Sudah Mantur Air PDAM yang 2 Hari Sempat Mbambet

0
204

Surabaya, Nawacita – Pengerjaan Pipa PDAM di Perumahan Purimas Gunung Anyar, Surabaya, akhirnya selesai pada Minggu (8/3/2020) pukul 03.30 WIB.

Pipa PDAM berdiameter 1.000 mm bocor karena terkena tiang pancang pembangunan Masjid Assalam di perumahan tersebut. Perbaikan yang dilakukan sejak Kamis (5/3/2020) itu molor karena kendala cuaca dan kondisi tanah yang mudah longsor.

Pengerjaan pipa ini berdampak ke banyak kawasan di Surabaya Timur seperti Menanggal, Pagesangan, Ketintang, Medokan Ayu, Korem, Siwalan, Jemur Pondok Chandra, Gunung Anyar, Purimas, Rungkut, Pandugo, Kedung Baruk, Semampir, Mulyosari, Galxy Mall, Kenjeran, Kedung Cowek, Tambak Wedi, Kedinding, Nambangan, Wonorejo, Penjaringan dan sekitarnya.

Mujiaman Dirut PDAM Surya Sembada Surabaya mengatakan bahwa mulai pukul 09.00 WIB, pihaknya sudah membuka aliran air dengan tekanan maksimal. Diharapkan seluruh pelanggan terdampak bisa segera mendapat air.

“Kira-kira jam sembilan pagi sudah kami buka seluruhnya. Tekanan sekarang sudah 100 persen. Kita harapkan seluruh warga bisa mendapatkan air. Biasanya dalam 3 jam, 90 persen pelanggan sudah bisa mendapat air. Sisanya, 10 persen biasanya air masih keruh,” ujarnya

Mujiaman mengimbau pelanggan menggunakan air secukupnya mulai hari ini sampai beberapa hari ke depan. “Jangan mengisi tandon lebih dulu. Ini bentuk tepa salirakita kepada orang lain agar mendapat air lebih cepat. Biar tetangga yang lokasinya jauh seperti Kenjeran dan Bulak Banteng terkahir mendapat air,” kata dia.

Menanggapi keluhan pelanggan terdampak tidak seluruhnya mendapatkan bantuan air bersih, Mujiaman mengatakan pihaknya dan Pemerintah Kota Surabaya sudah berusaha semaksimal mungkin. Sejumlah 17 truk tangki air milik PDAM sudah terus beroperasi. Ditambah 20 truk tangki DKRTH dan 15 truk tangki bantuan dari swasta dan pihak lainnya yang dikoordinir Pemkot Surabaya.

“Kapasitas satu tangki hanya 5 meter kubik per dua jam. Jika dibandingkan dengan aliran air normal 1.800 liter per detik, jauh sekali. Sehingga bantuan tangki ini tidak akan maksimal. Kami mohon maaf atas keterbatasan kami untuk melayani masyarakat. Terpenting bagi kami menyelesaikan masalah dan masyarakat mendapatkan air,” ujarnya.

LEAVE A REPLY