Marak Pencurian Motor, Baktiono Sarankan Tambah Lampu PJU Lagi

0
104
Ketua Komisi C DPRD Kota Surabaya Baktiono

Surabaya, Nawacita – Ketua Komisi C DPRD Kota Surabaya Baktiono menjelaskan, ada sejumlah permasalahan yang dialami warga rusun Tambak Wedi dalam hearing kali ini, Kamis, 09 Desember 2021

Mereka mengeluh lampu PJU di area rusun tambak wedi cuma hanya satu dan banyak sepeda motor warga rusun yang dicuri akibat kurangnya penerangan lampu PJU di sekitar area tersebut, maka dari itu akhirnya mereka mengadu ke dewan kota DPRD Kota Surabaya.

Ketua Komisi C DPRD Kota Surabaya Baktiono menyampaikan terkait rusun tambak wedi, banyak warga yang mengeluh, seperti lampu PJU hanya satu sehingga banyak sepeda motor yang hilang sehingga perlu ada tambahan lampu PJU.

“Dalam waktu dekat kami tidak mungkin memasang lampu PJU, karena tiang beton itu harus di cor kebawah, maka yang kami minta 2 lampu sorot untuk menerangi lebih banyak lagi,” terang Baktiono

Berikutnya keluhan warga adalah Sidefill yaitu sisi sisi yang ada di sungai, karena disana tempat pembuangan akhir karena dekat laut, oleh karena itu harus di bangun dengan kuat.

” Sehingga untuk aliran air dari tambak wedi sekitarnya bisa lancar menuju ke laut, sehingga mengurangi banjir disana,” ungkap Baktiono

Lanjut Baktiono, juga masalah kependudukan, banyak dikeluhkan bukan oleh warga rusun tambak wedi juga tapi hampir seluruh warga rusun di kota Surabaya, maupun yang kami temukan di apartemen Surabaya.

“Temuanya warga yang menghuni rusun atau apartemen mayoritas hampir 5 persen mereka bukan berKTP atau berKK rusun tersebut, kalau di rusun mayoritas warga tidak mampu dan mereka sebelumnya mendapatkan program keluarga harapan dari pemerintah,” terang Baktiono.

Lebih lanjut, Dan juga mereka mendapatkan bantuan sosial tunai, akan tetapi setelah pindah di rusun mereka tidak dapat bantuan lagi, karena waktu kita cek mereka tidak dapat dikarenakan mereka sudah pindah ke rusun tambak wedi

“Maka otomatis program itu di coret karena warganya tidak ada, oleh karena itu tugas kita bersama melaui dinas tanah yang mengelola rusun serta dinas pencatatan sipil dan bekerjasa sama dengan RT, RW, dinas penduduk, kami minta untuk turun on the spot turun langsung ke lokasi,” ujarnya

Maka nanti selanjutnya bisa jadikan percontohan keseluruhan rusun yang ada dikota Surabaya dan jadi tidak rugi lagi, karena warga memang sudah diimbau, akan tetapi kebanyakan warga rusun yang tidak mampu serta SDM juga kurang dan mereka bekerja hari ini, dimakan hari ini.

“Kalau mereka mengurus identitas diri itupun tidak cukup satu hari, faktanya, mereka akan kehilangan mata pencariannya dan banyak dari mereka mengabaikan hal itu,” imbuhnya.

Sementara itu, ketua paguyupan rusun tambak wedi mengatakan, sebenarnya warga mengeluh di rusunawa tambak wedi, banyak kekurangan seperti Sound System. Terop, kursi, lampu penerangan dan pos penjagaan, di rusunawa tambak wedi pun sering terjadi kehilangan sepeda motor.

“Jadi kita supaya diperhatikan sama Wali Kota Surabaya, saat ini kondisi rusunawa sangat memperhatikan seperti banyak yang rusak dan banyak atap yang jebol

” Alamadulilah, dalam hearing tadi, keluhan di rusun tambak wedi dapat respon dari Komisi C DPRD Kota Surabaya dan memang ditanggapi semuanya dan tinggal waktunya saja.

“Di rusun tambak saat ini di tempati 77 kepala keluarga dan semuanya terisi, dan kami berharap secepatnya dilaksanakan perbaikan,” tutup Sofyan selaku ketua paguyupan Rusun Tambak Wedi

Dn

LEAVE A REPLY