{"id":104187,"date":"2021-01-12T13:04:15","date_gmt":"2021-01-12T06:04:15","guid":{"rendered":"http:\/\/nawacita.co\/?p=104187"},"modified":"2021-01-12T13:04:15","modified_gmt":"2021-01-12T06:04:15","slug":"mengajak-orang-kembali-ke-masa-lalu-yang-katanya-zaman-enak-padahal-cara-orde-baru-berkuasa-tak-ubahnya-negara-kolonial","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/2021\/01\/12\/mengajak-orang-kembali-ke-masa-lalu-yang-katanya-zaman-enak-padahal-cara-orde-baru-berkuasa-tak-ubahnya-negara-kolonial\/","title":{"rendered":"Mengajak orang kembali ke masa lalu yang katanya zaman enak. Padahal, cara Orde Baru berkuasa tak ubahnya negara kolonial."},"content":{"rendered":"<p><strong>Jakarta, Nawacita<\/strong> &#8211; Beberapa tahun belakangan, banyak ajakan untuk kembali ke masa lalu. Di belakang bak truk, kaca angkot, spanduk dan kaos tertera kalimat \u201cEnak zamanku, tho.\u201d Seakan menegaskan kondisi kekinian tak mendatangkan apa-apa kecuali kesengsaraan dan penderitaan untuk banyak orang.<\/p>\n<p>Situasi seperti itu yang kemudian jadi sasaran kritik kaum pohon beringin. Sebagai salah satu pemilik masa lalu yang \u201cgemilang\u201d, mereka mengklaim zaman Orde Baru jauh lebih enak, nyaman dan membahagiakan rakyat. \u201cEra Orde Baru adalah masa yang paling indah,\u201d ujar Aburizal Bakrie dalam kampanyenya di Sukabumi, 30 Maret 2014.<\/p>\n<p>Bakrie juga menambahkan banyaknya spanduk dan kaos bertulisan \u201cEnak zamanku\u201d bukti kalau orang merindukan zaman Orde Baru. Fenomena tersebut direken seolah hasil referendum nasional ihwal perasaan rakyat tentang sebuah zaman.<\/p>\n<p>Orang Indonesia memang mudah terharu biru, melankolik. Saat Indonesia baru merdeka, revolusi fisik masih terjadi, seperti yang pernah dituturkan oleh Romo Mangunwijaya, banyak penduduk desa yang bertanya-tanya kapan gerangan \u201czaman kemerdekaan\u201d akan berakhir?<\/p>\n<div id=\"bb-iawr-historia_id_instream-1599625381177574\" class=\"bb_iawr\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/sps.springserve.com\/i?clid=spm&amp;paid=sps&amp;dvid=v&amp;avid=Adsparc_Player&amp;plid={{DEMAND_TAG_ID}}&amp;caid=Historia.idInstream_AdSparc&amp;kv1={{SIZE}}&amp;kv2=Historia.id&amp;publisherId=Historia.idInstream_AdSparc&amp;kv4={{IP}}&amp;siteId={{SUPPLY_TAG_ID}}&amp;priceBid={{BID_PRICE}}&amp;kv3={{UUID}}&amp;kv9={{DURATION}}&amp;kv11={{CACHEBUSTER}}&amp;kv13={{CONTENT_ID}}&amp;kv15={{COUNTRY}}&amp;kv16={{LAT}}&amp;kv17={{LON}}&amp;kv18={{APP_BUNDLE}}&amp;kv19={{DEVICE_ID}}&amp;kv25={{APP_NAME}}&amp;kv27={{USER_AGENT}}&amp;kv28={{DEVICE_MODEL}}_{{DEVICE_MAKE}}&amp;kv29=[ERRORCODE]&amp;kv30=[CONTENTPLAYHEAD]_[ADPLAYHEAD]&amp;kv33=[ASSETURI]&amp;kv34=[VASTVERSIONS]&amp;kv35=[ifa_type]&amp;kv36=[IFA]&amp;kv37=[CLIENTUA]&amp;kv38=[SERVERUA]&amp;kv39=[DEVICEUA]&amp;kv40=[DEVICEIP]&amp;kv41=[LATLONG]&amp;kv42=[DOMAIN]&amp;kv43=[PAGEURL]&amp;kv44=[PLAYERSTATE]&amp;kv45=[PLAYERSIZE]&amp;kv46=[REGULATIONS]&amp;kv47=[ADTYPE]&amp;kv48=[TRANSACTIONID]&amp;kv49=[BREAKPOSITION]&amp;kv50=[APPNAME]&amp;kv51=[PLACEMENTTYPE]&amp;kv54=[LAT]&amp;kv24=Desktop_Video\" \/><\/div>\n<p>\u201cZaman kemerdekaan\u201d yang dimaksud orang desa itu mengacu pada situasi revolusi yang penuh dengan ketegangan, pertempuran, pengungsian dan penderitaan. Banyak penduduk yang terkena imbas dari perubahan politik yang drastis itu. Kerinduan atas situasi yang tenang dan nyaman pun muncul. Mereka ingin kembali ke \u201czaman normal\u201d, zaman di mana Belanda masih berkuasa dan semua berjalan baik-baik saja.<\/p>\n<div id=\"pageBreak2\" class=\"page-break\" data-page=\"2\"><\/div>\n<p>Tentu ini soal kesadaran yang dibentuk sedemikian rupa oleh kekuasaan. Penguasa kolonial berhasil membangun Hindia Belanda menjadi sebuah negara polisi sekaligus negara kekerasan. Menurut sejarawan Belanda Marieke Bloembergen, negara kolonial membatasi kebebasan dan aktivitas politik orang Indonesia dan secara terus menerus menghalangi perwujudan kebebasan warganya.<\/p>\n<p>Teror negara dan ketakutan yang ditimbulkannya menciptakan sebuah situasi aman dan nyaman yang semu. Rakyat dibuat sama sekali tidak punya kesadaran kritis. Sementara penguasa kolonial secara leluasa mengeksploitasi mereka dengan perangkat hukum yang mereka ciptakan sendiri. Celakanya, situasi semu itulah yang dirindukan oleh sebagian penduduk desa di masa revolusi kemerdekaan.<\/p>\n<p>Apakah pemerintah kolonial Belanda tidak berkampanye mengatakan \u201cenak zamanku\u201d? Tentu saja mereka melakukannya dalam bentuknya yang lain. Pada 1947 Dubes Belanda untuk PBB Elco Van Kleffens mengumbar propaganda bahwa sepeninggal Belanda, situasi di Indonesia tak menentu dan hanya Belanda yang bisa mengembalikan keadaan itu.<\/p>\n<p>Setelah kemerdekaan, Indonesia sering disebut-sebut sebagai negara yang dipimpin bandit dan kolaborator fasis Jepang. Tak mampu memadamkan kekacauan dan menciptakan ketertiban, sebagaimana pernah dilakukan oleh Belanda saat masih berkuasa. Mereka pun punya media propagandanya sendiri,\u00a0<em>Het Uitzicht<\/em>. Semua demi meyakinkan orang bahwa zaman Belanda jauh lebih baik.<\/p>\n<p>Kini cara yang sama digunakan. Mengembalikan ingatan orang kepada masa lalu. Pangkal soalnya cara Orde Baru berkuasa tak ubahnya negara kolonial. Bahkan mungkin jauh lebih tersistematis. Dengan meminjam konsep Antonio Gramsci, maka kita tahu bahwa Orde Baru tak hanya mendominasi masyarakat lewat pranata negara yang identik dengan kekerasan, tapi juga mengelola kekuasaan atas rakyat lewat perangkat hegemoni yang terwujud dalam kepemimpinan intelektual dan moral.<\/p>\n<p>Ingatan kolektif masyarakat atas sejarah dikontrol dan standar moralitas diatur berdasarkan apa yang benar menurut penguasa. Pada masa itu banyak orang merasa takut dan tabu mengkritik penguasa walaupun itu terjadi di dalam rumah. Dominasi dan hegemoni yang diberlakukan penguasa menunjukkan hasilnya.<\/p>\n<p>Saya curiga, semua sticker, spanduk dan kaos bertulisan \u201cEnak zamanku, tho\u201d dan semua ajakan untuk \u201ckembali ke masa lalu\u201d bentuk kampanye yang hegemonik. Ia seperti memutar ulang rekaman lama yang sekian lama mengendap dalam kepala orang. Tujuannya bukan murni untuk memperbaiki keadaan, tapi lebih kepada cara untuk kembali berkuasa.<\/p>\n<p>Lagipula, siapa sih yang bisa membuat harga bensin balik lagi Rp250\/liter? Kalau begitu caranya, zaman Majapahit jauh lebih enak. Sayuran tinggal petik, plus tiada perlu beli BBM karena kuda gratis makan rumput. Mau?<\/p>\n<p>historia<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jakarta, Nawacita &#8211; Beberapa tahun belakangan, banyak ajakan untuk kembali ke masa lalu. Di belakang bak truk, kaca angkot, spanduk dan kaos tertera kalimat \u201cEnak zamanku, tho.\u201d Seakan menegaskan kondisi kekinian tak mendatangkan apa-apa kecuali kesengsaraan dan penderitaan untuk banyak orang. Situasi seperti itu yang kemudian jadi sasaran kritik kaum pohon beringin. Sebagai salah satu [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":104188,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2],"tags":[37760,37761,17187,37759],"class_list":{"0":"post-104187","1":"post","2":"type-post","3":"status-publish","4":"format-standard","5":"has-post-thumbnail","7":"category-nasional","8":"tag-enak-jamanku","9":"tag-mantan-presiden-ri","10":"tag-soeharto","11":"tag-zaman-pak-harto"},"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.5 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Mengajak orang kembali ke masa lalu yang katanya zaman enak. Padahal, cara Orde Baru berkuasa tak ubahnya negara kolonial. - Nawacita<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Enak zamanku, tho.\u201d Seakan menegaskan kondisi kekinian tak mendatangkan apa-apa kecuali kesengsaraan dan penderitaan\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/2021\/01\/12\/mengajak-orang-kembali-ke-masa-lalu-yang-katanya-zaman-enak-padahal-cara-orde-baru-berkuasa-tak-ubahnya-negara-kolonial\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Mengajak orang kembali ke masa lalu yang katanya zaman enak. Padahal, cara Orde Baru berkuasa tak ubahnya negara kolonial. - Nawacita\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Enak zamanku, tho.\u201d Seakan menegaskan kondisi kekinian tak mendatangkan apa-apa kecuali kesengsaraan dan penderitaan\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/2021\/01\/12\/mengajak-orang-kembali-ke-masa-lalu-yang-katanya-zaman-enak-padahal-cara-orde-baru-berkuasa-tak-ubahnya-negara-kolonial\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Nawacita\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/nawacitaco-1763136813898723\/?ref=aymt_homepage_panel\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2021-01-12T06:04:15+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/nawacita.co\/wp-content\/uploads\/2021\/01\/ab5917bdcee0da9eb6688530e49d032c.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"800\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"433\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"redaksi\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@nawacit4\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@nawacit4\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"redaksi\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"3 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/index.php\\\/2021\\\/01\\\/12\\\/mengajak-orang-kembali-ke-masa-lalu-yang-katanya-zaman-enak-padahal-cara-orde-baru-berkuasa-tak-ubahnya-negara-kolonial\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/index.php\\\/2021\\\/01\\\/12\\\/mengajak-orang-kembali-ke-masa-lalu-yang-katanya-zaman-enak-padahal-cara-orde-baru-berkuasa-tak-ubahnya-negara-kolonial\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"redaksi\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/599683af640858fd3b790bc37828ba57\"},\"headline\":\"Mengajak orang kembali ke masa lalu yang katanya zaman enak. Padahal, cara Orde Baru berkuasa tak ubahnya negara kolonial.\",\"datePublished\":\"2021-01-12T06:04:15+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/index.php\\\/2021\\\/01\\\/12\\\/mengajak-orang-kembali-ke-masa-lalu-yang-katanya-zaman-enak-padahal-cara-orde-baru-berkuasa-tak-ubahnya-negara-kolonial\\\/\"},\"wordCount\":600,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/index.php\\\/2021\\\/01\\\/12\\\/mengajak-orang-kembali-ke-masa-lalu-yang-katanya-zaman-enak-padahal-cara-orde-baru-berkuasa-tak-ubahnya-negara-kolonial\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/01\\\/ab5917bdcee0da9eb6688530e49d032c.jpg\",\"keywords\":[\"Enak Jamanku\",\"mantan Presiden RI\",\"Soeharto\",\"zaman Pak harto\"],\"articleSection\":[\"Nasional\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/index.php\\\/2021\\\/01\\\/12\\\/mengajak-orang-kembali-ke-masa-lalu-yang-katanya-zaman-enak-padahal-cara-orde-baru-berkuasa-tak-ubahnya-negara-kolonial\\\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/index.php\\\/2021\\\/01\\\/12\\\/mengajak-orang-kembali-ke-masa-lalu-yang-katanya-zaman-enak-padahal-cara-orde-baru-berkuasa-tak-ubahnya-negara-kolonial\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/index.php\\\/2021\\\/01\\\/12\\\/mengajak-orang-kembali-ke-masa-lalu-yang-katanya-zaman-enak-padahal-cara-orde-baru-berkuasa-tak-ubahnya-negara-kolonial\\\/\",\"name\":\"Mengajak orang kembali ke masa lalu yang katanya zaman enak. Padahal, cara Orde Baru berkuasa tak ubahnya negara kolonial. - Nawacita\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/index.php\\\/2021\\\/01\\\/12\\\/mengajak-orang-kembali-ke-masa-lalu-yang-katanya-zaman-enak-padahal-cara-orde-baru-berkuasa-tak-ubahnya-negara-kolonial\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/index.php\\\/2021\\\/01\\\/12\\\/mengajak-orang-kembali-ke-masa-lalu-yang-katanya-zaman-enak-padahal-cara-orde-baru-berkuasa-tak-ubahnya-negara-kolonial\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/01\\\/ab5917bdcee0da9eb6688530e49d032c.jpg\",\"datePublished\":\"2021-01-12T06:04:15+00:00\",\"description\":\"Enak zamanku, tho.\u201d Seakan menegaskan kondisi kekinian tak mendatangkan apa-apa kecuali kesengsaraan dan penderitaan\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/index.php\\\/2021\\\/01\\\/12\\\/mengajak-orang-kembali-ke-masa-lalu-yang-katanya-zaman-enak-padahal-cara-orde-baru-berkuasa-tak-ubahnya-negara-kolonial\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/index.php\\\/2021\\\/01\\\/12\\\/mengajak-orang-kembali-ke-masa-lalu-yang-katanya-zaman-enak-padahal-cara-orde-baru-berkuasa-tak-ubahnya-negara-kolonial\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/index.php\\\/2021\\\/01\\\/12\\\/mengajak-orang-kembali-ke-masa-lalu-yang-katanya-zaman-enak-padahal-cara-orde-baru-berkuasa-tak-ubahnya-negara-kolonial\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/01\\\/ab5917bdcee0da9eb6688530e49d032c.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/01\\\/ab5917bdcee0da9eb6688530e49d032c.jpg\",\"width\":800,\"height\":433,\"caption\":\"Gambar Mantan Presiden ke-2 yang di luki di Bak Truck\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/index.php\\\/2021\\\/01\\\/12\\\/mengajak-orang-kembali-ke-masa-lalu-yang-katanya-zaman-enak-padahal-cara-orde-baru-berkuasa-tak-ubahnya-negara-kolonial\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Mengajak orang kembali ke masa lalu yang katanya zaman enak. Padahal, cara Orde Baru berkuasa tak ubahnya negara kolonial.\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/\",\"name\":\"Nawacita\",\"description\":\"Berita Kementerian, BUMN, Pemerintah dan Politik\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/#organization\",\"name\":\"Nawacita\",\"url\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/10\\\/Logo-Nawacita-2021.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/10\\\/Logo-Nawacita-2021.png\",\"width\":1676,\"height\":422,\"caption\":\"Nawacita\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.facebook.com\\\/nawacitaco-1763136813898723\\\/?ref=aymt_homepage_panel\",\"https:\\\/\\\/x.com\\\/nawacit4\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/599683af640858fd3b790bc37828ba57\",\"name\":\"redaksi\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/a3ea3038dabe75a981e9a69b300b8272c74e0729c55e2f30478cde7add6c42f6?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/a3ea3038dabe75a981e9a69b300b8272c74e0729c55e2f30478cde7add6c42f6?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/a3ea3038dabe75a981e9a69b300b8272c74e0729c55e2f30478cde7add6c42f6?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"redaksi\"},\"sameAs\":[\"nawacitaportal\",\"https:\\\/\\\/x.com\\\/nawacit4\"],\"url\":\"https:\\\/\\\/nawacita.co\\\/index.php\\\/author\\\/redaksi\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Mengajak orang kembali ke masa lalu yang katanya zaman enak. Padahal, cara Orde Baru berkuasa tak ubahnya negara kolonial. - Nawacita","description":"Enak zamanku, tho.\u201d Seakan menegaskan kondisi kekinian tak mendatangkan apa-apa kecuali kesengsaraan dan penderitaan","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/2021\/01\/12\/mengajak-orang-kembali-ke-masa-lalu-yang-katanya-zaman-enak-padahal-cara-orde-baru-berkuasa-tak-ubahnya-negara-kolonial\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Mengajak orang kembali ke masa lalu yang katanya zaman enak. Padahal, cara Orde Baru berkuasa tak ubahnya negara kolonial. - Nawacita","og_description":"Enak zamanku, tho.\u201d Seakan menegaskan kondisi kekinian tak mendatangkan apa-apa kecuali kesengsaraan dan penderitaan","og_url":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/2021\/01\/12\/mengajak-orang-kembali-ke-masa-lalu-yang-katanya-zaman-enak-padahal-cara-orde-baru-berkuasa-tak-ubahnya-negara-kolonial\/","og_site_name":"Nawacita","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/nawacitaco-1763136813898723\/?ref=aymt_homepage_panel","article_published_time":"2021-01-12T06:04:15+00:00","og_image":[{"width":800,"height":433,"url":"https:\/\/nawacita.co\/wp-content\/uploads\/2021\/01\/ab5917bdcee0da9eb6688530e49d032c.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"redaksi","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@nawacit4","twitter_site":"@nawacit4","twitter_misc":{"Written by":"redaksi","Est. reading time":"3 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/2021\/01\/12\/mengajak-orang-kembali-ke-masa-lalu-yang-katanya-zaman-enak-padahal-cara-orde-baru-berkuasa-tak-ubahnya-negara-kolonial\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/2021\/01\/12\/mengajak-orang-kembali-ke-masa-lalu-yang-katanya-zaman-enak-padahal-cara-orde-baru-berkuasa-tak-ubahnya-negara-kolonial\/"},"author":{"name":"redaksi","@id":"https:\/\/nawacita.co\/#\/schema\/person\/599683af640858fd3b790bc37828ba57"},"headline":"Mengajak orang kembali ke masa lalu yang katanya zaman enak. Padahal, cara Orde Baru berkuasa tak ubahnya negara kolonial.","datePublished":"2021-01-12T06:04:15+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/2021\/01\/12\/mengajak-orang-kembali-ke-masa-lalu-yang-katanya-zaman-enak-padahal-cara-orde-baru-berkuasa-tak-ubahnya-negara-kolonial\/"},"wordCount":600,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/nawacita.co\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/2021\/01\/12\/mengajak-orang-kembali-ke-masa-lalu-yang-katanya-zaman-enak-padahal-cara-orde-baru-berkuasa-tak-ubahnya-negara-kolonial\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/nawacita.co\/wp-content\/uploads\/2021\/01\/ab5917bdcee0da9eb6688530e49d032c.jpg","keywords":["Enak Jamanku","mantan Presiden RI","Soeharto","zaman Pak harto"],"articleSection":["Nasional"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/nawacita.co\/index.php\/2021\/01\/12\/mengajak-orang-kembali-ke-masa-lalu-yang-katanya-zaman-enak-padahal-cara-orde-baru-berkuasa-tak-ubahnya-negara-kolonial\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/2021\/01\/12\/mengajak-orang-kembali-ke-masa-lalu-yang-katanya-zaman-enak-padahal-cara-orde-baru-berkuasa-tak-ubahnya-negara-kolonial\/","url":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/2021\/01\/12\/mengajak-orang-kembali-ke-masa-lalu-yang-katanya-zaman-enak-padahal-cara-orde-baru-berkuasa-tak-ubahnya-negara-kolonial\/","name":"Mengajak orang kembali ke masa lalu yang katanya zaman enak. Padahal, cara Orde Baru berkuasa tak ubahnya negara kolonial. - Nawacita","isPartOf":{"@id":"https:\/\/nawacita.co\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/2021\/01\/12\/mengajak-orang-kembali-ke-masa-lalu-yang-katanya-zaman-enak-padahal-cara-orde-baru-berkuasa-tak-ubahnya-negara-kolonial\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/2021\/01\/12\/mengajak-orang-kembali-ke-masa-lalu-yang-katanya-zaman-enak-padahal-cara-orde-baru-berkuasa-tak-ubahnya-negara-kolonial\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/nawacita.co\/wp-content\/uploads\/2021\/01\/ab5917bdcee0da9eb6688530e49d032c.jpg","datePublished":"2021-01-12T06:04:15+00:00","description":"Enak zamanku, tho.\u201d Seakan menegaskan kondisi kekinian tak mendatangkan apa-apa kecuali kesengsaraan dan penderitaan","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/2021\/01\/12\/mengajak-orang-kembali-ke-masa-lalu-yang-katanya-zaman-enak-padahal-cara-orde-baru-berkuasa-tak-ubahnya-negara-kolonial\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/nawacita.co\/index.php\/2021\/01\/12\/mengajak-orang-kembali-ke-masa-lalu-yang-katanya-zaman-enak-padahal-cara-orde-baru-berkuasa-tak-ubahnya-negara-kolonial\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/2021\/01\/12\/mengajak-orang-kembali-ke-masa-lalu-yang-katanya-zaman-enak-padahal-cara-orde-baru-berkuasa-tak-ubahnya-negara-kolonial\/#primaryimage","url":"https:\/\/nawacita.co\/wp-content\/uploads\/2021\/01\/ab5917bdcee0da9eb6688530e49d032c.jpg","contentUrl":"https:\/\/nawacita.co\/wp-content\/uploads\/2021\/01\/ab5917bdcee0da9eb6688530e49d032c.jpg","width":800,"height":433,"caption":"Gambar Mantan Presiden ke-2 yang di luki di Bak Truck"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/2021\/01\/12\/mengajak-orang-kembali-ke-masa-lalu-yang-katanya-zaman-enak-padahal-cara-orde-baru-berkuasa-tak-ubahnya-negara-kolonial\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/nawacita.co\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Mengajak orang kembali ke masa lalu yang katanya zaman enak. Padahal, cara Orde Baru berkuasa tak ubahnya negara kolonial."}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/nawacita.co\/#website","url":"https:\/\/nawacita.co\/","name":"Nawacita","description":"Berita Kementerian, BUMN, Pemerintah dan Politik","publisher":{"@id":"https:\/\/nawacita.co\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/nawacita.co\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/nawacita.co\/#organization","name":"Nawacita","url":"https:\/\/nawacita.co\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/nawacita.co\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/nawacita.co\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/Logo-Nawacita-2021.png","contentUrl":"https:\/\/nawacita.co\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/Logo-Nawacita-2021.png","width":1676,"height":422,"caption":"Nawacita"},"image":{"@id":"https:\/\/nawacita.co\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/nawacitaco-1763136813898723\/?ref=aymt_homepage_panel","https:\/\/x.com\/nawacit4"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/nawacita.co\/#\/schema\/person\/599683af640858fd3b790bc37828ba57","name":"redaksi","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/a3ea3038dabe75a981e9a69b300b8272c74e0729c55e2f30478cde7add6c42f6?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/a3ea3038dabe75a981e9a69b300b8272c74e0729c55e2f30478cde7add6c42f6?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/a3ea3038dabe75a981e9a69b300b8272c74e0729c55e2f30478cde7add6c42f6?s=96&d=mm&r=g","caption":"redaksi"},"sameAs":["nawacitaportal","https:\/\/x.com\/nawacit4"],"url":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/author\/redaksi\/"}]}},"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/nawacita.co\/wp-content\/uploads\/2021\/01\/ab5917bdcee0da9eb6688530e49d032c.jpg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/104187","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=104187"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/104187\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/104188"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=104187"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=104187"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/nawacita.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=104187"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}