Sulitnya Impor Beras karena Pandemi Global dan Kemarau, Defisit Beras?

0
51
ilustrasi petani padi
petani padi

Bulan Agustus 2020 telah datang, artinya musim kemarau telah tiba yang berpotensi menimbulkan kenaikan permintaan beras karena produksi beras saat musim kemarau selalu menurun drastis.

Pada musim kemarau, petani bisa juga berisiko gagal panen, petani padi di sawah tadah hujan tidak lagi menanam padi tapi sudah berganti komoditi. Saat musim kemarau hanya petani yang memiliki sawah irigasi tehnis saja yang bisa menanam padi karena ketersediaan air selalu ada di sawah.

Petani padi yang memiliki sawah tadah hujan dan petani padi gogo lahan kering akan menanam komoditi lain dan akan menanam padi kembali saat awal musim hujan tiba, biasanya bulan November. Musim kemarau akan memberikan dampak berkurangnya luas lahan panen padi, akibatnya adalah hasil produksi beras akan merosot tajam.

Dengan kondisi produksi beras menurun saat musim kemarau, sulitnya Pemerintah melakukan import beras karena adanya Pandemi Global maka Pemerintah perlu mewaspadai, memperhatikan dan mengambil beberapa tindakan, seperti :

Pertama, Bulog perlu menyediakan beras yang akan dijadikan cadangan beras nasional, saat musim panen tiba, bulan Pebruari, Maret dan April setiap tahunnya, Bulog harus menyerap gabah atau beras dari petani, saat masa panen raya itulah kesempatan Bulog untuk menyerap gabah dan beras dari petani dengan harga yang sudah ditetapkan oleh Pemerintah

Kedua, Pemerintah harus memiliki data produksi beras dan konsumsi beras nasional agar Pemerintah bisa memprediksi berapa kelebihan atau kekurangan beras setiap tahunnya dan data tersebut sebagai salah satu dasar untuk melakukan impor beras.

Ketiga, Pemerintah harus menjadikan siklus musim kemarau sebagai pembelajaran dan pengalaman untuk menyiapkan sistem pengairan yang jauh lebih baik. Pemerintah perlu memperhatikan dan memelihara waduk-waduk dan saluran irigasi yang ada sebagai penunjang utama dalam sektor pertanian.

Jangan sampai petani padi yang memiliki irigasi tehnis saat butuh air, justru tidak ada air saat mau menanam padi.

Keempat, Pemerintah perlu memelihara waduk lama dan membangun waduk baru, sehingga bisa digunakan petani padi saat musim kemarau tiba.

Sebuah pertanyaan sekarang adalah apakah Pemerintah bisa melakukan import beras di saat Pandemi Global ? Jika tidak ada import beras tahun ini, apakah bulan Desember 2020 dan bulan Januari 2021 ketersediaan beras cukup untuk memenuhi kebutuhan 267 juta jiwa ?

Kita bisa menjawab pertanyaan tersebut setelah kita melewati bulan Agustus sampai Desember 2020. Harapan kita adalah walaupun Pemerintah tahun 2020 tidak melakukan import beras, hasil produksi beras dari petani padi bisa memenuhi kebutuhan untuk 267 juta jiwa penduduk Indonesia.

viva

LEAVE A REPLY