Tuesday, June 9, 2026

Viral Gunung Bromo Diselimuti Salju untuk Pertama Kalinya di 2026

Viral Gunung Bromo Diselimuti Salju untuk Pertama Kalinya di 2026

Probolinggo, Nawacita | Untuk pertama kalinya di tahun 2026, Gunung Bromo diselimuti lapisan salju. Fenomena embun upas atau embun beku untuk pertama kalinya di tahun 2026 ini terlihat menyelimuti sejumlah area di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) pada Senin (8/6/2026) pagi.

Lapisan kristal es tampak menutupi rerumputan, dedaunan, hingga hamparan pasir di sekitar kaldera Bromo. Fenomena alam tersebut terjadi akibat suhu udara yang merosot hingga di bawah 5 derajat Celsius pada dini hari.

Embun air yang terbentuk sepanjang malam akhirnya membeku dan menghasilkan lapisan putih menyerupai salju. Kemunculan embun upas di Bromo langsung menarik perhatian wisatawan yang telah berada di lokasi sejak sebelum fajar.

Banyak pengunjung memanfaatkan momen langka tersebut untuk berfoto sekaligus menikmati udara dingin yang jarang ditemui di negara beriklim tropis seperti Indonesia.

Berdasarkan dokumentasi yang dibagikan komunitas wisata Bams Tour Bromo, kristal-kristal es terlihat tersebar di beberapa titik kawasan kaldera. Sejumlah wisatawan tampak berjalan di atas rerumputan dan lautan pasir yang masih tertutup lapisan embun beku tipis.

Baca Juga: Gelar Ritual Yadnya Kasada, Kawasan Gunung Bromo Ditutup Mulai 30 Mei

Pemandu wisata Bams Tour Bromo, Bambang, menjelaskan bahwa kemunculan embun upas menjadi salah satu tanda dimulainya musim kemarau di kawasan Pegunungan Tengger.

Menurutnya, fenomena pada pagi hari tersebut muncul cukup luas dan tidak hanya terlihat pada vegetasi, tetapi juga di sejumlah area lautan pasir.

“Embun upas ini, sebagai kemunculan perdana embun upas sepanjang tahun 2026 yang langsung menjadi magnet bagi para wisatawan, embun upas umumnya muncul pada rentang Juni hingga Agustus, saat suhu udara mencapai titik terendah. Ketika temperatur turun di bawah lima derajat celsius, embun yang terbentuk pada malam hari dapat membeku dan membentuk kristal es,” ujar Bambang.

Ia juga menjelaskan, wisatawan biasanya datang lebih awal untuk menyaksikan fenomena tersebut karena embun beku akan segera mencair setelah sinar matahari mulai menghangatkan permukaan tanah.

“Selain panorama matahari terbit yang menjadi ikon wisata Bromo, embun upas juga menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung. Banyak wisatawan penasaran karena ingin melihat fenomena yang sekilas menyerupai salju, meski sebenarnya merupakan embun yang membeku akibat suhu rendah,” tambah Bambang.

Antusiasme wisatawan terlihat jelas sejak pagi hari. Salah seorang pengunjung asal Bogor, Mia, mengaku sengaja datang ke Bromo pada musim kemarau untuk merasakan suasana khas pegunungan dan berharap dapat menyaksikan embun upas secara langsung.

Baca Juga: Kawasan Wisata Gunung Bromo Ditutup Sepekan, TNBTS Lakukan Pemulihan Ekosistem

“Sangat terkesan karena untuk pertama kalinya dapat melihat hamparan embun beku yang cukup luas. Bersama rombongannya, Mia tiba sebelum subuh dan menikmati pemandangan kristal es yang masih menempel di lautan pasir,” kata Mia.

Menurut dia, pengalaman tersebut memberikan sensasi seolah berada di negara dengan musim dingin. Meski udara terasa sangat menusuk, keindahan panorama alam yang tersaji membuat perjalanan tersebut menjadi pengalaman yang tak terlupakan.

“Menyaksikan embun upas secara langsung jauh lebih mengesankan dibandingkan melihat foto atau video di media sosial. Ia pun merekomendasikan pengalaman tersebut bagi para pecinta wisata alam dan fotografi,” jelas Mia.

Fenomena embun upas sendiri merupakan kejadian tahunan yang lazim terjadi di kawasan Bromo dan Semeru saat puncak musim kemarau. Namun, intensitas dan waktu kemunculannya sangat bergantung pada kondisi cuaca serta suhu udara pada malam hingga dini hari.

Bagi wisatawan yang ingin berburu fenomena ini, disarankan datang sebelum matahari terbit dan mempersiapkan perlengkapan penghangat tubuh seperti jaket tebal, sarung tangan, serta penutup kepala. dtk

- Advertisement -
RELATED ARTICLES
Bank Jatim Jconnect

Terbaru