Lurah Simokerto : Target Kami di Kelurahan Simokerto ” Zero Jentik”

0
156

Surabaya, Nawacita – Terkait musim hujan yang sudah datang, kelurahan Simokerto bersama 200 kader regu kesehatan menggelar kegiatan sosialisasi serta memonitoring mengevaluasi kesehatan Warga Simokerto

Sebelumnya kegiatan ini dimulai dilakukan senam bersama dengan warga RW I4 Sidoyoso II kelurahan Simokerto kecamatan Simokerto Surabaya, Jumat, 19 November 2021.

Junaidi S.T Lurah Simokerto mengatakan, kegiatan hari ini sebenarnya sudah kegiatan rutin sebelumnya memang kegiatan kader regu Jumantik, tapi sekarang kader kesehatan sudah meluas kurang lebih di kelurahan kami ini mulai dari RW 1 – RW 14 jumlah kadernya kurang lebih 200

” Lebih lanjut, sehingga memang banyak sekali, ini kita harapkan dari kader kader ini kita bisa tetap memonitoring mengevaluasi kesehatan yang ada di wilayah kelurahan Simokerto mulai dari RW I sampai RW 14, ini adalah ujung tombak kami juga,” ungkap Lurah Simokerto, Junaidi S.T

Kegiatan awalnya kita memang mengecek penampungan air yang ada dirumah warga, otomatis kita masuk kedalaman biasanya kita pakai center lampu, kita cari ada jentik apa tidak, jika ada jentik kita sarankan supaya di bersikan dan di kuras nantinya kita kasih serbuk yang menghilangkan nyamuk.

” Selain itu, kita kembangkan bahwa di wilayah masing masing apabila ada genangan air lingkungan sekitarnya, itu bisa diadakan kerja bakti,” terang Junaidi S.T

Jadi sebelum kita melangkah minta bantuan PD sektor terkait masalah kebersihan misalkan saluran, DKRTH untuk masalah sampah sedang kan untuk sendimen air dari PU, tapi ini di lingkup rumah warga kita usahakan dari warga itu sendiri kita usahakan dari warga yang menangani lebih dulu.

Setiap minggu kita akan adakan kerja bhakti dari RW mana dulu, kalau bisa dari dari dinas teknis sibuk juga, target dari kegiatan ini ” Zero Jentik “Paling tidak ada kasus DBD yang di lingkungan,” ungkap dia

Untuk kasus Stunting di kelurahan beberapa waktu yang lalu kita turun ke lapangan juga, jadi tempat kami ada 11 anak balita termasuk stunting.

Memang ada pembicaraan dari keluarga sendiri, ini memang dari keturunannya, mas, memang bapaknya kecil dan tidak tinggi jadi otomatis anaknya juga besar dan tinggi

” Tapi hal ini ada juga indikator dari dinas kesehatan terkait stunting soalnya kita cek di posyandu di PKM Tambakrejo kepanjangan dari Dinkes Surabaya dengan balita stunting juga ada faktor ekonomi orang tua dan juga pola makan yang tidak Sehat,” pungkas dia

Dn

LEAVE A REPLY