BPJS Ketenagakerjaan Bojonegoro Beri Pelatihan K3 Umum Bersertifikasi

top banner

BPJS Ketenagakerjaan Bojonegoro Beri Pelatihan K3 Umum Bersertifikasi

Bojonegoro, Nawacita – BPJS Ketenagakerjaan (BPJamsostek) menjalankan berbagai upaya promotif dan preventif guna menekan angka kecelakaan kerja di Indonesia. Salah satu kegiatan yang dijalankan adalah “Promotif dan Preventif BPJS Ketenagakerjaan” yang digelar di beberapa Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan di Wilayah Jawa Timur.

Salah satunya di gelar oleh Kantor Cabang Bojonegoro, Gresik dan Surabaya Tanjung Perak. Dimana, pelatihan kegiatan ini terdiri dari perwakilan perusahaan yang berada di area kerja kantor cabang tersebut dengan jumlah peserta sebanyak 58 peserta dari 29 perusahaan yang terpilih.

Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Bojonegoro, Rd Edi Sasono⁹ menyampaikan, berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) No. 44 dan Peraturan Menteri Ketenagakerjaan (Permenaker) No. 10 Tahun 2016, perusahaan wajib melakukan upaya pencegahan kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja melalui kerja sama promotif dan preventif bersama BPJS Ketenagakerjaan.

“BPJS Ketenagakerjaan turut andil dalam membantu, mendukung, dan mendorong perusahaan untuk melaksanakan K3 secara berkelanjutan.
Upaya promotif preventif secara konsisten terus dilakukan BPJS Ketenagakerjaan sebagai bentuk komitmen menekan angka kecelakaan kerja,” ujar Edi, Rabu (22/11/2023).

Baca Juga : BPJS Ketenagakerjaan Surabaya Darmo Lindungi Peserta Pelatihan UPT BLK

Secara nasional hingga akhir Agustus 2023, BPJS Ketenagakerjaan mencatat ada sebanyak 239 ribu klaim kasus dengan nominal mencapai Rp1,97 triliun.

Terpisah, Direktur Pelayanan BPJS Ketenagakerjaan Roswita Nilakurnia sebelumnya secara resmi membuka kegiatan promotif dan preventif BPJS Ketenagakerjaan 2023 yang secara serentak juga dilakukan di 10 wilayah lainnya di Indonesia.

“BPJS Ketenagakerjaan sebagai salah satu badan representasi negara turut andil dalam membantu, mendukung dan mendorong para pemberi kerja untuk melaksanakan K3 secara berkelanjutan, yang pada akhirnya dapat menjadi suatu budaya di lingkungan kerja, sehingga kasus angka kecelakaan kerja dapat diminimalisir,” ujar Roswita.

Ia mengatakan, bantuan promotif preventif juga diberikan dalam bentuk multivitamin untuk pekerja wanita, pemberian Alat Pelindung Diri (APD) bagi pekerja Perkebunan, pelatihan K3 bersertifikat serta penyesuaian lingkungan kerja yang ramah disabilitas.

Baca Juga : BPJS Ketenagakerjaan Surabaya Darmo Lindungi Peserta Pelatihan UPT BLK

Jenis kegiatan promotif preventif yang disalurkan ke seluruh kantor wilayah BPJamsostek ditetapkan berdasarkan tingkat kecelakaan kerja yang terjadi di beberapa sektor usaha sesuai karakteristik masing-masing area operasional di setiap daerah.

Hal inilah yang mendorong BPJS Ketenagakerjaan bekerja sama dengan Kementerian Ketenagakerjaan dan ILO melakukan pendampingan dan mengukur secara rinci dampak intervensi program promotif preventif, khususnya di sektor perkebunan.

“Tingginya kasus kecelakaan kerja dapat menimbulkan kerugian bagi berbagai pihak. Pekerja dan keluarganya akan kehilangan sebagian atau seluruh pendapatannya. Sedangkan perusahaan akan mengalami kerugian akibat berkurangnya produktivitas pekerja. Karena itu perlu peran aktif dari seluruh pihak, termasuk pemerintah untuk mendukung kegiatan promotif dan preventif ini,” ujar Roswita

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here