Gus Baha: 4 Langkah Menggapai Lailatul Qadar

KH Bahauddin Nursalim atau Gus Baha.
top banner

Gus Baha: 4 Langkah Menggapai Lailatul Qadar

Nawacita – Lailatul Qadar adalah malam yang sangat istimewa di setiap bulan Ramadan, karena itu umat Muslim disarankan untuk melakukan ibadah seperti salat malam serta memperbanyak amalan kebaikan untuk menggapai Lailatul Qadar. Dalam Alquran, surat Al-Qadr ayat 3, Allah SWT menetapkan keutamaan malam Lailatul Qadar lebih baik dari seribu bulan.

KH Bahauddin Nursalim atau Gus Baha mengajak kita untuk bersama-sama menggapai Lailatul Qadar di bulan yang mulia ini dengan mempersiapkan lima langkah yang mesti dilakukan.

  1. melakukan persiapan sejak awal Ramadan

Meski ada pendapat yang mengungkapkan bahwa malam Lailatul Qadar datang di 10 hari terakhir bulan Ramadan, namun sejatinya persiapan untuk menggapainya dapat dilakukan sejak awal Ramadan.

“Bagi seseorang yang meyakini malam Lailatul Qadar datang di atas tanggal 20, jangan menafikan persiapan sejak 1 Ramadan,” ujar Gus Baha.

2. tidak bergunjing atau ghibah

Anjuran tidak berghibah merupakan datang langsung dari Rasulullah SAW untuk menjaga kesucian selama bulan Ramadan. Umat Muslim diharap dapat menjaga segala perkataannya yang menyangkut orang lain.

“Rasulullah SAW sering mencontohkan agar jangan membicarakan orang lain, jangan melakukan perbuatan dosa saat Ramadan,” katanya.

Dirinya menjelaskan, bagi siapa saja yang membicarakan tentang kejelekan orang lain maka pahala puasanya akan habis, karena diambil orang uang dibicarakan.

3. menghindari riba atau memakai barang haram

Memakai barang haram sama saja dengan menghancurkan diri sendiri, merusak ibadah yang telah dikerjakan, bahkan menghancurkan keluarga serta keturunannya.

“Apa artinya Ramadan jika memakan riba atau hal haram?” ujarnya.

Ulama asal Rembang, Jawa Tengah ini melanjutkan yang keempat yakni ber-husnudzon atau berbaik sangka

Baca Juga: Berikut Ini Tata Cara Sholat Lailatul Qadar, Bacaan Niat, Surah, dan Doa

Cara berbaik sangka kepada Allah SWT dan sesama manusia adalah dengan menyandarkan segala sesuatu yang diterima dan dilihat kepada takdir Allah SWT.

“Kita baik, tapi juga bisa buruk. Nah, yang sekarang buruk bisa jadi suatu saat jadi baik,” jelasnya.

4. fokus mencari ridha Allah SWT

Manusia dianjurkan untuk fokus pada diri sendiri dengan tidak selalu melihat kesalahan orang lain. Pengasuh Ponpes Tahfidzul Qur’an LP3IA Rembang itu menjelaskan, manusia tidak diutus Allah SWT untuk meneliti orang lain.

“Dengan mental demikian, di bulan Ramadhan kita lebih fokus mencari ridha Allah swt dan mendoakan orang mukmin semuanya. Itu persiapan penting dalam mencari Lailatul Qadar,” pungkasnya. inlh

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here