Dewan Usulkan Cara Untuk Terapkan Social Distancing Di Pasar.

0
137

Surabaya, Nawacita– Setelah ditutupnya dua Pasar Grosir Surabaya (PGS) dan Pasar Kapasan Surabaya menjadi sorotan Dewan. Pasalnya Dewan mengkhawatirkan pasar yang masih susah menerapkan social distancing.

Luthfiyah ketua komisi B DPRD menginginkan social distancing bisa berhasil. Begitupun diberlakukan pada pasar.

“Kita kan ingin social distancing ini berhasil. Termasuk di pasar. Pemkot harus memikirkan ini,” ujarnya saat ditemui Nawacita di Gedung DPRD Surabaya.

Menurut Luthfiyah, social distancing sangat perlu diterapkan di pasar. Sebab kondisi tempat itu banyak orang berkumpul untuk berteransaksi. Oleh sebab itu, Ia memberikan beberapa solusi agar social distancing bisa diterapkan. Diantaranya pemberlakuan pembatasan jam operasional dan pedagang berjualan secara bergantian.

“Kita bisa buat jam operasional pasar lebih singkat. Kalau lebih singkat diharapkan orang-orang tidak akan berlama-lama berkumpulnya,” ujarnya.

Sementara itu, politisi partai Gerindra itu juga mengungkapkan para pedagang bisa berjualan secara bergantian. Sehingga bisa mengurangi kerumunan.

“Misal di suatu pasar ada 100 pedagang. Maka hari ini yang jualan 50 orang. Besok 50 orang. Terus secara bergantian,” ungkapnya.

Lanjutnya wanita kelahiran 61 tahun lalu ini meminta apabila pasar harus ditutup, maka Pemkot sudah siap menanggung perekonomian pedagang. Selain itu Pemkot harus bisa memastikan bila semua komponen pasar mulai dari pedagang sampai dengan kuli terpenuhi secara kebutuhan pokoknya.

“Pasar boleh ditutup. Tapi dengan syarat, Pemkot siap menanggung ekonomi pedagang maupun kuli yang ada di pasar tersebut,” lanjutnya.

Di sisi lain, Juliana Eva Wati anggota komisi D DPRD Surabaya mengatakan bila ada penutupan pasar, maka hal yang sama harus diterapkan pada Mall. Ia berharap tidak ada pembedaan antara pasar tradisional dan Mall.

“Seandainya ada Mall yang memiliki permasalahan serupa dengan pasar Kapasan dan PGS, saya harap juga ditutup. Tapi semoga saja tidak ada yang kena lagi,” pungkasnya.

(and)

LEAVE A REPLY