Sunday, July 14, 2024
HomeSTARTUPLifeStyleAlasan Bacaan Sholat Dhuhur dan Ashar Tidak Bersuara

Alasan Bacaan Sholat Dhuhur dan Ashar Tidak Bersuara

Alasan Bacaan Sholat Dhuhur dan Ashar Tidak Bersuara

JAKARTA, Nawacita – Alasan Bacaan Sholat Dhuhur dan Ashar Tidak Bersuara, Dalam sehari, umat Islam memiliki kewajiban untuk menunaikan sholat fardhu sebanyak lima kali. Dalam pelaksanaannya, kalian tentu menyadari bahwa imam tidak mengeraskan suara saat sholat dhuhur dan ashar saat sholat berjamaah. Apa alasannya?

Allah SWT memerintahkan umat Islam untuk mengikuti cara beribadah Rasulullah SAW. Hal ini diabadikan oleh sang Rabb dalam Al-Quran surat Al-Ahzab ayat 21. Diambil dari Al-Quran Kementerian Agama, redaksinya adalah sebagai berikut:

لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِيْ رَسُوْلِ اللّٰهِ اُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِّمَنْ كَانَ يَرْجُوا اللّٰهَ وَالْيَوْمَ الْاٰخِرَ وَذَكَرَ اللّٰهَ كَثِيْرًاۗ

Artinya: “Sungguh, pada (diri) Rasulullah benar-benar ada suri teladan yang baik bagimu, (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari Kiamat serta yang banyak mengingat Allah.”

Lebih lanjut, Nabi Muhammad SAW pernah berpesan kepada umatnya untuk mengikuti cara beliau dalam mengerjakan sholat. Imam Bukhari meriwayatkan pesan ini dalam hadits miliknya nomor 628.

نْ مَالِكِ بْنِ الْحُوَيْرِثِ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «صَلُّوا كَمَا رَأَيْتُمُونِي أُصَلِّي»، رَوَاهُ البُخَارِيُّ.

Artinya: “Dari Malik bin Al-Huwairits RA, ia berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Sholatlah kalian (dengan cara) sebagaimana kalian melihatku sholat.”

Rasulullah SAW memelankan bacaannya di waktu dzuhur dan ashar tentu memiliki alasan. Apa alasannya? Simak uraian lengkapnya di bawah ini!

Anjuran Memelankan Bacaan Sholat

Allah SWT telah berfirman dalam Al-Quran, tepatnya surat Al-Isra ayat 110. Dalam ayat tersebut, Allah SWT meminta Nabi Muhammad untuk tidak mengeraskan ataupun merendahkan bacaan sholat.

قُلِ ادْعُوا اللّٰهَ اَوِ ادْعُوا الرَّحْمٰنَۗ اَيًّا مَّا تَدْعُوْا فَلَهُ الْاَسْمَاۤءُ الْحُسْنٰىۚ وَلَا تَجْهَرْ بِصَلَاتِكَ وَلَا تُخَافِتْ بِهَا وَابْتَغِ بَيْنَ ذٰلِكَ سَبِيْلًا

Artinya: “Katakanlah (Nabi Muhammad), “Serulah ‘Allah’ atau serulah ‘Ar-Rahman’! Nama mana saja yang kamu seru, (maka itu baik) karena Dia mempunyai nama-nama yang terbaik (Asmaul Husna). Janganlah engkau mengeraskan (bacaan) sholatmu dan janganlah (pula) merendahkannya. Usahakan jalan (tengah) di antara (kedua)-nya!”

Menilik tafsir yang dihadirkan oleh Kementerian Agama, ada dua versi asbabun-nuzul (sebab turun) nya ayat ini. Yang pertama adalah karena orang-orang Musyrik mengolok-olok Nabi Muhammad yang sedang berdoa. Kedua, tatkala orang-orang Yahudi bertanya kepada nabi alasan kata Ar-Rahman sedikit beliau sebutkan.

Baca Juga: Bacaan Bilal Sholat Tarawih Lengkap serta Tata Caranya dari Awal Hingga Akhir

Adapun yang dimaksud dengan bacaan sholat pada ayat di atas mencakup kalimat basmalah dan ayat-ayat lainnya. Alasan untuk tidak mengeraskannya adalah agar tidak menjadi bahan ejekan ataupun caci maki dari orang-orang Musyrik. Namun, jangan pula terlalu rendah sehingga para sahabat tidak mampu mendengarnya dengan jelas.

Alasan Bacaan Sholat Dhuhur dan Ashar
Alasan Bacaan Sholat Dhuhur dan Ashar Tidak Bersuara.

Alasan Bacaan Sholat Dhuhur dan Ashar Tidak Keras

Telah lalu sebuah hadits berisikan pesan Rasulullah yang meminta umatnya mengikuti cara beliau sholat. Karenanya, kita mesti berpedoman kepada sang khatamul anbiya tentang tata cara sholat yang benar, termasuk keras atau tidaknya bacaan suatu sholat.

Dalam buku ‘Ringkasan Sifat Sholat Nabi’ karya Syaikh Muhammad Nashiruddin al-Albani, diterangkan bahwa nabi mengeraskan bacaan saat sholat Subuh, Jumat, Ied, Istisqa, Khusuf, dan dua rakaat pertama sholat maghrib dan isya.

Adapun untuk sholat dhuhur, ashar, rakaat ketiga sholat Maghrib, dan dua rakaat terakhir sholat Isya, Nabi Muhammad membaca bacaannya dengan lirih. Apakah ada dalil yang menyatakan demikian?

Mengutip dari media, Abu Ma’mar Abdullah bin Sakhbarah pernah bertanya kepada seorang sahabat bernama Khabbab ibnul Arts.

“Kami bertanya kepada Khabbab, ‘Apakah Nabi Muhammad SAW membaca dalam sholat Dhuhur dan Ashar?’ Dia menjawab, ‘Benar.’ Kami bertanya lagi, ‘Dengan apa kalian mengetahui hal itu?’ Dia menjawab, ‘Dengan gerakan jenggotnya.'” (HR. Bukhari)

Cukup kiranya hadits di atas sebagai alasan untuk memelankan bacaan sholat pada sholat dhuhur dan ashar.

Hikmah Memelankan Bacaan saat Sholat Dhuhur dan Ashar
Mengutip laman Nahdlatul Ulama Lampung, pengarang kitab ‘I’anah at-Thalibin’ menjelaskan mengenai hikmah pelannya bacaan sholat Dhuhur dan Ashar. Ini detailnya:

قَوْلُهُ: (يُسَنُّ الْجَهْرُ) أَيْ وَلَوْ خَافَ الرِّيَاءَ قال ع ش وَالْحِكْمَةُ فِي الْجَهْرِ فِي مَوْضِعِهِ أَنَّهُ لَمَّا كَانَ اللَّيْلُ مَحَلَّ الْخَلْوَةِ وَيَطِيْبُ فِيْهِ السَّمْرُ شُرِعَ الْجَهْرُ فِيهِ طَلَبًا لِلَذَّةِ مُنَاجَاةِ الْعَبْدِ لِرَبِّهِ، وَخُصَّ بِالْأَوَّلَيَيْنِ لِنَشَاطِ الْمُصَلِّي فِيهِمَا وَالنَّهَارُ لِمَا كَانَ مَحَلَّ الشَّوَاغِلِ وَاْلاِخْتِلاَطِ بِالنَّاسِ طُلِبَ فِيهِ الْإِسْرَارُ لِعَدَمِ صَلَاحِيَّتِهِ لِلتَّفَرُّغِ لِلْمُنَاجَاةِ، وَأُلْحِقَ الصُّبْحُ بِالصَّلَاةِ اللَّيْلِيَّةِ لِأَنَّ وَقْتَهُ لَيْسَ مَحَلاًّ لِلشَّوَاغِلِ (إعانة الطالبين، ج 1 ص 179، دار ابن عصاصه)

Artinya: “Perkataan mushannif (disunnahkan mengeraskan bacaan) meskipun khawatir riya’. Adapun hikmah mengeraskan bacaan pada tempatnya yaitu, bahwasanya malam itu waktu menyepi dan enak dibuat ngobrol, maka disyariatkan mengeraskan bacaan untuk mencari nikmatnya munajat seorang hamba kepada Tuhannya, dan dikhususkan pada dua rakaat pertama karena semangatnya orang yang sholat berada di dalam dua rakaat tersebut.

Sedangkan siang hari itu waktu sibuk dan berkumpul dengan manusia, maka dianjurkan membaca dengan suara lirih karena memang waktu itu tidak nyaman digunakan munajat. Adapun sholat Subuh disamakan dengan sholat malam, karena waktunya bukan tempat sibuk.”

Nah, itulah alasan mengapa imam sholat dhuhur dan ashar tidak mengeraskan suara. Semoga penjelasannya bermanfaat, ya!

dtknws.

RELATED ARTICLES

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Most Popular