Perbedaan Lunar New Year dengan Chinese New Year, Sejarah serta Pengertiannya

Perbedaan Lunar New Year dengan Chinese New Year
Perbedaan Lunar New Year dengan Chinese New Year, Sejarah serta Pengertiannya
top banner

Perbedaan Lunar New Year dengan Chinese New Year, Jangan Keliru lagi

JAKARTA, Nawacita – Perbedaan Lunar New Year dengan Chinese New Year, Lunar New Year dan Chinese New Year adalah dua istilah yang sering digunakan untuk menyebut perayaan tahun baru berdasarkan kalender bulan atau lunisolar. Namun, apakah keduanya sama atau berbeda? Ternyata tidak. Ada perbedaan mendasar di antara keduanya yang harus kamu ketahui agar tidak keliru.

Pengertian Lunar New Year dan Chinese New Year

Lunar New Year adalah istilah umum yang mengacu pada perayaan tahun baru yang menggunakan kalender lunar atau lunisolar. Kalender lunar adalah kalender yang mengikuti siklus bulan, sedangkan kalender lunisolar adalah kalender yang mengikuti siklus bulan dan matahari. Lunar New Year dirayakan oleh berbagai budaya di berbagai waktu, tergantung pada penentuan bulan pertama tahun baru.

Sementara itu, Chinese New Year adalah istilah spesifik yang mengacu pada perayaan tahun baru yang menggunakan kalender lunisolar Tiongkok. Kalender Tiongkok menentukan bulan pertama tahun baru berdasarkan bulan baru kedua setelah titik balik musim dingin (kadang-kadang bulan baru ketiga jika ada bulan tambahan). Chinese New Year biasanya jatuh antara 21 Januari dan 20 Februari menurut kalender Gregorian.

Sejarah Lunar New Year dan Chinese New Year

Lunar New Year memiliki sejarah yang panjang dan beragam, tergantung pada budaya yang merayakannya. Beberapa budaya yang merayakan Lunar New Year adalah:

  • Budaya Timur Tengah, seperti Islam dan Yahudi, yang menggunakan kalender lunar murni yang tidak memperhitungkan siklus matahari. Tahun baru Islam disebut Hijriyah, yang jatuh pada tanggal 1 Muharram. Tahun baru Yahudi disebut Rosh Hashanah, yang jatuh pada tanggal 1 Tishrei.
  • Budaya Asia Timur, seperti Tiongkok, Korea, Vietnam, dan Mongolia, yang menggunakan kalender lunisolar yang menyesuaikan siklus bulan dengan siklus matahari. Tahun baru Tiongkok disebut Chunjie, yang berarti Festival Musim Semi. Tahun baru Korea disebut Seollal, yang berarti Hari Pertama. Tahun baru Vietnam disebut Tet, yang berarti Festival. Tahun baru Mongolia disebut Tsagaan Sar, yang berarti Bulan Putih.
  • Budaya Asia Selatan dan Tenggara, seperti India, Nepal, Sri Lanka, Thailand, Kamboja, dan Laos, yang menggunakan kalender lunisolar yang berdasarkan pada ajaran Buddha atau Hindu. Tahun baru India disebut Diwali, yang berarti Festival Cahaya. Tahun baru Nepal disebut Losar, yang berarti Tahun Baru Tibet. Tahun baru Sri Lanka disebut Aluth Avurudda, yang berarti Tahun Baru Sinhala. Tahun baru Thailand disebut Songkran, yang berarti Festival Air. Tahun baru Kamboja disebut Chaul Chnam Thmey, yang berarti Tahun Baru Khmer. Tahun baru Laos disebut Pi Mai, yang berarti Tahun Baru Laos.

Di sisi lain, Chinese New Year juga memiliki sejarah yang kaya dan legendaris. Menurut legenda, Chinese New Year dimulai dengan adanya seekor binatang buas bernama Nian, yang menyerang desa-desa pada malam tahun baru.

Baca Juga: Mengenal Agama Samawi dan Agama Ardhi, Pengertian serta Perbedaannya

Untuk mengusir Nian, orang-orang menggunakan warna merah, suara keras, dan api, yang merupakan ketakutan Nian. Oleh karena itu, Chinese New Year dirayakan dengan menghias rumah dengan kertas merah, menyalakan lentera dan kembang api, dan memberikan amplop merah.

Perbedaan Lunar New Year dengan Chinese New Year
Perbedaan Lunar New Year dengan Chinese New Year, Jangan Keliru lagi.

Perbedaan Lunar New Year dan Chinese New Year

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here