Salah Tancap, Pipa Utama PDAM Wilayah Timur Bocor

0
301

Surabaya, Nawacita– Bocornya pipa utama PDAM wilayah Timur membuat beberapa daerah di Surabaya tidak mendapat pasokan air. Kebocoran ini diduga berasal dari kesalahan pemancangan paku bumi di sekitaran Purimas Gunung Anyar.

Mujiaman Sukirno Direktur PDAM Swasembada Surabaya mengonfirmasi hal tersebut. Ia mengatakan awalnya pihak kontraktor menggunakan beton untuk penancapan paku bumi. Namun karena dirasa gagal menembus tanah, akhirnya kontraktor diduga mengganti beton dengan besi solid. Agar bisa menembus tanah. Sayangnya, besi tersebut malah justru menembus pipa utama milik PDAM.

“Ternyata paku bumi yang menancap di pipa ini bukan beton, melainkan besi berukuran 25×25 cm. Sebelumnya paku bumi, menggunakan beton namun gagal. Lalu kontraktor mengganti beton itu mengganti beton dengan paku bumi dengan bahan baja solid. Sehingga bisa menembus ke pipa kita yang lebih dari 10 centimeter,” ujarnya pada Sabtu (7/3).

Mujiaman menerangkan bahwa pipa yang bocor tersebut mampu mengalirkan air sebanyak 1,8 meter kubik perdetiknya. Estimasinya untuk 100 orang pelanggan per liternya setiap detiknya. Sebenarnya perbaikan kebocoran ini sudah dilakukan sejak Kamis malam (5/3) dan diperkirakan akan selesai pada Jumat malam (6/3). Namun pekerjaan tersebut tidak bisa selesai, karena baja yang menancap ditakutkan akan merusak mesin pencabut paku bila dicabit langsung. Sebab ditakutkan debit air yang keluar dari pipa akan merusak mesin.

“Bila dicabut langsung maka tekanan air yang ada di dalam pipa akan mengenai mesin paku bumi yang beratnya lebih dr 10 ton,” terangnya.

Lanjutnya, Mujiaman juga menghimbau kepada masyarakat bila memiliki proyek berkaitan dengan ruang bawah tanah agar berkordinasi dengan utilitas. Sebab di dalam tanah biasanya terdapat saluran-saluran yang berfungsi untuk pendistribusian tertentu.

“Masyarakat yang memiliki keperluan atau yang berkaitan dengan ruang bawah tanah. Sebaiknya berkordinasi dengan PLN, PDAM, GAS, Fiber optik, karena di dalam ada hal-hal tersebut maka sangat berbahaya,” ujarnya.

Namun pihak PDAM Swasembada mengungkapkan sudah menyiapkan tangki-tangki air yang bisa dipesan lewat Whatsaap di nomor 0800-192-6666. Sebagai tindak lanjut dari persoalan tersebut.

“Kita sudah siapkan tangki air yang akan beroperasi 24 jam. Kita juga pantau melalui GPS agar bisa dipastikan bisa mencapai pelanggan,” ujarnya.

Selain itu, Mujiaman meminta maaf atas persoalan ini. Serta akan segera memperbaiaki permasalahan tersebut.

Di satu sisi, sampai berita ini diturunkan belum ada konfirmasi dari pihak kontraktor yang bersangkutan, atas dugaan persoalan ini.

(and)

LEAVE A REPLY