Demokrat Kotamobagu Beber Kejanggalan KLB Deli Serdang

0
366

Jakarta, Nawacita – Gerald Piter Runtuthomas, mantan Wakil Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Demokrat Kota Kotamobagu Sulawesi Utara menjadi salah satu peserta Kongres Luar Biasa (KLB) di Deli Serdang. Ia mengungkapkan kronologis kejanggalan KLB tersebut.

Piter mengaku ikut menjadi peserta karna diiming-iming uang imbalan uang 100 juta dari penggerak KLB.

“Saya ikut karena diiming-imingi uang sebesar 100jt. Yang pertama kalau sudah datang dilokasi akan mendapatkan 25 persen dari 100jt yaitu 25jt. Selesai KLB akan mendapatkan sisanya yaitu 75juta,” ungkap Gireld, dalam video yang ditayangkan di DPP Demokrat, Senin (8/2/2021).

Kenyataanya, dia hanya mendapatkan uang sebesar Rp5juta. Karena tak sesuai dengan janji, para peserta KLB pun protes.

“Yang pertama dari Maluku berontak, karena tak sesuai harapan tidak sesuai iming-iming, tidak sesuai janji,” katanya.

Pieter dari DPC Demokrat Kotamobagu

“Kemudian, mantan Bendahara Umum Partai Demokrat yang juga motor KLB, Nazarrudin turun tangan. Nazaruddin memberikan uang tambahan sebesar Rp 5 juta kepada peserta KLB yang marah,” sambungnya.

Ia juga mengungkapkan, kerancuan dalam KLB itu. Ia mengatakan Moeldoko tidak terdaftar sebagai anggota Demokrat atau kader Demokrat atau pun pimpinan Demokrat. Baik itu mulai dari ranting, cabang maupun daerah, apalagi DPP.

“Pak Moeldoko itu masuk menjadi anggota, setelah dibacakan tata tertib kongres luar biasa. Ini tata tertibnya yang dibacakan oleh pak Jhoni Allen, ada di Pasal ke 5 ini, pasal 20 poin yang ke 5 ini,” jelasnya.

Tiba-tiba diumumkan Moeldoko ditetapkan telah memiliki KTA Partai Demokrat dengan nomor khusus atau spesial.

“Ini KTA saya ditandatangani pak SBY, ini ada ketua umum dengan sekjen, pak Hinca pada saat itu. Nah sekarang pak Moeldoko ditetapkan sebagai anggota partai Demokrat, KTA nya mana? Nomor KTA nya berapa? Tidak ada. Terus dipilih jadi ketua umum, inikan aneh,” tandasnya.

Penulis : Alma Fikhasari

LEAVE A REPLY