{"id":108700,"date":"2021-02-20T18:59:55","date_gmt":"2021-02-20T11:59:55","guid":{"rendered":"http:\/\/nawacita.co\/?p=108700"},"modified":"2021-02-20T18:59:55","modified_gmt":"2021-02-20T11:59:55","slug":"kelenteng-terbesar-dan-bersejarah-di-indonesia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/2021\/02\/20\/kelenteng-terbesar-dan-bersejarah-di-indonesia\/","title":{"rendered":"Kelenteng Terbesar dan Bersejarah di Indonesia"},"content":{"rendered":"<div id=\"gallery-image-3381918\" class=\"article-photo-gallery--item article-photo-gallery--item_full\">\n<div class=\"article-photo-gallery--item__description\"><a href=\"https:\/\/nawacita.co\"><strong>Jakarta | Nawacita<\/strong><\/a> &#8211; Tahun Baru China atau Imlek belum lama berlalu. Imlek merupakan perayaan penting bagi orang Tionghoa. Perayaan tersebut biasanya dilakukan dengan melaksanakan ibadah di kelenteng.<\/div>\n<div><\/div>\n<\/div>\n<div class=\"article-readpage--section\" data-component-name=\"amp:article-readpage:section\">\n<div class=\"article-content-body multisection\" data-component=\"amp:article-content-body\" data-cache-key=\"https_liputan6.com:bump:xhp_amp__article_content_body:779dabce786a124afc32758404c82fc7:PAGE=1:TextTypeArticle#4487884_1613795349\" data-cache-ttl=\"120\" data-component-name=\"amp:article-content-body\">\n<div class=\"article-content-body__item\">\n<div class=\"article-raw-content article-raw-content-newlip6\" data-component-name=\"mobile:article-raw-content\">\n<p>Kelenteng merupakan sebutan untuk\u00a0tempat ibadah\u00a0penganut kepercayaan tradisional Tionghoa di Indonesia. Tidak diketahui dari mana istilah \u201ckelenteng\u201d, namun banyak yang percaya berasal dari bunyi teng-teng-teng dari lonceng yang berada di kelenteng sebagai bagian ritual ibadah.<\/p>\n<div class=\"baca-juga baca-juga-newlip6-single\">\n<p>Kelenteng pada dasarnya terdiri dari empat bagian, yakni halaman depan, ruang suci dalam, ruang tambahan, dan bangunan samping. Masing-masing tempat memiliki fungsi yang berbeda yang biasanya digunakan sebagai tempat beribadah.<\/p>\n<\/div>\n<p>Berikut enam kelenteng terbesar di Indonesia, yang dikutip\u00a0Liputan6.com\u00a0dari berbagai sumber,\u00a0Jumat, 12 Februari 2021.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong>1. Kelenteng Kwan Sing Bio, Tuban, Jawa Timur<\/strong><\/p>\n<p>Kelenteng Kwan si Bio menjadi salah satu kelenteng terbesar di Tuban dan menjadi salah satu tempat beribadah dan berwisata saat Imlek bagi penduduk Semarang maupun Surabaya.<\/p>\n<p>Kelenteng Kwan Sing Bio merupakan salah satu kelenteng terbesar di Asia Tenggara, berdiri pada tahun 1773 dengan luas area empat hektare. Lokasinya terletak di Jalan R.E.\u00a0Martadinata No. 1, Desa Karangsari, Kecamatan Tuban.<\/p>\n<p>Kelenteng\u00a0ini menjadi salah satu tempat ibadah yang wajib dikunjungi saat Imlek.\u00a0 Karena banyak acara yang diselenggarakan di tempat itu, mulai dari kembang api, berbagai pertujukan, tempat istirahat, kuliner, dan berbagai acara menarik lainnya.<\/p>\n<p>Selain besar dan megah, kelenteng ini banyak menjadi tempat wisata karena menjadi satu-satunya kelenteng di Indonesia yang menghadap ke laut bebas. Kwan Sing Bio dianggap sebagai salah satu kelenteng terkuat yang diharapkan bisa mengabulkan doa lebih cepat.<\/p>\n<\/div>\n<div class=\"article-raw-content article-raw-content-newlip6\" data-component-name=\"mobile:article-raw-content\"><\/div>\n<div class=\"article-content-body__break\">\n<div class=\"article-content-body__item-index\"><\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<div class=\"amp-layout\">\n<div class=\"article-content-body__item\">\n<h2><\/h2>\n<h2 class=\"article-content-body__item-title\">2. Kelenteng Tay Kak Sie, Semarang<\/h2>\n<div id=\"gallery-image-3381931\" class=\"article-photo-gallery--item article-photo-gallery--item_normal\">\n<div class=\"article-photo-gallery--item__content\"><img decoding=\"async\" class=\"i-amphtml-fill-content i-amphtml-replaced-content\" src=\"https:\/\/cdn1-production-images-kly.akamaized.net\/Pwc4mbQhY4LJyM01jOUe-TQGceQ=\/0x0:1242x700\/673x373\/filters:quality(75):strip_icc():format(jpeg)\/kly-media-production\/medias\/3381931\/original\/066456800_1613770361-Klenteng_3.jpg\" alt=\"Klenteng Tay Kak Sie. (dok. Instagram @wisatasemarang\/ https:\/\/www.instagram.com\/p\/BBScC4xgGy_\/?igshid=xkuthlafc6zr \/ Melia Setiawati)\" \/><\/div>\n<div class=\"article-photo-gallery--item__description\">Kelenteng Tay Kak Sie.<\/div>\n<div><\/div>\n<\/div>\n<div class=\"article-raw-content article-raw-content-newlip6\" data-component-name=\"mobile:article-raw-content\">\n<p>Kelenteng Tay Kak Sie merupakan yang paling sering dikunjungi di Semarang. Berdiri sejak 1746, kelenteng ini berlokasi di\u00a0Jalan\u00a0Gang Lombok No. 62, Purwodinatan, Semarang.<\/p>\n<p>Pada awalnya, Kelenteng Tay Kak Sie digunakan untuk memuja Yang Mulia Dewi Welas Asih Koan Sie Im Po Sat.\u00a0 Seiring waktu, kelenteng terbesar dan terlengkap di Semarang ini berkembang menjadi tempat pemujaan berbagai Dewa Dewi dari aliran Tao maupun Konfusianisme.<\/p>\n<p>Terletak di atas Kebun Lombok, kelenteng ini sering disebut sebagai Gang Lombok. Klenteng Gang Lombok ini juga selalu mempersiapkan hal besar menjelang perayaan Imlek yaitu dengan\u00a0mencuci kelenteng ini, mulai dari patung, altar, dan berbagai barang lainnya yang terletak di kelenteng ini.<\/p>\n<p>Kelenteng ini juga menjadi Klenteng tertua di Jawa Tengah. Tidak heran jika kelenteng ini selalu ramai pengunjung.<\/p>\n<\/div>\n<div class=\"article-content-body__break\">\n<div class=\"article-content-body__item-index\"><\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<div class=\"amp-layout\">\n<div class=\"article-content-body__item\">\n<h2><\/h2>\n<h2 class=\"article-content-body__item-title\">3. Kelenteng Chandra Nadi, Palembang<\/h2>\n<div id=\"gallery-image-3381932\" class=\"article-photo-gallery--item article-photo-gallery--item_normal\">\n<div class=\"article-photo-gallery--item__content\"><img decoding=\"async\" class=\"i-amphtml-fill-content i-amphtml-replaced-content\" src=\"https:\/\/cdn1-production-images-kly.akamaized.net\/DTqMG5s_8teCftMUuUsGeRE58Es=\/673x373\/smart\/filters:quality(75):strip_icc():format(jpeg)\/kly-media-production\/medias\/3381932\/original\/084883900_1613770662-Klenteng_4.jpg\" alt=\"Klenteng Chandra Nadi. (dok. Instagram @ayuamandasitanggang\/ https:\/\/www.instagram.com\/p\/BYcMf8wD601\/?igshid=16xkg6vqswjz \/ Melia Setiawati)\" \/><\/div>\n<div class=\"article-photo-gallery--item__description\">Kelenteng Chandra Nadi.<\/div>\n<div><\/div>\n<\/div>\n<div class=\"article-raw-content article-raw-content-newlip6\" data-component-name=\"mobile:article-raw-content\">\n<p>Kelenteng ini sudah ada sejak 1773 dan dikenal sebagai yang pertama di Palembang.\u00a0 Tidak heran jika kelenteng ini selalu ramai menjadi tempat beribadah umatnya dan juga menjadi tempat wisata, tempat ini berada di Jalan Perikanan, No. 10, Ulu<\/p>\n<p>Salah satu kepercayaan masyarakat sekitar tentang kelenteng ini adalah bisa mengharapkan kesembuhan dari berbagai macam penyakit. Setiap tahun\u00a0kelenteng Tri Dharma Chandra Nadi\u00a0akan dibersihkan, dicat ulang, dan dihiasi ribuan lampion.<\/p>\n<p>Kelenteng ini juga terdapat makam Panglima Palembang keturunan Tiongkok yang bernama Ju Sin Kong. Menurut cerita, Panglima Palembang tersebut beragama Islam. Mitosnya, yang mengunjungi makam ini senantiasa bisa terbebas dari penyakit.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<\/div>\n<div class=\"article-content-body__break\">\n<div class=\"article-content-body__item-index\"><\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<div class=\"amp-layout\">\n<div class=\"article-content-body__item\">\n<h2 class=\"article-content-body__item-title\">4. Kelenteng Tek Hay Kiong, Tegal<\/h2>\n<div id=\"gallery-image-3381930\" class=\"article-photo-gallery--item article-photo-gallery--item_normal\">\n<div class=\"article-photo-gallery--item__content\"><img decoding=\"async\" class=\"i-amphtml-fill-content i-amphtml-replaced-content\" src=\"https:\/\/cdn1-production-images-kly.akamaized.net\/_8cxY_nYQDPcj9raLQAJhp8lHp8=\/673x897\/smart\/filters:quality(75):strip_icc():format(jpeg)\/kly-media-production\/medias\/3381930\/original\/069957100_1613769973-Klenteng_2.jpg\" alt=\"Klenteng Tek Hay Kiong. (dok. Instagram @pesonategal\/ https:\/\/www.instagram.com\/p\/CCagYYiAsWk\/?igshid=cg2gv97iab7a \/ Melia Setiawati)\" \/><\/div>\n<div class=\"article-photo-gallery--item__description\">Kelenteng Tek Hay Kiong.<\/div>\n<div><\/div>\n<\/div>\n<div class=\"article-raw-content article-raw-content-newlip6\" data-component-name=\"mobile:article-raw-content\">\n<p>Kelenteng ini merupakan bukti keberadaan etnis Tionghoa di Tegal sudah ada sejak sebelum zaman kolonial karena masyarakat percaya bahwa klenteng ini didirikan pada 1690. Kelenteng ini pernah direstorasi pada 1873 oleh Kapiten Tan Koen Hway saat Kaisar Dao Guang ke-17 tahun Ding You.<\/p>\n<p>Kapiten Tan Koen Hway bersama rekan-rekannya di Tegal membangun kelenteng yang diberi nama Tek Hay Kiong yang dapat diartikan juga Istana Tek Hay Cin Jin.<\/p>\n<p>Dengan arti nama \u201cistana\u201d, klenteng megah di Tegal ini selalu menjadi kelenteng yang ramai pengunjung, terlebih lagi saat perayaan Imlek. Dilihat dari bagunan luarnya yang megah dan mewah, tidak heran jika Kelenteng Tek Hay Kiong ini jadi salah satu kelenteng yang paling dinanti saat Imlek.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<\/div>\n<div class=\"article-content-body__break\"><\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<div class=\"amp-layout\">\n<div class=\"article-content-body__item\">\n<h2 class=\"article-content-body__item-title\">5. Kelenteng Sam Poo Kong, Semarang<\/h2>\n<div id=\"gallery-image-3381935\" class=\"article-photo-gallery--item article-photo-gallery--item_normal\">\n<div class=\"article-photo-gallery--item__content\"><img decoding=\"async\" class=\"i-amphtml-fill-content i-amphtml-replaced-content\" src=\"https:\/\/cdn1-production-images-kly.akamaized.net\/XlJbDJUPmjsRYaX2BwGcO_ahSrc=\/673x373\/smart\/filters:quality(75):strip_icc():format(jpeg)\/kly-media-production\/medias\/3381935\/original\/091789000_1613776235-Kelenteng_Sam_Poo_Kong.jpg\" alt=\"Klenteng Sam Poo Kong. (dok. Instagram @isnaniah172\/ https:\/\/www.instagram.com\/p\/B7pViIUgSr-\/?igshid=1j8leimm89m8c \/ Melia Setiawati)\" \/><\/div>\n<div class=\"article-photo-gallery--item__description\">Kelenteng Sam Poo Kong.<\/div>\n<div><\/div>\n<\/div>\n<div class=\"article-raw-content article-raw-content-newlip6\" data-component-name=\"mobile:article-raw-content\">\n<p>Kelenteng Sam Poo Kong merupakan salah satu tempat wisata yang populer di Semarang yang dibangun pada 1724. Kelenteng ini memiliki desain dan interior bangunan yang khas dan bersejarah yang terletak di Jalan Simongan, Bongsari, Kecamatan Semarang Barat, Kabupaten Semarang.<\/p>\n<p>Melansir situs\u00a0<em>Sam Poo Kong<\/em>, Jumat, 12 Februari 2021, kelenteng ini\u00a0bermula dari kedatangan armada Zheng He (Cheng Ho) di Pantai Simongan, Semarang. Dalam dialek Hokkian, Sam Poo Kong atau San Bao Dong (Mandarin) memiliki arti Goa San Bao. Hingga saat ini, tempat petilasan itu dikenal dengan nama Sam Poo Kong.<\/p>\n<p>Terdapat empat kelenteng di Sam Poo Kong, yaitu Kelenteng Dewa Bumi, Kelenteng Juru Mudi, Kelenteng Sam Poo Tay Djien, dan Kelenteng Kyai Jangkar.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong>6. Kelenteng Hong Tiek Hian, Surabaya<\/strong><\/p>\n<p>Terletak di Jalan Dukuh, Surabaya Utara, kelenteng ini tidak jauh ke arah timur dari kawasan legendaris di Surabaya yakni Jembatan Merah. Kelenteng ini dibangun oleh tentara Tartar yang ada di zaman Kaisar Ku Bi Lai Khan dengan bangunan pagoda yang menjadi ciri khas bangunan orang Tionghoa zaman dulu.<\/p>\n<p>Karena letaknya di Jalan Dukuh, masyarakat sekitar menyebutnya Kelenteng Dukuh yang dibangun pada awal 1300. Selain sebagai tempat ibadah, di tempat ini juga sering diselenggarakan acara-acara tradisional China seperti pertunjukan wayang Pho Tee Hi atau perayaan hari-hari besar China seperti Imlek.<\/p>\n<p><strong>lptn6<\/strong><\/p>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jakarta | Nawacita &#8211; Tahun Baru China atau Imlek belum lama berlalu. Imlek merupakan perayaan penting bagi orang Tionghoa. Perayaan tersebut biasanya dilakukan dengan melaksanakan ibadah di kelenteng. Kelenteng merupakan sebutan untuk\u00a0tempat ibadah\u00a0penganut kepercayaan tradisional Tionghoa di Indonesia. Tidak diketahui dari mana istilah \u201ckelenteng\u201d, namun banyak yang percaya berasal dari bunyi teng-teng-teng dari lonceng yang [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":107932,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[19346,38637,17041],"class_list":{"0":"post-108700","1":"post","2":"type-post","3":"status-publish","4":"format-standard","5":"has-post-thumbnail","7":"category-daerah","8":"tag-di-indonesia","9":"tag-kelenteng","10":"tag-terbesar"},"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.5 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Kelenteng Terbesar dan Bersejarah di Indonesia - Nawacita<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"kelenteng terbesar di Indonesia, yang dikutip dari berbagai sumber, Jumat, 12 Februari 1. Kelenteng Kwan Sing Bio, Tuban, Jawa\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/2021\/02\/20\/kelenteng-terbesar-dan-bersejarah-di-indonesia\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Kelenteng Terbesar dan Bersejarah di Indonesia - Nawacita\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"kelenteng terbesar di Indonesia, yang dikutip dari berbagai sumber, Jumat, 12 Februari 1. Kelenteng Kwan Sing Bio, Tuban, Jawa\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/2021\/02\/20\/kelenteng-terbesar-dan-bersejarah-di-indonesia\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Nawacita\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/nawacitaco-1763136813898723\/?ref=aymt_homepage_panel\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2021-02-20T11:59:55+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/nawacita.co\/wp-content\/uploads\/2021\/02\/Klenteng-Boen-Tek-Bio-indonesiatravellingguide.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"800\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"584\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"redaksi\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@nawacit4\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@nawacit4\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"redaksi\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"4 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/index.php\\\/2021\\\/02\\\/20\\\/kelenteng-terbesar-dan-bersejarah-di-indonesia\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/index.php\\\/2021\\\/02\\\/20\\\/kelenteng-terbesar-dan-bersejarah-di-indonesia\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"redaksi\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/599683af640858fd3b790bc37828ba57\"},\"headline\":\"Kelenteng Terbesar dan Bersejarah di Indonesia\",\"datePublished\":\"2021-02-20T11:59:55+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/index.php\\\/2021\\\/02\\\/20\\\/kelenteng-terbesar-dan-bersejarah-di-indonesia\\\/\"},\"wordCount\":823,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/index.php\\\/2021\\\/02\\\/20\\\/kelenteng-terbesar-dan-bersejarah-di-indonesia\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/02\\\/Klenteng-Boen-Tek-Bio-indonesiatravellingguide.jpg\",\"keywords\":[\"Di Indonesia\",\"kelenteng\",\"Terbesar\"],\"articleSection\":[\"DAERAH\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/index.php\\\/2021\\\/02\\\/20\\\/kelenteng-terbesar-dan-bersejarah-di-indonesia\\\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/index.php\\\/2021\\\/02\\\/20\\\/kelenteng-terbesar-dan-bersejarah-di-indonesia\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/index.php\\\/2021\\\/02\\\/20\\\/kelenteng-terbesar-dan-bersejarah-di-indonesia\\\/\",\"name\":\"Kelenteng Terbesar dan Bersejarah di Indonesia - Nawacita\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/index.php\\\/2021\\\/02\\\/20\\\/kelenteng-terbesar-dan-bersejarah-di-indonesia\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/index.php\\\/2021\\\/02\\\/20\\\/kelenteng-terbesar-dan-bersejarah-di-indonesia\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/02\\\/Klenteng-Boen-Tek-Bio-indonesiatravellingguide.jpg\",\"datePublished\":\"2021-02-20T11:59:55+00:00\",\"description\":\"kelenteng terbesar di Indonesia, yang dikutip dari berbagai sumber, Jumat, 12 Februari 1. Kelenteng Kwan Sing Bio, Tuban, Jawa\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/index.php\\\/2021\\\/02\\\/20\\\/kelenteng-terbesar-dan-bersejarah-di-indonesia\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/index.php\\\/2021\\\/02\\\/20\\\/kelenteng-terbesar-dan-bersejarah-di-indonesia\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/index.php\\\/2021\\\/02\\\/20\\\/kelenteng-terbesar-dan-bersejarah-di-indonesia\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/02\\\/Klenteng-Boen-Tek-Bio-indonesiatravellingguide.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/02\\\/Klenteng-Boen-Tek-Bio-indonesiatravellingguide.jpg\",\"width\":800,\"height\":584},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/index.php\\\/2021\\\/02\\\/20\\\/kelenteng-terbesar-dan-bersejarah-di-indonesia\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Kelenteng Terbesar dan Bersejarah di Indonesia\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/\",\"name\":\"Nawacita\",\"description\":\"Berita Kementerian, BUMN, Pemerintah dan Politik\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/#organization\",\"name\":\"Nawacita\",\"url\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/10\\\/Logo-Nawacita-2021.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/10\\\/Logo-Nawacita-2021.png\",\"width\":1676,\"height\":422,\"caption\":\"Nawacita\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.facebook.com\\\/nawacitaco-1763136813898723\\\/?ref=aymt_homepage_panel\",\"https:\\\/\\\/x.com\\\/nawacit4\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/599683af640858fd3b790bc37828ba57\",\"name\":\"redaksi\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/a3ea3038dabe75a981e9a69b300b8272c74e0729c55e2f30478cde7add6c42f6?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/a3ea3038dabe75a981e9a69b300b8272c74e0729c55e2f30478cde7add6c42f6?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/a3ea3038dabe75a981e9a69b300b8272c74e0729c55e2f30478cde7add6c42f6?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"redaksi\"},\"sameAs\":[\"nawacitaportal\",\"https:\\\/\\\/x.com\\\/nawacit4\"],\"url\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/index.php\\\/author\\\/redaksi\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Kelenteng Terbesar dan Bersejarah di Indonesia - Nawacita","description":"kelenteng terbesar di Indonesia, yang dikutip dari berbagai sumber, Jumat, 12 Februari 1. Kelenteng Kwan Sing Bio, Tuban, Jawa","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/2021\/02\/20\/kelenteng-terbesar-dan-bersejarah-di-indonesia\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Kelenteng Terbesar dan Bersejarah di Indonesia - Nawacita","og_description":"kelenteng terbesar di Indonesia, yang dikutip dari berbagai sumber, Jumat, 12 Februari 1. Kelenteng Kwan Sing Bio, Tuban, Jawa","og_url":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/2021\/02\/20\/kelenteng-terbesar-dan-bersejarah-di-indonesia\/","og_site_name":"Nawacita","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/nawacitaco-1763136813898723\/?ref=aymt_homepage_panel","article_published_time":"2021-02-20T11:59:55+00:00","og_image":[{"width":800,"height":584,"url":"https:\/\/nawacita.co\/wp-content\/uploads\/2021\/02\/Klenteng-Boen-Tek-Bio-indonesiatravellingguide.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"redaksi","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@nawacit4","twitter_site":"@nawacit4","twitter_misc":{"Written by":"redaksi","Est. reading time":"4 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/2021\/02\/20\/kelenteng-terbesar-dan-bersejarah-di-indonesia\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/2021\/02\/20\/kelenteng-terbesar-dan-bersejarah-di-indonesia\/"},"author":{"name":"redaksi","@id":"https:\/\/nawacita.co\/#\/schema\/person\/599683af640858fd3b790bc37828ba57"},"headline":"Kelenteng Terbesar dan Bersejarah di Indonesia","datePublished":"2021-02-20T11:59:55+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/2021\/02\/20\/kelenteng-terbesar-dan-bersejarah-di-indonesia\/"},"wordCount":823,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/nawacita.co\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/2021\/02\/20\/kelenteng-terbesar-dan-bersejarah-di-indonesia\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/nawacita.co\/wp-content\/uploads\/2021\/02\/Klenteng-Boen-Tek-Bio-indonesiatravellingguide.jpg","keywords":["Di Indonesia","kelenteng","Terbesar"],"articleSection":["DAERAH"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/nawacita.co\/index.php\/2021\/02\/20\/kelenteng-terbesar-dan-bersejarah-di-indonesia\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/2021\/02\/20\/kelenteng-terbesar-dan-bersejarah-di-indonesia\/","url":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/2021\/02\/20\/kelenteng-terbesar-dan-bersejarah-di-indonesia\/","name":"Kelenteng Terbesar dan Bersejarah di Indonesia - Nawacita","isPartOf":{"@id":"https:\/\/nawacita.co\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/2021\/02\/20\/kelenteng-terbesar-dan-bersejarah-di-indonesia\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/2021\/02\/20\/kelenteng-terbesar-dan-bersejarah-di-indonesia\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/nawacita.co\/wp-content\/uploads\/2021\/02\/Klenteng-Boen-Tek-Bio-indonesiatravellingguide.jpg","datePublished":"2021-02-20T11:59:55+00:00","description":"kelenteng terbesar di Indonesia, yang dikutip dari berbagai sumber, Jumat, 12 Februari 1. Kelenteng Kwan Sing Bio, Tuban, Jawa","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/2021\/02\/20\/kelenteng-terbesar-dan-bersejarah-di-indonesia\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/nawacita.co\/index.php\/2021\/02\/20\/kelenteng-terbesar-dan-bersejarah-di-indonesia\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/2021\/02\/20\/kelenteng-terbesar-dan-bersejarah-di-indonesia\/#primaryimage","url":"https:\/\/nawacita.co\/wp-content\/uploads\/2021\/02\/Klenteng-Boen-Tek-Bio-indonesiatravellingguide.jpg","contentUrl":"https:\/\/nawacita.co\/wp-content\/uploads\/2021\/02\/Klenteng-Boen-Tek-Bio-indonesiatravellingguide.jpg","width":800,"height":584},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/2021\/02\/20\/kelenteng-terbesar-dan-bersejarah-di-indonesia\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/nawacita.co\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Kelenteng Terbesar dan Bersejarah di Indonesia"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/nawacita.co\/#website","url":"https:\/\/nawacita.co\/","name":"Nawacita","description":"Berita Kementerian, BUMN, Pemerintah dan Politik","publisher":{"@id":"https:\/\/nawacita.co\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/nawacita.co\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/nawacita.co\/#organization","name":"Nawacita","url":"https:\/\/nawacita.co\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/nawacita.co\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/nawacita.co\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/Logo-Nawacita-2021.png","contentUrl":"https:\/\/nawacita.co\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/Logo-Nawacita-2021.png","width":1676,"height":422,"caption":"Nawacita"},"image":{"@id":"https:\/\/nawacita.co\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/nawacitaco-1763136813898723\/?ref=aymt_homepage_panel","https:\/\/x.com\/nawacit4"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/nawacita.co\/#\/schema\/person\/599683af640858fd3b790bc37828ba57","name":"redaksi","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/a3ea3038dabe75a981e9a69b300b8272c74e0729c55e2f30478cde7add6c42f6?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/a3ea3038dabe75a981e9a69b300b8272c74e0729c55e2f30478cde7add6c42f6?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/a3ea3038dabe75a981e9a69b300b8272c74e0729c55e2f30478cde7add6c42f6?s=96&d=mm&r=g","caption":"redaksi"},"sameAs":["nawacitaportal","https:\/\/x.com\/nawacit4"],"url":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/author\/redaksi\/"}]}},"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/nawacita.co\/wp-content\/uploads\/2021\/02\/Klenteng-Boen-Tek-Bio-indonesiatravellingguide.jpg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/108700","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=108700"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/108700\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/107932"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=108700"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=108700"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=108700"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}