{"id":107813,"date":"2021-02-10T10:07:58","date_gmt":"2021-02-10T03:07:58","guid":{"rendered":"http:\/\/nawacita.co\/?p=107813"},"modified":"2021-02-10T10:07:58","modified_gmt":"2021-02-10T03:07:58","slug":"baca-wartawan-indonesia-yang-paling-awal-meliput-piala-dunia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/2021\/02\/10\/baca-wartawan-indonesia-yang-paling-awal-meliput-piala-dunia\/","title":{"rendered":"BACA, Wartawan Indonesia yang paling awal meliput Piala Dunia"},"content":{"rendered":"<p><a href=\"https:\/\/nawacita.co\"><strong>Indonesia | Nawacita<\/strong><\/a> &#8211; Kereta api itu berhenti di dekat Stadion Santo Yakobus, Basel, Swiss. Sebagian besar penumpangnya orang Jerman Barat. Dari jendela kereta, penumpang bisa melihat pertandingan Jerman Barat melawan Hungaria pada 20 Juni 1954. Sebab letak rel kereta berada lebih tinggi daripada stadion.<\/p>\n<p>\u201cDengan demikian orang-orang Jerman masih juga dapat mengikuti pertandingan itu dari jendela kereta api,\u201d tulis Suharso dalam \u201cKesan-Kesan Semasa Merebut Kedjuaraan Sepakbola Sedunia 1954\u201d, termuat di\u00a0<em>Aneka,\u00a0<\/em>No 15, 20 Juli 1954.<\/p>\n<p>Suharso bekerja sebagai kontributor majalah\u00a0<em>Aneka\u00a0<\/em>dalam Piala Dunia 1954. Dia mungkin menjadi salah satu wartawan asal Indonesia yang paling awal meliput Piala Dunia setelah kemerdekaan.<\/p>\n<p>Latar belakang Suharso tak banyak tersua dalam literatur sejarah pers Indonesia. Namanya muncul sepintas lalu dalam buku\u00a0<em>20 Tahun Indonesia Merdeka<\/em>\u00a0terbitan Departemen Penerangan. Di situ tertulis bahwa Suharso menjadi pelopor pembentukan Seksi Wartawan Olahraga Indonesia Persatuan Wartawan Indonesia (SIWO PWI) Jakarta pada 1966.<\/p>\n<p>Laporan Suharso tentang Piala Dunia 1954 berkali-kali muncul di\u00a0<em>Aneka<\/em>\u00a0edisi Juni-Juli 1954.\u00a0<em>Aneka\u00a0<\/em>merupakan salah satu majalah olahraga dan film ternama di Indonesia pada dekade 1950-an. Artikel olahraga\u00a0<em>Aneka\u00a0<\/em>mempunyai kekhasan daripada artikel majalah olahraga sezaman seperti\u00a0<em>Panorama, Tjakram<\/em>,\u00a0<em>Arena Sport<\/em>, dan\u00a0<em>Olah Raga<\/em>.<\/p>\n<p><em>Aneka\u00a0<\/em>kerap menghadirkan artikel olahraga karya penulis-penulis Indonesia dari sudut pandang yang tak terduga, sedangkan majalah olahraga lainnya banyak menyadur atau menerjemahkan artikel wartawan olahraga luar negeri.<\/p>\n<p>Kekhasan lain\u00a0<em>Aneka\u00a0<\/em>ialah mampu bertahan beberapa lama, dari terbit perdana pada pertengahan 1950 hingga tutup cerita pada dekade 1960-an. Menurut Kurniawan Djunaedi dalam\u00a0<em>Rahasia Dapur Majalah Indonesia,\u00a0<\/em>majalah olahraga ketika itu lazimnya berumur pendek.<\/p>\n<p>Salah satu kekhasan\u00a0<em>Aneka\u00a0<\/em>tampak dalam artikel-artikel Suharso tentang Piala Dunia. Dia menyajikan\u00a0pernak-pernik unik Piala Dunia kepada pembaca Indonesia. Misalnya tentang sebuah kereta sengaja berhenti untuk memberi orang Jerman Barat kesempatan menonton sepakbola.<\/p>\n<p>Suharso bercerita pula cara tuan rumah Swiss mempersiapkan Piala Dunia. \u201cPada waktu itu juga kepada semua penduduk-penduduk di tempat-tempat pertandingan, Bern, Basel, dan lain-lain, diedarkan formulir-formulir dengan pertanyaan apakah sudi menyediakan satu atau dua tempat buat menginap, yang akan diganti ongkos kerugiannya,\u201d tulis Suharso.<\/p>\n<p>Suharso juga kasih tahu pembaca Indonesia bagaimana cara orang menonton pertandingan di Piala Dunia. Panitia telah menjual tiket pertandingan kepada penonton sejak tiga bulan sebelum hajatan digelar.<\/p>\n<p>\u201cTetapi bukan karcis yang diterima oleh si pemesan, akan tetapi sebuah surat yang mengatakan bahwa si pemesan sudah mendapat karcis, yang akan dikirim beberapa hari sebelum pertandingan,\u201d kenang Suharso.<\/p>\n<p>Tapi sebagai wartawan, Suharso tak perlu memesan tiket jika ingin menonton pertandingan. Dia cuma perlu memiliki kartu identitas resmi dari panitia untuk akses masuk ke stadion. Masalahnya jalan untuk memperoleh kartu identitas itu berliku. \u201cIni lebih-lebih sulit,\u201d ungkap Suharso dalam\u00a0<em>Aneka<\/em>, No. 1, Februari 1956.<\/p>\n<p>Panitia Piala Dunia 1954 membentuk Bureau l\u2019Association de la Presse Sportive untuk melayani keperluan peliputan wartawan dari antero dunia. Kantornya berupa gubuk rongsok di pinggir kali. \u201cOrang tidak akan percaya kalau tempat rongsok itu telah berjasa sekali dalam pertandingan sepakbola sejagat di tahun 1954,\u201d lanjut Suharso.<\/p>\n<p>Suharso mengisi formulir izin peliputan di gubuk rongsok itu. Daftar isiannya antara lain data diri dan foto Suharso. Syarat lainnya ialah contoh terbitan media tempat bekerja Suharso, kartu pers, dan sejumlah foto hasil jepretannya.<\/p>\n<p>Ketika telah memperoleh kartu identitas peliputan, Suharso tak bisa sembarang duduk di stadion. Tempatnya sudah ditentukan panitia. Juru foto boleh berada di tepi lapangan. Tapi mereka dilarang memotret suasana pertandingan dengan\u00a0<em>blitz\u00a0<\/em>kamera.<\/p>\n<p>Posisi wartawan penulis berada di tribun. Kalau masih ada kursi, mereka boleh duduk. Namun jika penuh, terpaksa berdiri.<\/p>\n<p>Selama meliput Piala Dunia, Suharso bersama seorang wakil PSSI. Namanya Moerdono. Suharso menyarankan Moerdono agar mendatangkan tim Hungaria ke Indonesia. Menurut Suharso, Hungaria memiliki permainan rapi dan cepat. Siasat ini sukses membawa mereka menembus final untuk melawan Jerman Barat.<\/p>\n<p>Meskipun Hungaria kalah oleh Jerman Barat, Suharso yakin Hungaria bisa kasih timnas Indonesia banyak pelajaran jika PSSI mau mendatangkan mereka.<\/p>\n<p>\u201cKalau PSSI ingin maju dalam Olimpiade di Melbourne nanti pada tahun 1956, rasanya tidak ada buruknya untuk mengundang juga Ungarn (Hungaria,\u00a0<em>red.<\/em>) ke Indonesia,\u201d kata Suharso kepada Moerdono. Mendengar usulan Soeharso, Moerdono hanya menggelengkan kepala.<\/p>\n<p>Timnas Hungaria tidak pernah datang ke Indonesia. Prestasi timnas Indonesia di Olimpiade Melbourne pun sebatas menahan imbang Uni Soviet dengan skor 0-0. Di pertandingan ulangan, timnas Indonesia menyerah 0-4 kepada Uni Soviet. Mungkinkah hasilnya berbeda jika pengurus PSSI mendengar saran Suharso?<\/p>\n<p><strong>Historia<\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Indonesia | Nawacita &#8211; Kereta api itu berhenti di dekat Stadion Santo Yakobus, Basel, Swiss. Sebagian besar penumpangnya orang Jerman Barat. Dari jendela kereta, penumpang bisa melihat pertandingan Jerman Barat melawan Hungaria pada 20 Juni 1954. Sebab letak rel kereta berada lebih tinggi daripada stadion. \u201cDengan demikian orang-orang Jerman masih juga dapat mengikuti pertandingan itu [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":107814,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[75],"tags":[87,38374,6099],"class_list":{"0":"post-107813","1":"post","2":"type-post","3":"status-publish","4":"format-standard","5":"has-post-thumbnail","7":"category-tokoh","8":"tag-indonesia","9":"tag-piala-dunia-1966","10":"tag-wartawan"},"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.5 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>BACA, Wartawan Indonesia yang paling awal meliput Piala Dunia - Nawacita<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Wartawan Indonesia (SIWO PWI) Jakarta pada 1966. Laporan Suharso tentang Piala Dunia 1954 berkali-kali Laporan Suharso tentang Piala Dunia\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/2021\/02\/10\/baca-wartawan-indonesia-yang-paling-awal-meliput-piala-dunia\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"BACA, Wartawan Indonesia yang paling awal meliput Piala Dunia - Nawacita\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Wartawan Indonesia (SIWO PWI) Jakarta pada 1966. Laporan Suharso tentang Piala Dunia 1954 berkali-kali Laporan Suharso tentang Piala Dunia\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/2021\/02\/10\/baca-wartawan-indonesia-yang-paling-awal-meliput-piala-dunia\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Nawacita\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/nawacitaco-1763136813898723\/?ref=aymt_homepage_panel\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2021-02-10T03:07:58+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/nawacita.co\/wp-content\/uploads\/2021\/02\/dafagehehrh.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"823\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"537\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"redaksi\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@nawacit4\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@nawacit4\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"redaksi\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"3 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/index.php\\\/2021\\\/02\\\/10\\\/baca-wartawan-indonesia-yang-paling-awal-meliput-piala-dunia\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/index.php\\\/2021\\\/02\\\/10\\\/baca-wartawan-indonesia-yang-paling-awal-meliput-piala-dunia\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"redaksi\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/599683af640858fd3b790bc37828ba57\"},\"headline\":\"BACA, Wartawan Indonesia yang paling awal meliput Piala Dunia\",\"datePublished\":\"2021-02-10T03:07:58+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/index.php\\\/2021\\\/02\\\/10\\\/baca-wartawan-indonesia-yang-paling-awal-meliput-piala-dunia\\\/\"},\"wordCount\":692,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/index.php\\\/2021\\\/02\\\/10\\\/baca-wartawan-indonesia-yang-paling-awal-meliput-piala-dunia\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/02\\\/dafagehehrh.jpg\",\"keywords\":[\"indonesia\",\"piala dunia 1966\",\"Wartawan\"],\"articleSection\":[\"TOKOH\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/index.php\\\/2021\\\/02\\\/10\\\/baca-wartawan-indonesia-yang-paling-awal-meliput-piala-dunia\\\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/index.php\\\/2021\\\/02\\\/10\\\/baca-wartawan-indonesia-yang-paling-awal-meliput-piala-dunia\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/index.php\\\/2021\\\/02\\\/10\\\/baca-wartawan-indonesia-yang-paling-awal-meliput-piala-dunia\\\/\",\"name\":\"BACA, Wartawan Indonesia yang paling awal meliput Piala Dunia - Nawacita\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/index.php\\\/2021\\\/02\\\/10\\\/baca-wartawan-indonesia-yang-paling-awal-meliput-piala-dunia\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/index.php\\\/2021\\\/02\\\/10\\\/baca-wartawan-indonesia-yang-paling-awal-meliput-piala-dunia\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/02\\\/dafagehehrh.jpg\",\"datePublished\":\"2021-02-10T03:07:58+00:00\",\"description\":\"Wartawan Indonesia (SIWO PWI) Jakarta pada 1966. Laporan Suharso tentang Piala Dunia 1954 berkali-kali Laporan Suharso tentang Piala Dunia\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/index.php\\\/2021\\\/02\\\/10\\\/baca-wartawan-indonesia-yang-paling-awal-meliput-piala-dunia\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/index.php\\\/2021\\\/02\\\/10\\\/baca-wartawan-indonesia-yang-paling-awal-meliput-piala-dunia\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/index.php\\\/2021\\\/02\\\/10\\\/baca-wartawan-indonesia-yang-paling-awal-meliput-piala-dunia\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/02\\\/dafagehehrh.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/02\\\/dafagehehrh.jpg\",\"width\":823,\"height\":537},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/index.php\\\/2021\\\/02\\\/10\\\/baca-wartawan-indonesia-yang-paling-awal-meliput-piala-dunia\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"BACA, Wartawan Indonesia yang paling awal meliput Piala Dunia\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/\",\"name\":\"Nawacita\",\"description\":\"Berita Kementerian, BUMN, Pemerintah dan Politik\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/#organization\",\"name\":\"Nawacita\",\"url\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/10\\\/Logo-Nawacita-2021.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/10\\\/Logo-Nawacita-2021.png\",\"width\":1676,\"height\":422,\"caption\":\"Nawacita\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.facebook.com\\\/nawacitaco-1763136813898723\\\/?ref=aymt_homepage_panel\",\"https:\\\/\\\/x.com\\\/nawacit4\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/599683af640858fd3b790bc37828ba57\",\"name\":\"redaksi\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/a3ea3038dabe75a981e9a69b300b8272c74e0729c55e2f30478cde7add6c42f6?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/a3ea3038dabe75a981e9a69b300b8272c74e0729c55e2f30478cde7add6c42f6?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/a3ea3038dabe75a981e9a69b300b8272c74e0729c55e2f30478cde7add6c42f6?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"redaksi\"},\"sameAs\":[\"nawacitaportal\",\"https:\\\/\\\/x.com\\\/nawacit4\"],\"url\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/index.php\\\/author\\\/redaksi\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"BACA, Wartawan Indonesia yang paling awal meliput Piala Dunia - Nawacita","description":"Wartawan Indonesia (SIWO PWI) Jakarta pada 1966. Laporan Suharso tentang Piala Dunia 1954 berkali-kali Laporan Suharso tentang Piala Dunia","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/2021\/02\/10\/baca-wartawan-indonesia-yang-paling-awal-meliput-piala-dunia\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"BACA, Wartawan Indonesia yang paling awal meliput Piala Dunia - Nawacita","og_description":"Wartawan Indonesia (SIWO PWI) Jakarta pada 1966. Laporan Suharso tentang Piala Dunia 1954 berkali-kali Laporan Suharso tentang Piala Dunia","og_url":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/2021\/02\/10\/baca-wartawan-indonesia-yang-paling-awal-meliput-piala-dunia\/","og_site_name":"Nawacita","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/nawacitaco-1763136813898723\/?ref=aymt_homepage_panel","article_published_time":"2021-02-10T03:07:58+00:00","og_image":[{"width":823,"height":537,"url":"https:\/\/nawacita.co\/wp-content\/uploads\/2021\/02\/dafagehehrh.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"redaksi","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@nawacit4","twitter_site":"@nawacit4","twitter_misc":{"Written by":"redaksi","Est. reading time":"3 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/2021\/02\/10\/baca-wartawan-indonesia-yang-paling-awal-meliput-piala-dunia\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/2021\/02\/10\/baca-wartawan-indonesia-yang-paling-awal-meliput-piala-dunia\/"},"author":{"name":"redaksi","@id":"https:\/\/nawacita.co\/#\/schema\/person\/599683af640858fd3b790bc37828ba57"},"headline":"BACA, Wartawan Indonesia yang paling awal meliput Piala Dunia","datePublished":"2021-02-10T03:07:58+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/2021\/02\/10\/baca-wartawan-indonesia-yang-paling-awal-meliput-piala-dunia\/"},"wordCount":692,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/nawacita.co\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/2021\/02\/10\/baca-wartawan-indonesia-yang-paling-awal-meliput-piala-dunia\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/nawacita.co\/wp-content\/uploads\/2021\/02\/dafagehehrh.jpg","keywords":["indonesia","piala dunia 1966","Wartawan"],"articleSection":["TOKOH"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/nawacita.co\/index.php\/2021\/02\/10\/baca-wartawan-indonesia-yang-paling-awal-meliput-piala-dunia\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/2021\/02\/10\/baca-wartawan-indonesia-yang-paling-awal-meliput-piala-dunia\/","url":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/2021\/02\/10\/baca-wartawan-indonesia-yang-paling-awal-meliput-piala-dunia\/","name":"BACA, Wartawan Indonesia yang paling awal meliput Piala Dunia - Nawacita","isPartOf":{"@id":"https:\/\/nawacita.co\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/2021\/02\/10\/baca-wartawan-indonesia-yang-paling-awal-meliput-piala-dunia\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/2021\/02\/10\/baca-wartawan-indonesia-yang-paling-awal-meliput-piala-dunia\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/nawacita.co\/wp-content\/uploads\/2021\/02\/dafagehehrh.jpg","datePublished":"2021-02-10T03:07:58+00:00","description":"Wartawan Indonesia (SIWO PWI) Jakarta pada 1966. Laporan Suharso tentang Piala Dunia 1954 berkali-kali Laporan Suharso tentang Piala Dunia","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/2021\/02\/10\/baca-wartawan-indonesia-yang-paling-awal-meliput-piala-dunia\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/nawacita.co\/index.php\/2021\/02\/10\/baca-wartawan-indonesia-yang-paling-awal-meliput-piala-dunia\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/2021\/02\/10\/baca-wartawan-indonesia-yang-paling-awal-meliput-piala-dunia\/#primaryimage","url":"https:\/\/nawacita.co\/wp-content\/uploads\/2021\/02\/dafagehehrh.jpg","contentUrl":"https:\/\/nawacita.co\/wp-content\/uploads\/2021\/02\/dafagehehrh.jpg","width":823,"height":537},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/2021\/02\/10\/baca-wartawan-indonesia-yang-paling-awal-meliput-piala-dunia\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/nawacita.co\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"BACA, Wartawan Indonesia yang paling awal meliput Piala Dunia"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/nawacita.co\/#website","url":"https:\/\/nawacita.co\/","name":"Nawacita","description":"Berita Kementerian, BUMN, Pemerintah dan Politik","publisher":{"@id":"https:\/\/nawacita.co\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/nawacita.co\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/nawacita.co\/#organization","name":"Nawacita","url":"https:\/\/nawacita.co\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/nawacita.co\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/nawacita.co\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/Logo-Nawacita-2021.png","contentUrl":"https:\/\/nawacita.co\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/Logo-Nawacita-2021.png","width":1676,"height":422,"caption":"Nawacita"},"image":{"@id":"https:\/\/nawacita.co\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/nawacitaco-1763136813898723\/?ref=aymt_homepage_panel","https:\/\/x.com\/nawacit4"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/nawacita.co\/#\/schema\/person\/599683af640858fd3b790bc37828ba57","name":"redaksi","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/a3ea3038dabe75a981e9a69b300b8272c74e0729c55e2f30478cde7add6c42f6?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/a3ea3038dabe75a981e9a69b300b8272c74e0729c55e2f30478cde7add6c42f6?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/a3ea3038dabe75a981e9a69b300b8272c74e0729c55e2f30478cde7add6c42f6?s=96&d=mm&r=g","caption":"redaksi"},"sameAs":["nawacitaportal","https:\/\/x.com\/nawacit4"],"url":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/author\/redaksi\/"}]}},"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/nawacita.co\/wp-content\/uploads\/2021\/02\/dafagehehrh.jpg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/107813","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=107813"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/107813\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/107814"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=107813"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=107813"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=107813"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}