Gatot Brajamusti Meninggal karena Stroke, Ini Penyebabnya

0
211
Gatot Brajamusti.
Gatot Brajamusti.

JAKARTA, Nawacita – Kabag Humas dan Protokol Ditjen PAS Rika Apriyanti menyebut bahwa Gatot Brajamusti mengalami hipertensi dan gula darah tinggi. Namun, sebelum meninggal, dia juga memiliki riwayat stroke.

Stroke terjadi ketika penyumbatan atau pendarahan pembuluh darah mengganggu atau mengurangi suplai darah ke otak. Ketika ini terjadi, otak tidak menerima cukup oksigen atau nutrisi, dan sel-sel otak mulai mati.

Stroke adalah penyakit serebrovaskular. Ini berarti stroke mempengaruhi pembuluh darah yang memberi makan oksigen otak. Jika otak tidak menerima cukup oksigen, kerusakan mulai terjadi. Dilansir Medical News Today, stroke merupakan darurat medis. Meskipun stroke dapat diobati, tetapi penyakit ini dapat menyebabkan kecacatan atau kematian.

Baca Juga: Kabar Duka Dalang Ki Seno Nugroho Meninggal Dunia

Setiap jenis stroke memiliki penyebab potensial yang berbeda. Secara umum, stroke lebih mungkin mempengaruhi seseorang jika mereka mengalami kelebihan berat badan atau obesitas, berusia 55 tahun atau lebih, memiliki riwayat stroke pribadi atau keluarga, tekanan darah tinggi, menderita diabetes.

Penyebab lainnya adalah kolesterol tinggi, penyakit jantung, penyakit arteri karotis, atau penyakit pembuluh darah lainnya, tidak banyak bergerak, mengkonsumsi alkohol secara berlebihan, merokok dan menggunakan obat-obatan terlarang.

Cara terbaik untuk mencegah stroke adalah dengan mengatasi penyebab utamanya. Seseorang bisa mencapai ini dengan melakukan perubahan gaya hidup seperti makan makanan yang sehat, mempertahankan berat badan sedang, berolahraga secara teratur, tidak merokok tembakau.

Baca Juga: Sekda DKI Jakarta Saefullah Meninggal, Jokowi Turut Berduka Cita

Penting juga untuk menghindari alkohol, atau hanya minum secukupnya. Makan makanan bergizi berarti memasukkan banyak dari buah-buahan, sayuran, biji-bijian dan kacang-kacangan. Batasi jumlah daging merah dan olahan dalam makanan, serta kolesterol dan lemak jenuh. Juga, asupan garam sedang untuk mendukung tingkat tekanan darah yang sehat.

Tindakan lain yang dapat dilakukan seseorang untuk membantu mengurangi risiko stroke meliputi mengontrol tingkat tekanan darah, mengelola diabetes dan mendapatkan pengobatan untuk penyakit jantung.

Sementara, Gatot Brajamusti meninggal dunia pada Minggu (8/11) pukul 16.11 WIB. Gatot menghembuskan napas terakhir di usia 58 tahun dan jenazah dibawa serta dimakamkan di Sukabumi.

sdnws.

LEAVE A REPLY