Erick Thohir Bakal Pangkas Jumlah BUMN Jadi 30 Perusahaan

Erick Thohir Bakal Pangkas Jumlah BUMN
Erick Thohir Bakal Pangkas Jumlah BUMN Jadi 30 Perusahaan
top banner

Erick Thohir Bakal Pangkas Jumlah BUMN Jadi 30 Perusahaan

JAKARTA, Nawacita – Erick Thohir Bakal Pangkas Jumlah BUMN Jadi 30 Perusahaan, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir membeberkan arah konsolidasi perusahaan pelat merah ke depannya.

Dia menargetkan dalam peta jalan BUMN 2024–2034, pemerintah menargetkan perusahaan pelat merah hanya berjumlah sekitar 30 entitas. Artinya akan berkurang sekitar 11 perusahaan.

Sebagai informasi, jumlah tersebut telah berkurang jauh dibandingkan sebelum Erick menjabat, di mana negara memiliki 108 BUMN. “Dari 108 menjadi 41 pun baru tahun ini. Nah ke depan 30-an dan memang itu sesuai road map,” katanya di sela acara Mandiri Investment Forum 2024, Rabu (5/3/2024).

Baca Juga: Erick Thohir Sebut Harga BBM Tak Naik untuk Jaga Ekonomi Rakyat

Lebih lanjut, Erick menjelaskan bahwa BUMN harus memiliki 3 hal. Pertama, sehat agar bisa berkontribusi terhadap fiskal melalui pajak dan dividen. Kedua, memberikan sumbangsih pertumbuhan ekonomi.

“Contoh kita mau bikin Sanur menjadi pusat wisata kesehatan lalu kita develop apa? Nah itu jadi bagian [pembangunan ekonomi],” katanya.

Erick Thohir Bakal Pangkas Jumlah BUMN
Erick Thohir Bakal Pangkas Jumlah BUMN Jadi 30 Perusahaan.

Terakhir, penggerak ekonomi kerakyatan. Sebagai informasi sebanyak 92% kredit ultramikro disalurkan oleh BUMN dan perusahaan anak. “Dan ini harus kita jaga,” katanya.

Sebelumnya, Erick menargetkan dividen perusahaan pelat merah akan naik menjadi Rp 85 triliun, setelah mencetak rekor dividen terbesar sepanjang sejarah pada 2023, dari laba tahun buku 2022, yang sebesar Rp 81 triliun.

Dia mengungkapkan capaian dividen tersebut merupakan bukti perusahaan pelat merah berkontribusi besar terhadap pendapatan negara.

Sementara itu Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menjelaskan bahwa setoran dividen BUMN termasuk ke dalam kekayaan negara yang dipisahkan dalam bentuk penerimaan negara bukan pajak (PNBP). Dalam APBN 2024, negara menargetkan menerima setoran dari BUMN sebesar Rp 85,8 triliun.

Adapun porsi pendapatan bagian laba BUMN di bawah Kementerian BUMN sebesar Rp 85,16 triliun, pendapatan bagian laba BUMN perbankan di bawah Kementerian BUMN Rp 46,66 triliun dan nonperbankan di bawah kementerian BUMN Rp 38,50 triliun.

cnbnws.

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here