Monday, July 15, 2024
HomeNasionalPemakai Narkoba di Indonesia Capai 3 Juta Pengguna, Ini Langkah BNN untuk...

Pemakai Narkoba di Indonesia Capai 3 Juta Pengguna, Ini Langkah BNN untuk Mengatasinya

Pemakai Narkoba di Indonesia Capai 3 Juta Pengguna, Ini Langkah BNN untuk Mengatasinya

Surabaya, Nawacita – Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia (BNN RI) terus mengoptimalisasi peran intelijen dalam deteksi dini peredaran gelap narkotika di Indonesia. Bersama BNNP dan BNNK se-Indonesia, BNN RI menggelar musyawarah perencanaan pada Selasa (5/3) di Surabaya.

Kepala BNN RI, Komjen Pol Marthinus Hukom mengatakan bahwa musyawarah tersebut merupakan perencanaan strategis untuk merumuskan blue print lima tahun kedepan dan langkah-langkah BNN dalam melaksanakan Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN).

“Kami melakukan penguatan di semua lini diantaranya yakni penguatan intelijen, baik kemampuan SDM, peralatan intelijen, metode intelijen, analisis intelijen dan pendekatan-pendekatan teknis intelijen yang kita lakukan untuk melakukan deteksi dini terkait peredaran gelap narkotika,” katanya.

Bersama BNNP dan BNNK se-Indonesia, BNN RI menggelar musyawarah perencanaan pada Selasa (5/3) di Surabaya.

Alumnus Akpol 1991 ini menjelaskan, pihaknya juga melakukan penguatan kerjasama luar negeri. Yakni terkait pemetaan jaringan yang ada di luar untuk mengantisipasi mereka masuk kesini. Sebab selama ini pengiriman narkotika selalu melalui ekspedisi. Hingga akhir tahun lalu, peredaran narkotika dilakukan dengan menggunakan nelayan-nelayan di daerah Sumatera.

Ditambahkannya, langkah utama yang harus diperkuat adalah pendeteksian, yakni dengan melalukan pemetaan daerah berpotensi rawan menjadi titik pusat peredaran narkoba.

“Tempat masuknya dari mana saja. Kemudian kelompok yang terlibat di dalam negeri dan terhubung dengan jaringan-jaringannya,” ucap dia.

Baca Juga: Sepekan Jelang Ramadhan, Harga Beras dan Ayam di Surabaya Makin Melambung

Sejauh ini penangkapan gembong narkoba terbesar yaitu Myanmar, Afghanistan dan Meksiko. Banyak produsen narkoba dari luar negeri banyak yang memandang bahwa Indonesia merupakan pasar potensial untuk aktivitas perdagangan barang haram tersebut maupun sebatas wilayah transit para pengedar internasional.

“Kecenderungan pengguna narkotika dalam setahun mencapai tiga juta lebih atau kalau dipersentasekan 1,7 persen dari populasi Indonesia. Artinya pasar di sini besar. Untuk itu melalui Musren ini kami akan berupaya menyatukan visi yang ada agar Indonesia dapat terbebas dari narkoba,” pungkas Marthinus. (Alus Tri)

RELATED ARTICLES

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Most Popular