Aset Berharga bagi Masyarakat, Hewan Ternak Milik Pengungsi Semeru Mulai Dievakuasi

0
147
evakuasi hewan ternak pengungsi Semeru
evakuasi hewan ternak pengungsi Semeru

Aset Berharga bagi Masyarakat, Hewan Ternak Milik Pengungsi Semeru Mulai Dievakuasi

Lumajang, Nawacita | Hewan ternak milik pengungsi Semeru mulai dievakuasi hari ini, Senin (5/12/2022). Hal ini terutama hewan ternak milik warga Dusun Kajar Kuning, Desa Sumberwuluh Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.

Sekretaris Desa Sumberwuluh, Samsul Arif mengatakan, evakuasi hewan ternak menjadi bagian penting dalam penanggulangan bencana. Hal ini karena hewan tersebut merupakan aset berharga bagi masyarakat.

“Pagi ini masyarakat mulai evakuasi hewan ternak dibantu petugas di Kajar Kuning. Kalau di Kampung Renteng relatif aman,” ungkap Samsul.

evakuasi hewan ternak pengungsi Semeru
evakuasi hewan ternak pengungsi Semeru

Ada pun area yang menjadi tempat evakuasi hewan ternak dikumpulkan di Penanggal, Kecamatan Candipuro. Menurut Samsul, area ini tersedia kandang sehingga hewan ternak akan disatukan di tempat tersebut. Namun untuk mencukupi kebutuhan pangan hewan, Samsul mengaku belum mengetahuinya.

Untuk diketahui, Dusun Kajar Kuning termasuk salah satu daerah terparah terdampak Awan Panas Guguran (APG) Gunung Semeru. Sebab itu, evakuasi hewan ternak tidak bisa dilakukan pada hari pertama bencana. Hal ini karena kondisi medan yang masih rawan dan membahayakan.

Dengan adanya evakuasi ini, pihaknya bisa mengantisipasi adanya oknum yang memanfaatkan kelengahan warga. Sebagaimana diketahui, pada bencana tahun lalu terdapat warga yang  kehilangan hewan ternak.

Baca Juga: Semeru Erupsi Lagi, Ini yang dilakukan Bupati Lumajang Thoriqul Haq

Sebelumnya, status Gunung Semeru mulai dinaikkan dari siaga (level III) menjadi awas (level IV). Peningkatan status ini terhitung mulai Ahad (4/12/2022) pukul 12.00 WIB.

Dengan adanya peningkatan status tersebut, Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi, Hendra Gunawan merekomendasikan masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas dalam radius delapan kilometer (km) dari puncak.

“Dan (tidak melakukan aktivitas) di sektoral arah Tenggara (Besuk Kobokan dan Kali Lanang) sejauh 19 kilometer dari puncak,” ucap Hendra dalam keterangan resminya, Ahad (4/12/2022). rpblk

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here