Kominfo Jatim Mulai Sosialisasi TV Digital

0
340

Jakarta, Nawacita – Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kemkominfo) Republik Indonesia melalui Dinas Kominfo Jatim menggelar sosialisasi siaran TV Digital melalui pertunjukan virtual kesenian daerah. Staf ahli Kemenkominfo Henry Subiakto menegaskan bahwa TV Digital merupakan salah satu inovasi yang dibangun untuk memudahkan kebutuhan masyarakat, terlebih di masa pandemi ini.

“TV Digital ini adalah keharusan. Dulu sebelum tahun 2000, frekuensi sudah dibagi untuk TV, radio, penerbangan. Nah, sekarang digunakan semua orang. Kita semua beraktivitas pakai frekuensi. Pesan makanan, upload foto. Yang aktif di internet ada 170 juta,” tuturnya.

Bila frekuensi tidak diatur, lanjut Henry, maka penggunaan internet dan seluruhnya akan terhenti. Dengan demikian, maka kegiatan sehari-hari masyarakat akan terganggu. Untuk itulah, lanjut Henry, frekuensi harus ditata atau diatur supaya kenyamanan menggunakan televisi didapatkan.

“Misalnya kalau ada jalan tol, terus macet. Solusinya kan membuka jalan tol lagi. Tapi ternyata lahannya nggak ada karena lahan sudah dipakai oleh TV Analog. Makanya kita membutuhkan TV Digital saat ini,” tegas dia.

Sementara itu, Kepala Dinas Kominfo Jatim Eko Setiawan  menjelaskan bahwa salah satu kendala program TV Digital adalah upaya untuk menjangkau seluruh lapisan masyarakat. Bila hanya sosialisasi dari media sosial, maka tidak bisa menjangkau warga yang tidak menggunakan media sosial.

“Ini harus menjangkau seluruh lapisan masyarakat. Belum semua masyarakat tahu. Antusiasme tinggi. Tapi bagaimana caranya untuk mendapatkan TV Digital ini belum banyak. Misal ada yang tanya TV-nya apakah harus diganti atau bagaimana?” bebernya.

Saat ini, pihaknya fokus supaya program ini bisa diterima masyarakat. Bila warga sudah pernah mendengar atau mengetahui program ini, maka akan lebih udah untuk sosialisasi.

“Kami fokus untuk sosialisasi door to door. Jadi kami bisa langsung menjelaskan dan menginformasikan di TV milik mereka,” tandasnya.

LEAVE A REPLY