berkaitan dengan masalah kekeluargaan. Seperti pernikahan, talaq, nasab, persusuan, nafkah, warisan dan yang lainya. Dan ini disebut dengan Fikih\u00a0<em>Al Ahwal As sakhsiyah<\/em>.<\/li>\n<li>Hukum-hukum yang berkaitan dengan perbuatan manusia dan hubungan diantara mereka, seperti jual beli, jaminan, sewa menyewa, pengadilan dan yang lainnya. Dan ini disebut Fiqih Mu\u2019amalah.<\/li>\n<li>Hukum-hukum yang berkaitan dengan kewajiban-kewajiban pemimpin (kepala negara). Seperti menegakan keadilan, memberantas kedzaliman dan menerapkan hukum-hukum syari\u2019at, serta yang berkaitan dengan kewajiban-kewajiban rakyat yang dipimpin. Seperti kewajiban taat dalam hal yang bukan ma\u2019siat, dan yang lainnya. Dan ini disebut dengan Fiqih\u00a0<em>Siasah Syar\u2019iah<\/em>.<\/li>\n<li>Hukum-hukum yang berkaitan dengan hukuman terhadap pelaku-pelaku kejahatan, serta penjagaan keamanan dan ketertiban. Seperti hukuman terhadap pembunuh, pencuri, pemabuk, dan yang lainnya. Dan ini disebut sebagai Fiqih\u00a0<em>Al \u2018Ukubat<\/em>.<\/li>\n<li>Hukum-hukum yang mengatur hubungan negeri Islam dengan negeri lainnya. Yang berkaitan dengan pembahasan tentang perang atau damai dan yang lainnya. Dan ini dinamakan dengan Fiqih\u00a0<em>As Siyar<\/em>.<\/li>\n<li>Hukum-hukum yang berkaitan dengan akhlak dan prilaku, yang baik maupun yang buruk. Dan ini disebut dengan adab dan akhlak.<\/li>\n<\/ol>\n<p>Demikianlah kita dapati bahwa fiqih Islam dengan hukum-hukumnya meliputi semua kebutuhan manusia dan memperhatikan seluruh aspek kehidupan pribadi dan masyarakat.<\/p>\n<p><strong>Baca Juga:\u00a0<a href=\"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/2022\/05\/27\/mengenal-4-madzab-dalam-islam-sejarah-serta-karakteristiknya\/\">Pengertian 4 Madzab Dalam Islam, Sejarah serta Karakteristiknya<\/a><\/strong><\/p>\n<h2><span id=\"Sumber-Sumber_Fiqh_Islam\"><strong>Sumber-Sumber Fiqih Islam<\/strong><\/span><\/h2>\n<p>Semua hukum yang terdapat dalam fiqih Islam kembali kepada empat sumber:<\/p>\n<h3><span id=\"1_Al-Quran\"><strong>1. Al-Qur\u2019an<\/strong><\/span><\/h3>\n<p>Al Qur\u2019an adalah kalamullah yang diturunkan kepada Nabi kita Muhammad untuk menyelamatkan manusia dari kegelapan menuju cahaya yang terang benderang. Ia adalah sumber pertama bagi hukum-hukum fiqih Islam. Jika kita menjumpai suatu permasalahan, maka pertamakali kita harus kembali kepada Kitab Allah guna mencari hukumnya.<\/p>\n<p>Sebagai contoh:<\/p>\n<p>Bila kita ditanya tentang hukum khamer (miras), judi, pengagungan terhadap bebatuan dan mengundi nasib, maka jika kita merujuk kepada Al Qur\u2019an niscaya kita akan mendapatkannya dalam firman Allah subhanahu wa Ta\u2019ala: (QS. Al maidah: 90)<\/p>\n<p>Bila kita ditanya tentang masalah jual beli dan riba, maka kita dapatkan hukum hal tersebut dalam Kitab Allah (QS. Al baqarah: 275). Dan masih banyak contoh-contoh yang lain yang tidak memungkinkan untuk di perinci satu persatu.<\/p>\n<h3><span id=\"2_As-Sunnah\"><strong>2. As-Sunnah<\/strong><\/span><\/h3>\n<p>As-Sunnah yaitu semua yang bersumber dari Nabi berupa perkataan, perbuatan atau persetujuan.<\/p>\n<p>Contoh perkataan\/sabda Nabi:<\/p>\n<p><em>\u201cMencela sesama muslim adalah kefasikan dan membunuhnya adalah kekufuran.\u201d<\/em>\u00a0(Bukhari no. 46, 48, muslim no. 64, 97, Tirmidzi no. 1906,2558, Nasa\u2019i no. 4036, 4037, Ibnu Majah no. 68, Ahmad no. 3465, 3708)<\/p>\n<p>Contoh perbuatan:<\/p>\n<p>Apa yang diriwayatkan oleh Bukhari (Bukhari no. 635, juga diriwayatkan oleh Tirmidzi no. 3413, dan Ahmad no. 23093, 23800, 34528) bahwa \u2018Aisyah pernah ditanya:\u00a0<em>\u201cApa yang biasa dilakukan Rasulullah di rumahnya?\u201d<\/em>\u00a0Aisyah menjawab:\u00a0<em>\u201cBeliau membantu keluarganya; kemudian bila datang waktu shalat, beliau keluar untuk menunaikannya.\u201d<\/em><\/p>\n<p>Contoh persetujuan:<\/p>\n<p>Apa yang diriwayatkan oleh Abu Dawud (Hadits no. 1267) bahwa Nabi pernah melihat seseorang shalat dua rakaat setelah sholat subuh, maka Nabi berkata kepadanya:\u00a0<em>\u201cShalat subuh itu dua rakaat\u201d,\u00a0<\/em>orang tersebut menjawab,\u00a0<em>\u201csesungguhnya saya belum shalat sunat dua rakaat sebelum subuh, maka saya kerjakan sekarang.\u201d<\/em>\u00a0Lalu Nabi\u00a0<em>shollallahu\u2019alaihiwasallam<\/em>\u00a0terdiam. Maka diamnya beliau berarti menyetujui disyari\u2019atkannya shalat Sunat Qabliah subuh tersebut setelah shalat subuh bagi yang belum menunaikannya.<\/p>\n<p>As-Sunnah adalah sumber kedua setelah al Qur\u2019an. Bila kita tidak mendapatkan hukum dari suatu permasalahn dalam Al Qur\u2019an maka kita merujuk kepada as-Sunnah dan wajib mengamalkannya jika kita mendapatkan hukum tersebut. Dengan syarat, benar-benar bersumber dari Nabi shollallahu\u2019alaihiwasallam dengan sanad yang sahih.<\/p>\n<p>As Sunnah berfungsi sebagai penjelas al Qur\u2019an dari apa yang bersifat global dan umum. Seperti perintah shalat; maka bagaimana tatacaranya didapati dalam as Sunnah. Oleh karena itu Nabi bersabda:<\/p>\n<p><em>\u201cShalatlah kalian sebagaimana kalian melihat aku shalat.\u201d<\/em>\u00a0(Bukhari no. 595)<\/p>\n<p>Sebagaimana pula as-Sunnah menetapkan sebagian hukum-hukum yang tidak dijelaskan dalam Al Qur\u2019an. Seperti pengharaman memakai cincin emas dan kain sutra bagi laki-laki.<\/p>\n<h3><span id=\"3_Ijma\"><strong>3. Ijma\u2019<\/strong><\/span><\/h3>\n<p>Ijma\u2019 bermakna: Kesepakatan seluruh ulama mujtahid dari umat Muhammad\u00a0<em>shollallahu\u2019alaihiwasallam<\/em>\u00a0dari suatu generasi atas suatu hukum syar\u2019i, dan jika sudah bersepakat ulama-ulama tersebut\u2014baik pada generasi sahabat atau sesudahnya\u2014akan suatu hukum syari\u2019at maka kesepakatan mereka adalah ijma\u2019, dan beramal dengan apa yang telah menjadi suatu ijma\u2019 hukumnya wajib. Dan dalil akan hal tersebut sebagaimana yang dikabarkan Nabi\u00a0<em>shollallahu\u2019alaihiwasallam<\/em>, bahwa tidaklah umat ini akan berkumpul (bersepakat) dalam kesesatan, dan apa yang telah menjadi kesepakatan adalah hak (benar).<\/p>\n<p>Dari Abu Bashrah\u00a0<em>rodiallahu\u2019anhu<\/em>, bahwa Nabi\u00a0<em>shollallahu\u2019alaihiwasallam<\/em>\u00a0bersabda:<\/p>\n<p><em>\u201cSesungguhnya Allah tidaklah menjadikan ummatku atau ummat Muhammad berkumpul (besepakat) di atas kesesatan.\u201d<\/em>\u00a0(Tirmidzi no. 2093, Ahmad 6\/396)<\/p>\n<p>Contohnya:<\/p>\n<p>Ijma para sahabat ra bahwa kakek mendapatkan bagian 1\/6 dari harta warisan bersama anak laki-laki apabila tidak terdapat bapak.<\/p>\n<p>Ijma\u2019 merupakan sumber rujukan ketiga. Jika kita tidak mendapatkan didalam Al Qur\u2019an dan demikian pula sunnah, maka untuk hal yang seperti ini kita melihat, apakah hal tersebut telah disepakati oleh para ulama muslimin, apabila sudah, maka wajib bagi kita mengambilnya dan beramal dengannya.<\/p>\n<h3><span id=\"4_Qiyas\"><strong>4. Qiyas<\/strong><\/span><\/h3>\n<p>Yaitu: Mencocokkan perkara yang tidak didapatkan di dalamnya hukum syar\u2019i dengan perkara lain yang memiliki nash yang sehukum dengannya, dikarenakan persamaan sebab\/alasan antara keduanya. Pada qiyas inilah kita meruju\u2019 apabila kita tidak mendapatkan nash dalam suatu hukum dari suatu permasalahan, baik di dalam Al Qur\u2019an, sunnah maupun ijma\u2019.<\/p>\n<p>Ia merupakan sumber rujukan keempat setelah Al Qur\u2019an, as Sunnah dan Ijma\u2019.<\/p>\n<p><strong>Rukun Qiyas<\/strong><\/p>\n<p>Qiyas memiliki empat rukun:<\/p>\n<ol>\n<li>Dasar (dalil).<\/li>\n<li>Masalah yang akan diqiyaskan.<\/li>\n<li>Hukum yang terdapat pada dalil.<\/li>\n<li>Kesamaan sebab\/alasan antara dalil dan masalah yang diqiyaskan.<\/li>\n<\/ol>\n<p>Contoh:<\/p>\n<p>Allah mengharamkan khamer dengan dalil Al Qur\u2019an, sebab atau alasan pengharamannya adalah karena ia memabukkan, dan menghilangkan kesadaran. Jika kita menemukan minuman memabukkan lain dengan nama yang berbeda selain khamer, maka kita menghukuminya dengan haram, sebagai hasil Qiyas dari khamer. Karena sebab atau alasan pengharaman khamer yaitu \u201cmemabukkan\u201d terdapat pada minuman tersebut, sehingga ia menjadi haram sebagaimana pula khamer.<\/p>\n<p>Inilah sumber-sumber yang menjadi rujukan syari\u2019at dalam perkara-perkara fiqih Islam, kami sebutkan semoga mendapat manfaat, adapun lebih lengkapnya dapat dilihat di dalam kitab-kitab usul fiqh Islam (<em>Fiqhul Manhaj \u2018ala Manhaj Imam Syafi\u2019i<\/em>).<\/p>\n<p><strong>muslmidnws.<\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pengertian Fiqih dan Hubungannya dengan Aqidah Islam JAKARTA, Nawacita &#8211; Pengertian fiqih atau ilmu fiqih sangat erat kaitannya dengan istilah syari\u2019ah. Karena hakikatnya fiqih adalah jabaran praktis dari syari\u2019ah. Karenanya, sebelum membahas pengertian fiqih, terlebih dahulu dijelaskan arti dari syari\u2019ah. Secara etimologis (lughawi) syari\u2019ah berarti \u201cjalan ke tempat pengairan\u201d atau \u201cjalan yang harus diikuti\u201d, atau [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1386,"featured_media":141552,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5,2],"tags":[2728,24585,44564,44565,123,44566,18465,44561,44567,44562,44563,24640],"class_list":{"0":"post-141549","1":"post","2":"type-post","3":"status-publish","4":"format-standard","5":"has-post-thumbnail","7":"category-lifestyle","8":"category-nasional","9":"tag-al-quran","10":"tag-allah-swt","11":"tag-aqidah","12":"tag-as-sunnah","13":"tag-hukum","14":"tag-ijma","15":"tag-nabi-muhammad-saw","16":"tag-pengertian-fiqih","17":"tag-qiyas","18":"tag-sumber-fiqih-islam","19":"tag-sumbernya","20":"tag-syariat"},"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.5 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Pengertian Fiqih, Hukum serta Sumbernya - Nawacita<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"JAKARTA, Nawacita - Pengertian fiqih atau ilmu fiqih sangat erat kaitannya dengan istilah syari\u2019ah. Karena hakikatnya fiqih adalah jabaran\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/2022\/07\/28\/pengertian-fiqih-hukum-serta-sumbernya\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Pengertian Fiqih, Hukum serta Sumbernya - Nawacita\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"JAKARTA, Nawacita - Pengertian fiqih atau ilmu fiqih sangat erat kaitannya dengan istilah syari\u2019ah. Karena hakikatnya fiqih adalah jabaran\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/2022\/07\/28\/pengertian-fiqih-hukum-serta-sumbernya\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Nawacita\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/nawacitaco-1763136813898723\/?ref=aymt_homepage_panel\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2022-07-28T11:37:12+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2022-07-28T11:37:14+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/nawacita.co\/wp-content\/uploads\/2022\/07\/pengertian-fiqih-1.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"713\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"400\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Redy Agustino\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@nawacit4\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@nawacit4\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Redy Agustino\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"8 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/index.php\\\/2022\\\/07\\\/28\\\/pengertian-fiqih-hukum-serta-sumbernya\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/index.php\\\/2022\\\/07\\\/28\\\/pengertian-fiqih-hukum-serta-sumbernya\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"Redy Agustino\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/88d98d5ad579a294c4cbcedcc622ee5e\"},\"headline\":\"Pengertian Fiqih, Hukum serta Sumbernya\",\"datePublished\":\"2022-07-28T11:37:12+00:00\",\"dateModified\":\"2022-07-28T11:37:14+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/index.php\\\/2022\\\/07\\\/28\\\/pengertian-fiqih-hukum-serta-sumbernya\\\/\"},\"wordCount\":1691,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/index.php\\\/2022\\\/07\\\/28\\\/pengertian-fiqih-hukum-serta-sumbernya\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/07\\\/pengertian-fiqih-1.jpg\",\"keywords\":[\"al-qur'an\",\"Allah SWT\",\"Aqidah\",\"As-Sunnah\",\"hukum\",\"Ijma\u2019\",\"Nabi Muhammad SAW\",\"Pengertian Fiqih\",\"Qiyas\",\"Sumber Fiqih Islam\",\"Sumbernya\",\"syariat\"],\"articleSection\":[\"LifeStyle\",\"Nasional\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/index.php\\\/2022\\\/07\\\/28\\\/pengertian-fiqih-hukum-serta-sumbernya\\\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/index.php\\\/2022\\\/07\\\/28\\\/pengertian-fiqih-hukum-serta-sumbernya\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/index.php\\\/2022\\\/07\\\/28\\\/pengertian-fiqih-hukum-serta-sumbernya\\\/\",\"name\":\"Pengertian Fiqih, Hukum serta Sumbernya - Nawacita\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/index.php\\\/2022\\\/07\\\/28\\\/pengertian-fiqih-hukum-serta-sumbernya\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/index.php\\\/2022\\\/07\\\/28\\\/pengertian-fiqih-hukum-serta-sumbernya\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/07\\\/pengertian-fiqih-1.jpg\",\"datePublished\":\"2022-07-28T11:37:12+00:00\",\"dateModified\":\"2022-07-28T11:37:14+00:00\",\"description\":\"JAKARTA, Nawacita - Pengertian fiqih atau ilmu fiqih sangat erat kaitannya dengan istilah syari\u2019ah. Karena hakikatnya fiqih adalah jabaran\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/index.php\\\/2022\\\/07\\\/28\\\/pengertian-fiqih-hukum-serta-sumbernya\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/index.php\\\/2022\\\/07\\\/28\\\/pengertian-fiqih-hukum-serta-sumbernya\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/index.php\\\/2022\\\/07\\\/28\\\/pengertian-fiqih-hukum-serta-sumbernya\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/07\\\/pengertian-fiqih-1.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/07\\\/pengertian-fiqih-1.jpg\",\"width\":713,\"height\":400,\"caption\":\"Pengertian Fiqih, Hukum serta Sumbernya\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/index.php\\\/2022\\\/07\\\/28\\\/pengertian-fiqih-hukum-serta-sumbernya\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Pengertian Fiqih, Hukum serta Sumbernya\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/\",\"name\":\"Nawacita\",\"description\":\"Berita Kementerian, BUMN, Pemerintah dan Politik\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/#organization\",\"name\":\"Nawacita\",\"url\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/10\\\/Logo-Nawacita-2021.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/10\\\/Logo-Nawacita-2021.png\",\"width\":1676,\"height\":422,\"caption\":\"Nawacita\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.facebook.com\\\/nawacitaco-1763136813898723\\\/?ref=aymt_homepage_panel\",\"https:\\\/\\\/x.com\\\/nawacit4\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/88d98d5ad579a294c4cbcedcc622ee5e\",\"name\":\"Redy Agustino\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/34b6eb56b939cf26f13095a69b94d9e1e8b68ac64f8ae4b15990c6967a68b54a?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/34b6eb56b939cf26f13095a69b94d9e1e8b68ac64f8ae4b15990c6967a68b54a?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/34b6eb56b939cf26f13095a69b94d9e1e8b68ac64f8ae4b15990c6967a68b54a?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Redy Agustino\"},\"sameAs\":[\"http:\\\/\\\/nawacita.co\",\"https:\\\/\\\/www.instagram.com\\\/redyvanhalen\\\/\"],\"url\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/index.php\\\/author\\\/redy-agustino\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Pengertian Fiqih, Hukum serta Sumbernya - Nawacita","description":"JAKARTA, Nawacita - Pengertian fiqih atau ilmu fiqih sangat erat kaitannya dengan istilah syari\u2019ah. Karena hakikatnya fiqih adalah jabaran","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/2022\/07\/28\/pengertian-fiqih-hukum-serta-sumbernya\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Pengertian Fiqih, Hukum serta Sumbernya - Nawacita","og_description":"JAKARTA, Nawacita - Pengertian fiqih atau ilmu fiqih sangat erat kaitannya dengan istilah syari\u2019ah. Karena hakikatnya fiqih adalah jabaran","og_url":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/2022\/07\/28\/pengertian-fiqih-hukum-serta-sumbernya\/","og_site_name":"Nawacita","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/nawacitaco-1763136813898723\/?ref=aymt_homepage_panel","article_published_time":"2022-07-28T11:37:12+00:00","article_modified_time":"2022-07-28T11:37:14+00:00","og_image":[{"width":713,"height":400,"url":"https:\/\/nawacita.co\/wp-content\/uploads\/2022\/07\/pengertian-fiqih-1.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Redy Agustino","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@nawacit4","twitter_site":"@nawacit4","twitter_misc":{"Written by":"Redy Agustino","Est. reading time":"8 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/2022\/07\/28\/pengertian-fiqih-hukum-serta-sumbernya\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/2022\/07\/28\/pengertian-fiqih-hukum-serta-sumbernya\/"},"author":{"name":"Redy Agustino","@id":"https:\/\/nawacita.co\/#\/schema\/person\/88d98d5ad579a294c4cbcedcc622ee5e"},"headline":"Pengertian Fiqih, Hukum serta Sumbernya","datePublished":"2022-07-28T11:37:12+00:00","dateModified":"2022-07-28T11:37:14+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/2022\/07\/28\/pengertian-fiqih-hukum-serta-sumbernya\/"},"wordCount":1691,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/nawacita.co\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/2022\/07\/28\/pengertian-fiqih-hukum-serta-sumbernya\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/nawacita.co\/wp-content\/uploads\/2022\/07\/pengertian-fiqih-1.jpg","keywords":["al-qur'an","Allah SWT","Aqidah","As-Sunnah","hukum","Ijma\u2019","Nabi Muhammad SAW","Pengertian Fiqih","Qiyas","Sumber Fiqih Islam","Sumbernya","syariat"],"articleSection":["LifeStyle","Nasional"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/nawacita.co\/index.php\/2022\/07\/28\/pengertian-fiqih-hukum-serta-sumbernya\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/2022\/07\/28\/pengertian-fiqih-hukum-serta-sumbernya\/","url":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/2022\/07\/28\/pengertian-fiqih-hukum-serta-sumbernya\/","name":"Pengertian Fiqih, Hukum serta Sumbernya - Nawacita","isPartOf":{"@id":"https:\/\/nawacita.co\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/2022\/07\/28\/pengertian-fiqih-hukum-serta-sumbernya\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/2022\/07\/28\/pengertian-fiqih-hukum-serta-sumbernya\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/nawacita.co\/wp-content\/uploads\/2022\/07\/pengertian-fiqih-1.jpg","datePublished":"2022-07-28T11:37:12+00:00","dateModified":"2022-07-28T11:37:14+00:00","description":"JAKARTA, Nawacita - Pengertian fiqih atau ilmu fiqih sangat erat kaitannya dengan istilah syari\u2019ah. Karena hakikatnya fiqih adalah jabaran","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/2022\/07\/28\/pengertian-fiqih-hukum-serta-sumbernya\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/nawacita.co\/index.php\/2022\/07\/28\/pengertian-fiqih-hukum-serta-sumbernya\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/2022\/07\/28\/pengertian-fiqih-hukum-serta-sumbernya\/#primaryimage","url":"https:\/\/nawacita.co\/wp-content\/uploads\/2022\/07\/pengertian-fiqih-1.jpg","contentUrl":"https:\/\/nawacita.co\/wp-content\/uploads\/2022\/07\/pengertian-fiqih-1.jpg","width":713,"height":400,"caption":"Pengertian Fiqih, Hukum serta Sumbernya"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/2022\/07\/28\/pengertian-fiqih-hukum-serta-sumbernya\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/nawacita.co\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Pengertian Fiqih, Hukum serta Sumbernya"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/nawacita.co\/#website","url":"https:\/\/nawacita.co\/","name":"Nawacita","description":"Berita Kementerian, BUMN, Pemerintah dan Politik","publisher":{"@id":"https:\/\/nawacita.co\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/nawacita.co\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/nawacita.co\/#organization","name":"Nawacita","url":"https:\/\/nawacita.co\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/nawacita.co\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/nawacita.co\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/Logo-Nawacita-2021.png","contentUrl":"https:\/\/nawacita.co\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/Logo-Nawacita-2021.png","width":1676,"height":422,"caption":"Nawacita"},"image":{"@id":"https:\/\/nawacita.co\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/nawacitaco-1763136813898723\/?ref=aymt_homepage_panel","https:\/\/x.com\/nawacit4"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/nawacita.co\/#\/schema\/person\/88d98d5ad579a294c4cbcedcc622ee5e","name":"Redy Agustino","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/34b6eb56b939cf26f13095a69b94d9e1e8b68ac64f8ae4b15990c6967a68b54a?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/34b6eb56b939cf26f13095a69b94d9e1e8b68ac64f8ae4b15990c6967a68b54a?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/34b6eb56b939cf26f13095a69b94d9e1e8b68ac64f8ae4b15990c6967a68b54a?s=96&d=mm&r=g","caption":"Redy Agustino"},"sameAs":["http:\/\/nawacita.co","https:\/\/www.instagram.com\/redyvanhalen\/"],"url":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/author\/redy-agustino\/"}]}},"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/nawacita.co\/wp-content\/uploads\/2022\/07\/pengertian-fiqih-1.jpg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/141549","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1386"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=141549"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/141549\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/141552"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=141549"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=141549"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=141549"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}