Menkeu: Anggaran Pengadaan Vaksin Covid-19 Habiskan Rp95,6 Triliun

0
203
Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani.
Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani.

JAKARTA, Nawacita – Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mengalokasikan anggaran untuk pengadaan vaksin Covid-19 hingga 2021. Dana tersebut masuk dalam program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengatakan, pemerintah menganggarkan Rp53,1 triliun untuk pengadaan vaksin dalam PEN. Adapun alokasi pada 2021 sekitar Rp42,5 triliun sehingga total mencapai Rp95,6 triliun.

“Dari sisi penganggaran dan kemenkeu dalam dukung untuk penanganan Covid, telah dialokasikan untuk tahun anggaran 2020 adalah program PEN untuk bidang kesehatan, khususnya sebesar Rp96,17 triliun,” kata Sri Mulyani dalam Konferensi pers virtual, Senin (7/12/2020).

Baca Juga: Menkeu Patok Ekonomi Indonesia Tumbuh 5 Persen pada 2021

Selanjutnya, anggaran vaksin termasuk ke dalam anggaran kesehatan di dalam program PEN senilai Rp169,7 triliun. “Di mana untuk penanganan vaksin dan Covid-19 sebesar Rp60,5 triliun untuk 2021,”bebernya.

Lalu, rinciannya meliputi antisipasi pengadaan vaksin Covid-19 sebesar Rp18 triliun, imunikasi atau program vaksinasi Rp3,7 triliun, pembelian sarana prasarana (litbang, PCR dan lain-lain) Rp1,3 triliun yang dibagi pengadaannya oleh Kemenkes sebesar Rp1,2 triliun dan Badan POM sebesar Rp100 miliar. Sisanya, dianggarkan untuk Iuran JKN untuk masyarakat kelas III.

Baca Juga: Sri Mulyani Minta Menteri Erick Kelola Aset Negara di Bukopin dan Indosat

“Sedangkan pengadaan direncanakan berjalan selama beberapa tahun, dari tahun ini 2020 hingga 2021 dan 2022 sesuai kebutuhan,” tandasnya. Sementara itu, dalam memastikan kehadiran vaksin, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi terus berkomunikasi dengan Menlu China Wang Yi. “Di satu, dua pekan terakhir, komunikasi sudah tidak lagi dilakukan hari per hari, tapi dari jam ke jam,” ujar Menlu Retno.

Dia melanjutkan, Pemerintah RI dan juga Tiongkok telah berkoordinasi dan menjalankan kerja sama dengan baik. Peran KBRI Beijing, lanjut Menlu Retno, dinilai sangat vital dalam menjembatani antara otoritas Tiongkok dan Sinovac terkait pengadaan dan pengiriman vaksin ke Indonesia.

oknws.

LEAVE A REPLY