Berapa Sih Gaji Siti Zahra Aghnia, Komisaris Independent PT Pertamina Patra Niaga?

Siti Zahra Aghnia, Komisaris Independent PT Pertamina Patra Niaga yang Baru
top banner

Penghasilan terdiri dari honorarium, tunjangan, fasilitas, dan tantiem

Jakarta, nawacita – Berita mengejutkan datang dari PT Pertamina Patra Niaga . Pasalnya perusahaan plat merah tersebut baru saja menunjuk Siti Zahra Aghnia sebagai komisaris independen yang baru. Siti Zahra sendiri merupakan istri Komandan Tim Kampanye Nasional Pemilih Muda (TKN Fanta) Prabowo-Gibran, Muhammad Arief Rosyid Hasan.

Sekretaris Perusahaan PT Pertamina Patra Niaga, Irto Ginting membenarkan informasi tersebut melalui pesan singkat Kamis, 22 Februari 2024. “Betul, beliau menjadi Komisaris Independen di Pertamina Patra Niaga,” kata Irto.

Perubahan susunan Dewan Komisaris dilakukan melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) sebagai salah satu kewenangan pemegang saham. Diketahui suami Siti Zahra, Arief Rosyid, sebelumnya juga pernah menjabat sebagai komisaris di salah satu BUMN. Arief yang kini menjadi Komandan TKN Fanta Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka itu merupakan eks komisaris PT Bank Syariah Indonesia alias BSI.

Namun, suami dari Siti Zahra itu memutuskan resign demi menjadi tim kampanye Prabowo dan Gibran di Pilpres 2024. Ia pun didapuk sebagai komandan untuk tim pemilih muda alias TKN Fanta.

Siti Zahra Aghnia bersama sang suami Arief Rosyid Hasan yang juga Komandan Tim Kampanye Nasional Pemilih Muda (TKN Fanta).

Lantas berapa gaji Siti Zahra Aghnia setelah dilantik sebagai Komisaris Independen PT Pertamina Patra Niaga?

Berdasarkan Laporan Tahunan PT Pertamina Patra Niaga Tahun 2022, komponen remunerasi atau penghasilan Dewan Komisaris dan Direksi terdiri dari gaji atau honorarium, tunjangan, fasilitas, dan tantiem atau insentif kinerja. Hal itu mengacu pada Peraturan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Nomor PER-13/MBU/09/2021.

Perhitungan honorarium Komisaris Utama sebesar 45 persen dari gaji Direktur Utama. Sedangkan perhitungan honorarium Komisaris sebesar 90 persen dari honorarium Komisaris Utama yang diberikan setiap bulan.

Sementara itu, komponen tunjangan Dewan Komisaris mencakup tunjangan hari raya (THR) yang diberikan paling banyak satu kali honorarium per bulan di setiap tahunnya. Kemudian, ada tunjangan transportasi sebesar 20 persen dari honorarium masing-masing anggota Dewan Komisaris.

Baca Juga : Pertamina Garap Sumur Minyak di Malaysia, Mulai Ekspansi Negara Lain

Lalu, tunjangan berupa asuransi purna jabatan, diberikan dengan ketentuan premi yang ditanggung perusahaan paling banyak 25 persen dari honorarium per tahun.

Selain itu, Dewan Komisaris PT Pertamina Patra Niaga juga menerima fasilitas berupa sarana dan/atau kemanfaatan dan/atau penjaminan dalam rangka pelaksanaan tugas, wewenang, kewajiban, dan tanggung jawab berdasarkan peraturan perundang-undangan.

Fasilitas yang dimaksud meliputi fasilitas kesehatan dalam bentuk asuransi kesehatan atau penggantian biaya pengobatan, serta fasilitas bantuan hukum dalam hal terjadi tindakan atau perbuatan untuk dan atas nama jabatannya yang berhubungan dengan perusahaan.

Merujuk laporan tahunan perusahaan, jumlah remunerasi Dewan Komisaris mencapai Rp23.383.057.039 pada 2022.

Dengan bergabungnya Siti Zahra Agnia maka susunan Dewan Komisaris PT Pertamina Patra Niaga pada 2022 terdiri dari tujuh orang, yaitu  sebagai berikut :

Komisaris Utama : Ego Syahrial

Komisaris : Anwar

Komisaris : Muhammad Yusni

Komisaris : Agustina Arumsari

Komisaris : Soerjaningsih

Komisaris Independen : Wahyu Indra Pramugari

Komisaris Independen : Siti Zahra Aghnia

(tmp, cnbcnws)

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here