{"id":131149,"date":"2022-04-11T14:57:02","date_gmt":"2022-04-11T07:57:02","guid":{"rendered":"https:\/\/nawacita.co\/?p=131149"},"modified":"2022-04-11T14:57:02","modified_gmt":"2022-04-11T07:57:02","slug":"mengenal-sejarah-reog-ponorogo-yang-didaftarkan-malaysia-ke-unesco","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/2022\/04\/11\/mengenal-sejarah-reog-ponorogo-yang-didaftarkan-malaysia-ke-unesco\/","title":{"rendered":"Mengenal Sejarah Reog Ponorogo yang Didaftarkan Malaysia ke UNESCO"},"content":{"rendered":"<p><strong>JAKARTA, <a href=\"https:\/\/nawacita.co\">Nawacita<\/a><\/strong> &#8211; Malaysia\u00a0akan segera mendaftarkan\u00a0Reog Ponorogo\u00a0sebagai bagian dari warisan kebudayaannya di\u00a0UNESCO.\u00a0Keputusan\u00a0Malaysia\u00a0mendaftarkan\u00a0Reog Ponorogo\u00a0ini kembali menuai kemarahan publik di Tanah Air setelah beberapa tahun silam\u00a0negeri jiran ini sempat melakukan hal serupa.<\/p>\n<p>Dalam klaimnya, kata &#8220;Reog Ponorogo&#8221; memang tak disebut secara eksplisit oleh Malaysia\u00a0karena negeri jiran itu mengacu pada kesenian sendratari asal Johor dan Selangor yang mereka sebut dengan &#8220;Tari Barongan&#8221;.<\/p>\n<p>Namun demikian, berdasarkan asal-usul dan kesamaannya, Tari Barongan jelas mengacu pada\u00a0Reog Ponorogo. Dalam arti, hanya namanya saja yang berubah.\u00a0Lantas, bagaimana asal-usul\u00a0Reog Ponorogo\u00a0sesungguhnya, yang oleh pemerintah Indonesia juga akan segera didaftarkan ke\u00a0UNESCO\u00a0sebelum keduluan\u00a0Malaysia?<\/p>\n<p>Dilansir dari situs Kemdikbud,\u00a0Reog Ponorogo merupakan kesenian tradisional yang berasal dari Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, Indonesia.\u00a0Berdasarkan cerita rakyat, kesenian\u00a0Reog Ponorogo\u00a0sudah ada sejak zaman kerajaan Kediri, yakni sekitar abad XI.<\/p>\n<p>Dikisahkan berdirilah kerajaan yang bernama Bantarangin di wilayah Ponorogo yang pada waktu itu bernama Wengker.\u00a0Kerajaan Bantarangin ini diperintah oleh seorang raja yang adil dan bijaksana dan masih muda yang bernama Prabu Klana Sewandono.<\/p>\n<p>Raja Bantarangin mempunyai seorang patih yang pandai dan sakti bernama Pujangga Anom (dalam pertunjukan reog disebut Bujangganong).\u00a0Suatu hari Prabu Klana Sewandono bermimpi berjumpa dengan seorang putri cantik yang bernama Putri Songgolangit dari Kerajaan Kediri.<\/p>\n<p><strong>Baca Juga:\u00a0<a href=\"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/2022\/02\/04\/4-februari-hari-kanker-sedunia-begini-sejarahnya\/\">4 Februari: Hari Kanker Sedunia, Begini Sejarahnya<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Seketika Prabu Klana Sewandono jatuh cinta. Ia kemudian mengutus Patih Pujangga Anom untuk melamar Putri Songgolangit.\u00a0Putri Kerajaan Kediri itu pun bersedia menerima lamaran Prabu Klana Sewandono dengan syarat sang Prabu mampu mempersembahkan pertunjukan yang belum pernah ada sebelumnya.<\/p>\n<p>Patih Pujangga Anom yang pandai itu menemukan ide pertunjukan yang diminta sang Prabu, yaitu dengan memanfaatkan Raja Singo Barong yang dikalahkan oleh Prabu Klana Sewandono.\u00a0Berdasarkan kisah yang berkembang di masyarakat, Raja Singo Barong konon berkepala harimau dan di atasnya bertengger burung merak.<\/p>\n<p>Dengan ditambah bunyi-bunyian maka jadilah iring-iringan Prabu Klana Sewandono dan Prabu Singo Barong itu menjadi pertunjukan sebagaimana yang diinginkan Putri Songgolangit.\u00a0Iring-iringan itulah yang kemudian hari disebut sebagai kesenian reog sebagaimana yang kita saksikan saat ini.<\/p>\n<p>Reog, sering diidentikkan dengan dunia hitam, preman atau jagoan. Minuman keras dan juga kendalanya. Tak lepas pula kekuatan supra natural.\u00a0Hal ini didasari oleh gerak yang ditampilkan para pelaku jenis kesenian khas Ponorogo, Jawa Timur,\u00a0Reog Ponorogo, sekilas tampak kesan mistis di dalamnya.<\/p>\n<p>Barongan mempertunjukkan keperkasaan dalam mengangkat dadak berat seberat sekitar 40 kilogram dengan kekuatan gigitan sepanjang pertunjukan berlangsung.\u00a0Instrumen pengiringnya, kempul, ketuk, kenong, genggam, ketipung, angklung dan terutama salompret, menyuarakan nada slendro dan pelog yang memunculkan atmosfir mistis, aneh, eksotis sekaligus membangkitkan gairah.<\/p>\n<p>Biasanya satu group Reog terdiri dari seorang Warok Tua, sejumlah warok muda, pembarong dan penari Bujang Ganong dan Prabu Kelono Suwandono.\u00a0Jumlah seluruh pemain berkisar antara 20 sampai 30-an orang dengan peran sentral berada pada tangan warok dan pembarongnya.<\/p>\n<p>Ciri khas pada pertunjukan\u00a0Reog Ponorogo selalu diawali dengan arak-arakan lebih dahulu sebelum menuju ke tempat pementasannya.\u00a0Banyak hal yang terkesan mistis dibalik kesenian\u00a0Reog Ponorogo. Warok misalnya, adalah tokoh sentral dalam kesenian ini yang hingga kini menyimpan banyak hal yang cukup kontroversial.<\/p>\n<p>Warok adalah pasukan yang bersandar pada kebenaran dalam pertarungan antara yang baik dan jahat dalam cerita kesenian Reog.\u00a0Warok Tua, adalah tokoh pengayom, sedangkan Warok Muda adalah warok yang masih dalam taraf menuntut ilmu. Kendati demikian, kehidupan warok sangat bertolak belakang dengan peran yang mereka mainkan di pentas.<\/p>\n<p>Warok Tua, sampai sekarang masih mendapat tempat sebagai sesepuh di masyarakatnya. Kedekatannya dengan dunia spiritual sering membuat seorang warok dimintai nasehatnya atas sebagai pegangan spiritual ataupun ketentraman hidup.<\/p>\n<p>Petuah yang disitir seorang warok tua sebenarnya sudah sering didengar namun kata-kata yang keluar dari mulutnya seolah bertenaga.\u00a0Dulunya warok dikenal mempunyai banyak gemblak, yakni lelaki belasan tahun yang kadang lebih disayangi ketimbang istri dan anaknya.<\/p>\n<p>Memelihara gemblak adalah tradisi yang telah berakar kuat pada komunitas seniman Reog. Seolah menjadi kewajiban setiap warok untuk memelihara gemblak agar bisa mempertahankan kesaktiannya.\u00a0Apalagi ada kepercayaan kuat di kalangan warok, hubungan intim dengan perempuan bahkan dengan istri sendiri, bisa menjadi pemicu lunturnya seluruh kesaktian.<\/p>\n<p>Saling mengasihi, menyayangi dan berusaha menyenangkan adalah ciri khas relasi khusus antara gemblak dan waroknya.\u00a0Kesenian\u00a0Reog Ponorogo\u00a0dalam pertunjukannya tidak memerlukan panggung. Pertunjukan dilakukan di sebuah halaman atau lapangan yang relatif luas.<\/p>\n<p>Pertunjukan\u00a0Reog Ponorogo yang lengkap tersaji dalam beberapa babak. Pada babak pertama, jenis tarian yang muncul adalah jaranan atau jatilan.\u00a0Pada babak tersebut kadang-kadang muncul tokoh Penthul-Tembem yang ikut menari dengan gerakan dan melucu. Kemudian muncul prajurit yang menggambarkan latihan perang.<\/p>\n<p>Pada babak kedua, adegan dimonopoli tokoh Singo Barong menari-nari dan memperlihatkan gerakan-gerakan pantomin, menirukan secara verbal tingkah laku harimau. Gerakan tersebut kemudian dilanjutkan dengan terjadinya perang antara prajurit dan Singo Barong.\u00a0Pada adegan ini Singo Barong tampak agresif, demontratif, atraktif dan melompat serta mengangkat penari dan sebagainya.<\/p>\n<p>Selanjutnya diteruskan dengan adegan Thetek Melek yang sudah menempatkan diri, mendampingi Singo Barong dengan kegiatan antara lain seperti memegang baju Singo Barong dan mengusir penonton yang masuk area. Adegan tersebut dikisahkan tentang kekalahan prajurit berkuda.<\/p>\n<p>Pada babak ketiga, Bujangganong tampil menari serta menunjukkan ketrampilannya. Pada babak ini mengisahkan perang antara Bujangganong dengan Singo Barong. Dalam perang ini Singo Barong kalah yang kemudian menjadi pengikut Bujangganong.<\/p>\n<p>Pada babak keempat, sebagai babak terakhir, mempertunjukkan Klana Sewandono menari tunggal dan dilanjutkan dengan datangnya Bujangganong mempersembahkan Singo Barong.\u00a0Sebagai tambahan sering kali ditampilkan Tledhek Jepre atau Tandok Bisu yaitu pemain laki-laki dengan dandanan dan tingkah laku seperti wanita yang berfungsi sebagai penutup cerita.<\/p>\n<p>Lagu-lagu yang dipergunakan dalam kesenian\u00a0Reog Ponorogo\u00a0antara lain Ptrajaya, Ponoragan, Sampak, Obyok, Kebo Giro. Semua lagu tersebut merupakan lagu pokoknya. Sedangkan lagu selingan yang sering dipergunakan antara lain lagu Ijo-ijo dan Walangkekek.<\/p>\n<p>Kesenian\u00a0Reog Ponorogo juga diiringi seperangkat gamelan yaitu sebuah kendang, sebuah ketipung, ketuk satu bernada dua , sebuah kenong bernada lima, sebuah kempul bernada lima, sepasang angklung bernada enam dan lima, masing-masing bertangga nada\/laras slendro, sebuah slompret sebagai melodi lagunya cenderung bernada ke laras pelog.\u00a0Itulah asal-usul\u00a0Reog Ponorogo\u00a0yang akan didaftarkan\u00a0Malaysia\u00a0ke\u00a0UNESCO. Sebagai langkah cepat, Indonesia pun akan mendahului langkah\u00a0Malaysia\u00a0tersebut.<\/p>\n<p><strong>pkrtnws.<\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JAKARTA, Nawacita &#8211; Malaysia\u00a0akan segera mendaftarkan\u00a0Reog Ponorogo\u00a0sebagai bagian dari warisan kebudayaannya di\u00a0UNESCO.\u00a0Keputusan\u00a0Malaysia\u00a0mendaftarkan\u00a0Reog Ponorogo\u00a0ini kembali menuai kemarahan publik di Tanah Air setelah beberapa tahun silam\u00a0negeri jiran ini sempat melakukan hal serupa. Dalam klaimnya, kata &#8220;Reog Ponorogo&#8221; memang tak disebut secara eksplisit oleh Malaysia\u00a0karena negeri jiran itu mengacu pada kesenian sendratari asal Johor dan Selangor yang mereka [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":131152,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2],"tags":[87,10906,1670,41310,18390,41312,41311],"class_list":{"0":"post-131149","1":"post","2":"type-post","3":"status-publish","4":"format-standard","5":"has-post-thumbnail","7":"category-nasional","8":"tag-indonesia","9":"tag-malaysia","10":"tag-ponorogo","11":"tag-reog","12":"tag-sejarah","13":"tag-tari-barongan","14":"tag-unesco"},"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.5 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Mengenal Sejarah Reog Ponorogo yang Didaftarkan Malaysia ke UNESCO - Nawacita<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"JAKARTA, Nawacita - Malaysia\u00a0akan segera mendaftarkan\u00a0Reog Ponorogo\u00a0sebagai bagian dari warisan kebudayaannya di\u00a0UNESCO\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/2022\/04\/11\/mengenal-sejarah-reog-ponorogo-yang-didaftarkan-malaysia-ke-unesco\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Mengenal Sejarah Reog Ponorogo yang Didaftarkan Malaysia ke UNESCO - Nawacita\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"JAKARTA, Nawacita - Malaysia\u00a0akan segera mendaftarkan\u00a0Reog Ponorogo\u00a0sebagai bagian dari warisan kebudayaannya di\u00a0UNESCO\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/2022\/04\/11\/mengenal-sejarah-reog-ponorogo-yang-didaftarkan-malaysia-ke-unesco\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Nawacita\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/nawacitaco-1763136813898723\/?ref=aymt_homepage_panel\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2022-04-11T07:57:02+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/nawacita.co\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/61dad4f1d899d.jpeg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"750\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"500\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"redaksi\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@nawacit4\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@nawacit4\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"redaksi\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"5 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/index.php\\\/2022\\\/04\\\/11\\\/mengenal-sejarah-reog-ponorogo-yang-didaftarkan-malaysia-ke-unesco\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/index.php\\\/2022\\\/04\\\/11\\\/mengenal-sejarah-reog-ponorogo-yang-didaftarkan-malaysia-ke-unesco\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"redaksi\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/599683af640858fd3b790bc37828ba57\"},\"headline\":\"Mengenal Sejarah Reog Ponorogo yang Didaftarkan Malaysia ke UNESCO\",\"datePublished\":\"2022-04-11T07:57:02+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/index.php\\\/2022\\\/04\\\/11\\\/mengenal-sejarah-reog-ponorogo-yang-didaftarkan-malaysia-ke-unesco\\\/\"},\"wordCount\":997,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/index.php\\\/2022\\\/04\\\/11\\\/mengenal-sejarah-reog-ponorogo-yang-didaftarkan-malaysia-ke-unesco\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/04\\\/61dad4f1d899d.jpeg\",\"keywords\":[\"indonesia\",\"Malaysia\",\"ponorogo\",\"Reog\",\"Sejarah\",\"Tari Barongan\",\"UNESCO\"],\"articleSection\":[\"Nasional\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/index.php\\\/2022\\\/04\\\/11\\\/mengenal-sejarah-reog-ponorogo-yang-didaftarkan-malaysia-ke-unesco\\\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/index.php\\\/2022\\\/04\\\/11\\\/mengenal-sejarah-reog-ponorogo-yang-didaftarkan-malaysia-ke-unesco\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/index.php\\\/2022\\\/04\\\/11\\\/mengenal-sejarah-reog-ponorogo-yang-didaftarkan-malaysia-ke-unesco\\\/\",\"name\":\"Mengenal Sejarah Reog Ponorogo yang Didaftarkan Malaysia ke UNESCO - Nawacita\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/index.php\\\/2022\\\/04\\\/11\\\/mengenal-sejarah-reog-ponorogo-yang-didaftarkan-malaysia-ke-unesco\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/index.php\\\/2022\\\/04\\\/11\\\/mengenal-sejarah-reog-ponorogo-yang-didaftarkan-malaysia-ke-unesco\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/04\\\/61dad4f1d899d.jpeg\",\"datePublished\":\"2022-04-11T07:57:02+00:00\",\"description\":\"JAKARTA, Nawacita - Malaysia\u00a0akan segera mendaftarkan\u00a0Reog Ponorogo\u00a0sebagai bagian dari warisan kebudayaannya di\u00a0UNESCO\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/index.php\\\/2022\\\/04\\\/11\\\/mengenal-sejarah-reog-ponorogo-yang-didaftarkan-malaysia-ke-unesco\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/index.php\\\/2022\\\/04\\\/11\\\/mengenal-sejarah-reog-ponorogo-yang-didaftarkan-malaysia-ke-unesco\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/index.php\\\/2022\\\/04\\\/11\\\/mengenal-sejarah-reog-ponorogo-yang-didaftarkan-malaysia-ke-unesco\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/04\\\/61dad4f1d899d.jpeg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/04\\\/61dad4f1d899d.jpeg\",\"width\":750,\"height\":500,\"caption\":\"Reog Ponorogo Indonesia\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/index.php\\\/2022\\\/04\\\/11\\\/mengenal-sejarah-reog-ponorogo-yang-didaftarkan-malaysia-ke-unesco\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Mengenal Sejarah Reog Ponorogo yang Didaftarkan Malaysia ke UNESCO\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/\",\"name\":\"Nawacita\",\"description\":\"Berita Kementerian, BUMN, Pemerintah dan Politik\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/#organization\",\"name\":\"Nawacita\",\"url\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/10\\\/Logo-Nawacita-2021.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/10\\\/Logo-Nawacita-2021.png\",\"width\":1676,\"height\":422,\"caption\":\"Nawacita\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.facebook.com\\\/nawacitaco-1763136813898723\\\/?ref=aymt_homepage_panel\",\"https:\\\/\\\/x.com\\\/nawacit4\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/599683af640858fd3b790bc37828ba57\",\"name\":\"redaksi\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/a3ea3038dabe75a981e9a69b300b8272c74e0729c55e2f30478cde7add6c42f6?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/a3ea3038dabe75a981e9a69b300b8272c74e0729c55e2f30478cde7add6c42f6?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/a3ea3038dabe75a981e9a69b300b8272c74e0729c55e2f30478cde7add6c42f6?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"redaksi\"},\"sameAs\":[\"nawacitaportal\",\"https:\\\/\\\/x.com\\\/nawacit4\"],\"url\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/index.php\\\/author\\\/redaksi\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Mengenal Sejarah Reog Ponorogo yang Didaftarkan Malaysia ke UNESCO - Nawacita","description":"JAKARTA, Nawacita - Malaysia\u00a0akan segera mendaftarkan\u00a0Reog Ponorogo\u00a0sebagai bagian dari warisan kebudayaannya di\u00a0UNESCO","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/2022\/04\/11\/mengenal-sejarah-reog-ponorogo-yang-didaftarkan-malaysia-ke-unesco\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Mengenal Sejarah Reog Ponorogo yang Didaftarkan Malaysia ke UNESCO - Nawacita","og_description":"JAKARTA, Nawacita - Malaysia\u00a0akan segera mendaftarkan\u00a0Reog Ponorogo\u00a0sebagai bagian dari warisan kebudayaannya di\u00a0UNESCO","og_url":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/2022\/04\/11\/mengenal-sejarah-reog-ponorogo-yang-didaftarkan-malaysia-ke-unesco\/","og_site_name":"Nawacita","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/nawacitaco-1763136813898723\/?ref=aymt_homepage_panel","article_published_time":"2022-04-11T07:57:02+00:00","og_image":[{"width":750,"height":500,"url":"https:\/\/nawacita.co\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/61dad4f1d899d.jpeg","type":"image\/jpeg"}],"author":"redaksi","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@nawacit4","twitter_site":"@nawacit4","twitter_misc":{"Written by":"redaksi","Est. reading time":"5 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/2022\/04\/11\/mengenal-sejarah-reog-ponorogo-yang-didaftarkan-malaysia-ke-unesco\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/2022\/04\/11\/mengenal-sejarah-reog-ponorogo-yang-didaftarkan-malaysia-ke-unesco\/"},"author":{"name":"redaksi","@id":"https:\/\/nawacita.co\/#\/schema\/person\/599683af640858fd3b790bc37828ba57"},"headline":"Mengenal Sejarah Reog Ponorogo yang Didaftarkan Malaysia ke UNESCO","datePublished":"2022-04-11T07:57:02+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/2022\/04\/11\/mengenal-sejarah-reog-ponorogo-yang-didaftarkan-malaysia-ke-unesco\/"},"wordCount":997,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/nawacita.co\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/2022\/04\/11\/mengenal-sejarah-reog-ponorogo-yang-didaftarkan-malaysia-ke-unesco\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/nawacita.co\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/61dad4f1d899d.jpeg","keywords":["indonesia","Malaysia","ponorogo","Reog","Sejarah","Tari Barongan","UNESCO"],"articleSection":["Nasional"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/nawacita.co\/index.php\/2022\/04\/11\/mengenal-sejarah-reog-ponorogo-yang-didaftarkan-malaysia-ke-unesco\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/2022\/04\/11\/mengenal-sejarah-reog-ponorogo-yang-didaftarkan-malaysia-ke-unesco\/","url":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/2022\/04\/11\/mengenal-sejarah-reog-ponorogo-yang-didaftarkan-malaysia-ke-unesco\/","name":"Mengenal Sejarah Reog Ponorogo yang Didaftarkan Malaysia ke UNESCO - Nawacita","isPartOf":{"@id":"https:\/\/nawacita.co\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/2022\/04\/11\/mengenal-sejarah-reog-ponorogo-yang-didaftarkan-malaysia-ke-unesco\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/2022\/04\/11\/mengenal-sejarah-reog-ponorogo-yang-didaftarkan-malaysia-ke-unesco\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/nawacita.co\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/61dad4f1d899d.jpeg","datePublished":"2022-04-11T07:57:02+00:00","description":"JAKARTA, Nawacita - Malaysia\u00a0akan segera mendaftarkan\u00a0Reog Ponorogo\u00a0sebagai bagian dari warisan kebudayaannya di\u00a0UNESCO","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/2022\/04\/11\/mengenal-sejarah-reog-ponorogo-yang-didaftarkan-malaysia-ke-unesco\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/nawacita.co\/index.php\/2022\/04\/11\/mengenal-sejarah-reog-ponorogo-yang-didaftarkan-malaysia-ke-unesco\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/2022\/04\/11\/mengenal-sejarah-reog-ponorogo-yang-didaftarkan-malaysia-ke-unesco\/#primaryimage","url":"https:\/\/nawacita.co\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/61dad4f1d899d.jpeg","contentUrl":"https:\/\/nawacita.co\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/61dad4f1d899d.jpeg","width":750,"height":500,"caption":"Reog Ponorogo Indonesia"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/2022\/04\/11\/mengenal-sejarah-reog-ponorogo-yang-didaftarkan-malaysia-ke-unesco\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/nawacita.co\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Mengenal Sejarah Reog Ponorogo yang Didaftarkan Malaysia ke UNESCO"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/nawacita.co\/#website","url":"https:\/\/nawacita.co\/","name":"Nawacita","description":"Berita Kementerian, BUMN, Pemerintah dan Politik","publisher":{"@id":"https:\/\/nawacita.co\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/nawacita.co\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/nawacita.co\/#organization","name":"Nawacita","url":"https:\/\/nawacita.co\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/nawacita.co\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/nawacita.co\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/Logo-Nawacita-2021.png","contentUrl":"https:\/\/nawacita.co\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/Logo-Nawacita-2021.png","width":1676,"height":422,"caption":"Nawacita"},"image":{"@id":"https:\/\/nawacita.co\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/nawacitaco-1763136813898723\/?ref=aymt_homepage_panel","https:\/\/x.com\/nawacit4"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/nawacita.co\/#\/schema\/person\/599683af640858fd3b790bc37828ba57","name":"redaksi","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/a3ea3038dabe75a981e9a69b300b8272c74e0729c55e2f30478cde7add6c42f6?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/a3ea3038dabe75a981e9a69b300b8272c74e0729c55e2f30478cde7add6c42f6?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/a3ea3038dabe75a981e9a69b300b8272c74e0729c55e2f30478cde7add6c42f6?s=96&d=mm&r=g","caption":"redaksi"},"sameAs":["nawacitaportal","https:\/\/x.com\/nawacit4"],"url":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/author\/redaksi\/"}]}},"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/nawacita.co\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/61dad4f1d899d.jpeg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/131149","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=131149"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/131149\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/131152"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=131149"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=131149"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=131149"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}