{"id":107492,"date":"2021-02-06T12:29:42","date_gmt":"2021-02-06T05:29:42","guid":{"rendered":"http:\/\/nawacita.co\/?p=107492"},"modified":"2021-02-06T12:32:51","modified_gmt":"2021-02-06T05:32:51","slug":"ini-yang-bikin-kontraksi-ekonomi-ri-tak-separah-negara-lain","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/2021\/02\/06\/ini-yang-bikin-kontraksi-ekonomi-ri-tak-separah-negara-lain\/","title":{"rendered":"Ini yang Bikin Kontraksi Ekonomi RI Tak Separah Negara Lain"},"content":{"rendered":"<p><a href=\"https:\/\/nawacita.co\"><strong>Jakarta | Nawacita<\/strong><\/a> &#8211; Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan menilai konsumsi pemerintah menjadi sentral pemulihan ekonomi Indonesia di tahun 2020. Realisasi pertumbuhan ekonomi\u00a0nasional minus 2,07% di sepanjang tahun lalu, hanya saja konsumsi pemerintah menjadi satu-satunya komponen pengeluaran yang tumbuh positif.<\/p>\n<p>Kepala BKF Febrio Kacaribu mengatakan kinerja konsumsi pemerintah tumbuh 1,8% di kuartal IV-2020 atau secara kumulatif atau sepanjang tahun lalu tumbuh 1,9%.<\/p>\n<p>&#8220;Peran konsumsi pemerintah tetap hadir sebagai sentral pemulihan,&#8221; kata Febrio dalam keterangan resminya yang dikutip Sabtu (6\/2\/2021).<\/p>\n<p><strong>Baca Juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/2021\/02\/06\/menko-airlangga-sinyal-positif-pemulihan-ekonomi-terlihat-di-kuartal-iv-2020\/\">Menko Airlangga: Sinyal Positif Pemulihan Ekonomi Terlihat di Kuartal IV 2020<\/a><\/strong><\/p>\n<div class=\"clearfix\">Dilihat dari komponen pengeluaran, sebetulnya konsumsi rumah tangga dan investasi masih menjadi kontributor terbesar dalam pembentukan produk domestik bruto (PDB) atau pertumbuhan ekonomi nasional. Kontribusinya mencapai 89,40% terhadap PDB.<\/div>\n<p>Untuk realisasinya, konsumsi rumah tangga tumbuh minus 3,6% di kuartal IV-2020 atau lebih baik dibandingkan kuartal III dan kuartal II yang masing-masing minus 4,0% dan minus 5,5%. Sedangkan sepanjang 2020, konsumsi rumah tangga minus 2,6%.<\/p>\n<p>Febrio mengatakan, tumbuhnya konsumsi rumah tangga dikarenakan program bantuan sosial (bansos) yang disalurkan pemerintah kepada masyarakat terdampak pandemi COVID-19.<\/p>\n<p>&#8220;Tingkat kepercayaan masyarakat dalam beraktivitas terus membaik ditunjukkan oleh indikator keyakinan konsumen yang meningkat dibanding triwulan sebelumnya,&#8221; ujarnya.<\/p>\n<p>Komponen investasi atau pembentukan modal tetap bruto (PMTB) juga mengalami perbaikan dari minus 6,5% di kuartal III menjadi minus 6,2% di kuartal IV-2020. Febrio menyebut, kontribusi APBN juga turut mendukung perbaikan komponen investasi melalui belanja pemerintah yang realisasinya mencapai 137,5% dari total pagu.<\/p>\n<p>Komponen ekspor juga relatif membaik dari minus 11,7% di kuartal III menjadi minus 7,2% di kuartal IV-2020. Perbaikan ini didukung oleh kinerja ekspor produk-produk unggulan seperti CPO dan batubara. Lalu, permintaan atas komoditas tersebut meningkat seiring adanya pemulihan ekonomi dari negara mitra dagang utama Indonesia.<\/p>\n<p>Sementara komponen ekspor, kinerjanya juga mengalami perbaikan dari minus 23,0% di kuartal III menjadi minus 13,5% di kuartal IV-2020. Menurut Febrio, perbaikan ini sejalan dengan indikator purchasing manager index (PMI) Indonesia yang terus ekspansi.<\/p>\n<p>Sedangkan konsumsi pemerintah menjadi sentral pemulihan ekonomi karena berhasil tumbuh 1,9% di tahun 2020. Febrio mengatakan, pertumbuhan ini didukung oleh pelaksanaan APBN yang ekspansif dengan defisit sebesar 6,1% terhadap PDB dan pertumbuhan belanja negara yang mencapai 12,2% di tahun lalu.<\/p>\n<p>&#8220;Hal ini terlihat pada akselerasi pelaksanaan program PEN yang berkontribusi tidak hanya pada konsumsi pemerintah tetapi juga memberi dukungan langsung kepada konsumsi rumah tangga dan investasi,&#8221; ungkapnya.<\/p>\n<p><strong>Dtk<\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jakarta | Nawacita &#8211; Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan menilai konsumsi pemerintah menjadi sentral pemulihan ekonomi Indonesia di tahun 2020. Realisasi pertumbuhan ekonomi\u00a0nasional minus 2,07% di sepanjang tahun lalu, hanya saja konsumsi pemerintah menjadi satu-satunya komponen pengeluaran yang tumbuh positif. Kepala BKF Febrio Kacaribu mengatakan kinerja konsumsi pemerintah tumbuh 1,8% di kuartal IV-2020 atau [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":68037,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[34],"tags":[38312,17401,38313],"class_list":{"0":"post-107492","1":"post","2":"type-post","3":"status-publish","4":"format-standard","5":"has-post-thumbnail","7":"category-ekonomi-dan-bisnis","8":"tag-bkf","9":"tag-pertumbuhan-ekonomi","10":"tag-pertumbuhan-ekonomi-2020"},"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.5 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Ini yang Bikin Kontraksi Ekonomi RI Tak Separah Negara Lain - Nawacita<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan menilai konsumsi pemerintah menjadi sentral pemulihan ekonomi Indonesia di tahun 2020.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/2021\/02\/06\/ini-yang-bikin-kontraksi-ekonomi-ri-tak-separah-negara-lain\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Ini yang Bikin Kontraksi Ekonomi RI Tak Separah Negara Lain - Nawacita\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan menilai konsumsi pemerintah menjadi sentral pemulihan ekonomi Indonesia di tahun 2020.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/2021\/02\/06\/ini-yang-bikin-kontraksi-ekonomi-ri-tak-separah-negara-lain\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Nawacita\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/nawacitaco-1763136813898723\/?ref=aymt_homepage_panel\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2021-02-06T05:29:42+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2021-02-06T05:32:51+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/nawacita.co\/wp-content\/uploads\/2019\/08\/pagu-anggaran-kemenko-perekonomian-tambah-1-94-HY5.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"620\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"413\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"redaksi\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@nawacit4\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@nawacit4\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"redaksi\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"2 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/index.php\\\/2021\\\/02\\\/06\\\/ini-yang-bikin-kontraksi-ekonomi-ri-tak-separah-negara-lain\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/index.php\\\/2021\\\/02\\\/06\\\/ini-yang-bikin-kontraksi-ekonomi-ri-tak-separah-negara-lain\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"redaksi\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/599683af640858fd3b790bc37828ba57\"},\"headline\":\"Ini yang Bikin Kontraksi Ekonomi RI Tak Separah Negara Lain\",\"datePublished\":\"2021-02-06T05:29:42+00:00\",\"dateModified\":\"2021-02-06T05:32:51+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/index.php\\\/2021\\\/02\\\/06\\\/ini-yang-bikin-kontraksi-ekonomi-ri-tak-separah-negara-lain\\\/\"},\"wordCount\":372,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/index.php\\\/2021\\\/02\\\/06\\\/ini-yang-bikin-kontraksi-ekonomi-ri-tak-separah-negara-lain\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2019\\\/08\\\/pagu-anggaran-kemenko-perekonomian-tambah-1-94-HY5.jpg\",\"keywords\":[\"bkf\",\"Pertumbuhan Ekonomi\",\"pertumbuhan ekonomi 2020\"],\"articleSection\":[\"Ekonomi dan Bisnis\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/index.php\\\/2021\\\/02\\\/06\\\/ini-yang-bikin-kontraksi-ekonomi-ri-tak-separah-negara-lain\\\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/index.php\\\/2021\\\/02\\\/06\\\/ini-yang-bikin-kontraksi-ekonomi-ri-tak-separah-negara-lain\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/index.php\\\/2021\\\/02\\\/06\\\/ini-yang-bikin-kontraksi-ekonomi-ri-tak-separah-negara-lain\\\/\",\"name\":\"Ini yang Bikin Kontraksi Ekonomi RI Tak Separah Negara Lain - Nawacita\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/index.php\\\/2021\\\/02\\\/06\\\/ini-yang-bikin-kontraksi-ekonomi-ri-tak-separah-negara-lain\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/index.php\\\/2021\\\/02\\\/06\\\/ini-yang-bikin-kontraksi-ekonomi-ri-tak-separah-negara-lain\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2019\\\/08\\\/pagu-anggaran-kemenko-perekonomian-tambah-1-94-HY5.jpg\",\"datePublished\":\"2021-02-06T05:29:42+00:00\",\"dateModified\":\"2021-02-06T05:32:51+00:00\",\"description\":\"Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan menilai konsumsi pemerintah menjadi sentral pemulihan ekonomi Indonesia di tahun 2020.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/index.php\\\/2021\\\/02\\\/06\\\/ini-yang-bikin-kontraksi-ekonomi-ri-tak-separah-negara-lain\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/index.php\\\/2021\\\/02\\\/06\\\/ini-yang-bikin-kontraksi-ekonomi-ri-tak-separah-negara-lain\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/index.php\\\/2021\\\/02\\\/06\\\/ini-yang-bikin-kontraksi-ekonomi-ri-tak-separah-negara-lain\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2019\\\/08\\\/pagu-anggaran-kemenko-perekonomian-tambah-1-94-HY5.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2019\\\/08\\\/pagu-anggaran-kemenko-perekonomian-tambah-1-94-HY5.jpg\",\"width\":620,\"height\":413,\"caption\":\"Kemenko Perekonomian.\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/index.php\\\/2021\\\/02\\\/06\\\/ini-yang-bikin-kontraksi-ekonomi-ri-tak-separah-negara-lain\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Ini yang Bikin Kontraksi Ekonomi RI Tak Separah Negara Lain\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/\",\"name\":\"Nawacita\",\"description\":\"Berita Kementerian, BUMN, Pemerintah dan Politik\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/#organization\",\"name\":\"Nawacita\",\"url\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/10\\\/Logo-Nawacita-2021.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/10\\\/Logo-Nawacita-2021.png\",\"width\":1676,\"height\":422,\"caption\":\"Nawacita\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.facebook.com\\\/nawacitaco-1763136813898723\\\/?ref=aymt_homepage_panel\",\"https:\\\/\\\/x.com\\\/nawacit4\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/599683af640858fd3b790bc37828ba57\",\"name\":\"redaksi\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/a3ea3038dabe75a981e9a69b300b8272c74e0729c55e2f30478cde7add6c42f6?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/a3ea3038dabe75a981e9a69b300b8272c74e0729c55e2f30478cde7add6c42f6?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/a3ea3038dabe75a981e9a69b300b8272c74e0729c55e2f30478cde7add6c42f6?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"redaksi\"},\"sameAs\":[\"nawacitaportal\",\"https:\\\/\\\/x.com\\\/nawacit4\"],\"url\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/index.php\\\/author\\\/redaksi\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Ini yang Bikin Kontraksi Ekonomi RI Tak Separah Negara Lain - Nawacita","description":"Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan menilai konsumsi pemerintah menjadi sentral pemulihan ekonomi Indonesia di tahun 2020.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/2021\/02\/06\/ini-yang-bikin-kontraksi-ekonomi-ri-tak-separah-negara-lain\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Ini yang Bikin Kontraksi Ekonomi RI Tak Separah Negara Lain - Nawacita","og_description":"Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan menilai konsumsi pemerintah menjadi sentral pemulihan ekonomi Indonesia di tahun 2020.","og_url":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/2021\/02\/06\/ini-yang-bikin-kontraksi-ekonomi-ri-tak-separah-negara-lain\/","og_site_name":"Nawacita","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/nawacitaco-1763136813898723\/?ref=aymt_homepage_panel","article_published_time":"2021-02-06T05:29:42+00:00","article_modified_time":"2021-02-06T05:32:51+00:00","og_image":[{"width":620,"height":413,"url":"https:\/\/nawacita.co\/wp-content\/uploads\/2019\/08\/pagu-anggaran-kemenko-perekonomian-tambah-1-94-HY5.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"redaksi","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@nawacit4","twitter_site":"@nawacit4","twitter_misc":{"Written by":"redaksi","Est. reading time":"2 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/2021\/02\/06\/ini-yang-bikin-kontraksi-ekonomi-ri-tak-separah-negara-lain\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/2021\/02\/06\/ini-yang-bikin-kontraksi-ekonomi-ri-tak-separah-negara-lain\/"},"author":{"name":"redaksi","@id":"https:\/\/nawacita.co\/#\/schema\/person\/599683af640858fd3b790bc37828ba57"},"headline":"Ini yang Bikin Kontraksi Ekonomi RI Tak Separah Negara Lain","datePublished":"2021-02-06T05:29:42+00:00","dateModified":"2021-02-06T05:32:51+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/2021\/02\/06\/ini-yang-bikin-kontraksi-ekonomi-ri-tak-separah-negara-lain\/"},"wordCount":372,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/nawacita.co\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/2021\/02\/06\/ini-yang-bikin-kontraksi-ekonomi-ri-tak-separah-negara-lain\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/nawacita.co\/wp-content\/uploads\/2019\/08\/pagu-anggaran-kemenko-perekonomian-tambah-1-94-HY5.jpg","keywords":["bkf","Pertumbuhan Ekonomi","pertumbuhan ekonomi 2020"],"articleSection":["Ekonomi dan Bisnis"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/nawacita.co\/index.php\/2021\/02\/06\/ini-yang-bikin-kontraksi-ekonomi-ri-tak-separah-negara-lain\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/2021\/02\/06\/ini-yang-bikin-kontraksi-ekonomi-ri-tak-separah-negara-lain\/","url":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/2021\/02\/06\/ini-yang-bikin-kontraksi-ekonomi-ri-tak-separah-negara-lain\/","name":"Ini yang Bikin Kontraksi Ekonomi RI Tak Separah Negara Lain - Nawacita","isPartOf":{"@id":"https:\/\/nawacita.co\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/2021\/02\/06\/ini-yang-bikin-kontraksi-ekonomi-ri-tak-separah-negara-lain\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/2021\/02\/06\/ini-yang-bikin-kontraksi-ekonomi-ri-tak-separah-negara-lain\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/nawacita.co\/wp-content\/uploads\/2019\/08\/pagu-anggaran-kemenko-perekonomian-tambah-1-94-HY5.jpg","datePublished":"2021-02-06T05:29:42+00:00","dateModified":"2021-02-06T05:32:51+00:00","description":"Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan menilai konsumsi pemerintah menjadi sentral pemulihan ekonomi Indonesia di tahun 2020.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/2021\/02\/06\/ini-yang-bikin-kontraksi-ekonomi-ri-tak-separah-negara-lain\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/nawacita.co\/index.php\/2021\/02\/06\/ini-yang-bikin-kontraksi-ekonomi-ri-tak-separah-negara-lain\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/2021\/02\/06\/ini-yang-bikin-kontraksi-ekonomi-ri-tak-separah-negara-lain\/#primaryimage","url":"https:\/\/nawacita.co\/wp-content\/uploads\/2019\/08\/pagu-anggaran-kemenko-perekonomian-tambah-1-94-HY5.jpg","contentUrl":"https:\/\/nawacita.co\/wp-content\/uploads\/2019\/08\/pagu-anggaran-kemenko-perekonomian-tambah-1-94-HY5.jpg","width":620,"height":413,"caption":"Kemenko Perekonomian."},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/2021\/02\/06\/ini-yang-bikin-kontraksi-ekonomi-ri-tak-separah-negara-lain\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/nawacita.co\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Ini yang Bikin Kontraksi Ekonomi RI Tak Separah Negara Lain"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/nawacita.co\/#website","url":"https:\/\/nawacita.co\/","name":"Nawacita","description":"Berita Kementerian, BUMN, Pemerintah dan Politik","publisher":{"@id":"https:\/\/nawacita.co\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/nawacita.co\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/nawacita.co\/#organization","name":"Nawacita","url":"https:\/\/nawacita.co\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/nawacita.co\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/nawacita.co\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/Logo-Nawacita-2021.png","contentUrl":"https:\/\/nawacita.co\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/Logo-Nawacita-2021.png","width":1676,"height":422,"caption":"Nawacita"},"image":{"@id":"https:\/\/nawacita.co\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/nawacitaco-1763136813898723\/?ref=aymt_homepage_panel","https:\/\/x.com\/nawacit4"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/nawacita.co\/#\/schema\/person\/599683af640858fd3b790bc37828ba57","name":"redaksi","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/a3ea3038dabe75a981e9a69b300b8272c74e0729c55e2f30478cde7add6c42f6?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/a3ea3038dabe75a981e9a69b300b8272c74e0729c55e2f30478cde7add6c42f6?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/a3ea3038dabe75a981e9a69b300b8272c74e0729c55e2f30478cde7add6c42f6?s=96&d=mm&r=g","caption":"redaksi"},"sameAs":["nawacitaportal","https:\/\/x.com\/nawacit4"],"url":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/author\/redaksi\/"}]}},"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/nawacita.co\/wp-content\/uploads\/2019\/08\/pagu-anggaran-kemenko-perekonomian-tambah-1-94-HY5.jpg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/107492","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=107492"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/107492\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/68037"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=107492"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=107492"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=107492"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}