Langkah Cepat Whisnu Bawa Surabaya ke Zona Kuning

0
122

Surabaya | Nawacita – Usai dilantik menjadi Wali Kota Surabaya definitif, Whisnu Sakti Buana berharap Kota Pahlawan segera pulih dari pandemi COVID-19. Ia ingin Surabaya segera masuk zona kuning, bahkan hijau dengan secepatnya.

“Kami akan terus bersinergi bersama Forkopimda Surabaya agar penanganan pandemi COVID-19 di tingkat bawah semakin intensif. Ini kita bersama-sama Forkopimda, kita terus bergerak aktif ke bawah. Tracing juga kita semakin aktifkan kembali dan selama ini sudah kita lakukan selama beberapa bulan. Kita ingin Surabaya bisa segera pulih dari pandemi ini,” kata Whisnu kepada wartawan, Kamis (11/2/2021).

Baca Juga : Gubernur Khofifah Lantik Wisnu Sakti Buana Sebagai Walikota Surabaya Sisa Masa Jabatan 2016 – 2021

Selain penanganan COVID-19, konsentrasi utama yang dilakukan Pemkot Surabaya adalah bagaimana refocusing anggaran untuk pemberdayaan ekonomi bagi pelaku UMKM. Menurutnya, refocusing ini dapat dilakukan melalui dana kelurahan serta proyek-proyek pembangunan yang dinilai belum strategis untuk dilaksanakan

“Jadi ke depan yang paling kita segerakan adalah bagaimana kita bisa putar ekonomi di bawah. Dengan kondisi PPKM mikro ini justru ada kesempatan dana kita gulirkan di bawah, sehingga UMKM di bawah bisa berputar,” jelasnya.

Orang nomor satu di Surabaya ini mencontohkan, seperti pemberdayaan ekonomi di bawah itu bisa dilakukan dengan cara membuka dapur umum untuk mendukung kampung tangguh. Pelaku UMKM di wilayah tersebut dapat diberdayakan dengan menyiapkan makanan seperti nasi bungkus.

“Jadi buka dapur umum di kampung-kampung tangguh dengan memberdayakan ekonomi di bawah agar ekonomi di bawah semakin bergairah,” ujarnya.

Whisnu juga menilai bahwa perhatian terhadap dunia pendidikan di masa pandemi ini juga sangat penting. Meski sistem belajar mengajar dilakukan secara daring, ia berharap kualitas pendidikan di Surabaya tetap berkualitas.

“Sumber daya manusia di Surabaya juga perlu kita perhatikan, generasi muda kita juga perlu kita perhatikan. Makanya kita coba bangkitkan kembali bagaimana proses belajar mengajar walaupun secara daring tapi tetap berkualitas,” pungkasnya.

dtk

LEAVE A REPLY