{"id":134096,"date":"2022-05-21T17:16:42","date_gmt":"2022-05-21T10:16:42","guid":{"rendered":"https:\/\/nawacita.co\/?p=134096"},"modified":"2022-05-21T17:16:42","modified_gmt":"2022-05-21T10:16:42","slug":"mengenal-5-macam-penyakit-mata-penyebab-serta-cara-pengobatannya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/2022\/05\/21\/mengenal-5-macam-penyakit-mata-penyebab-serta-cara-pengobatannya\/","title":{"rendered":"Mengenal 5 Macam Penyakit Mata, Penyebab serta Cara Pengobatannya"},"content":{"rendered":"<p><strong>JAKARTA, <a href=\"https:\/\/nawacita.co\/\">Nawacita<\/a><\/strong> &#8211; Penyakit mata ada banyak macam, mulai dari konjungtivitis (mata merah gatal dan berair) hingga katarak dan glaukoma. Penyakit pada mata tentu dapat mengganggu penglihatan. Umumnya, pandangan menjadi buram, menyempit, bertambah gelap, hingga kebutaan. Namun, masalah pada mata juga bisa memengaruhi kondisi fisik. Lantas, apa saja penyakit mata yang paling banyak ada di Indonesia<\/p>\n<h4 id=\"jenis-penyakit-mata-paling-umum-di-indonesia\" class=\"chakra-text css-eaeo5s\"><strong>Jenis penyakit mata paling umum di Indonesia<\/strong><\/h4>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\">Ada beberapa macam penyakit mata yang banyak diidap oleh penduduk di Indonesia. Umumnya, Indonesia memiliki kecenderungan memiliki penyakit mata akibat gangguan penglihatan.\u00a0Berdasarkan data yang dikutip dari\u00a0Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) Kementerian Kesehatan (Kemenkes) tahun 2018, Indonesia termasuk ke dalam lima negara dengan penderita gangguan penglihatan terbanyak.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\">Berikut adalah lima macam penyakit mata yang umum terjadi di Indonesia<\/p>\n<h4 class=\"chakra-text css-lw5juy\"><strong>1. Konjungtivitis<\/strong><\/h4>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\">Meski bukan penyakit mata yang mengganggu penglihatan,\u00a0konjungtivitis kerap diderita banyak orang Indonesia.\u00a0Konjungtivitis atau &#8220;<em>pink eye<\/em>&#8221; adalah pembengkakan atau peradangan pada konjungtiva. Konjungtiva adalah lapisan jaringan tipis di permukaan bagian dalam kelopak mata.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\">Menurut Pusdatin Kemenkes 2009, Di Indonesia, dari 135.749 kunjungan ke poliklinik mata, jumlah kasus penyakit mata konjungtivitis dan gangguan lain pada konjungtiva sebanyak 99.195 kasus. Artinya, sebanyak 73,5% penduduk Indonesia berkunjung untuk mendapatkan pertolongan di mata akibat konjungtivitis.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\">Ada banyak macam penyebab pada konjungtivitis, yaitu alergi, mata yang kemasukan benda asing, hingga infeksi bakteri dan virus. Umumnya, bakteri pemicu infeksi adalah\u00a0<em>staphylococcal<\/em>\u00a0atau\u00a0<em>streptococcal<\/em>.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\">Cara membersihkan make up mata yang tidak benar, tidak mencuci tangan sebelum memegang mata atau bersentuhan dengan orang lain, hingga paparan serangga pun juga memicu penyebab infeksi pada mata.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\">Selain itu, penyakit mata ini dapat diakibatkan oleh paparan zat kimia. Biasanya, hal ini terjadi ketika berada di lingkungan dengan polusi udara tinggi, berenang dengan kandungan klorin tinggi, atau terpapar bahan kimia berbahaya.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\">Konjungtivitis juga rentan dialami oleh orang yang jarang mengganti lensa kontak dan pasca operasi mata.\u00a0Bagaimana cara mengobati konjungtivitis? Pengobatan akan tergantung dari penyebabnya. Jika disebabkan oleh alergi, jauhkan mata dari pemicu alergi dan segera minum obat alergi.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\">Jika disebabkan infeksi bakteri, penderita biasanya diberikan resep obat tetes antibiotik atau oles.\u00a0Beri\u00a0kompres dingin\u00a0dan\u00a0obat tetes mata\u00a0untuk mengurangi rasa tidak nyaman. Pada kasus penyakit mata yang lebih parah, dokter mata akan memberikan obat antiradang nonsteroid dan\u00a0antihistamin.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\">Ketika peradangan sudah semakin parah, dokter biasanya meresepkan obat tetes steroid untuk mengurangi rasa tidak nyaman.\u00a0Jika mata terpapar bahan kimia yang berbahaya, segera bilas mata dengan air bersih mengalir yang banyak selama beberapa menit. Segera ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan lebih lanjut.<\/p>\n<h4 class=\"chakra-text css-lw5juy\"><strong>2. Katarak<\/strong><\/h4>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\">Pusdatin Kemenkes 2014 menunjukkan, setiap tahun ada satu penderita katarak baru di antara seribu orang di Indonesia.\u00a0Penyakit mata ini biasanya menjangkiti orang lanjut usia. Namun, penduduk Indonesia cenderung menderita\u00a0katarak\u00a015 tahun lebih cepat dibandingkan penduduk di daerah subtropis. Sekitar 16-22% penderita katarak yang mendapat tindakan operasi berusia di bawah 55 tahun.<\/p>\n<p><strong>Baca Juga:\u00a0<a href=\"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/2022\/05\/11\/mengenal-5-jenis-hepatitis-b-c-d-dan-e-dari-penyebab-gejala-dan-penyembuhannya\/\">Mengenal 5 Jenis Hepatitis A, B, C, D dan E, dari Penyebab, Gejala, dan Penyembuhannya<\/a><\/strong><\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\">Pada penderita penyakit mata katarak, lensa mata mengalami kekeruhan akibat adanya perubahan protein dan serat pada lensa mata. Hal ini membuat lensa mata tidak bisa fokus dengan optimal sehingga pandangan terganggu.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\">Ada beragam faktor yang membuat risiko terkena katarak meningkat, yaitu:<\/p>\n<ul class=\"css-8f5w2\">\n<li class=\"chakra-text css-nlj39t\"><strong>Penderita diabetes mellitus<\/strong>: risikonya 60% lebih besar jika Anda memiliki diabetes.<\/li>\n<li class=\"chakra-text css-nlj39t\"><strong>Obat-obatan:\u00a0<\/strong>efek samping\u00a0kortikosteroid,\u00a0chlorpromazine, dan phenothiazine dapat menyebabkan katarak.<\/li>\n<li class=\"chakra-text css-nlj39t\"><strong>Paparan sinar ultraviolet:<\/strong>\u00a0Sinar UV\u00a0dapat merusak protein lensa mata akibat stres oksidatif.<\/li>\n<li class=\"chakra-text css-nlj39t\"><strong>Merokok:<\/strong>\u00a0Merokok\u00a0membuat sel-sel pada lensa mata teroksidasi. Rokok juga membuat lensa mata terpapar logam berat, seperti kadmium<\/li>\n<li class=\"chakra-text css-nlj39t\"><strong>Alkohol:<\/strong>\u00a0orang yang\u00a0berlebihan mengonsumsi alkohol\u00a0berisiko lebih tinggi mengalami katarak dibandingkan yang mengonsumsi alkohol lebih sedikit atau tidak sama sekali.<\/li>\n<li class=\"chakra-text css-nlj39t\"><strong>Kekurangan gizi:<\/strong>\u00a0Kekurangan asupan antioksidan seperti\u00a0vitamin C, E, dan karotenoid mampu meningkatkan risiko katarak.<\/li>\n<li class=\"chakra-text css-nlj39t\"><strong>Genetik:<\/strong>\u00a0Jika ada keluarga yang pernah mengalami katarak sebelumnya, kemungkinan besar Anda juga berisiko mengalaminya.<\/li>\n<\/ul>\n<h4 class=\"chakra-text css-lw5juy\"><strong>3. Glaukoma<\/strong><\/h4>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\">Jumlah\u00a0glaukoma sepanjang 10 tahun belakangan meningkat. Pada tahun 2010, jumlah orang dengan glaukoma sebesar 60,5 juta jiwa.\u00a0Glaukoma adalah kerusakan pada saraf mata yang membuat pandangan menyempit. Penyakit mata ini terjadi akibat tekanan pada saraf di bola mata meningkat.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\">Tekanan yang terjadi diakibatkan oleh cairan mata (aquos humor) terus diproduksi, tetapi tidak bisa dikeluarkan kembali.\u00a0Glaukoma tidak memiliki gejala yang jelas. Bahkan, jika tidak ditangani, glaukoma mampu menurunkan kemampuan penglihatan permanen hingga kebutaan.\u00a0Ada beragam faktor penyebab glaukoma, yaitu:<\/p>\n<ul class=\"css-8f5w2\">\n<li class=\"chakra-text css-nlj39t\"><strong>Keturunan:<\/strong>\u00a0risiko meningkat 6x lebih tinggi jika memiliki anggota keluarga inti (kakak-adik atau orangtua-anak)\u00a0yang mengidap glaukoma.<\/li>\n<li class=\"chakra-text css-nlj39t\"><strong>Ras:<\/strong>\u00a0orang Asia lebih rentan terkena\u00a0glaukoma sudut tertutup.<\/li>\n<li class=\"chakra-text css-nlj39t\"><strong>Penyakit degeneratif:\u00a0<\/strong>memiliki diabetes,\u00a0hipertensi, bahkan\u00a0hipotensi\u00a0membuat risiko terkena penyakit mata glaukoma meningkat.<\/li>\n<li class=\"chakra-text css-nlj39t\"><strong>Menggunakan alat bantu penglihatan:\u00a0<\/strong>Orang yang menggunakan kacamata atau lensa kontak dengan ukuran lensa tinggi lebih rentan terkena penyakit mata ini.<\/li>\n<li class=\"chakra-text css-nlj39t\"><strong>Cedera mata<\/strong><\/li>\n<li class=\"chakra-text css-nlj39t\"><strong>Mengonsumsi obat steroid jangka panjang<\/strong><\/li>\n<li class=\"chakra-text css-nlj39t\"><strong>Berusia 40 tahun ke atas<\/strong><\/li>\n<li class=\"chakra-text css-nlj39t\"><strong>Penderita\u00a0migrain<\/strong><\/li>\n<li class=\"chakra-text css-nlj39t\"><strong>Memiliki\u00a0penyempitan pembuluh darah<\/strong><\/li>\n<\/ul>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\">Sejauh ini, belum ditemukan obat atau cara untuk menyembuhkan penyakit mata glaukoma sepenuhnya.\u00a0Pengobatan yang dilakukan biasanya mengurangi jumlah cairan pada bola mata atau operasi dengan laser.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\">Biasanya, operasi dilakukan pada penderita glaukoma dengan kerusakan saraf pusat mata yang meningkat dari waktu ke waktu.<\/p>\n<h4 class=\"chakra-text css-lw5juy\"><strong>4. Gangguan refraksi<\/strong><\/h4>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\">Menurut\u00a0Kemenkes, jumlah penderita masalah mata berupa\u00a0kelainan refraksi\u00a0sebesar 22,1% dari seluruh penduduk di Indonesia. Bahkan, 15% dari penderita adalah usia sekolah. Orang dengan kelainan refraksi berisiko mengalami kebutaan.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\">Gangguan refraksi adalah masalah mata yang terkait dengan gangguan penglihatan. Hal ini membuat pandangan tidak jelas. Penyebabnya adalah bentuk mata tertentu membuat cahaya tidak jatuh tepat pada retina. Jenis gangguan refraksi ada 4 jenis, yaitu:<\/p>\n<ul class=\"css-8f5w2\">\n<li class=\"chakra-text css-nlj39t\"><strong>Miopi (<\/strong><strong>rabun jauh<\/strong><strong>)<\/strong>: penderita tidak dapat melihat objek yang jauh dari mata dengan jelas. Objek jarak jauh pun terlihat buram. Istilah awam untuk kondisi ini adalah mata minus.<\/li>\n<li class=\"chakra-text css-nlj39t\"><strong>Hipermetropi<\/strong><strong>\u00a0(rabun dekat<\/strong>\u00a0atau mata plus): Penderita kesulitan melihat objek dari dekat. Penderita rabun dekat memiliki kornea datar ataupun bola mata yang terlalu pendek. Hal ini membuat objek yang di dekat mata menjadi buram.<\/li>\n<li class=\"chakra-text css-nlj39t\"><strong>Astigmatisme<\/strong><strong>\u00a0(mata silinder)<\/strong>: Pada penderita penyakit mata\u00a0astigmatisme, lensa mata atau kornea memiliki lekukan yang tidak beraturan. Hal ini memengaruhi cahaya yang masuk ke retina mata sehingga pandangan menjadi kabur atau terdistorsi.<\/li>\n<li class=\"chakra-text css-nlj39t\"><strong>Presbiopi\u00a0(rabun tua):\u00a0<\/strong>masalah fokus mata yang\u00a0<strong>terjadi pada orang lanjut usia. Lensa mata sudah tidak lagi lentur sehingga tidak lagi mampu untuk cepat fokus pada objek yang dekat. Akhirnya, penglihatan pun menjadi tidak jelas (rabun).<\/strong><\/li>\n<\/ul>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\">Secara umum, penyebab utama penyakit mata gangguan refraksi adalah anatomi atau bentuk mata. Mulai dari bola mata yang terlalu panjang atau pendek atau retina yang terlalu cekung atau cembung.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\">Keadaan lensa mata pun juga memengaruhi. Lensa yang tidak beraturan, hingga kurangnya kelenturan pada lensa mata menyebabkan pandangan terganggu.\u00a0Keturunan pun turut memengaruhi seseorang berisiko terkena penyakit mata gangguan refraksi. Selain itu, cedera pada mata ataupun riwayat operasi mata juga meningkatkan kerentanan gangguan refraksi.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\">Masalah pada mata berupa gangguan refraksi secara umum dapat ditangani dengan menggunakan kacamata atau kontak lensa yang sudah diresepkan.\u00a0Biasanya, dokter meresepkan kacamata minus untuk rabun dekat, kacamata plus untuk rabun jauh, dan kacamata silinder untuk astigmatisme. Untuk mata presbiopi, lensa yang digunakan bisa berupa lensa bifokal, progresif, ataupun trifokal.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\">Pemberian obat tetes atropin untuk melebarkan pupil mata atau operasi\u00a0LASIK\u00a0pun bisa menjadi pilihan lain guna mengatasi gangguan refraksi. LASIK bekerja dengan mengubah lengkungan kornea agar cahaya bisa tepat jatuh di retina.<\/p>\n<h4 class=\"chakra-text css-lw5juy\"><strong>5. Retinopati diabetik<\/strong><\/h4>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\">Penyakit mata lainnya yang kerap ditemukan di Indonesia adalah\u00a0retinopati diabetik. Menurut jurnal yang diterbitkan\u00a0American Journal of Ophthalmology, prevalensi retinopati diabetik dan retinopati diabetik yang mengancam penglihatan cukup tinggi.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\">Kecenderungan ini ditemukan pada orang dewasa pengidap diabetes tipe 2 di daerah perkotaan dan pedesaan.\u00a0Ada satu dari empat orang dewasa dengan diabetes memiliki retinopati diabetik yang mengancam penglihatan.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\">Sementara itu, 1 dari 12 penderita retinopati diabetik yang mengancam penglihatan mengalami kebutaan bilateral.\u00a0Penyakit mata ini terjadi pada penderita diabetes. Ketika gula darah di tubuh meningkat, hal ini akan merusak pembuluh darah yang ada di retina.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\">Penyakit mata ini tidak bisa sembuh atau teratasi sepenuhnya. Namun, ada cara agar tidak memperparah keadaan.\u00a0Cara yang biasa dilakukan adalah operasi. Selain itu jika mata sudah mengalami komplikasi, dokter akan melakukan prosedur vitrektomi.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\">Vitrektomi adalah tindakan menyayat kecil bagian mata untuk mengeluarkan darah yang ada dalam mata. Dokter juga memberikan obat-obatan untuk menghentikan pertumbuhan pembuluh darah abnormal.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\">Untuk mencegah penyakit mata ini, yang bisa dilakukan adalah mengurangi risiko diabetes dengan mengontrol kadar gula darah, mengonsumsi makanan dengan glikemik indeks rendah, tidak menyantap makanan dengan kolesterol jahat, serta olahraga rutin.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\">Ada lima penyakit mata yang umum ditemukan di Indonesia. Sebagian besar masalah mata ini mampu menurunkan fungsi penglihatan.\u00a0Macam penyakit mata ini tidak memandang usia. Usia anak sekolah hingga usia lanjut pun bisa berisiko penyakit mata tersebut. Bahkan, jika masalah mata tersebut tidak ditangani segera, hal ini bisa memicu kebutaan<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\">Penyakit mata seperti gangguan refraksi bisa disembuhkan dengan operasi LASIK. Namun, ada pula gangguan mata yang tidak bisa sembuh seumur hidup. Yang bisa dilakukan adalah kondisi agar tidak makin parah.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\">Selalu jaga gaya hidup agar senantiasa sehat untuk mencegah terjadinya penyakit pada mata. Cara menjaga kesehatan mata bisa dilakukan dengan cara mengonsumsi makanan sehat, hindari paparan radiasi langsung ke mata, hingga mendapat paparan cahaya matahari yang cukup.\u00a0Jika mengalami keluhan pada mata, segera\u00a0konsultasi ke dokter mata terdekat\u00a0untuk mendapatkan pertolongan yang sesuai.<\/p>\n<p><strong>shtqnws.<\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JAKARTA, Nawacita &#8211; Penyakit mata ada banyak macam, mulai dari konjungtivitis (mata merah gatal dan berair) hingga katarak dan glaukoma. Penyakit pada mata tentu dapat mengganggu penglihatan. Umumnya, pandangan menjadi buram, menyempit, bertambah gelap, hingga kebutaan. Namun, masalah pada mata juga bisa memengaruhi kondisi fisik. Lantas, apa saja penyakit mata yang paling banyak ada di [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":134098,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[31613,42095,19279,42094,16849,42093,16964],"class_list":{"0":"post-134096","1":"post","2":"type-post","3":"status-publish","4":"format-standard","5":"has-post-thumbnail","7":"category-healthy","8":"tag-kesehatan","9":"tag-konjungtivitis","10":"tag-mengenal","11":"tag-penglihatan","12":"tag-pengobatan","13":"tag-penyakit-mata","14":"tag-penyebab"},"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.5 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Mengenal 5 Macam Penyakit Mata, Penyebab serta Cara Pengobatannya - Nawacita<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"JAKARTA, Nawacita - Penyakit mata ada banyak macam, mulai dari konjungtivitis (mata merah gatal dan berair) hingga katarak dan glaukoma\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/2022\/05\/21\/mengenal-5-macam-penyakit-mata-penyebab-serta-cara-pengobatannya\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Mengenal 5 Macam Penyakit Mata, Penyebab serta Cara Pengobatannya - Nawacita\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"JAKARTA, Nawacita - Penyakit mata ada banyak macam, mulai dari konjungtivitis (mata merah gatal dan berair) hingga katarak dan glaukoma\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/2022\/05\/21\/mengenal-5-macam-penyakit-mata-penyebab-serta-cara-pengobatannya\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Nawacita\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/nawacitaco-1763136813898723\/?ref=aymt_homepage_panel\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2022-05-21T10:16:42+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/nawacita.co\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/1383038409.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"708\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"400\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"redaksi\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@nawacit4\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@nawacit4\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"redaksi\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"7 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/index.php\\\/2022\\\/05\\\/21\\\/mengenal-5-macam-penyakit-mata-penyebab-serta-cara-pengobatannya\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/index.php\\\/2022\\\/05\\\/21\\\/mengenal-5-macam-penyakit-mata-penyebab-serta-cara-pengobatannya\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"redaksi\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/599683af640858fd3b790bc37828ba57\"},\"headline\":\"Mengenal 5 Macam Penyakit Mata, Penyebab serta Cara Pengobatannya\",\"datePublished\":\"2022-05-21T10:16:42+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/index.php\\\/2022\\\/05\\\/21\\\/mengenal-5-macam-penyakit-mata-penyebab-serta-cara-pengobatannya\\\/\"},\"wordCount\":1488,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/index.php\\\/2022\\\/05\\\/21\\\/mengenal-5-macam-penyakit-mata-penyebab-serta-cara-pengobatannya\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/05\\\/1383038409.jpg\",\"keywords\":[\"kesehatan\",\"konjungtivitis\",\"Mengenal\",\"penglihatan\",\"Pengobatan\",\"Penyakit Mata\",\"Penyebab\"],\"articleSection\":[\"Healthy\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/index.php\\\/2022\\\/05\\\/21\\\/mengenal-5-macam-penyakit-mata-penyebab-serta-cara-pengobatannya\\\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/index.php\\\/2022\\\/05\\\/21\\\/mengenal-5-macam-penyakit-mata-penyebab-serta-cara-pengobatannya\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/index.php\\\/2022\\\/05\\\/21\\\/mengenal-5-macam-penyakit-mata-penyebab-serta-cara-pengobatannya\\\/\",\"name\":\"Mengenal 5 Macam Penyakit Mata, Penyebab serta Cara Pengobatannya - Nawacita\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/index.php\\\/2022\\\/05\\\/21\\\/mengenal-5-macam-penyakit-mata-penyebab-serta-cara-pengobatannya\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/index.php\\\/2022\\\/05\\\/21\\\/mengenal-5-macam-penyakit-mata-penyebab-serta-cara-pengobatannya\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/05\\\/1383038409.jpg\",\"datePublished\":\"2022-05-21T10:16:42+00:00\",\"description\":\"JAKARTA, Nawacita - Penyakit mata ada banyak macam, mulai dari konjungtivitis (mata merah gatal dan berair) hingga katarak dan glaukoma\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/index.php\\\/2022\\\/05\\\/21\\\/mengenal-5-macam-penyakit-mata-penyebab-serta-cara-pengobatannya\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/index.php\\\/2022\\\/05\\\/21\\\/mengenal-5-macam-penyakit-mata-penyebab-serta-cara-pengobatannya\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/index.php\\\/2022\\\/05\\\/21\\\/mengenal-5-macam-penyakit-mata-penyebab-serta-cara-pengobatannya\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/05\\\/1383038409.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/05\\\/1383038409.jpg\",\"width\":708,\"height\":400,\"caption\":\"Mengenal 5 Macam Penyakit Mata, Penyebab serta Cara Pengobatannya\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/index.php\\\/2022\\\/05\\\/21\\\/mengenal-5-macam-penyakit-mata-penyebab-serta-cara-pengobatannya\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Mengenal 5 Macam Penyakit Mata, Penyebab serta Cara Pengobatannya\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/\",\"name\":\"Nawacita\",\"description\":\"Berita Kementerian, BUMN, Pemerintah dan Politik\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/#organization\",\"name\":\"Nawacita\",\"url\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/10\\\/Logo-Nawacita-2021.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/10\\\/Logo-Nawacita-2021.png\",\"width\":1676,\"height\":422,\"caption\":\"Nawacita\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.facebook.com\\\/nawacitaco-1763136813898723\\\/?ref=aymt_homepage_panel\",\"https:\\\/\\\/x.com\\\/nawacit4\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/599683af640858fd3b790bc37828ba57\",\"name\":\"redaksi\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/a3ea3038dabe75a981e9a69b300b8272c74e0729c55e2f30478cde7add6c42f6?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/a3ea3038dabe75a981e9a69b300b8272c74e0729c55e2f30478cde7add6c42f6?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/a3ea3038dabe75a981e9a69b300b8272c74e0729c55e2f30478cde7add6c42f6?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"redaksi\"},\"sameAs\":[\"nawacitaportal\",\"https:\\\/\\\/x.com\\\/nawacit4\"],\"url\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/index.php\\\/author\\\/redaksi\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Mengenal 5 Macam Penyakit Mata, Penyebab serta Cara Pengobatannya - Nawacita","description":"JAKARTA, Nawacita - Penyakit mata ada banyak macam, mulai dari konjungtivitis (mata merah gatal dan berair) hingga katarak dan glaukoma","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/2022\/05\/21\/mengenal-5-macam-penyakit-mata-penyebab-serta-cara-pengobatannya\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Mengenal 5 Macam Penyakit Mata, Penyebab serta Cara Pengobatannya - Nawacita","og_description":"JAKARTA, Nawacita - Penyakit mata ada banyak macam, mulai dari konjungtivitis (mata merah gatal dan berair) hingga katarak dan glaukoma","og_url":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/2022\/05\/21\/mengenal-5-macam-penyakit-mata-penyebab-serta-cara-pengobatannya\/","og_site_name":"Nawacita","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/nawacitaco-1763136813898723\/?ref=aymt_homepage_panel","article_published_time":"2022-05-21T10:16:42+00:00","og_image":[{"width":708,"height":400,"url":"https:\/\/nawacita.co\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/1383038409.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"redaksi","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@nawacit4","twitter_site":"@nawacit4","twitter_misc":{"Written by":"redaksi","Est. reading time":"7 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/2022\/05\/21\/mengenal-5-macam-penyakit-mata-penyebab-serta-cara-pengobatannya\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/2022\/05\/21\/mengenal-5-macam-penyakit-mata-penyebab-serta-cara-pengobatannya\/"},"author":{"name":"redaksi","@id":"https:\/\/nawacita.co\/#\/schema\/person\/599683af640858fd3b790bc37828ba57"},"headline":"Mengenal 5 Macam Penyakit Mata, Penyebab serta Cara Pengobatannya","datePublished":"2022-05-21T10:16:42+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/2022\/05\/21\/mengenal-5-macam-penyakit-mata-penyebab-serta-cara-pengobatannya\/"},"wordCount":1488,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/nawacita.co\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/2022\/05\/21\/mengenal-5-macam-penyakit-mata-penyebab-serta-cara-pengobatannya\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/nawacita.co\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/1383038409.jpg","keywords":["kesehatan","konjungtivitis","Mengenal","penglihatan","Pengobatan","Penyakit Mata","Penyebab"],"articleSection":["Healthy"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/nawacita.co\/index.php\/2022\/05\/21\/mengenal-5-macam-penyakit-mata-penyebab-serta-cara-pengobatannya\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/2022\/05\/21\/mengenal-5-macam-penyakit-mata-penyebab-serta-cara-pengobatannya\/","url":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/2022\/05\/21\/mengenal-5-macam-penyakit-mata-penyebab-serta-cara-pengobatannya\/","name":"Mengenal 5 Macam Penyakit Mata, Penyebab serta Cara Pengobatannya - Nawacita","isPartOf":{"@id":"https:\/\/nawacita.co\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/2022\/05\/21\/mengenal-5-macam-penyakit-mata-penyebab-serta-cara-pengobatannya\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/2022\/05\/21\/mengenal-5-macam-penyakit-mata-penyebab-serta-cara-pengobatannya\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/nawacita.co\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/1383038409.jpg","datePublished":"2022-05-21T10:16:42+00:00","description":"JAKARTA, Nawacita - Penyakit mata ada banyak macam, mulai dari konjungtivitis (mata merah gatal dan berair) hingga katarak dan glaukoma","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/2022\/05\/21\/mengenal-5-macam-penyakit-mata-penyebab-serta-cara-pengobatannya\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/nawacita.co\/index.php\/2022\/05\/21\/mengenal-5-macam-penyakit-mata-penyebab-serta-cara-pengobatannya\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/2022\/05\/21\/mengenal-5-macam-penyakit-mata-penyebab-serta-cara-pengobatannya\/#primaryimage","url":"https:\/\/nawacita.co\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/1383038409.jpg","contentUrl":"https:\/\/nawacita.co\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/1383038409.jpg","width":708,"height":400,"caption":"Mengenal 5 Macam Penyakit Mata, Penyebab serta Cara Pengobatannya"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/2022\/05\/21\/mengenal-5-macam-penyakit-mata-penyebab-serta-cara-pengobatannya\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/nawacita.co\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Mengenal 5 Macam Penyakit Mata, Penyebab serta Cara Pengobatannya"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/nawacita.co\/#website","url":"https:\/\/nawacita.co\/","name":"Nawacita","description":"Berita Kementerian, BUMN, Pemerintah dan Politik","publisher":{"@id":"https:\/\/nawacita.co\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/nawacita.co\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/nawacita.co\/#organization","name":"Nawacita","url":"https:\/\/nawacita.co\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/nawacita.co\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/nawacita.co\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/Logo-Nawacita-2021.png","contentUrl":"https:\/\/nawacita.co\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/Logo-Nawacita-2021.png","width":1676,"height":422,"caption":"Nawacita"},"image":{"@id":"https:\/\/nawacita.co\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/nawacitaco-1763136813898723\/?ref=aymt_homepage_panel","https:\/\/x.com\/nawacit4"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/nawacita.co\/#\/schema\/person\/599683af640858fd3b790bc37828ba57","name":"redaksi","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/a3ea3038dabe75a981e9a69b300b8272c74e0729c55e2f30478cde7add6c42f6?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/a3ea3038dabe75a981e9a69b300b8272c74e0729c55e2f30478cde7add6c42f6?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/a3ea3038dabe75a981e9a69b300b8272c74e0729c55e2f30478cde7add6c42f6?s=96&d=mm&r=g","caption":"redaksi"},"sameAs":["nawacitaportal","https:\/\/x.com\/nawacit4"],"url":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/author\/redaksi\/"}]}},"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/nawacita.co\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/1383038409.jpg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/134096","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=134096"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/134096\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/134098"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=134096"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=134096"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=134096"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}