Thursday, July 18, 2024
HomeBUMNPenuh Risiko, Atlet Drag Bike Challenge di Boyolali Dilindungi BPJS Ketenagakerjaan

Penuh Risiko, Atlet Drag Bike Challenge di Boyolali Dilindungi BPJS Ketenagakerjaan

Penuh Risiko, Atlet Drag Bike Challenge di Boyolali Dilindungi BPJS Ketenagakerjaan

Surakarta, Nawacita  – BPJS Ketenagakerjaan (BPJamsostek) menegaskan komitmennya dalam mendukung perkembangan olahraga Indonesia, salah satunya dengan melindungi atlet yang berlaga di event Kartini Drag Rookie Bike Challenge di Boyolali pada 20 – 21 April 2024.

Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan Cabang Surakarta Teguh Wiyono mengatakan, olah raga balap otomotif ini tentunya sangat penuh risiko jika atlet mengalami musibah karena kecelakaan kerja. Untuk itu, sebanyak 517 peserta terlindungi dalam program jaminan sosial ketenagakerjaan dalam event drag rookie bike challenge ini.

“Sesuai UU No.11/2022 tentang keolahragaan dan pelaku olahraga berhak mendapatkan perlindungan jaminan sosial. Seperti diketahui, BPJS Ketenagakerjaan melalui program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM) memberi beragam manfaat perlindungan. Diantaranya perawatan tanpa batas biaya sesuai indikasi medis hingga sembuh bagi atlet yang mengalami kecelakaan kerja yaitu cedera saat bertanding,” kata Teguh, Minggu (28/4/2024).

Untuk memaksimalkan layanannya, BPJS Ketenagakerjaan bekerja sama dengan berbagai rumah sakit sebagai Pusat Layanan Kecelakaan Kerja (PLKK).

Manfaat perlindungan lainnya, yaitu apabila dalam masa pemulihan atlet tidak dapat berkompetisi untuk sementara waktu, BPJS Ketenagakerjaan akan memberikan Santunan Sementara Tidak Mampu Bekerja (STMB) sebesar 100% dari upah yang dilaporkan selama 12 bulan pertama dan 50% untuk bulan selanjutnya hingga sembuh.

Jika atlet meninggal dunia akibat kecelakaan kerja saat bertanding, maka ahli waris berhak mendapatkan santunan 48 kali upah terakhir yang dilaporkan. Namun bila meninggal dunia bukan karena kecelakaan kerja, maka santunan yang akan diterima Rp 42 juta.

Selain itu, 2 anak dari atlet juga akan mendapatkan beasiswa dari jenjang pendidikan dasar hingga perguruan tinggi maksimal sebesar Rp174 juta.

“Perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan ini adalah bukti negara hadir untuk memberikan rasa aman kepada seluruh atlet. Sehingga mereka bisa berlatih dan bertanding dengan fokus serta bebas dari rasa cemas, sehingga prestasinya bisa terus meningkat,” pungkas teguh.

RELATED ARTICLES

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Terbaru