Bacaan saat Lailatul Qodar, Ini Lafadz dan Arti Lengkap Surat Al-Qadr

Ibadah malam lailtul Qodar di 10 Hari terakhir Ramadhan.
top banner
nawacita – Sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan adalah merasakan nikmatnya beribadah di malam ganjil. Salah satunya untuk mendapatkan hidayah dari malam lailatul Qadar. Dalam menjelankan ibadah malam Lailatul Qodar akan lebih lengkap dengan membaca Quran Surat Al-Qadar.  Berikut keutamaan, lafadz surat Al-Qadr dan arti lengkap Quran Surat Al-Qadr.

Berikut Keutamaan Malam Lailatul Qadar :

1. Malam yang Lebih Baik dari Seribu Bulan

Ayat ke-3 dari Surat Al-Qadr dalam Al-Quran menyatakan bahwa malam Lailatul Qadr, malam kemuliaan tersebut, lebih baik dari seribu bulan. Hal ini menunjukkan keutamaan luar biasa dari malam tersebut, yang dianggap lebih baik daripada seribu bulan lainnya.

Dalam buku “Mukjizat Lailatul Qadr: Menemukan Berkah pada Malam Seribu Bulan” karya Arif M. Riswanto, dijelaskan bahwa berkah yang terdapat pada malam Lailatul Qadar dianggap lebih besar daripada berkah yang bisa diperoleh dalam waktu delapan puluh tiga tahun empat bulan. Hal ini menunjukkan tingginya nilai spiritual dan keberkahan yang terkandung dalam malam tersebut.

Dalam Tafsir Al-Wasith juga dijelaskan bahwa faktor-faktor seperti waktu, tempat, ikhlas dalam hati, dan kebaikan saat melaksanakan amal perbuatan dapat membuat amal yang sedikit menjadi lebih utama daripada amal yang banyak. Hal ini menegaskan pentingnya kualitas dan keikhlasan dalam amal ibadah seseorang.

Lailatul Qodr
Ibadah malam lailtul Qodar di 10 Hari terakhir Ramadhan.

2. Malam Turunnya Al-Qur’an

Lailatul Qadar juga dipandang sebagai saat turunnya Al-Quran, yang merupakan mukjizat bagi Nabi Muhammad SAW dan menjadi pedoman hidup utama bagi umat Islam. Turunnya Al-Quran pada malam Lailatul Qadar merupakan momen yang sangat penting dalam sejarah Islam, di mana wahyu Ilahi diberikan kepada Nabi Muhammad SAW sebagai panduan spiritual dan hukum bagi umat manusia. Al-Quran tidak hanya menjadi sumber ajaran keagamaan, tetapi juga menjadi landasan moral dan etika bagi umat Islam, mengatur segala aspek kehidupan dari ibadah, muamalah, hingga tata cara bersosialisasi. Dengan demikian, malam Lailatul Qadar bukan hanya merayakan keberkahan malam tersebut, tetapi juga memperingati momen penting dalam sejarah Islam di mana wahyu Allah diturunkan kepada manusia.

3. Turunnya Malaikat ke Bumi

Ayat ke-4 dari Surat Al-Qadr dalam Al-Quran menjelaskan bahwa pada malam Lailatul Qadar, para malaikat turun ke bumi dari arasy Allah untuk mengatur segala urusan. Dalam buku “Sukses Berburu Lailatul Qadar” karya Muhammad Adam, dijelaskan bahwa malam Lailatul Qadar memiliki keistimewaan yang luar biasa sehingga banyak malaikat yang turun ke bumi. Kehadiran para malaikat tersebut dianggap sebagai tanda turunnya berkah dan rahmat dari Allah SWT. Turunnya para malaikat tersebut menunjukkan pentingnya malam tersebut dalam kehidupan spiritual umat Islam, serta menegaskan bahwa Lailatul Qadar adalah momen yang penuh dengan keberkahan dan keistimewaan, yang memperkuat hubungan antara manusia dan penciptanya.

4. Malam Pencatatan Takdir

Lailatul Qadar juga dianggap sebagai momen di mana takdir manusia dicatat. Hal ini dijelaskan dalam Al-Quran, Surat Ad-Dukhan ayat 4, yang menyatakan bahwa pada malam tersebut segala urusan yang penuh hikmah dijelaskan. Penjelasan ini juga diperkuat oleh penafsiran Ibnu Katsir dalam kitab tafsirnya, yang menyatakan bahwa pada Lailatul Qadar, akan dijelaskan secara rinci mengenai penulisan takdir manusia dalam satu tahun di Lauhul Mahfuzh, lembaran yang menjelaskan takdir yang telah ditetapkan oleh Allah SWT. Pemahaman ini menegaskan bahwa Lailatul Qadar bukan hanya menjadi momen keberkahan dan turunnya Al-Quran, tetapi juga momen penting dalam pencatatan takdir individu untuk tahun yang akan datang. Dalam konteks ini, umat Muslim dianjurkan untuk meningkatkan ibadah dan memohon ampunan kepada Allah SWT agar mendapat keberkahan dan rahmat-Nya pada malam yang istimewa ini.

5. Malam diampuninya Dosa

Sayyidah Aisyah menceritakan hadits Rasulullah SAW mengenai malam Lailatul Qadar, yang merupakan malam di mana dosa-dosa diampuni. Dalam hadits tersebut, Sayyidah Aisyah bertanya kepada Rasulullah SAW bagaimana cara bersikap jika menemui malam Lailatul Qadar. Rasulullah SAW menjawab dengan menyarankan untuk membaca doa, “Ya Allah, Sesungguhnya Engkau Maha Pengampun dan Menyukai Ampunan, maka ampunilah segala kesalahanku.” (HR. Ahmad, Tirmidzi, Nasa’i & Ibnu Majah). Doa ini menegaskan pentingnya memohon ampunan dan meraih keberkahan pada malam yang istimewa ini. Rasulullah SAW memberikan pedoman praktis kepada umatnya untuk memperoleh keberkahan dan ampunan Allah SWT pada malam Lailatul Qadar, yang secara khusus ditekankan sebagai malam di mana dosa-dosa diampuni dan doa-doa dikabulkan. Sebagai tambahan, dalam banyak tradisi Islam, umat dianjurkan untuk melakukan amalan kebaikan dan ibadah ekstra pada malam Lailatul Qadar, sebagai bentuk penghormatan dan upaya mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Itulah makna dan keutamaan dari malam Lailatul Qadar. Mari kita memperbanyak kebaikan demi mendapatkan malam Lailatul Qadar.

اِنَّآ اَنْزَلْنٰهُ فِيْ لَيْلَةِ الْقَدْرِ ۝١ innâ anzalnâhu fî lailatil-qadr – Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur’an) pada Lailatulqadar.
وَمَآ اَدْرٰىكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِۗ ۝٢ wa mâ adrâka mâ lailatul-qadr – Tahukah kamu apakah Lailatulqadar itu?
لَيْلَةُ الْقَدْرِ ەۙ خَيْرٌ مِّنْ اَلْفِ شَهْرٍۗ ۝٣ lailatul-qadri khairum min alfi syahrLailatul – qadar itu lebih baik daripada seribu bulan.
تَنَزَّلُ الْمَلٰۤىِٕكَةُ وَالرُّوْحُ فِيْهَا بِاِذْنِ رَبِّهِمْۚ مِنْ كُلِّ اَمْرٍۛ ۝٤ tanazzalul-malâ’ikatu war-rûḫu fîhâ bi’idzni rabbihim, ming kulli amr – Pada malam itu turun para malaikat dan Rūḥ (Jibril) dengan izin Tuhannya untuk mengatur semua urusan.
سَلٰمٌۛ هِيَ حَتّٰى مَطْلَعِ الْفَجْرِࣖ ۝٥ salâmun hiya ḫattâ mathla‘il-fajr – Sejahteralah (malam) itu sampai terbit fajar. *)

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here