Ucapan, Doa, dan Harapan Para Tokoh di Harlah ke-95 NU

0
174

Jakarta | Nawacita – PDI Perjuangan (PDIP) merayakan Hari Lahir (Harlah) ke-95 Nahdlatul Ulama (NU) pada Minggu, 31 Januari 2021.

Perayaan Harlah NU itu dilaksanakan di Gedung Pusat DPP PDIP, Jalan Diponegoro, Jakarta. Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri hingga ulama kondang Gus Miftah dipastikan hadir.

“Bersama Ibu Ketua Umum dan Sekjen PDI Perjuangan, Ibu Megawati Soekarnoputri dan Bapak Hasto Kristiyanto, ulama kondang Gus Miftah dipastikan akan ikut memeriahkan peringatan Harlah NU ke-95 oleh PDI Perjuangan,” tutur Ketua Umum Baitul Muslimin Indonesia (Bamusi) Hamka Haq dalam keterangannya, Minggu, 31 Januari 2021.

Beragam ucapan, harapan, dan doa pun disampaikan para tokoh dalam acara Harlah ke-95 NU. Salah satunya dari Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.

Megawati pun mengucapkan selamat Harlah ke-95 NU. Usia tersebut dinilai telah mematangkan NU sebagai sebuah organisasi.

“Saya sangat yakin jika PDI Perjuangan dapat terus berjalan beriringan dengan Nahdlatul Ulama, maka segala ancaman kebangsaan kita pasti bisa diatasi. Hal tersebut tentunya juga dapat menciptakan hal-hal baik yang luar biasa pada saat ini dan tentunya untuk di masa yang akan datang,” tutur Megawati dalam perayaan Harlah ke-95 NU yang digelar secara virtual.

Tak hanya Megawati, Presiden Joko Widodo atau Jokowi menyampaikan selamat. Menurut Jokowi, NU terus berperan besar mencerdaskan bangsa, menggerakkan nasionalisme, toleransi, dan melawan segala bentuk radikalisme dan terorisme.

Ketua PBNU

Organisasi Nahdlatul Ulama (NU) genap berusia ke-95, bahkan Presiden Jokowi turut mengucapkan selamat ulang tahun. PBNU mengucapkan terima kasih atas ucapan Presiden tersebut.

“Terima kasih ucapan harlah dan doanya, Pak Jokowi. Doa terbaik untuk Presiden beserta jajarannya, rakyat dan bangsa Indonesia seluruhnya,” kata Ketua PBNU Robikin Emhas, Minggu, 31 Januari 2021.

Dalam momentum harlah NU ini, mengajak semua pihak untuk menghadapi pandemi Covid-19 dan bencana alam yang menimpa negeri Indonesia. Menurut dia, kolaborasi semua pihak, mutlak harus dilakukan.

“Dalam situasi pandemi dan bencana alam yang silih berganti, kolaborasi segenap pihak mutlak diperlukan. Mari terus instrospeksi (muhasabah) dan mawas diri. Sekecil apapun kesalahan dan kekeliruan kita sebagai bangsa, mari berkomitmen agar tidak terulang kembali,” ungkap Robikin.

NU percaya, bahwa Indonesia dapat mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat.

“Saya percaya Indonesia dapat mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat sebagaimana cita-cita nasioal dan memberi kontribusi signifikan bagi bangunan peradaban dunia,” kata Robikin.

 

Ketua Umum PBNU

KH Said Aqil.
KH Said Aqil.

Ketua Umum PBNU Said Aqil Siradj mengucapkan terima kasih kepada PDIP yang turut merayakan harlah ke-95 NU.

Hal ini disampaikan saat memberikan sambutan dalam perayaan Harlah ke-95 NU yang digelar DPP PDIP secara virtual.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada Ketua Umum PDI Perjuangan Ibu Hajah Megawati Soekarnoputri dan seluruh jajaran partai PDIP dimanapun berada, seluruh anggota DPR RI dan DPRD dimanapun berada, yang semuanya telah mengucapkan selamat, mengucapkan berkahnya atas hari ulang tahun kelahiran NU yang ke-95 ini,” kata Said Aqil.

Dia berharap, PDIP dan NU semakin solid untuk menyamakan pandangan dalam rangka mengawal, mengamalkan, dan menjaga keutuhan NKRI.

“Mudah mudahan kita semua solid menyatukan sikap menyamakan pandangan dalam rangka mengawal mengamalkan menjaga keutuhan NKRI dengan anggaran dasarnya Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, menjaga Bhineka Tunggal Iika, demi kesejahteraan menuju masyarakat yang adil makmur dan sejahtera,” kata Said Aqil.

Dia pun mendoakan agar NU ke depan bisa terus memberikan kontribusi dan bakti kepada bangsa Indonesia ini.

“Mampu memberikan andil, kontribusi dan bakti kepada bangsa dan negara Indonesia yang tercinta ini,” jelas Saiq Aqil.

 

Ketua Umum PDIP

Ketua Umum PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri mengucapkan selamat Harlah ke-95 NU. Usia tersebut dinilai telah mematangkan NU sebagai sebuah organisasi.

“Saya sangat yakin jika PDI Perjuangan dapat terus berjalan beriringan dengan Nahdlatul Ulama, maka segala ancaman kebangsaan kita pasti bisa diatasi. Hal tersebut tentunya juga dapat menciptakan hal-hal baik yang luar biasa pada saat ini dan tentunya untuk di masa yang akan datang,” tutur Megawati.

Megawati mengaku bersyukur dalam perjalanan bangsa Indonesia, kedekatan nasionalis dan relijius hingga saat ini masih berjalan dengan erat. Seperti halnya hubungan PDIP dengan NU.

“Pada hari yang berbahagia ini, Nahdlatul Ulama genap berusia 95 tahun, saya ucapkan selamat pada usia 95 tahun tentunya menunjukkan bagaimana telah matangnya sebuah organisasi dengan sikap dan perjuangan,” jelas dia.

Dalam perjalanannya, kata dia, Proklamator RI Bung Karno memiliki kedekatan dengan Pendiri NU Hasyim Asy’ari dan Abdul Wahab Hasbullah.

“Saya tidak akan pernah lupa, selalu ingat, Bung Karno diberi gelar oleh Nahdlatul Ulama yaitu Waliyul Amri Addharuri Bi As Syaukah, gelar yang merupakan dukungan besar warga Nahdiyin pada kepemimpinan beliau yang disahkan dalam Muktamar Nahdlatul Ulama di Surabaya tahun 1954,” kata Megawati.

Megawati memastikan akan meneruskan sikap kedekatan Presiden Pertama RI dengan ulama dalam tindakan. Dia juga telah mengamanatkan kepada seluruh kader dan simpatisan PDIP.

“Sekali lagi saya ucapkan selamat hari lahir Nahdlatul Ulama yang ke-95 tahun, teruslah menyebarkan ahlussunnah wal jama’ah dan Islam yang rahmatan lil alamin serta meneguhkan komitmen kebangsaan,” Megawati menandaskan.

 

Gubernur Jawa Timur

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyebut organisasi Islam NU sudah kian matang di Harlah ke-95 ini. Secara pemikiran, peran dan juga kontribusinya di tengah masyarakat.

“Semangatnya NU ini lengkap. Motivasi agama dan mempertahankan akidah Aswaja diwujudkan dengan banyaknya pesantren dan lembaga pendidikan berbasis agama. Motivasi ini masih relevan hingga sekarang. NU melahirkan banyak intelektual Muslim di Indonesia,” kata Khofifah.

Berangkat dari lahirnya NU, Motivasi membangun nasionalisme diwujudkan dengan komitmen kebangsaan yang kuat.

Pasalnya, lahirnya NU tidak lepas dari rasa kebersamaan untuk melawan penjajah.

Jika dulu komitmen kebangsaan diwujudkan dengan angkat senjata, disampaikan Khofifah bahwa cara itu belum tentu relevan di masa kini. Sebab, bentuk penjajahan sudah berwujud pada digitalisasi, ekonomi, serta upaya merusak idealisme.

“Maka satu cara untuk memerangi adalah menjaga integritas, menguatkan keilmuan, serta meneguhkan persatuan dan kesatuan. Yakni melalui penguatan sumber daya manusia (SDM) yang unggul dan berkualitas,” jelas dia.

Khofifah menuturkan, pengembangan SDM santri sangat penting. Untuk itu ribuan santri NU bisa menjadi pioneer untuk bangkit mengaplikasikan komitmen kebangsaan. Mewujudkan motivasi NU membangun nasionalisme.

“Santri akan menjadi pemimpin masa depan. Bisa jadi, seorang santri kelak akan menjadi kiai. Dia menjadi panutan santrinya. Integritas dan idealisme menjadi modal santri tersebut. Mereka bisa menguatkan komitmen kebangsaan di lingkungan santrinya,” tegas Khofifah.

 

Menko Polhukam

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud Md menyampaikan ucapan selamat kepada NU yang merayakan hari jadinya ke-95. Menurut dia, ormas tersebut memiliki peran penting dalam membangun Indonesia.

“Selamat hr jadi Nahdlatul Ulama (NU) yang ke 95. Bangsa Indonesia patut bersyukur mempunyai NU, ormas Islam yang menyebarkan Islam yang ramah, mempertemukan prinsip keislaman dan paham kebangsaan, menyemai dan membangun nasionalisme yang kemudian ikut mengantarkan INDONESIA merdeka,” kata Mahfud Md yang dikutip dari akun twitternya @mohmahfudmd.

Ia menambahkan, ada ungkapan yang diciptakan ulama NU dalam membangun nasionalisme. Dalil tersebut diambil dari nilai-nilai yang terkandung dalam alquran dan hadis.

“Ungkapan “Hubbul wathon minal iman” (cinta tanah air adalah bagian dari iman) bukan ayat Qur’an atau pun Hadits Nabi. Tapi ia merupakan ungkapan dalil yang secara fiqhiyah diciptakan oleh NU melalui istinbath (penggalian) terhadap nilai-nilai Qur’an dan Hadits sehingga sangat Islami dan Indonesiawi,” jelas dia.

 

Wapres

Wakil Presiden (Wapres) Ma’ruf Amin di harlah ke-95 NU mengatakan, organisasi tersebut mempunyai tugas yang semakin berat ke depannya.

Hal tersebut disampaikannya melalui akun Twitter pribadi Ma’ruf Amin @Kiyai_MarufAmin.

Menurut dia, NU mengemban amanah menyebarkan paham Ahlussunnah Wal Jamaah yang dianggapnya masa sekarang menjadi sangat penting.

“Nahdlatul Ulama (NU) mengemban amanah menyebarkan paham Ahlussunnah Wal Jamaah. Saat ini, tugas tersebut semakin berat seiring berkembangnya paham-paham keagamaan yang lain. Karena itu, mengawal Ahlussunnah Wal Jamaah pada masa sekarang menjadi sangat penting,” kata dia.

NU juga memegang teguh amanat kebangsaan. Yakni membangun Islam damai dalam bingkai NKRI.

“NU juga memegang teguh amanah kebangsaan. Sesuai dengan posisi NU sebagai Jamiyah Dinniyah Islamiyah, para ulama dari dulu hingga sekarang selalu konsisten mengembangkan misi bagaimana membangun Islam damai dalam bingkai NKRI. Selamat Hari Lahir NU ke-95,” kata Ma’ruf Amin.

 

Presiden

Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengatakan, Nahdlatul Ulama (NU) terus berperan besar mencerdaskan bangsa, menggerakkan nasionalisme, toleransi, dan melawan segala bentuk radikalisme dan terorisme.

Hal itu disampaikan Jokowi dalam rangka Harlah NU ke-95 yang jatuh pada hari ini, 31 Januari 2021.

“Di usia 95 tahun itu, Nahdlatul Ulama tetap berperan besar mencerdaskan kehidupan bangsa, menggerakkan semangat nasionalisme dan semangat toleransi, serta melawan segala bentuk radikalisme dan terorisme,” kata Jokowi, seperti dikutip dari akun instagram resminya @jokowi.

Jokowi mengatakan, NU juga menjadi garda terdepan kepentingan bangsa. Khususnya, dalam membela kepentingan bangsa dan negara, di tengah perubahan dan tantangan zaman yang semakin kompleks.

Jokowi menilai, para Nahdliyin muda semakin melebarkan sayap dalam kiprahnya memajukan pemberdayaan ekonomi umat berbasis pesantren.

“Para santri muda NU bersemangat menjadi wirausaha memajukan umat dan sesama,” ungkap Jokowi.

“Bahkan, tak sedikit santri di pesantren-pesantren yang menjadi pelopor teknologi informasi yang bisa membawa manfaat nyata bagi negara ini,” kata Jokowi.

Jokowi berharap, ke depan peran strategis para kiai dan santri NU dalam membangun masa depan Indonesia dapat terus berlanjut.

Liputan6

LEAVE A REPLY