Ini Jawaban Pj Gubernur DKI Jakarta saat Pasar Tanah Abang Sepi

Kepala Sekretariat Presiden
Heru Budi Hartono Pj Gubernur DKI Jakarta
top banner

JAKARTA, Nawacita – Jawaban Penjabat Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono di luar dugaan saat menanggapi sepinya Pasar Tanah Abang di Jakarta Pusat. Pasar grosir terbesar itu kini sepi pembeli, akibat perubahan cara berbelanja konsumen ke online.

Pj Gubernur DKI Jakarta Heru Budi menjawab, yang pertama itu mungkin adalah bagian dari perubahan konsumen untuk membeli sesuatu. “Di sini sudah ada ‘online’ dan lain-lain, dan kita semua juga harus mencermati itu,” kata Heru, dikutip Antara, Minggu, 17 September.

Heru menilai bahwa konsumen sudah beralih dengan berbelanja secara daring (online shopping), ketimbang berbelanja ke pasar konvensional. Fenomena itu, menurut dia, tidak hanya terjadi di Indonesia saja, melainkan juga konsumen di luar negeri yang lebih memilih belanja secara daring.

“Tidak hanya di sini aja kok. Di tempat lain, di luar negeri juga ada perubahan warga, konsumen membeli dengan konsep ‘online’,” kata Kepala Sekretariat Presiden ini.

Kemiskinan DKI Jakarta Sulit Turun
Heru Budi Sebut Kemiskinan DKI Jakarta Sulit Turun Karena Pendatang

Heru pun menegaskan bahwa pemerintah dapat memberikan pelatihan digitalisasi kepada pedagang Pasar Tanah Abang agar penjualannya dapat meningkat.

Di sisi lain, para pedagang Tanah Abang mengaku perang harga yang ditawarkan melalui “live shopping” di sejumlah platform media sosial membuat penjualan berkurang signifikan.

Mereka juga berupaya mengikuti cara berjualan dengan cara yang sama, yakni melalui “live shopping”, seperti yang dilakukan selebgram.

Namun, hal tersebut juga tidak membuahkan hasil. Akibatnya, biaya operasional pedagang lebih tinggi daripada pemasukan sehingga berdampak pada pihak sekitar, seperti pegawai, porter hingga pedagang makanan di Tanah Abang yang turut menghadapi sepinya pembeli. antara

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here