Pendidikan Trenggalek Siap Menghadapi New Normal

0
394
Foto : Kantor Dinas Pendidikan
Kantor Dinas Pendidikan Trenggalek

Nawacita – Pemkab harus segera menyusun skema new normal yang diberlakukan di berbagai sektor. Berdasarkan kondisi yang ada, kegiatan yang paling mendesak adalah yang melibatkan masyarakat. Sehingga berbagai tempat yang menjadi perkumpulan masyarakat seperti pasar tradisional harus ditata sedemikian rupa dengan menerapkan skema new normal dengan protokoler kesehatan. Dengan demikian, geliat ekonomi dapat kembali bergairah.

Wakil Ketua Fraksi PKB DPRD Trenggalek M. Hadi mengatakan “Juga bidang pendidikan formal dan pondok pesantren, agar pemkab mempersiapkan fasilitas tempat cuci tangan di setiap kelas,” ungkap beliau. Dia melanjutkan, pemkab dalam hal ini wajib memfasilitasi sarana dalam penerapan new normal seperti pada sektor Pendidikan. Hal tersebut harus dilakukan karena di samping adanya kegiatan belajar mengajar (KBM), para santri juga tidur di pondok tersebut. Tentunya semua akan mendorong agar pelaksanaan new normal benar-benar dapat dilaksanakan sesuai harapan. “Dari situ, jika new normal sudah berlangsung dan jalan kecil masih tertutup, menurut kami sudah tidak ada gunanya,” katanya.

Jalan kecil yang ditutup tersebut dapat mengganggu geliat ekonomi yang ada. Dengan dibuka kembali, pedagang keliling dan sebagainya bisa menumbuhkan geliat perekonomian kembali. Sehingga ketika new normal diterapkan, jika masih ada masyarakat yang belum bisa disiplin, maka gugus tugas yang ada di desa harus tegas. Seluruh peraturan harus ditegaskan. Seperti jika terdapat warung dan tempat berkumpulnya orang banyak yang tidak mau disiplin dalam aturan, harus ditindak tegas.

Gugus tugas yang ada di desa berperan penting dalam penerapan new normal ini. “Artinya, di saat ada orang asing masuk, sudah ada karantina mandiri maupun yang telah disiapkan oleh desa,” ucap Hadi.

Hal itu diakui oleh Bupati Trenggalek Moch. Nur Arifin. Menurut dia, kini pemkab telah menyiapkan standar operasional prosedur (SOP) terkait kondisi new normal tersebut. Nantinya new normal bukan berarti membuka kembali pintu masuk Trenggalek dari semua pihak, tapi memperketat peraturan yang ada. “Jadi ketika new normal nanti, protokoler kesehatan wajib diberlakukan. Makanya SOP seperti apa masih kami siapkan,” jelasnya.

Jawapos.com

LEAVE A REPLY