Ketua DPD RI: Maulid Nabi Harus Jadi Momentum Perubahan Umat Muslim

0
132

JAKARTA, Nawacita – Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, mengajak seluruh umat Muslim untuk menjadikan momentum peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW sebagai semangat perubahan ke arah yang lebih di berbagai aspek kehidupan.

“Karena Nabi kita adalah uswatun khasanah. Sehingga umat Muslim harus menjadi lokomotif dalam semangat untuk mewujudkan kemajuan berbangsa dan bernegara, terutama dalam menyelesaikan masalah-masalah sosial,” tutur LaNyalla, Rabu (20/10/2021).

Senator asal Jawa Timur itu menilai, sudah saatnya umat Muslim mengambil peranan penting dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Apalagi, di tengah kemajuan teknologi dan modernitas, umat Muslim harus mengambil peranan penting dalam kemajuan peradaban.

“Umat Muslim harus menjadi aktor peradaban. Seperti sebelumnya, di era kejayaan Islam di abad lampau, dimana dunia Islam telah menguasai ilmu dan pengetahuan dalam peradaban dunia,” ujar LaNyalla.

Sebagai sebuah agama, LaNyalla melihat Islam memiliki panduan yang lengkap dalam mengurusi setiap kehidupan umat manusia, mulai dari relasi Ketauhidan, Sosial, Moral, Ekonomi dan lain sebagainya.

“Jadi, Islam hadir memang tidak hanya mengurusi masalah syariat keagamaan semata, melainkan menjadi penggerak di berbagai aspek kehidupan, sebagai panduan umat manusia dalam menjalani kehidupan di dunia. Termasuk bagaimana kita menghadapi Pandemi dan bangkit dari pasca Pandemi,” ujar LaNyalla.

Dikatakannya, keteladanan yang diwariskan Nabi Muhammad SAW untuk generasi saat ini adalah misi perjuangan mengubah peradaban.

“Jika setiap umat Islam menguasai ilmu pengetahuan yang mumpuni dan bermanfaat bagi manusia dan bumi se-isinya, maka umat Islam menjadi kepanjangan dari misi Rasulullah SAW sebagai pembawa rahmat bagi alam semesta dan peradaban manusia,” ujar LaNyalla.

Ia juga menilai setiap umat Islam perlu terus mengasah diri serta melengkapinya dengan berbagai macam kemampuan dan ilmu pengetahuan agar mampu memberikan sumbangsih untuk bangsa dan negara. (pun)

LEAVE A REPLY