{"id":108686,"date":"2021-02-20T18:32:35","date_gmt":"2021-02-20T11:32:35","guid":{"rendered":"http:\/\/nawacita.co\/?p=108686"},"modified":"2021-02-20T18:32:35","modified_gmt":"2021-02-20T11:32:35","slug":"dokter-indonesia-pertama-lulusan-belanda","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/2021\/02\/20\/dokter-indonesia-pertama-lulusan-belanda\/","title":{"rendered":"Dokter Indonesia Pertama Lulusan Belanda"},"content":{"rendered":"<p><a href=\"https:\/\/nawacita.co\"><strong>Jakarta | Nawacita<\/strong><\/a> &#8211; Pada 1904, Menteri Urusan Daerah Jajahan Dirk Fock mengizinkan lulusan Stovia (Sekolah Dokter untuk Bumiputera) untuk melanjutkan pendidikan kedokteran di Belanda. Abdul Rivai yang pertama memanfaatkan kesempatan itu. Sebelumnya, Rivai yang tiba di Belanda tahun 1899, menempuh pendidikan kedokteran di Univeritas Utrecht. Namun hanya setahun karena lulusan Stovia tidak bisa mengikuti ujian dokter (<em>arts<\/em>) sebelum memiliki ijazah sekolah menengah atas Belanda.<\/p>\n<p>Dua orang lulusan Stovia, yaitu Mas Boenjamin dan Mas Asmaoen, menyusul kuliah kedokteran di Universitas Amasterdam. Keduanya mahasiswa yang cemerlang.\u00a0Kendati Rivai yang pertama masuk Universitas Amsterdam, namun Mas Asmaoen yang pertama lulus.<\/p>\n<p>\u201cKarena Rivai sibuk menulis untuk majalah\u00a0<em>Bintang Hindia<\/em>, Asmaoen menjadi pribumi pertama yang menerima gelar dokter Belanda,\u201d tulis Hans Pols dalam\u00a0<em>Nurturing Indonesia: Medicine and Decolonisation in the Dutch East Indies<\/em>.<\/p>\n<p>Rivai lulus pada Juli 1908 sedangkan Boenjamin pada Oktober 1908. Rivai kemudian menjadi orang Indonesia pertama yang menjadi doktor dari Universitas Gent, Belgia. Boenjamin mengikuti langkah Rivai dengan mengambil gelar doktor bidang ilmu kedokteran di Universitas Gent pada 9 Oktober 1909.<\/p>\n<p>\u201cDengan demikian, Boenjamin menjadi orang Indonesia kedua dan orang Jawa pertama yang meraih gelar itu,\u201d tulis Harry A. Poeze dalam\u00a0<em>Di Negeri Penjajah<\/em>.<\/p>\n<p>Menurut Hans Pols, Mas Asmaoen selama beberapa bulan bekerja di Institute of Naval dan Tropical Medicine di Hamburg, Jerman. Setelah kembali ke Hindia Belanda, dia masuk Kristen, memperoleh kewarganegaraan Belanda, menikahi perempuan Belanda, dan bekerja sebagai perwira kesehatan di pasukan kolonial.<\/p>\n<p>\u201cDia diangkat menjadi perwira kesehatan KNIL (Tentara Kerajaan Hindia Belanda). Dia menjadi orang Indonesia pertama dalam kedudukan itu,\u201d tulis Poeze.<\/p>\n<p>Beberapa perwira militer keberatan dengan pengangkatan Asmaoen. &#8220;Apakah mereka harus memperlakukan petugas medis ini seperti orang Eropa? Bisakah pribumi diandalkan untuk mempertahankan tatanan kolonial? Asmaoen pun kecewa dan frustrasi,&#8221; tulis Hans Pols.<\/p>\n<p>Karier Asmaoen dalam pasukan KNIL kandas karena para perwira Belanda menolak memperlakukan dia sebagai rekan yang setara. Dia dipindahkan ke Irian, tapi di sana jatuh sakit. Sebagai orang yang kecewa, dia kembali ke Negeri Belanda.<\/p>\n<p>Menurut Poeze, tidak mengherankan Asmaoen sukar menyesuaikan diri di Indonesia sesudah tinggal di Negeri Belanda. Di Indonesia berlaku hambatan warna kulit, yang mengharuskan setiap orang masuk pihak sini atau pihak sana. Hubungan antara orang yang satu dengan orang yang lain pada umumnya ditentukan oleh warna kulit.<\/p>\n<p>&#8220;Sementara di Negeri Belanda, tidak demikian halnya: di sana orang Indonesia didekati dan diperlakukan sebagai seorang pribadi; para mahasiswa barangkali bahkan mendapat perlakukan istimewa sebagaimana didambakan oleh para Ethici\u00a0(pendukung politik etis),&#8221; tulis Poeze.<\/p>\n<p>Mas Asmaoen meninggal dunia pada 1916 (sumber lain tahun 1917).<\/p>\n<p><strong>Hstria<\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jakarta | Nawacita &#8211; Pada 1904, Menteri Urusan Daerah Jajahan Dirk Fock mengizinkan lulusan Stovia (Sekolah Dokter untuk Bumiputera) untuk melanjutkan pendidikan kedokteran di Belanda. Abdul Rivai yang pertama memanfaatkan kesempatan itu. Sebelumnya, Rivai yang tiba di Belanda tahun 1899, menempuh pendidikan kedokteran di Univeritas Utrecht. Namun hanya setahun karena lulusan Stovia tidak bisa mengikuti [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":108687,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[75],"tags":[1598,87,16210],"class_list":{"0":"post-108686","1":"post","2":"type-post","3":"status-publish","4":"format-standard","5":"has-post-thumbnail","7":"category-tokoh","8":"tag-dokter","9":"tag-indonesia","10":"tag-pertama"},"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.5 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Dokter Indonesia Pertama Lulusan Belanda - Nawacita<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Dokter untuk Bumiputera) untuk melanjutkan pendidikan kedokteran di Belanda. Abdul Rivai yang pertama memanfaatkan kesempatan itu. Sebelumny\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/2021\/02\/20\/dokter-indonesia-pertama-lulusan-belanda\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Dokter Indonesia Pertama Lulusan Belanda - Nawacita\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Dokter untuk Bumiputera) untuk melanjutkan pendidikan kedokteran di Belanda. Abdul Rivai yang pertama memanfaatkan kesempatan itu. Sebelumny\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/2021\/02\/20\/dokter-indonesia-pertama-lulusan-belanda\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Nawacita\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/nawacitaco-1763136813898723\/?ref=aymt_homepage_panel\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2021-02-20T11:32:35+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/nawacita.co\/wp-content\/uploads\/2021\/02\/dokter.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"593\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"573\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"redaksi\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@nawacit4\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@nawacit4\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"redaksi\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"2 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/index.php\\\/2021\\\/02\\\/20\\\/dokter-indonesia-pertama-lulusan-belanda\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/index.php\\\/2021\\\/02\\\/20\\\/dokter-indonesia-pertama-lulusan-belanda\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"redaksi\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/599683af640858fd3b790bc37828ba57\"},\"headline\":\"Dokter Indonesia Pertama Lulusan Belanda\",\"datePublished\":\"2021-02-20T11:32:35+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/index.php\\\/2021\\\/02\\\/20\\\/dokter-indonesia-pertama-lulusan-belanda\\\/\"},\"wordCount\":408,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/index.php\\\/2021\\\/02\\\/20\\\/dokter-indonesia-pertama-lulusan-belanda\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/02\\\/dokter.jpg\",\"keywords\":[\"dokter\",\"indonesia\",\"Pertama\"],\"articleSection\":[\"TOKOH\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/index.php\\\/2021\\\/02\\\/20\\\/dokter-indonesia-pertama-lulusan-belanda\\\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/index.php\\\/2021\\\/02\\\/20\\\/dokter-indonesia-pertama-lulusan-belanda\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/index.php\\\/2021\\\/02\\\/20\\\/dokter-indonesia-pertama-lulusan-belanda\\\/\",\"name\":\"Dokter Indonesia Pertama Lulusan Belanda - Nawacita\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/index.php\\\/2021\\\/02\\\/20\\\/dokter-indonesia-pertama-lulusan-belanda\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/index.php\\\/2021\\\/02\\\/20\\\/dokter-indonesia-pertama-lulusan-belanda\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/02\\\/dokter.jpg\",\"datePublished\":\"2021-02-20T11:32:35+00:00\",\"description\":\"Dokter untuk Bumiputera) untuk melanjutkan pendidikan kedokteran di Belanda. Abdul Rivai yang pertama memanfaatkan kesempatan itu. Sebelumny\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/index.php\\\/2021\\\/02\\\/20\\\/dokter-indonesia-pertama-lulusan-belanda\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/index.php\\\/2021\\\/02\\\/20\\\/dokter-indonesia-pertama-lulusan-belanda\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/index.php\\\/2021\\\/02\\\/20\\\/dokter-indonesia-pertama-lulusan-belanda\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/02\\\/dokter.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/02\\\/dokter.jpg\",\"width\":593,\"height\":573},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/index.php\\\/2021\\\/02\\\/20\\\/dokter-indonesia-pertama-lulusan-belanda\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Dokter Indonesia Pertama Lulusan Belanda\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/\",\"name\":\"Nawacita\",\"description\":\"Berita Kementerian, BUMN, Pemerintah dan Politik\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/#organization\",\"name\":\"Nawacita\",\"url\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/10\\\/Logo-Nawacita-2021.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/10\\\/Logo-Nawacita-2021.png\",\"width\":1676,\"height\":422,\"caption\":\"Nawacita\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.facebook.com\\\/nawacitaco-1763136813898723\\\/?ref=aymt_homepage_panel\",\"https:\\\/\\\/x.com\\\/nawacit4\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/599683af640858fd3b790bc37828ba57\",\"name\":\"redaksi\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/a3ea3038dabe75a981e9a69b300b8272c74e0729c55e2f30478cde7add6c42f6?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/a3ea3038dabe75a981e9a69b300b8272c74e0729c55e2f30478cde7add6c42f6?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/a3ea3038dabe75a981e9a69b300b8272c74e0729c55e2f30478cde7add6c42f6?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"redaksi\"},\"sameAs\":[\"nawacitaportal\",\"https:\\\/\\\/x.com\\\/nawacit4\"],\"url\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/index.php\\\/author\\\/redaksi\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Dokter Indonesia Pertama Lulusan Belanda - Nawacita","description":"Dokter untuk Bumiputera) untuk melanjutkan pendidikan kedokteran di Belanda. Abdul Rivai yang pertama memanfaatkan kesempatan itu. Sebelumny","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/2021\/02\/20\/dokter-indonesia-pertama-lulusan-belanda\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Dokter Indonesia Pertama Lulusan Belanda - Nawacita","og_description":"Dokter untuk Bumiputera) untuk melanjutkan pendidikan kedokteran di Belanda. Abdul Rivai yang pertama memanfaatkan kesempatan itu. Sebelumny","og_url":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/2021\/02\/20\/dokter-indonesia-pertama-lulusan-belanda\/","og_site_name":"Nawacita","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/nawacitaco-1763136813898723\/?ref=aymt_homepage_panel","article_published_time":"2021-02-20T11:32:35+00:00","og_image":[{"width":593,"height":573,"url":"https:\/\/nawacita.co\/wp-content\/uploads\/2021\/02\/dokter.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"redaksi","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@nawacit4","twitter_site":"@nawacit4","twitter_misc":{"Written by":"redaksi","Est. reading time":"2 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/2021\/02\/20\/dokter-indonesia-pertama-lulusan-belanda\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/2021\/02\/20\/dokter-indonesia-pertama-lulusan-belanda\/"},"author":{"name":"redaksi","@id":"https:\/\/nawacita.co\/#\/schema\/person\/599683af640858fd3b790bc37828ba57"},"headline":"Dokter Indonesia Pertama Lulusan Belanda","datePublished":"2021-02-20T11:32:35+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/2021\/02\/20\/dokter-indonesia-pertama-lulusan-belanda\/"},"wordCount":408,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/nawacita.co\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/2021\/02\/20\/dokter-indonesia-pertama-lulusan-belanda\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/nawacita.co\/wp-content\/uploads\/2021\/02\/dokter.jpg","keywords":["dokter","indonesia","Pertama"],"articleSection":["TOKOH"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/nawacita.co\/index.php\/2021\/02\/20\/dokter-indonesia-pertama-lulusan-belanda\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/2021\/02\/20\/dokter-indonesia-pertama-lulusan-belanda\/","url":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/2021\/02\/20\/dokter-indonesia-pertama-lulusan-belanda\/","name":"Dokter Indonesia Pertama Lulusan Belanda - Nawacita","isPartOf":{"@id":"https:\/\/nawacita.co\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/2021\/02\/20\/dokter-indonesia-pertama-lulusan-belanda\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/2021\/02\/20\/dokter-indonesia-pertama-lulusan-belanda\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/nawacita.co\/wp-content\/uploads\/2021\/02\/dokter.jpg","datePublished":"2021-02-20T11:32:35+00:00","description":"Dokter untuk Bumiputera) untuk melanjutkan pendidikan kedokteran di Belanda. Abdul Rivai yang pertama memanfaatkan kesempatan itu. Sebelumny","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/2021\/02\/20\/dokter-indonesia-pertama-lulusan-belanda\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/nawacita.co\/index.php\/2021\/02\/20\/dokter-indonesia-pertama-lulusan-belanda\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/2021\/02\/20\/dokter-indonesia-pertama-lulusan-belanda\/#primaryimage","url":"https:\/\/nawacita.co\/wp-content\/uploads\/2021\/02\/dokter.jpg","contentUrl":"https:\/\/nawacita.co\/wp-content\/uploads\/2021\/02\/dokter.jpg","width":593,"height":573},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/2021\/02\/20\/dokter-indonesia-pertama-lulusan-belanda\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/nawacita.co\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Dokter Indonesia Pertama Lulusan Belanda"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/nawacita.co\/#website","url":"https:\/\/nawacita.co\/","name":"Nawacita","description":"Berita Kementerian, BUMN, Pemerintah dan Politik","publisher":{"@id":"https:\/\/nawacita.co\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/nawacita.co\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/nawacita.co\/#organization","name":"Nawacita","url":"https:\/\/nawacita.co\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/nawacita.co\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/nawacita.co\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/Logo-Nawacita-2021.png","contentUrl":"https:\/\/nawacita.co\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/Logo-Nawacita-2021.png","width":1676,"height":422,"caption":"Nawacita"},"image":{"@id":"https:\/\/nawacita.co\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/nawacitaco-1763136813898723\/?ref=aymt_homepage_panel","https:\/\/x.com\/nawacit4"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/nawacita.co\/#\/schema\/person\/599683af640858fd3b790bc37828ba57","name":"redaksi","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/a3ea3038dabe75a981e9a69b300b8272c74e0729c55e2f30478cde7add6c42f6?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/a3ea3038dabe75a981e9a69b300b8272c74e0729c55e2f30478cde7add6c42f6?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/a3ea3038dabe75a981e9a69b300b8272c74e0729c55e2f30478cde7add6c42f6?s=96&d=mm&r=g","caption":"redaksi"},"sameAs":["nawacitaportal","https:\/\/x.com\/nawacit4"],"url":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/author\/redaksi\/"}]}},"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/nawacita.co\/wp-content\/uploads\/2021\/02\/dokter.jpg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/108686","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=108686"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/108686\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/108687"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=108686"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=108686"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=108686"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}