Derita Pedagang Pasar Tanah Abang di ujung PPKM

0
133

Jakarta, Nawacita – Semenjak Indonesia pertama kali mengkonfirmasi kasus Covid-19 pada Senin 2 Maret lalu, pemerintah terus mengeluarkan kebijakan-kebijakan guna menekan laju Covid-19 di Indonesia.

Sebulan setelah pandemi melanda, Presiden Joko Widodo mengeluarkan Peraturan Pemerintah tentang Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Kebijakan PSBB ini meliputi peliburan sekolah dan tempat kerja, pembatasan kegiatan keagamaan, dan juga pembatasan kegiatan di tempat atau fasilitas umum.

Hingga kini, pemerintah menerbitkan kebijakan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Level 4 yang diatur dalam Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) No 24 Tahun 2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Level 3 dan Level 4 Corona Virus Disease 2019 di Wilayah Jawa dan Bali.

Berbagai polemik muncul, imbas diberlakukannya kebijakan-kebijakan pemerintah dalam menangani pandemi. Banyaknya pekerja yang terpaksa di PHK, sektor usaha kecil dan menengah yang gulung tikar.

Meski kini pemerintah memberikan kelonggaran kepada sektor usaha kecil seperti pegadang kaki lima, warung tegal (warteg) dan sebagainya untuk membuka usahanya. Namun, hal itu tak berdampak pada kenaikan omset pedagang.

Salah satu pedagang di pasar Tanah Abang Dimas (36) mengaku hingga kini omset yang ia dapat tidak menutup bahkan hampir merugi dampak dari kebijakan pemerintah. Ia juga sempat merasa putus asa dalam menjalankan usahanya.

“Saya baru buka Senin kemarin, sebelumnya saya tutup waktu PPKM Darurat,” kata dia, saat ditemui di Pasar Tanah Abang, Sabtu (31/7/2021).

“Semenjak buka sepi, pemasukan kurang. Semenjak tutup dan PPKM saya buka online, itu juga hanya ke pelanggan tetap,” tambahnya.

Perihal kebijakan penggunaan kartu vaksin saat berbelanja di Pasar Tanah Abang, ia menyebut kebijakan itu akan berpengaruh pada pembeli yang enggan untuk berbelanja ke Pasar Tanah Abang.

“Saya sendiri sudah vaksin, tapi untuk pembeli kalau disuruh bawa kartu vaksin repot. Takutnya dia ngga mau belanja di sini (Tanah Abang),” ucapnya.

Ia berharap, banyaknya kebijakan yang dikeluarkan pemerintah saat ini mampu membantu masyarakat menengah kebawah untuk membangkitkan kembali usaha-usaha yang dirintis.

“Jangan dipersulit, vaksin bagus tapi jangan begini,” ujarnya.

Sementara itu, salah satu petugas penjaga Pasar Tanah Abang Aldiansyah menyampaikan bahwa mulai Senin 26 Juli 2021 Pasar Tanah Abang menerapkan kebijakan bagi pengunjung agar menunjukan kartu vaksin.

“Mulai Senin kemarin, untuk pengunjung tunjukan kartu vaksin. Kalau pedagang kami data siapa yang sudah vaksin dan belum vaksin,” kata dia, saat ditemui di Pasar Tanah Abang, Sabtu (31/7/2021).

Namun, saat ditanyai perihal sampai kapam kebijakan tersebut diberlakukan, ia mengaku tidak mengetaui pasti.

“Kurang tahu saya, saya nunggu dari perintah di atas,” ujarnya.

Untuk diketahui, Perumda Pasar Jaya menerapkan kewajiban menunjukkan kartu vaksin saat hendak masuk ke Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat. Aturan ini dibuat dengan pertimbangan persentase capaian penerima vaksin di Jakarta sudah cukup tinggi.

Penulis: Alma Fikhasari

LEAVE A REPLY